• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

B. ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

Pengkajian dalam laporan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan format yang telah ditentukan seperti berikut ini.

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI

RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN

I. BIODATA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. A

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 64 thn

Status Perkawinan : Menikah

Agama : Islam

Pendidikan : SLTP

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Sidalu-dalu Kabupaten Rokan Hulu, Riau Tanggal Masuk RS : 04/06/2014 (22.30)

No. Register : 00.92.80.68

Ruangan/ kamar : XII / Asoka I, Bed 21 Golongan darah : B

Tanggal pengkajian : 05/06/2014 Tanggal operasi : -

Diagnosa Medis : Diabetes Melitus

II. KELUHAN UTAMA

Pasien mengatakan mual, tubuh lemas, dan adanya luka decubitus pada kaki, dan nyeri pada daerah pemasangan kateter.

III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG: A. Provocative/Palliative

1. Apa Penyebabnya

Pasien mengatakan bahwa luka pada kakinya di akibatkan karena tersiram air panas, dan tak kunjung sembuh sampai sekarang.

2. Hal-Hal Yang Memperbaiki Keadaan

Pasien mengatakan,idak ada yang dapat memperbaiki keadaan, karena pasien juga sulit untuk tidur.

B. Quantity/Quality 1. Bagaimana Dirasakan

Yang dirasakan sangat mengganggu, karena luka semakin lebar. 2. Bagaimana Dilihat

Pasien tampak lemas dan juga seperti menahan rasa sakit pada kaki kirinya. C. Region

1. Dimana Lokasinya

Pada kaki kiri pasien, dari pergelangan kaki hingga setengah dari bagian betis.

2. Apakah Menyebar

Ya, luka mulai menyebar ke lutut. D. Severity

Pasien mengatakan bahwa penyakitnya sangat mengganggu kegiatannya dan pekerjaannya.

E. Time

Rasa sakit pada kakinya sering muncul.

IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU

A. Penyakit yang pernah dialami

Pasien mengatakan bahwa ia ia tidak memiliki riwayat penyakit

B. Pengobatan/tindakan yang pernah dilakukan

Pasien mengatakan dia tidak pernah mendapatkan tindakan ataupun pengobatan.

C. Pernah dirawat/dioperasi Pasien tidak pernah di rawat inap

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

A. Orang tua

Orang tua pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

B. Saudara kandung

Saudara kandung pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

C. Penyakit keturunan yang ada

Pasien mengatakan bahwa tidak ada penyakit keturunan.

D. Anggota keluarga yang meninggal Kedua orang tua pasien

E. Penyebab meninggal

Pasien mengatakan bahwa penyebab meninggal disebabkan karena faktor usia, bukan karena penyakit apapun.

VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi pasien tentang penyakitnya

Pasien mengatakan bahwa semua penyakit yang ada pada dirinya karena kuasa tuhan.

B. Konsep diri:

- Gambaran diri : Pasien mengatakan bahwa tubuhnya lemas.

- Ideal diri : Pasien mengatakan bahwa dirinya sangat bersemangat untuk sembuh

- Harga diri : pasien tidak merasakan malu akan penyakitnya

- Peran diri : Pasien mengatakan bahwa dia adalah seorang yang masih memiliki tugas untuk berdakwah

- Identitas : Pasien adalah seorang kepala keluarga. C. Keadaan emosi

Setelah dilakukannya pengkajian keadaan emosi pasien yang dilihat terkontrol.

D. Hubungan sosial

- Orang yang berarti: Pasien mengatakan hubungan dengan orang-orang yang berarti bagi dirinya sangat baik.

- Hubungan dengan keluarga: Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga bagi dirinya sangat baik.

- Hubungan dengan orang lain: Pasien mengatakan orang-orang disekitarnya ramah dan baik serta hubungannya terjalin baik, dan pasien cepat akrab dengan orang yang baru dikenal.

- Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain: Tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain.

E. Spiritual

- nilai dan keyakinan : pasien beragama islam, biasanya pasien melakukan ibadahnya lima kali dalam sehari serta pasien sering berdakwah ke kota-kota.

- kegiatan ibadah : Selama dirawat di rumah sakit, pasien melakukan ibadah di tempat tidurnya.

VII. PEMERIKSAAN FISIK

A. Keadaan Umum : Tn. A tampak lemah B. Tanda-tanda vital - Suhu Tubuh : 370C - Tekanan Darah : 150/100 mmHg - Nadi : 80 � � � - Pernafasan : 22 � � � - Tb : 165 cm - Bb : 75 kg

- Hasil Gula Darah : 140 mg/dl (data dari status pasien)

- Skala Nyeri : 3

C. Pemeriksaan Head to toe Kepala dan rambut

- Bentuk : Simetris

Rambut

- Penyebaran dan keadaan rambut: Rambut kurang rapih dan penyebarannya merata.

- Bau : Sedikit berbau

- Warna rambut : warna rambut putih

Wajah

- Warna kulit : sawo matang - Stuktur wajah : simetris

Mata

- Kelengkapan dan kesimetrisan : lengkap dan simetris - Palpebra : tidak ada kelainan

- Konjungtiva dan sklera : konjungtiva berwarna merah dan sklera berwarna putih.

- Pupil : isokor

- Cornea dan iris : cornea tidak ada kelainan, iris mulai berwarna putih.

- Visus : tidak dilakukannya pemeriksaan visus - Tekanan bola mata : tidak dilakukannya pemeriksaan

Hidung

- Tulang hidung dan posisi septum nasi : simetris

- Lubang hidung : bersih, tidak ada sekret

- Cuping hidung : tidak adanya pernafasan cuping hidung

Telinga

- Bentuk telinga : simetris, kiri dan kanan tidak ada kelainan - Ukuran telinga : normal

- Lubang telinga : bersih, tidak ada serumen - Ketajaman pendengaran : baik

Mulut dan faring

- Keadaan bibir : mukosa bibir baik (tidak anemis) - Keadaan gusi dan gigi : gusi merah, dan gigi tidak lengkap. - Keadaan lidah : bersih

Leher

- Posisi trachea : normal

- Thyroid : tidak ada pembengkakan pada thiroid

- Suara : suara pasien normal

- Kelenjar limfe : tidak ada pembesaran pada kelenjar limfe - Vena jugularis : tidak ada pembengkakan vena jugularis - Denyut nadi karotis : denyut nadi karotis teraba

-

Pemeriksaan integumen

- Kebersihan : kurang bersih

- Kehangatan : hangat

- Warna : sawo matang

- Turgor : turgor kulit baik - Kelembaban : kulit kurang lembab

- Kelainan pada kulit : terdapat kelainan pada kulit pasien, yaitu pada kaki sebelah kiri pasien, terdapat luka decubitus pada kaki.

Pemeriksaan thoraks/dada

- Inspeksi thoraks :Bentuk normal, simetris, Pernafasan teratur,

tidak ada gangguan nafas.

- Pernafasan (frekuensi, irama) : Frekuensi 22x/i, dengan irama teratur - Tanda kesulitan bernafas : Tidak ada tanda kesulitan bernafas

Pemeriksaan Muskoloskeletal Ekstermitas Simetris, ekstermitas lengkap

VIII.POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI I. Pola Makan dan minum

- Frekuensi makan/hari : pasien mengatakan makan lebih dari 3x Sehari, tetapi ada selingan.

- Nafsu / selera makan : nafsu makan sehari- hari baik.

- Nyeri ulu hati : tidak ada rasa sakit pada ulu hati pasien. - Mual dan muntah : pasien sesekali merasakan mual.

- Waktu pemberian makan : pagi pada jam 08.00 wib, siang pada jam 12.00 wib, dan malam jam 18.00 wib. - Jumlah dan jenis makanan : jenis makanan pada pasien adalah MII

(bubur)

- Waktu pemberian cairan : pemberian cairan pada pasien diberikan sesering mungkin.

- Masalah makan dan minum : pasien tidak merasakan ada masalah pada saat makan dan minum.

II. Perawatan diri / personal hygine

- Kebersihan tubuh : kurang, pasien hanya di lap oleh

keluarganya.

- Kebersihan gigi dan mulut :gigi tampak kuning, mulut pasien sedikit

bau

- Kebersihan kuku kaki dan tangan : bersih, pasien mengatakan bahwa dia sering menggunting kukunya apabila kukunya mulai panjang

III. Pola kegiatan / Aktivitas

- Aktivitas pasien : pasien selalu melakukan perjalanan jauh untuk berdakwah dan juga sangat aktif dalam segala hal yang menyangkut tentang agama.

- Aktivitas ibadah pasien selama di rawat di rumah sakit: pasien melakukan ibadahnya di tempat tidur pasien.

IV. Pola eliminasi 1. BAB

- Pola BAB : pasien BAB 2 kali dalam sehari - Karakter Feses : normal

- Riwayat perdarahan : tidak ada riwayat pendarahan

- BAB terakhir : pasien BAB terakhir pada pukul 05.00 wib - Diare : pasien tidak sedang diare

- Penggunaan laksatif : tidak menggunakan laksatif 2. BAK

- Pola BAK : > 6 kali, tetapi yang dilihat pada kateter urin Tn.A pada pukul 11 siang telah terisi 600 cc.

- Karakter Urine : Kuning

- Nyeri/ rasa terbakar/ kesulitan BAK : adanya nyeri disebabkan pemasangan kateter.

- Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih: Tidak ada riwayat sakit ginjal - Penggunaan diuretik : Tidak ada penggunaan diuretik

ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah

keperawatan 1.

2.

Ds :

- pasien mengatakan adanya rasa mual tetapi nafsu makan tidak ada masalah.

Do :

- BB :75 kg - TB : 165 cm

- berat badan berlebih 10% dari berat badan normal

- kadar gula dalam darah 140 mg/dl

Ds:

pasien mengatakan adanya rasa nyeri pada kaki yang luka di sebelah kiri.

Do:

- Nyeri skala 3

- Adanya luka pada kaki

- Wajah tampak

menahan nyeri

Diabetes Melitus

kadar gula darah 140 mg/dl

berat badan berlebih 10% dari berat badan

normal.

ketidak seimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

Diabetes Melitus

Nyeri yang disebabkan oleh luka

decubitus pada kaki sebelah kiri.

Nyeri akut

ketidak seimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

MASALAH KEPERAWATAN

1. Nutrisi, ketidak seimbangan lebih dari kebutuhan tubuh 2. Nyeri akut

3. Kerusakan integritas kulit

DIAGNOSA KEPERAWATAN (PRIORITAS)

1. Nutrisi, ketidak seimbangan lebih dari kebutuhan tubuh b/d Asupan yang melebihi penggunaan energi.

2. Nyeri akut b/d trauma jaringan

3. Kerusakan integritas kulit: ulkus dekubitus b/d perubahan status metabolik 3. Ds:

pasien mengatakan lukanya sudah mulai menyebar

Do:

- Adanya luka

decubitus pada kaki kiri - Luka besar mulai dari pergelangan kaki hingga setengah dari bagian betis.

Diabetes Melitus

Adanya luka pada kaki

Kerusakan Integritas Kulit

Kerusakan Integritas Kulit

PERENCANAAN KEPERAWATAN DAN RASIONAL Hari/

Tanggal

No.Dx Perencanaan keperawatan

1 Tujuan: setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi, mual hilang, asupan nutrisi setara dengan penggunaan energi.

Kriteria Hasil :

Mual/muntah hilang, dan BB normal, kadar gula darah normal

Rencana Tindakan Rasional 1. Lakukan hubungan

terapeutik dengan pasien dan keluarga pasien

Kaji :

2. Kaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai

Observasi :

3. Nilai kadar gula darah.

4. Observasi dan catat intake makanan, serta observasi kegiatan yang dilakukan

5. Anjurkan untuk makan sesuai dengan anjuran. 6. Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi yang berhubungan dengan penyakitnya.

1. Membina hubungan saling percaya antara pasien, keluarga pasien dengan perawat.

2.mengetahui nutrisi yang masuk kedalam tubuh pasien

3. Monitor nilai kadar gula darah pasien.

4.Mengetahui

keseimbangan nutrisi dalam tubuh pasien

5. Menyeimbangkan BB pasien.

6.Meningkatkan

pengetahuan agar pasien lebih paham dan menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya.

2 Tujuan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan nyeri berkurang ataupun hilang.

Kriteria Hasil : - skala nyeri : 0

- wajah tampak tidak sedang menahan nyeri. Rencana Tindakan Rasional a. Kaji faktor yang

dapat meningkatkan rasa nyeri.

b. Kaji faktor yang dapat mengurangi rasa nyeri.

c. Memberikan posisi yang nyaman kepada pasien

Pendidikan Kesehatan: d. Berikan pendidikan

kesehatan tentang pengaturan posisi yang

nyaman untuk mengurangi nyeri.

a. Untuk

mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan rasa nyeri. b. Untuk

mengetahui faktor-faktor yang dapat mengurangi rasa nyeri pada pasien. c. Untuk

memberikan rasa nyaman kepada pasien.

d. Meningkatkan

kemampuan klien ataupun keluarga cara pemberian posisi yang

nyaman untuk mengurangi rasa nyeri

pada pasien. 3 Tujuan :

Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan kulit dapat sembuh dan kerusakan kulit tidak menyebar.

Kriteria Hasil :

- Kerusakan kulit tidak menyebar. Rencana Tindakan Rasional a. Kaji luas luka/ kerusakan integritas kulit.

b. Memberitahu kepada keluarga dan pasien cara menjaga kebersihan didaerah luka agar tidak menyebar.

c. Menganjurkan kepada pasien ataupun keluarga untuk sering mengganti posisi pasien terutama pada kaki yang luka agar tidak bertambah besar.

a. Untuk mengetahui besar luka dan penyebaran yang mungkin terjadi

b. Mencegah terjadinya penyebaran luka pada kulit pasien.

c. Mencegah terjadinya luka tertekan dan menjaga kenyamanan pasien.

PELAKSANAAN KEPERAWATAN Hari/ Tanggal No.Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Kamis, 05/06/14

1. 1. mengajak pasien serta keluarga berkomunikasi. 2. menanyakan makanan yang disukai oleh pasien. 3. Memantau nilai kadar gula darah pasien.

4. melihat jumlah porsi makan yang dihabiskan oleh pasien.

5. menganjurkan pasien makan sesuai dengan makanan yang seharusnya pada pasien diabetes melitus.

6. memberikan pendidikan

kesehatan ataupun informasi tentang nutrisi

pada pasien diabetes melitus. S: pasien mengatakan mual. O : - k/u : Lemah - BB :75 kg - TB : 165 cm

- kadar gula darah: 135 mmHg. A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan. Kamis, 05/06/14 2 1. Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang dapat meningkatkan rasa nyerinya.

2. Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang dapat mengurangi rasa nyerinya.

3. Memberikan posisi yang nyaman kepada

S : pasien mengatakan nyeri pada kakinya

O : pasien tampak lebih nyaman dengan posisi yang telah diberikan.

A : Masalah belum teratasi

pasien

memberikan pendidikan kesehatan tentang pengaturan posisi yang

nyaman untuk mengurangi nyeri

dilanjutkan

Kamis, 05/06/14

3. a. Melihat luas luka/ kerusakan integritas kulit.

b. Memberitahu kepada keluarga dan pasien cara menjaga kebersihan didaerah luka agar tidak menyebar.

c. Menganjurkan kepada pasien ataupun keluarga untuk sering mengganti posisi pasien terutama pada kaki yang luka agar tidak bertambah besar.

S: pasien mengatakan jarang mengganti posisi kaki yang terdapat luka decubitus karena takut perbannya rusak.

O: tampak luas luka pada kakinya mulai dari pergelangan kaki hingga setengah dari betis

A: masalah belum teratasi

P:Intervensi dilanjutkan

Jum’at 06/06/14

1 - memantau nilai kadar gula darah pasien.

- melihat jumlah porsi makanan yang dihabiskan oleh pasien.

- menganjurkan pasien makan sesuai dengan makanan yang seharusnya pada pasien diabetes melitus.

- memberikan pendidikan

kesehatan ataupun informasi tentang nutrisi

S: pasien mengatakan

mualnya sedikit berkurang

O: porsi makan yang diberikan habis.

A: masalah belum teratasi

pada pasien diabetes melitus.

Jum’at 06/06/14

2 - Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang dapat meningkatkan rasa nyerinya.

- Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang dapat mengurangi rasa nyerinya.

- Memberikan posisi yang nyaman kepada pasien

- memberikan

pendidikan kesehatan tentang pengaturan posisi yang nyaman untuk mengurangi nyeri

S: pasien mengatakan nyeri pada kakinya sedikit berkurang

O: skala nyeri 2, pasien tetap mempertahankan posisi yang dianjurkan sebelumnya A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan. Jum’at 06/06/14 3 a. Memberitahu kepada keluarga dan pasien cara menjaga kebersihan didaerah luka agar tidak menyebar.

b. Menganjurkan

kepada pasien ataupun keluarga untuk sering mengganti posisi pasien terutama pada kaki yang luka agar tidak bertambah besar.

S: pasien dapat lebih menjaga kebersihan daerah luka pasien.

O: daerah sekitar luka lebih bersih dari sebelumnya.

A: masalah belum teratasi

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Pada pengkajian kasus , batasan karakteristik mayor (harus ada) pada Tn.A adalah berat badan berlebih (10% diatas berat badan ideal berdasarkan tinggi dan postur tubuh), pada batasan minor pada Tn.A adalah asupan yang melebihi kebutuhan metabolik, faktor yang berhubungan pada Tn.A adalah Asupan yang melebihi penggunaan energi, pada kriteria hasil dilakukan mendiskusikan tentang nutrisi yang seharusnya pada kllien, pada intervensi. Selain masalah nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh, pasien Tn.A memilikai masalah lain yaitu resiko cidera yang berhubungan dengan penurunan ketajaman pengelihatan.

Tn.A berumur 64 thn yang mana diagnosa medis pada Tn.A adalah Diabetes Melitus, dengan keluhan utama mual, lemas, dan adanya nyeri pada pasien. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data yaitu keadaan umum Tn.A tampak lemah, suhu tubuh 370C, TD: 150/100 mmHg, nadi 80x/i, pernafasan: 22x/i, TB: 165cm, BB: 75kg, hasil gula darah: 140 mg/dl, dan hasil gula darah pada hari berikutnya adalah 135 mg/dl, skala nyeri: 3. Frekuensi makan pada pasien adalah mengatakan makan lebih dari 3x sehari, tetapi dengan selingan.

B. SARAN

Saran yang dapat saya sampaikan adalah tingkatkan aktivitas pada pasien dengan gangguan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh, serta diskusikan asupan makanan pada pasien dengan berkolaborasi dengan ahli gizi.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Drs.H.Moch. 2004. “Kebutuhan Dasar Ilmu Gizi”. UMM Press, Malang. Carpenito,L.J. 2009. “Diagnosis Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinis”.

EGC, Jakarta.

Garnadi, Y. 2012. ”Hidup Nyaman Dengan Diabetes Melitus”. PT Agromedia Pustaka, Jakarta.

Hidayat, A. 2009. Pengantar kebutuhan dasar manusia: aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta: salemba medika.

Tarwoto & Wartonah. 2006.”Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan”. Salemba Medika, Jakarta.

Waspadji, dkk. 2002. “Pedomanan Diet Diabetes Melitus”. FKUI, Jakarta. Wilkinson, J.M. 2006. “Buku Saku Diagnosa Keperawatan”. EGC, Jakarta. Wilkinson, J.M, & Ahern, N.R. 2011.“Buku Saku Diagnosis Keperawatan edisi 9”. EGC, Jakarta.

Lampiran CATATAN PERKEMBANGAN No. Dx Implementasi dan Evaluasi

Kepererawatan Tindakan keperawatan Evaluasi Hari/ tanggal Pukul 1 Kamis, 05/06/14 09.00 09.20 10.30 12.00 13.00 14.00

- mengajak pasien serta keluarga berkomunikasi. - menanyakan makanan yang disukai oleh pasien. - Memantau nilai kadar gula darah pasien.

- melihat jumlah porsi makan yang masuk kedalam tubuh pasien. - menganjurkan pasien makan sesuai dengan

makanan yang seharusnya pada pasien

diabetes melitus.

- memberikan pendidikan

kesehatan ataupun informasi tentang nutrisi pada pasien diabetes melitus.

S: klien menceritakan makanan apa saja yang biasanya pada dirinya.

O: BB= 75 kg. Klien tampak gemuk dan BB lebih dari 10% dari BB ideal. A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan. 2 Kamis, 05/06/14 09.00 09.30 - Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang meningkatkan rasa nyerinya. - Menanyakan kepada S: pasien mengatakan nyeri pada kakinya.dan mengatakan

09.40

10.00

pasien faktor apa saja yang dapat mengurangi rasa nyerinya.

- Memberikan posisi yang nyaman kepada pasien

-memberikan pendidikan

kesehatan tentang pengaturan posisi yang

nyaman untuk mengurangi nyeri

sakit bila sering digerakkan. O:pasien tampak

menahan rasa sakit sedikit pada kakinya A: masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan 3 Kamis, 05/06/14 13.00 13.20 13.30

- Melihat luas luka/ kerusakan integritas kulit.

- Memberitahu kepada keluarga dan pasien cara menjaga kebersihan didaerah luka agar tidak menyebar.

- Menganjurkan kepada pasien ataupun keluarga untuk sering mengganti posisi pasien terutama pada kaki yang luka agar tidak bertambah besar.

S:pasien

mengatakan akan mencoba yang diajarkan.

O: luka tampak lebar pada kaki pasien, kaki jarang digerakkan A: masalah belum teratasi P:intervensi dilanjutkan. 1 Jum’at 06/06/14 09.00 12.00 12.10

- memantau nilai kadar gula darah pasien.

- melihat jumlah porsi

makanan yang dihabiskan oleh pasien.

- menganjurkan pasien makan sesuai dengan

S: pasien mengatakan bahwa ia sudah mulai menerapkan cara makan sesuai diet yang di

14.00

makanan yang seharusnya pada pasien

diabetes melitus.

- memberikan pendidikan

kesehatan ataupun informasi tentang nutrisi pada pasien diabetes melitus.

anjurkan

O: kadar gula dalam darah =135 mg/dl sebelum makan. A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan. 2 Jum’at 06/06/14 08.30 08.40 09.00 10.00 - Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang meningkatkan rasa nyerinya.

- Menanyakan kepada pasien faktor apa saja yang dapat mengurangi rasa nyerinya.

- Memberikan posisi yang nyaman kepada pasien

- memberikan

pendidikan kesehatan tentang pengaturan posisi yang nyaman untuk mengurangi nyeri

S: pasien mengatakan nyerinya sedikit berkurang jika kakinya diberi posisi lebih tinggi. O: skala nyeri menjadi 2 A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan. 3 Jum’at 06/06/14 08.15 - Memberitahu kepada keluarga dan pasien cara menjaga kebersihan didaerah luka agar tidak menyebar. S: pasien mengatakan seudah melakukan yang dianjurkan O: tampak kaki

08.30 - Menganjurkan kepada pasien ataupun keluarga untuk sering mengganti posisi pasien terutama pada kaki yang luka agar tidak bertambah besar.

sudah mulai di ganti posisinya.

A: masalah belum teratasi.

P: intervensi dilanjutkan

Standart Diet Diabetes Mellitus ENERGI 1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500 Pagi : Nasi Ikan Nabati Sayur A Minyak ½ 1 - S 1 1 1 - S 1 1 1 ½ S 1 1 1 ½ S 1 1 ½ 1 1 S 2 1 ½ 1 1 S 2 1 ½ 1 1 S 2 2 1 1 S 2 10.00 Buah Susu 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - Siang: Nasi Ikan Nabati Sayur A Sayur B Buah Minyak 1 1 1 S 1 1 1 1 1 1 S 1 1 2 2 1 1 S 1 1 2 2 1 1 S 1 1 2 2 1 1 S 1 1 3 2 ½ 1 1 S 1 1 3 3 1 1 S 1 1 3 3 1 2 S 1 1 3 16.00 Buah 1 1 1 1 1 1 1 1 Malam: Nasi Ikan Nabati Sayur A Sayur B Buah Minyak 1 1 1 S 1 1 1 1 1 1 S 1 1 1 1 1 1 S 1 1 1 2 1 1 S 1 1 2 2 1 1 S 1 1 2 2 1 1 S 1 1 2 2 ½ 1 1 S 1 1 2 2 ½ 1 2 S 1 1 2

Lampiran

Perhitungan Kalori pada Tn.A

Tn.A memiliki berat badan 75kg dan tinggi badan 165 cm. RBW = �� ��−100 X 100% = 75 165−100 X 100% = 75 65 X 100 % = 115%

Sehingga, Tn. A tergolong orang gemuk. Dan adapun cara menghitung kalori Tn.A perharinya adalah BB orang gemuk x 20 kalori.

Kalori Tn.A= 75 x 20 kalori = 1500 kalori.

Dokumen terkait