• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

B. Asuhan Keperawatan Kasus

Berdasarkan penugasan dan sesuai dengan jadwal praktek mahasiswa di Rumah

Sakit Jiwa Prof Dr. H. Ildrem Sumatera Utara Medan, pada tanggal 18 Mei 2015.

Mahasiswa melakukan pengkajian keperawatan pada pasien Ny. R. Berikut deskripsi

dari hasil pengkajian yang dilakukan dan secara lengkap terdapat di lampiran 1.

1. Biodata

Pengkajian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Ildrem Sumatera Utara

Medan, di ruangan Kamboja pada tanggal 19 Mei 2015 pada pukul 10.30 WIB.

Biodata pasien: pasien bernama Ny. R, jenis kelamin perempuan, umur 41 tahun,

belum menikah, agama Islam, pendidikan terakhir SMP, tidak ada pekerjaan, alamat

di Dusun II Desa Sugiharjo Batang Kuis. Pasien masuk pada tanggal 23 Maret 2015.

Nomor Rekam Medik 03 53 84 dengan diagnosa medis Skizofrenia.

2. Keluhan Utama

Pasien tidak selera makan karena adanya rasa mual muntah, makanan yang

diberikan tidak bervariasi terutama di pagi hari, dan hanya menghabiskan makanan

sekitar 4 sendok. Pasien juga susah tidur terutama di malam hari karena sering

mendengarkan suara-suara yang tidak memiliki objek.

3. Riwayat Kesehatan Sekarang

Klien sering mendegarkan suara-suara tanpa objek terutama malam hari

sehingga klien susah tidur di malam hari. Hal-hal yang memperbaiki keadaan pasien

4. Riwayat Penyakit Dahulu

Semenjak kurang dari 8 tahun klien sudah sering mendengar suara-suara aneh

yang tidak ada wujudnya. Pasien sudah pernah masuk Rumah Sakit Jiwa

Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Medan beberapa tahun yang lalu, pasien

dirawat beberapa bulan dan kemudian disuruh pulang.

5. Riwayat Penyakit Keluarga

Pasien mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami penyakit seperti dirinya.

Tidak ada riwayat penyakit keturunan seperti yang dialami pasien.

6. Riwayat Keadaan Psikososial

Pasien mengatakan bahwa penyakit yang dialaminya adalah takdir dari Tuhan.

Pasien mengatakan bahwa dia menyukai semua bagian tubuhnya, dan memiliki

kemauan untuk sembuh serta bisa bekerja. Di dalam keluarganya pasien berperan

sebagai anak dan selama sakit pasien hanya bergantung kepada orangtuanya. Keadaan

emosi pasien saat ini labil. Orang yang berarti bagi pasien adalah keluarganya

terutama ibunya. Hubungan pasien dengan keluarganya tidak begitu baik. Hubungan

pasien dengan orang lain biasa saja dan pasien tidak terlalu sering berkomunikasi

dengan orang lain. Pasien menganut agama Islam dan kegiatan ibadah pasien sebelum

sakit adalah Sholat.

7. Status Mental Pasien

Penampilan pasien tidak rapi, rambut kotor, dan pakaian kusut. Pembicaraan

saat di wawancara pasien tidak mampu memulai pembicaraan dan jawaban pasien

hanya seadanya. Alam perasaan pasien tampak lesu. Afek pasien tampak labil.

pasien mau menundukkan kepala, pasien termasuk kooperatif. Persepsi pasien

mengalami gangguan pendengaran yang tiba-tiba muncul tanpa diketahui wujudnya.

Proses pikir saat ditanya pasien sering berhenti tiba-tiba saat menjelaskan sesuatu dan

beberapa saat kemudian menjawab kembali dengan jawaban yang singkat. Isi pikir

pasien mengatakan bahwa dirinya ingin cepat sembuh. Pasien tidak mengalami

waham. Memori pasien mengalami gangguan ingat jangka panjang, sebab pasien

tidak mampu menyebutkan tanggal dan tahun lahirnya dengan benar.

8. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum pasien tampak lesu dan lemas. Tanda-tanda vital: suhu tubuh

, tekanan darah 100/80 mmHg, nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit, skala nyeri tidak ada, tinggi badan 155 cm, berat badan sebelumnya 50 kg, berat badan

sekarang 40 kg, IMT 16,6. Bentuk kepala simetris tetapi kulit kepala tampak kotor.

Rambut tampak kasar dan kusut, adanya bau dan kotor. Kulit kering dan wajah

tampak kotor. Penglihatan pasien normal dan konjungtiva pasien anemis. Tidak

terdapat sekret pada hidung, lubang dan cuping hidung normal. Bentuk telinga

simetris, dan pendengaran normal. Bibir terlihat kering dan pecah-pecah. Keadaan

gusi dan gigi terdapat karies gigi. Tidak terdapat pembengkakan pada leher, keadaan

leher normal. Kulit tampak kering dan kurang adanya kebersihan, perut kembung.

9. Pola Kebisaan Sehari-hari

Pasien diberikan makan 3 kali sehari (pagi, siang, malam), selama dirawat

dirumah sakit pasien tidak selera makan karena adanya mual muntah. Jumlah

makanan yang habis hanya sekitar 4 sendok dari jumlah porsi makanan yang telah

pasien minum sekitar 5 gelas tiap hari. Tidak ada kesulitan menelan saat makan dan

minum.

10. Perawatan Diri

Tubuh pasien tampak kurang bersih, mulut kurang bersih dan tidak terlalu rajin

sikat gigi. Kuku kaki dan tangan pasien tampak kotor dan panjang.

11. Pola Kegiatan/ Aktivitas

Aktivitas pasien untuk mandi, makan, eliminasi dan ganti pakaian secara umum

dilakukan secara mandiri dan ada yang dibantu oleh perawat. Tingkat

ketergantungannya 3 yaitu memerlukan bantuan dari orang lain untuk pertolongan,

pengawasan, dan pengajaran. Selama dirawat di rumah sakit pasien sudah jarang

melakukan ibadah Sholat.

12. Pola Eliminasi

Pola BAB pasien tidak teratur, dengan karakteristik feses terkadang keras,

terkadang lunak dan tidak ada perdarahan. Pasien BAK di kamar mandi dengan

karakteristik urine sedikit kuning dan pasien tidak ada kesulitan dalam BAK. Tidak

ada riwayat penyakit batu ginjal/ kandung kemih dan juga penggunaan diuretik.

2. Analisa Data

Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 19 Mei 2015 dari

data-data yang diperoleh dilakukan analisa data dengan mengelompokkan data

objektif dan data subjektif. Dari analisa data yang dilakukan ditemukan tiga masalah

keperawatan yaitu: perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, defisit perawatan

No. Data Penyebab Masalah keperawatan 1. DS:

- Pasien mengatakan malas makan karena terkadang ada rasa mual muntah. - Pasien mengatakan

tidak nafsu makan. - Pasien mengatakan terkadang hanya memakan ½ porsi saja. - Pasien mengatakan makanan yang diberikan tidak bervariasi terutama di pagi hari. DO: - BB sebelumnya : 50 kg - BB sekarang : 40 kg - TB : 155 cm - IMT : 16,6 IMT= (ket : Kekurangan berat badan tingkat berat)

- Wajah tampak pucat dan lesu

- Porsi makanan yang habis sekitar 4 sendok

Adanya perubahan pada biokimiawi otak

Proses penyakit

Terjadinya gangguan perilaku saat makan

Tidak nafsu makan

Mual muntah

BB menurun

Perubahan nutrisi

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

2. DS:

- Pasien mengatakan mandi seadanya saja tidak menggunakan shampo.

- Pasien mengatakan malas mandi karena tidak tau cara mandi dan merawat diri yang baik dan benar DO:

- Rambut tampak kotor

- Kulit kering - Pakaian kusut dan

tidak sesuai - Kuku panjang dan

kotor - Adanya bau - Klien terlihat tidak

mampu mandi dengan benar Terjadi perubahan biokimiawi otak Proses penyakit Gangguan perilaku Ketidakmampuan memotivasi dan merawat

diri

Tubuh tampak bau, kotor dan tidak rapi

Defisit perawatan diri: mandi

3. DS:

- Klien mengatakan susah tidur di malam hari.

- Klien mengatakan lebih sering mendengar suara-suara tanpa wujud di malam hari.

DO:

- Klien mengalami

Terjadinya perubahan biokimiawi pada otak

Proses penyakit

Gangguan perilaku

halusinasi terutama di malam hari - Klien tampak bingung - Gelisah - Takut Adanya halusinasi

Timbul perasaan gelisah, bingung dan takut

Pola tidur terganggu

3. Rumusan Masalah

Masalah keperawatan kemudian dirumuskan dalam bentuk diagnosa

keperawataan berdasarkan keterkaitan dan faktor-faktor yang menandai masalah yaitu

data subjek dan data objek yang telah di kaji. Dari hasil perumusan diperoleh tiga

diagnosa yaitu:

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake

tidak adekuat ditandai dengan berat badan 40 kg, tinggi badan 155 cm, IMT

16,6, wajah pucat, porsi makananan yang habis sekitar 4 sendok.

2. Defisit perawatan diri: mandi berhubungan dengan ketidakmampuan dalam

merawat diri ditandai dengan rambut tampak kotor, kulit kering, pakaian

kusut dan tidak sesuai, kuku panjang dan kotor, dan adanya bau dan tidak

mampu mandi dengan benar.

3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan susah tidur di malam hari dan

lebih sering mendengar suara-suara tanpa wujud di malam hari ditandai

4. Perencanaan Keperawatan dan Rasional

Setelah melakukan pengkajian keperawatan, dari data yang diperoleh dilakukan

analisa dan menemukan masalah-masalah keperawatan kemudian dirumuskan dalam

diagnosa keperawatan. Pada saat itu juga perawat melakukan perencanaan tindakan

keperawatan untuk memberi asuhan keperawatan kepada Ny. R. Perencanaan

keperawatan dan rasional dari setiap diagnosa dapat dilihat di tabel berikut:

No. Diagnosa

Perencanaan keperawatan

I Tujuan:

Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan pasien mampu mencapai keseimbangan nutrisi yang adekuat, nafsu makan meningkat, mual muntah hilang.

Kriteria hasil:

a. Meningkatkan berat badan dalam batasan normal b. Meningkatkan nafsu makan

c. Menjelaskan komponen diet bergizi adekuat

Rencana Tindakan Rasional

1. Berikan komunikasi teraupetik kepada pasien dengan

melakukan perkenalan, dan menjelaskan tujuan pembicaraan Kaji

2. Kaji riwayat nutrisi pasien dengan menanyakan kebutuhan nutrisi pasien selama rirawat Observasi

3. Observasi dan catat intake makanan dengan memperhatikan pasien saat makanan dan

1. Membina hubungan saling percaya

2. Mengidentifikasi defisiensi dan memudahkan intervensi

3. Mengetahui masukan kalori / kualitas kekurangan konsumsi makanan

mencatat porsi makanan yang dihabiskan oleh pasien Tindakan Mandiri

4. Jaga kebersihan mulut pasien dengan menganjurkan pasien untuk rajin sikat gigi terutama selesai makan

5. Ukur tanda-tanda vital TD: 100/80 mmHg HR: 80x/menit RR: 20x/menit

6. Timbang berat badan pasien dengan hasil:

BB= 40 kg

7. Ajarkan pasien selingi makan dengan minum

Pendidikan Kesehatan

8. Berikan informasi yang tepat kepada pasien tentang kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya

4. Mulut yang bersih

meningkatkan nafsu makan dan masukan peroral

5. Mengetahui kondisi pasien

6. Mengawasi penurunan berat badan

7. Memudahkan makanan masuk

8. Meningkatkan pengetahuan agar pasien lebih kooperatif

No. Diagnosa

Perencanaan Keperawatan

II Tujuan:

Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan pasien mampu melakukan defisit perawatan diri: mandi dengan baik sehingga penampilan lebih bersih dan menarik.

Kriteria hasil:

a. Menjelaskan arti, tujuan, dan tanda-tanda kebersihan diri b. Pasien mampu membersihkan dan mengeringkan tubuh c. Mampu melakukan perawatan mulut

d. Mampu melakukan defisit perawatan diri: mandi dengan mandiri

Rencana Tindakan Rasional

1. Berikan komunikasi teraupetik kepada pasien dengan melakukan

perkenalan, dan menjelaskan tujuan pembicaraan

Kaji

2. Kaji pengetahuan pasien mengenai riwayat mandi dengan menanyakan kepada pasien bagaimanana

kebersihan dan perawatan diri saat mandi itu

3. Kaji membran mukosa oral dan kebersihan tubuh setiap hari dengan menganjurkan klien untuk sikat gigi saat mandi

4. Pantau klien dalam

melakukan kebersihan kuku, sesuai kemampuan perawatan

1. Membina hubungan saling percaya

2. Bimbingan perawat akan mempermudah klien melakukan perawatan diri

3. Pemeliharaan dan promosi higien oral dan kesehatan gigi untuk pasien

4. Membiasakan klien untuk melakukan perawatan diri

diri pasien dengan mengajari pasien cara memotong kuku yang benar

Tindakan Mandiri

5. Dukung kemandirian pasien dalam melakukan mandi dan higien oral dengan

memperhatikan pasien saat mandi dan sikat gigi 6. Anjurkan untuk mencuci

tangan setelah eliminasi dan sebelum maupun sesudah makan dengan menganjurkan dan mengajarkan pasien untuk mencuci tangan

5. Untuk membiasakan pasien dalam melakukan aktivitas merawat diri

6. Pemeliharaan higien tubuh

No. Diagnosa

Perencanaan Keperawatan

III Tujuan:

Kurang pengetahuan klien akan teratasi dengan baik. Kriteria Hasil:

a. Mampu mengatasi gangguan tidur dengan baik

b. Mampu melakukan teknik-teknik keperawatan halusinasi

Rencana Tindakan Rasional

1. Berikan komunikasi teraupetik dengan

melakukan perkenalan, dan menjelaskan tujuan

pembicaraan Kaji

2. Kaji penyebab gangguan tidur dengan menanyakan

1. Membina hubungan saling percaya

2. Mengetahui penyebab gangguan tidur

kepada pasien mengapa pasien susah tidur 3. Kaji pengetahuan pasien

tentang pola tidur yang baik dengan menanyakan kepada pasien menurut pasien bagaimana pola tidur yang baik itu

4. Ajarkan teknik-teknik keperawatan yang menyebabkan terjadinya gangguan tidur di malam hari saat suara-suara tanpa wujud itu timbul yaitu dengan mengajarkan teknik strategi pembelajaran halusinasi yaitu

mengajarkan klien menutup teliga dan mengatakan kalau suara-suara itu palsu Kolaborasi

5. Kolaborasi dengan perawat dalam pemberian obat dengan berkolaborasi dengan perawat lainnya

3. Untuk membantu pasien dalam pengetahuan pola tidurnya

4. Untuk membantu pasien istirahat di malam hari

5. Mempercepat proses penyembuhan

5. Implementasi dan Evaluasi

Implementasi adalah pelaksanaan dari rencana intervensi untuk mencapai

tujuan yang spesifik. Tahapan implementasi dimulai setelah rencana intervensi

yang diharapkan. Oleh karena itu rencana intervensi yang spesifik dilaksanakan untuk

memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien (Potter &

Perry, 2005).

Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan

yang menandakan keberhasilan dari diagnosis keperawatan, rencana intervensi, dan

implementasi. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat kemampuan klien dalam

mencapai tujuan (Potter & Perry, 2005).

No. Diagnosa

Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) I 1. Memberikan komunikasi

teraupetik kepada pasien 2. Mengkaji riwayat nutrisi 3. Mengobservasi dan mencatat

intake makanan

4. Menjaga kebersihan mulut pasien

5. Mengukur tanda-tanda vital 6. Menimbang berat badan

pasien

7. Mengajarkan pasien selingi makan dengan minum 8. Melakukan kolaborasi

dengan tim medis dalam pemberian terapi

9. Memberikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya

S: Pasien mengatakan nafsu makan sedikit membaik

O: Klien masih tampak lemas TTV: TD: 100/80 mmHg HR: 80x/menit RR: 20x/menit T: 36,5oC BB: 40 kg TB: 155 kg

A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi keperawatan 1-9 dilanjutkan atau dipertahankan

II 1. Memberikan komunikasi teraupetik kepada pasien 2. Mengkaji pengetahuan

pasien mengenai riwayat mandi

3. Mengkaji membran mukosa oral dan kebersihan tubuh setiap hari

4. Memantau klien dalam melakukan kebersihan kuku, sesuai kemampuan perawatan diri pasien 5. Mendukung kemandirian

pasien dalam melakukan mandi dan higien oral 6. Menganjurkan untuk

mencuci tangan setelah eliminasi dan sebelum maupun sesudah makan

S: Pasien mengatakan mulai mengerti cara mandi yang baik

O: Klien masih tampak belum mandiri melakukan tindakan yang diajarkan

A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi keperawatan 1-6 dilanjutkan atau dipertahankan

1. Memberikan

komunikasi teraupetik 2. Mengkaji penyebab

gangguan tidur 3. Mengkaji pengetahuan

pasien tentang pola tidur yang baik 4. Mengajarkan

teknik-teknik keperawatan yang menyebabkan terjadinya gangguan

S: Klien mengatakan masih susah tidur di malam hari walaupun tidak mendengarkan suara-suara tanpa wujud.

O: Klien masih tampak menyendiri

A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi Keperawatan 1-8 dilanjutkan atau dipertahankan

tidur ketika halusinasi timbul

5. Mengajarkan aktivitas yang disenangi pasien saat siang maupun malam hari sebelum tidur

6. Memantau tindakan mandiri pasien saat melakukan teknik-teknik keperawatan halusinasi 7. Mengobservasi aktivitas klien 8. Mengkolaborasi dengan perawat lain dalam penggunaan obat

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah melakukan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan diagnosa medis

Skizofrenia pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 22 Mei 2015 membuat

beberapa kesimpulan yaitu dari hasil pengkajian keperawatan pada pasien didapat

data yang menonjol yaitu pasien mengeluh nafsu makan berkurang, terkadang ada

rasa mual, dan hanya menghabiskan ½ porsi saja dari yang telah diberikan. Diagnosa

yang ditegakkan yaitu perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan intake tidak adekuat ditandai dengan berat badan 40 kg, tinggi badan 155 cm,

wajah dan konjungtiva tampak pucat; defisit perawatan diri: mandi berhubungan

dengan ketidakmampuan dalam merawat diri ditandai dengan rambut tampak kotor,

kulit kering, pakaian kusut, kuku panjang dan kotor dan adanya karies gigi; dan

gangguan pola tidur berhubungan dengan susah tidur di malam hari dan lebih sering

mendengar suara-suara tanpa wujud di malam hari ditandai dengan adanya halusinasi,

tampak bingung, gelisah, dan takut.

B. Saran

a. Bagi Pelayanan Kesehatan

Diharapkan bagi perawat agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan

terhadap kebutuhan dasar nutrisi sehingga dapat mencegah masalah

b. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan bagi staf pengajar dapat meningkatkan penerapan dan pengajaran

asuhan keperawatan kepada mahasiswa, meningkatkan ilmu pengetahuan dan

memberikan keterampilan yang lebih kepada mahasiswa dan sebagai referensi

mengenai pemahaman kebutuhan nutrisi, serta mahasiswa dapat memahami

kesenjangan antara teori dan aplikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. (2012). Teknik Procedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar. Jakarta: Salemba Medika.

Fausiah, Fitri & Widury Julianti. (2005). Psikologi Abnormal Klinis Dewasa. Jakarta: UI-Press.

Hidayat, A. Aziz Alimul. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Nasir Abdul & Muhith Abdul. (2011). Dasar-Dasar Keperawatan Jiwa: Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.

Potter, Patricia. A. (2005). Buku Ajar Fundamental: Konsep,Pproses, dan P raktik edisi 4 volume 2. Jakarta: EGC.

Tarwoto & Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Wilkinson, J. W & Ahern N. R. (2011). Buku Saku Diagnose Keperawatan. Edisi 9. Jakarta: EGC.

Lampiran 1

B. FORMAT PENGKAJIAN

I. BIODATA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ratnawati

Jenis Kelamin : Wanita

Umur : 41 tahun

Status Perkawinan : Belum Menikah

Agama : Islam

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Tidak Ada

Alamat : Dusun II desa Sugiharjo Batang Kuis

Tanggal Masuk : 23 Maret 2015

No Registrasi : 03 53 84

Ruangan : Kamboja

Tanggal Pengkajian : 19 Mei – 22 Mei 2015 Diagnosa Medis : Skizofrenia

II. Keluhan Utama

Hasil pengkajian status dari keluarga mengatakan bahwa klien telah sering

keluarga sejak 2 tahun ini. Tetapi semenjak 8 tahun klien sudah sering

mendengar suara-suara aneh yang tidak ada wujudnya. Dan klien belum pernah

berobat sebelumnya.

III. Riwayat Kesehatan Sekarang

A. Provocative/ palliative

1. Apa penyebabnya : Klien tidak mengetahui

apa penyebab utama dari penyakitnya

2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan : Klien dibawa ke Rumah

Sakit Jiwa

IV. Riwayat Masa Lalu

a. Penyakit yang pernah di alami

Klien tidak pernah mengalami penyakit di masa lalu kecuali penyakit yang

sekarang di derita klien

b. Pengobatan/tindakan yang dilakukan

Tidak ada pengobatan yang dilakukan kepada klien

c. Pernah dirawat atau dioperasi

Klien tidak pernah pernah dirawat dan dioperasi sebelumnya

V. Riwayat Kesehatan Keluarga a. Orang tua

Klien mengatakan bahwa orang tuanya tidak menderita penyakit apapun

b. Saudara Kandung

Klien saudara kandungnya tidak ada yang sakit

Tidak ada penyakit keturunan pada keluarga klien

d. Anggota Keluarga yang mengalami gangguan jiwa

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa

e. Anggota Keluarga yang meninggal

Klien mengatakan bahwa bapak klien sudah meninggal

f. Penyebab Penyakit

Klien mengatakan Bapaknya meninggal karena sakit

VI. Riwayat Keadaan Psikososial

a. Persepsi pasien tentang penyakitnya

Klien mengatakan bahwa penyakitnya ini adalah takdir yang diberikan oleh

Tuhan

b. Konsep Diri

- Gambaran Diri : Klien mengatakan bahwa dia menyukai semua

anggota tubuhnya.

- Ideal Diri : Klien mengatakan dia ingin cepat sembuh dan dapat

bekerja

- Peran Diri : Klien mengatakan perannya sebagai anak di dalam

keluarga baik

- Identitas : Klien mengatakan identitasnya sebagai wanita baik

c. Keadaan Emosi

Klien mengatakan bahwa keadaan emosinya sangat labil. Muncul tiba-tiba

dan tidak tau apa penyebabnya dengan jelas

- Orang yang berarti

Klien mengatakan bahwa orang yang berarti itu baginya adalah

keluarganya

- Hubungan dengan Keluaga

Hubungan klien dengan keluarga baik

- Hubungan dengan orang lain

Hubungan klien dengan orang lain biasa saja

- Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Klien mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu biasa berbicara dengan

orang lain

e. Spiritual

- Nilai dan keyakinan : Klien mengatakan bahwa dia beragama

Islam dan penyakit ini adalah sebuah takdir Tuhan

- Kegiatan Ibadah : Saat di rumah klien mau melakukan ibadah

sholat

VII. Status Mental

- Tingkat kesadaran klien

Tingkat kesadaran klien baik

- Penampilan

Penampilan klien tidak rapi, rambut kotor, dan pakaian kusut

- Pembicaraan

Saat di wawancara klien tidak mampu memulai pembicaraan dan

- Alam perasaan

Alam perasaan klien tampak Lesu

- Afek

Keadaan afek klien tampak Labil

- Interaksi selama wawancara

Selama interaksi wawancara dengan klien Kontak mata klien tampak

kurang dan klien mau menundukkan kepala, klien termasuk kooperatif

- Persepsi

Klien mengalami gangguan pendengaran yang tiba-tiba muncul tanpa

diketahui wujudnya

- Proses Pikir

Saat ditanya klien sering berhenti tiba-tiba saat menjelaskan sesuatu dan

beberapa saat kemudian menjawab kembali dengan jawaban yang

singakat

- Isi pikir

Klien mengatakan bahwa dirinya ingin pulang ke rumah

- Waham

Klien tidak mengalami waham

- Memori

Klien mengalami gangguan ingat jangka panjang. Sebab klien tidak

VIII. Pemeriksaan Fisik A. Keadaan Umum

Keadaan umum klien tampak lesu, lemas

B. Tanda-tanda Vital - Suhu Tubuh : - Tekanan Darah : 110/70 mmHg - Nadi : 80x/menit - Pernafasan : 20x/menit - TB : 155 cm - BB : 40 kg

C. Pemeriksaan Head to Toe a. Kepala

Bentuk kepala simetris tetapi kulit kepala tampak kotor

b. Rambut

Rambut tampak kasar dan kusut. Adanya bau dan kotor

c. Wajah

Warna kulit normal dan struktur wajah normal

d. Mata

Penglihatan klien normal dan konjungtiva klien tampak pucat

e. Hidung

Tidak ada terdapat secret pada hidung, lubang dan cuping hidung normal

f. Telinga

g. Mulut

Bibir telihat kering dan pecah-pecah. Keadaan gusi dan gigi terdapat karies

gigi

h. Leher

Tidak terdapat pembengkakan pada leher, keadaan leher normal

Dokumen terkait