Bab II Pengolahan Kasus
B. Asuhan Keperawatan Kasus
PROGRAM DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RSUD dr. PIRNGADI MEDAN
I. BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. P
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 6 tahun
Status Perkawinan : Belum menikah Agama : Kristen Protestan Pendidikan : SD
Pekerjaan : -
Alamat : Jl. Segumpan Julu Balige Tanggal Masuk RS : 26-05-2016
No. Register : 00.99.87.30 Ruangan/Kamar : Melati 1 (anak) Golongan Darah : 30-05-2016
Tanggal Operasi : Klien tidak melakukan operasi Diagnosa Medis : ANEMIA
II. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan keluar darah dari hidung (mimisan) , muntah darah.
III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya : Kekurangan nutrisi dari kebutuhan tubuh.
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan : Nutrisi klien
B. Quantity/Quality
1. Bagaimana dirasakan : - 2. Bagaimana dilihat : -
C. Region
1. Dimana lokasinya : hidung 2. Apakah menyebar : tidak
D. Severity : -
E. Time : -
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Penyakit yang pernah dialami : keluar darah dari hidung (mimisan)
B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan : terapi obat-obatan C. Pernah dirawat/operasi : klien pernah dirawat di
RS. H Adam Malik Sumatera Utara
D. Lama dirawat : klien dirawat selama 3 minggu
E. Alergi : klien tidak mempunyai alergi.
F. Imunisasi : imunisasi klien lengkap.
V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
A. Orang tua
kedua orang tua klien tidak memiliki riwayat penyakit.
B. Saudara kandung
klien memiliki dua saudara kandung. Kedua saudara klien tidak memiliki penyakit.
C. Penyakit keturunan yang ada
tidak ada penyakit keturunan dikeluarga klien.
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
klien tidak memiliki saudara ataupun keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
E. Anggota keluarga yang meninggal
idak ada anggota keluarga klien yang meninggal.
VI. RIWAYAT OBSTETRIK
Klien anak ke 2, klien lahir dengan cara normal
VII. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL
A. Persepsi pasien terhadap penyakitnya : klien mengatakan ingin sembuh dari penyakitnya.
B. Konsep diri
- Gambaran diri : klien mengatakan tubuhnya tetap seperti biasa dan menerima apa yang ada pada dirinya.
- Ideal diri : klien mengatakan ingin cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit.
- Harga diri : klien berhubungan baik dengan keluarga.
- Peran diri : klien sebagai anak dalam keluarga
- Identitas : klien sebagai anak pertama dalam keluarga C. Keadaan emosi
terkontrol dengan baik, ketika klien diajak berbicara, klien dapat mengontrol emosinya.
D. Hubungan sosial
- Orang yang berarti :Klien
mengatakan dekat dengan ibunya.
- Hubungan dengan keluarga : Baik
- Hubungan dengan orang lain : Baik - Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Tidak ada
E. Spiritual
- Nilai dan keyakinan : klien selalu berdoa disaat pagi dan malam hari dengan harapan cepat sembuh.
- Kegiatan ibadah : klien hanya berdoa di tempat tidur.
VIII. STATUS MENTAL
- Tingkat kesadaran: bingung/orientasi
- Penampilan : klien berpakaian rapi.
- Pembicaraan : selama wawancara klien mudah diajak berbicara, namun ketika menjawab pertanyaan agak lambat.
- Alam perasaan : klien tampak lesu dan pucat
- Afek : afek klien datar
- Interaksi selama wawancara : selama wawancara kontak mata klien kurang
IX. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan Umum
klien hanya bisa ditempat tidur saja dan tidak bisa banyak beraktifitas.
B. Tanda-tanda vital
- Suhu tubuh : 36,4 0C - Tekanan darah : 100/50 mmhg
- Nadi : 126 x/m
- Pernafasan : 28 x/m
- TB : 115 cm
- BB : 28 kg
C. Hasil Laboratorium
- Hemoglobin (Hb) : 10,4 g/dL - Trombosit : 3.000/µL - Leukosit : 14.500/µL - Eritrosit : 4,18 10*6/mL - Hematokrit : 31,2 %
D. Pemeriksaan Head to toe Kepala dan rambut
- Bentuk : bentuk kepala bulat
- Ubun-ubun : normal, tidak ada ditemukan adanya tonjolan - Kulit kepala : kurang bersih
Rambut
- Penyebaran dan keadaan rambut : rambut klien normal
- Bau : berbau keringat
- Warna kulit : hitam
Wajah
- Warna kulit : warna kulit wajah klien hitam - Struktur wajah : simetris, pipi menonjol
Mata
- Kelengkapan dan kesimetrisan : klien memiliki mata lengkap yaitu dua dan simetris
- Palbebra : tidak normal, ditemukan adanya kelainan
- Konjungtiva dan sclera : mata klien tidak normal, dan ditemukan adanya pucat dan berwarna kuning
- Pupil : diameter pupil tidak normal, reaksi terhadap cahaya tidak baik.
- Cornea dan iris : adanya ditemukan kelainan
- Visus : ada dilakukan pemeriksaan
- Tekanan bola mata : tidak normal, mata kanan dan mata kiri
Hidung
- Tulang hidung dan posisi septum nasi : tidak ditemukan adanya kelainan dan letaknya di medial
- Lubang hidung : normal dan simetris
- Cuping hidung : normal dan tidak ada kelainan
Telinga
- Bentuk telinga : bentuk antara telinga kanan dan kiri normal
- Ukuran telinga : ukuran antara telinga kanan dan kiri simetris
- Lubang telinga : tidak ditemukan adanya kelainan pada lubang telinga, adanya serumen pada lubang telinga
- Ketajaman pendengaran : ketajaman pendengaran lambat
Mulut dan faring
- Keadaan bibir : bibir tampak kering
- Keadaan gusi dan gigi : gusi dan gigi terlihat kurang bersih - Keadaan lidah : lidah tampak bersih
- Orofaring : tidak ditemukan adanya kelainan
Leher
- Posisi trachea : posisi trachea normal di bagian medial
- Thyroid : tidak ditemukan adanya pembengkakan pada thyroid
- Suara : normal dan jelas
- Kelenjar limfe : tidak ditemukan adanya pembengkakan pada kelenjar limfe
- Vena jugularis : tidak ditemukan adanya pembesaran pada vena jugularis
- Denyut nadi karotis : denyut nadi karotis teraba
Pemeriksaan integument
- Kebersihan : kurang bersih
- Kehangatan : suhu tubuh dalam keadaan normal - Warna : kulit berwarna hitam
- Turgor : kembali <2 detik - Kelembaban : kulit tampak kering
- Kelainan pada kulit : tidak ditemukan adanya kelainan pada kulit
X. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI A. Pola makan dan minum
- Frekuensi makan : 3 x/hari
- Nafsu/selera makan : nafsu makan klien kurang baik, tapi klien makan dengan jadwal yang teratur pagi, siang, dan sore
- Nyeri ulu hati : tidak ditemukan adanya nyeri ulu hati - Alergi : klien tidak memiliki riwayat alergi - Mual dan muntah : klien mengalami atau pun merasakan
mual dan muntah
- Tampak makan dan memisahkan diri (pasien gangguan jiwa) :
klien tidak pernah memisahkan diri dengan orang lain pada saat makan.
- Waktu pemberian makan : pagi, siang dan malam
- Jumlah dan jenis makanan : jumlah makan klien 1 porsi dan jenis makanan klien nasi dan lauk pauk
- Waktu pemberian cairan/minum : tidak ditentukan, sesuai dengan kebutuhan klien.
- Masalah makan dan minum : klien tidak mengalami kesulitan dalam menelan dan mengunyah makanan.
B. Perawatan diri/personal hygiene
- Kebersihan tubuh : kebersihan tubuh klien kurang, karena klien mandi tidak menggunakan sabun mandi
- Kebersihan gigi dan mulut : gigi dan mulut kurang bersih - Kebersihan kuku kaki dan tangan : kuku tangan dan kaki klien
tampak pendek dan bersih.
C. Pola kegiatan/aktivitas
- Mandi dan makan dilakukan klien secara mandiri dan dibantu, eliminasi bowel dilakukan sekali sehari secara mandiri, eliminasi urine 6x sehari,
ganti pakaian 2x sehari dilakukan sebahagian karena dibantu ibu kandung klien.
XI. Pola eliminasi A. BAB
- Pola BAB : 1 x/hari - Karakter feses : lembek
- Riwayat perdarahan : tidak ditemukan adanya kelainan - BAB terakhir : sehari yang lalu
- Diare : klien tidak mengalami diare - Penggunaan laksatif : tidak menggunakan laksatif
B. BAK
- Pola BAK : 3-4 kali sehari
- Karakter urin : tidak dilakukan
pemeriksaan
- Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : tidak ditemukan nyeri/rasa terbakar/ kesulitan BAK
- Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : tidak ada riwayat penyakit ginjal
- Penggunaan diuretic : tidak menggunakan
diuretik
- Upaya mengatasi masalah : tidak ditemukan adanya masalah.
XII. Mekanisme koping - Adaptif
Bicara dengan orang lain - Maladaptif
- Reaksi lambat/berlebihan
ANALISA DATA
No. Data Penyebab Masalah
keperawatan 1. DS :
An. P kelihatan lemas dan kebutuhan nutrisi dari kebutuhan tubuh klien kurang dan kurang
mencukupi karena kurang selera makan
DO :
- Hb : 10,4 g/dl - Klien tampak
kurus dari sebelumnya
TD : 100/50 mmHg
HR : 126 x/menit RR : 28x/menit
Anemia
Kadar Hb turun
Komponen sel penghantar oksigen O2/zat nutrisi ke sel
berkurang
Asupan nutrisi tidak adekuat
Kebutuhan nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh
2. DS :
pasien mengatakan tidak bisa secara mandiri untuk melakukan aktivitas perawatan diri mandi
DO :
- Klien tampak kusam
- Gigi klien tampak kotor
- Klien tidak
mampu melakukan perawatan diri seperti mandi
Kerusakan Neuromuscular
Penurunan kesadaran, Kelemahan
Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas
Defisit perawatan diri Mandi
Defisit perawatan diri
Mandi
MASALAH KEPERAWATAN
1. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 2.
Defisit perawatan diri mandiDIAGNOSA KEPERAWATAN (PRIORITAS)
Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan nutrisi tidak adekuat ditandai dengan usia 6 tahun, berat badan = 28 kg, hasil lab. An.
P hemoglobin = 10,4 g/L, konjungtiva An. S terlihat pucat kekuning-kuningan, dan An.S terlihat lemah. TD : 100/50 mmHg, HR : 126x/menit, RR : 28x/menit.
PERENCANAAN KEPERAWATAN DAN RASIONAL
Hari/tanggal No.
Dx Kriteria Hasil:
Parameter laboratorium akan menunjukkan bukti hidrasi adekuat dan meningkatkan parameter nutrisI
Rencana Tindakan Rasional Dx 1. 1. Lakukan pengkajian
fisik dan pemeriksaan Laboratorium yang sudah dilakukan An. P sebelumnya.
2. Lakukan kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi.
3. Lakukan kolaborasi untuk pemberian cairan dan transfusi pada An. P
4. Lalukan pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. P dengan pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Lakukan
pengontrolan cairan intravena pada An. P
6. Bila tidak ada demam, 2. Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk mengetahui dan kebutuhan tubuh pasien 4. Pemberian cairan
intravena untuk
5. Pengontrolan dilakukan untuk mengetahui keefektifan pemberian cairan 6. Transfusi dilakukan
atau suhu tubuh aman
Hari/tanggal No. dx Perencanaan Keperawatan
2. Tujuan : Dalam 2×24 jam pasien mampu memenuhi kebutuhan hygiene mandi, makan, berpakaian, dan toilet.
Kriteria hasil :
1. Kondisi klien tetap bersih dan rapi 2. Penampilan pasien bersih dan rapi
3. Kondisi kuku pendek, bersih, kulit tidak kering, rambut bersih dan tidak berbau.
4. Tidak terdapat karies pada gigi dan mulut bersih, bibir tidak kering dan pasien merasa nyaman.
Rencana Tindakan Rasional Senin,
30-05-2016
Dx 2 1. Ajarkan
pasien/keluarga penggunaan metode alternatif untuk mandi dan hygiene mulut 2. Gunakan lotion pada
kulit setelah mandi.
3. Kaji integritas kulit, catat perubahan pada turgor, gangguan warna, hangat local
4. Keringkan kulit dengan teliti setelah setiap selesai mandi
5. Lakukan perawatan perineal setelah setiap kali buang air kecil
1. Meningkatkan pengetahuan pasien sirkulasi, nutrisi dan imobilisasi. Jaringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk infeksi dan rusak.
4. Kelembaban yang berlebihan
menyebabkan maserasi kulit, yang meningkatkan perkembangan bakteri
5. Sekresi keringat yang berlebihan dari kelenjar apokrin di
dan besar.
6. Ganti alas tidur pasien laken, sarung bantal.
daerah aksila dan pubis menyebabkan bau yang tidak sedap. Sekresi yang terakumulasi pada permukaan kulit sekitar genitalia berperan sebagai tempat penyimpanan infeksi
6. Mengurangi resiko kerusakan integritas kulit karena gesekan dari alat tidur pasien.
PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Hari/tanggal No. Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi Senin,
30-05-2016
Dx 1. 1. Melakukan pengkajian fisik dan hasil
pemeriksaan laboratorium yang sudah dilakukan An. P sebelumnya
2. Melakukan kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi
3. Lakukan kolaborasi untuk pemasangan cairan intravena 4. Melakukan
pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. S dengan
pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Melakukan
pengontrolan cairan intravena pada An. P 6. Bila tidak ada demam,
atau suhu tubuh aman untuk transfusi, kolaborasikan dengan dokter untuk
dilakukan transfusi darah.
S: klien mengatakan tubuhnya sangat lemas dan tidak bertenaga dan merasakan perasaan yang sangat sedih
karena tidak dapat
melakukan aktivitas apapun.
O: klien tampak sedih, Lemas.
TTV :
- TD :100/50 mmHG - RR :28x/menit - HR : 110x/menit.
A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan.
Dx 2. 1. Mengkaji pola kebutuhan personal hygiene (mandi dan kebersihan mulut) pasien.
2. Membantu pasien dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara
memandikan pasien.
3. Menganjurkan untuk menggunakan sampo untuk membersihkan
S : Pasien mengatakan tidak mampu mandiri sendiri.
O :
A : Masalah belum teratasi
rambut.
4. Mengajurkan untuk menggosok gigi dengan benar.
5. Membantu pasien mengganti pakain.
6. Memberikan
pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri pada pasien.
P : Intervensi dilanjutkan.
Selasa, 31-05-2016
Dx 1. 1. Melakukan pengkajian fisik dan hasil
pemeriksaan laboratorium yang sudah dilakukan An. P sebelumnya
2. Melakukan kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi
3. Lakukan kolaborasi untuk pemasangan cairan intravena 4. Melakukan
pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. S dengan
pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Melakukan
pengontrolan cairan intravena pada An. P 6. Bila tidak ada demam,
atau suhu tubuh aman untuk transfusi, kolaborasikan dengan dokter untuk
dilakukan transfusi darah.
S: klien mengatakan masih lemah.
O: klien masih terlihat lemah
TTV :
- TD : 100/60 mmHg - RR : 24x/menit - HR :102x/menit
A : Sebagian masalah teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan
Dx 2. 1. Mengkaji pola kebutuhan personal hygiene (mandi dan kebersihan mulut) pasien.
2. Membantu pasien
S : Pasien mengatakan badannya wangi dan segar.
O :
- Rambut pasien bersih.
dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara
memandikan pasien.
3. Menganjurkan untuk menggunakan sampo untuk membersihkan rambut.
4. Mengajurkan untuk menggosok gigi dengan benar.
5. Membantu pasien mengganti pakain.
6. Memberikan
pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri pada pasien. cara menggosok gigi yang benar.
A : masalah sebagian teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan.
Rabu, 01-06-2016
Dx 1. 1. Melakukan pengkajian fisik dan hasil
pemeriksaan laboratorium yang sudah dilakukan An. P sebelumnya
2. Melakukan kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi
3. Lakukan kolaborasi untuk pemasangan cairan intravena 4. Melakukan
pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. S dengan
pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Melakukan
pengontrolan cairan intravena pada An. P 6. Bila tidak ada demam,
atau suhu tubuh aman untuk transfusi, kolaborasikan dengan dokter untuk
dilakukan transfusi darah.
S: klien mengatakan perasaannya masih sedih karena belum bisa melakukan aktivitas . Klien mengatakan waktu tidur malamnya tercukupi yaitu 7 jam.
O: klien terlihat lemah TTV:
- TD : 110/60 mmHg - RR : 22x/menit - HR :98x/menit -
A : Sebagian masalah teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan
Dx 2. 1. Mengkaji pola kebutuhan personal hygiene (mandi dan kebersihan mulut) pasien.
2. Membantu pasien dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara
memandikan pasien.
3. Menganjurkan untuk menggunakan sampo untuk membersihkan rambut.
4. Mengajurkan untuk menggosok gigi dengan benar.
5. Membantu pasien mengganti pakain.
S : Pasien mengatakan belum dapat mandi sendiri dan pasien mengatakan badannya bersih dan wangi O :
- Rambut pasien bersih.
- Gigi pasien bersih.
- Badan segar.
- Pasien memahami pentingnya
kebersihan tubuh.
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Intervensi dilanjutkan.
BAB III KESIMPULAN A. Kesimpulan
Setelah dilakukan pengkajian pada pasien An. P ada masalah keperawatan yang ditemukan yaitu kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan butuh dan Defisit Perawatan Diri Mandi. Diagnosa keperawatan prioritas adalah kebutuhan dasar nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan kelemahan dan ketidak efektifan klien memenuhi kebutuhan asupan nutrisi, pasien terlihat kurus dan hanya banyak melakukan aktivitas di atas tempat tidur, dan secara umum aktivitas pasien sebagian besar banyak dibantu oleh keluarga, TTV : TD : 100/50 mmHg, HR : 110x/menit, RR : 28x/menit Hb : 10,4 g/dl. Kemudian dilakukan implementasi berdasarkan intervensi yang direncanakan selama tiga hari dan hasil evaluasi diperoleh pasien masih belum terpenuhi kebutuhan nutrisi dan belum dapat melakukan aktivitas yang berat karena mudah kelelahan, sebagian besar aktivitas pasien banyak dibantu oleh keluarga dengan TTV : TD : 110/60 HR : 98x/menit RR : 22x/menit.
B. Saran
a. Bagi Pelayanan Kesehatan
Diharapkan perawat lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan dasar aktivitas dan istirahat sehingga dapat mencegah masalah kebutuhan dasar aktivitas dan istirahat yang lebih buruk. Diperlukan dokumentasi intervensi dan implementasi agar ada sinkron antara perawat di masing-masing pelayanan kesehatan.
b. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan bagi staf pengajar dapat meningkatkan pengayaan, penerapan, dan pengajaran asuhan keperawatan kepada mahasiswa, meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberikan keterampilan yang lebih kepada mahasiswa dan menambah referensi tentang pemahaman kebutuhan dasar nutrisi kurang dari kebutuhan , serta pada mahasiswa dapat memahami kesenjangan antara teori dan aplikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kebutuhan dasar nutrisikurang dari kebutuhan tubuh.
DAFTAR PUSTAKA
Potter & Perry. (2005). Fundamental Keperawatan. Edisi 4 volume 2. Jakarta: EGC.
Hidayat, A.A. (2006). Pengantar kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2009). Proses dan dokumentasi keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tarwoto. W. (2006). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Edisi 3.
Jakarta: salemba medika
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
CATATAN PERKEMBANGAN
Hari/
tanggal
No.
Dx
Pukul Implementasi Keperawatan Evaluasi Senin, An. P sebelumnya 2. Melakukan
kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi
3. Lakukan kolaborasi untuk pemasangan cairan intravena 4. Melakukan
pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. S dengan pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Melakukan
pengontrolan cairan intravena pada An.
P
6. Bila tidak ada demam, atau suhu tubuh aman untuk transfusi,
kolaborasikan dengan dokter untuk dilakukan transfusi darah.
S: klien mengatakan masih lemas belum bisa beraktivitas O: klien terlihat sedih, Lemas.
TTV :
- TD :100/50 mmHG - RR :28x/menit - HR : 110x/menit.
A: masalah belum teratasi P: intervensi dilanjutkan.
Senin, hygiene (mandi dan kebersihan mulut) pasien.
S : Pasien mengatakan tidak mampu mandiri sendiri.
O :
- Rambut pasien bersih.
08 : 30
2. Membantu pasien dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara memandikan pasien.
3. Menganjurkan untuk
menggunakan sampo untuk membersihkan rambut.
4. Mengajurkan untuk menggosok gigi dengan benar.
5. Membantu pasien mengganti pakain.
- Gigi pasien bersih.
- Badan segar.
- Kulit bersih dan tidak lengket.
A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan.
Selasa, An. P sebelumnya 2. Melakukan
kolaborasi dalam pemberian diet dengan dokter atau ahli gizi
3. Lakukan kolaborasi untuk pemasangan cairan intravena 4. Melakukan
pemasangan cairan Intra Vena (IV) pada An. S dengan pemberian terapi cairan Ringer Laktat 30gtt/i dan NaCl 0,25% 30gtt/i 5. Melakukan
pengontrolan cairan intravena pada An.
P
S: klien mengtakan
perasaannya sedih dan masih ditempat tidur karena lemah O: klien terlihat lemah dan lemas
A : Sebagian masalah teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan
13 : 00 wib
6. Bila tidak ada demam, atau suhu tubuh aman untuk transfusi, hygiene (mandi dan kebersihan mulut) pasien.
2. Membantu pasien dalam menjaga kebersihan badannya dengan cara memandikan pasien.
3. Menganjurkan untuk
menggunakan sampo untuk membersihkan rambut.
4. Mengajurkan untuk menggosok gigi dengan benar.
5. Membantu pasien mengganti pakain.
S : Pasien mengatakan badannya wangi dan segar.
O :
- Rambut pasien bersih.
- Gigi pasien bersih.
- Badan segar.
- Kulit bersih dan tidak lengket.
- Pasien mau diajari cara menggosok gigi yang benar.
A : masalah sebagian teratasi.
P : Intervensi dilanjutkan.
Universitas Sumatera Utara