BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti memberikan saran sebagai berikut
1. Bagi perawat ruang penyakit dalam pria
Diharapkan perawat ruangan dapat melanjutkan rencana tindakan selanjutnya pada pasien CKD.
2. Bagi Partisipan I dan Partisipan II
Diharapkan kedua partisipan dapat mengikuti program pengobatan sesuai dengan yang dianjurkan dan mematuhi diit yang telah ditentukan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Diharapkan peneliti melakukan pengkajian komprehensif dan
mengambil diagnosis keperawatan secara tepat menurut pengkajian yang didapatkan, melaksanakan tindakan keperawatan dengan lebih dahulu memahami masalah dengan baik, dan mendokumentasikan hasil tindakan yang telah dilakukan.
b. Diharapkan peneliti dapat menggunakan atau memanfaatkan waktu
seefektif mungkin, sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan Chronic Kideney Desease (CKD).
Poltekkes Kemenkes Padang
DAFTAR PUSTAKA
Alam, Syamsir & Hadibroto, Iwan. 2007. Gagal Ginjal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Asmadi. 2008. Kosep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC
Baradero, Dayrit & Siswadi. (2009). Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan
Ginjal. Jakarta: EGC
Bulechek, dkk. 2016. Nursing Interventions Classification (NIC), 6th Indonesian edition. ISBN Indonesia: CV. Mocomedia and is published by arrangement with Elsevier Inc
Davey, Patrick. 2006. At a Glance Medicine, alih bahasa: Annisa Rahmalia & Cut Novianty. Jakarta: Erlangga
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013.
Haryono, Yudi. 2013. Keperawatan Medikal Bedah: Sistem Perkemihan. Yogyakarta: Rapha Publishing
Herdman & Kamitsuru. 2017. NANDA Internasional Inc. Diagnosis Keperawatan: defenisi & klasisfikasi 2015-2017. Alih bahasa: Budi Anna Keliat,dkk. Jakarta: EGC
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2013. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data. Jakarta : Salemba Medika
Istanti, Yuni Permatasari. 2014. Hubungan Antara Masukan Cairan Dengan Interdialytic Weight Gains (Idwg) Pada Pasien Chronic Kidney Diseases Di Unit Hemodialisis Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta. PROFESI
Vol.10 / September 2013- Februari 2014.
https://drive.google.com/file/d/0Bx8eC1QkvspuazVxUUtkQVZ4ams/view
Kasiske, Betram. 2014. Kidney Disease Improving global outcomes (KDIGO).
http://www.kdigo.org/Clinical%20Practice%20Conferences/Philippines%
202014/KDIGO%20CKD%20Guideline%20Manila_Kasiske.pdf Diakses
tanggal 01 Februari 2017
Kemenkes, RI. 2016. Hari ginjal sedunia 2016 cegah nefropati sejak dini.
http://www.depkes.go.id/ Diakses tanggal 7 Januari 2017
Masriadi. 2016. Epidemiologi penyakit tidak menular. Jakarta: CV Trnas info media
Poltekkes Kemenkes Padang
Moorhead, dkk. 2016. Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition. ISBN Indonesia: CV. Mocomedia and is published by arrangement with Elsevier Inc
Muttaqin, Arif & Sari, Kumala. 2011. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem perkemihan. Jakarta: Salemba Medika
Nursalam. 2013. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Oxtavia, Jumaini, & Lestari . 2013. Hubungan Citra Tubuh Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis.
http://download.portalgaruda.org Diakses pada tanggal 7 Januari 2016.
Padila. 2012. Buku ajar: Keperawatan Medikal Bedah Dilengkapi Asuhan keperawatan Pada Sistem Cardio, Perkemihan, Integumen, Persyarafan, Gastrointestinal, Muskuloskeletal, Reproduksi, dan Respirasi. Yogyakrta: Nuha Medika
Pardede, Dimas Kusnugroho Bonardo. 2012. Gangguan Gastroinstetinal pada Penyakit Ginjal Kronis. Jurnal CDK-195 Volume.39 No.7
Price & Wilson. 2012. Patofisioologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC
Rendy, Clevo & Margareth. 2012. Asuhan Keperawatan Medikal Bedah dan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika
Saryono & Anggraeni. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika
Sirait & Sari. 2017. Ensefalopati Uremikum Pada Gagal ginjal kronis. Jurnal Volume 7, Nomor 3. Januari 2107
Smeltzer & Bare. 2015. Buku Ajar Keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth edisi.8. Vol 2. Jakarta: EGC
Smeltzer. 2016. Keperawatan medical-bedah Brunner & Suddarth edisi 12. Jakarta: EGC
Sudoyo, dkk. 2010. Buku Ajar Ilmu penyakit Dalam Jilid II. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Suharyanto., Toto., & Majdid., Abdul. 2013. Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Trans Info Media
Poltekkes Kemenkes Padang
Susatyo, Bambang. 2016. Gambaran Kepatuhan Diet Pasien Gagagl Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Rawat Jalan di RSUD Kayen Kabupaten Pati Tahun 2015. Jurnal kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 4 Nomor 3. April 2016
Syaifuddin. 2012. Anatomi fisiologi kurikulum berbasis kompetensi edisi 4. Jakarta: EGC
Tarwoto & Wartonah., 2011. Kebutuhan Dasar Manusia Edisi 4. Jakarta:Salemba Medika.
Tjekyan. 2012. Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012. MKS, Th.46, No.4, Oktober 2014.http://eprints.unsri.ac.id/5558/1/Prevalensi_dan_Faktor_Risiko_Peny akit_Ginjal_Kronik_di.pdf Diakses tanggal 08 Januari 2017
Utoyo,Yuwono & Kusumawati. 2016. Pengaruh Stimulasi Pemberian Tablet Hisap Vitamin Cterhadap Peningkatan Sekresi Saliva Pada Pasien Gagal ginjal Kronik Yang menjalani Terapi Hemodialisadi RS PKU Muhammadiyah Gombong. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan,
Volume12, No. 1 Februari 2016.
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=414112 Diakses tanggal 08 Januari 2017
Wijaya. Andra Saferi., & Putri. Yessie. Mariza., 2013. Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Dewasa Teori dan Contoh Askep. Yogyakarta: Nuha Medika
Poltekkes Kemenkes Padang Lampiran 10
FORMAT PENGKAJIAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DESEASE (CKD) DI RUANG PENYAKIT DALAM PRIA RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2017
A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. PENGUMPULAN DATA
a. Identifikasi Klien :
1) Nama : Tn.D
2) Tempat/ Tgl Lahir :Muaro Labuah / 09 – November – 1977.
3) Jenis Kelamin : Laki - laki 4) Status Kawin : Sudah menikah 5) Agama : Islam
6) Pendidikan : SMA 7) Pekerjaan : Wiraswasta
8) Alamat : Pasar Timur Pasar Muaro Labuh Sungai Pagu Solok selatan
9) Diagnosa Medis : CKD stage V on HD + Anemi 10) No. MR : 96 87 12
b. Identifikasi Penanggung Jawab
1) Nama : Ny.M
2) Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
3) Alamat : Pasar Timur Pasar Muaro Labuh Sungai Pagu Solok selatan
4) Hubungan : Istri c. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Kesehatan Sekarang
Poltekkes Kemenkes Padang
Klien masuk melalui IGD RSUP DR. M. Djamil Padang pada tanggal 18 Mei 2017 Pukul 20.31 WIB dengan keluhan, edema pada ekremitas bawah, BAK sedikit, volume BAK 100 cc, dan nafas sesak, badan terasa lemah dan cepat lelah. muntah sejak 2 hari yang lalu, BAB berwarna hitam sejak 1 minggu yang lalu konsistensi encer. Klien merupakan rujukan dari RSUD Solok Selatan dengan CKD Stage V On HD.
b) Keluhan Saat Dikaji
Pengkajian dilakukan pada hari Jum’at tanggal 19 Mei 2017
Pukul 09.00 WIB di ruang penyakit dalam pria RSUP. Dr. M. Djamil Padang ditem ukan klien dalam keadaan umum tampak lemas, kesadaran composmentis, terpasang IVFD NaCl 0,9% drip Prosogan 2 ampul 20x tts/I, klien terpasang slang oksigen binasal canule 4 l/i, wajah pucat, bibir pecah – pecah, edema pada
eksremitas bawah, akral eksremitas bawah dingin, perut asites. Klien mengeluh nyeri pada bagian perut dan mendesak ke ulu hati, klien mengatakan nyeri seperti di terkam, muncul secara tiba
– tiba, skala nyeri 6 durasi 5-10 detik. klien tampak meringis.
Klien juga mengatakan nafas terasa sesak dan dada terasa berat, klien mengeluh mual, dan badan terasa lemas, letih, cepat lelah, sehingga akivitas dibantu oleh keluarga dan tenaga kesehatan. Klien juga mengeluhkan pipisnya yang sedikit dan BAB yang masih hitam. Saat dilakukan pemeriksaan TD klien 170/90 mmHg, Nadi 72 kali permenit, pernafasan 28 kali permenit, suhu 36,70C.
2) Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan sebelumnya pernah dirawat dua kali karna CKD. Klien mengatakan sebelum dirawat di RSUP Dr. M. Djamil, klien dirawat di RSUD Solok selatan selama 10 hari karena sesak nafas, badan lemas dan edema pada eksremitas. Klien memiliki riwayat hipertensi diketahui semenjak 5 bulan terakhir.
Poltekkes Kemenkes Padang
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga dari klien yang memiliki riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi dan diabetes, klien juga mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit yang sama dengan klien.
d. Pola Aktivitas sehari-hari (ADL)
1) Pola Nutrisi
a) Sehat
Klien makan 5 kali sehari waktu tidak teratur dengan komposisi nasi, lauk pauk, sayur, jarang mengkonsumsi buah – buahan.
Klien mengatakan suka mengkonsumsi makanan yang berminyak dan bersantan.
b) Sakit
Klien mengatakan nafsu makan selama di rumah sakit menurun karena mual muntah, dari ahli gizi klien diberikan diit MC rendah protein yaitu jus pepaya 3 kali 300 cc per hari. Klien hanya menghabiskan 2 – 3 sendok makan porsi diit yang
diberikan. 2) Pola eliminasi
Pola BAB 1 sampai 2 kali sehari, BAB berwarna hitam sejak 1 minggu yang lalu, konsistensi lembek. Untuk BAK klien ditampung dan dibantu di tempat tidur. Untuk 1 kali BAK banyak urine klien 5 sampai 10 cc.
3) Pola istirahat dan tidur
Saat sehat, klien tidak mengalami masalah tidur pada malam hari,klien tidur ± 6 – 7 jam perhari. Pada siang hari klien jarang tidur
karna bekerja sebagai pedagang. Ketika sakit, klien mengatakan selama pola tidur klien sedikit terganggu karna sering terbangun akibat nafas sesak dan nyeri yang dirasakan pada bagian perut. 4) Pola aktivitas dan latihan
Klien mengatakan badannya cepat lelah dan nafas sesak apabila banyak beraktifitas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari klien
Poltekkes Kemenkes Padang
e. Pemeriksaan Fisik
1) Tingkat Kesadaran : Compos Mentis
2) TTV Tekanan Darah : 170/90 mmHg Nadi : 72 x/i Suhu : 36,70C Pernafasan : 28 x/i 3) Rambut
Rambut tampak berwarna hitam kering dan kusam. 4) Telinga
Telinga tampak simetris kiri dan kanan, tidak ada serumen, pendengaran baik
5) Mata
Mata simetris kiri dan kanan, tidak ada serumen, tidak ada luka, pupil : bulat, isokor, reflek cahaya positif, sklera tidak ikterik, konjungtiva anemis
6) Hidung
Hidung tampak bersih tidak ada serumen ataupun penyumbatan, tidak ada luka, tidak ada peradangan, daya penciuman normal 7) Mulut
Mulut tampak kering, pucat, pecah - pecah, gusi tidak didapatkan perdarahan, lidah kotor.
8) Leher
Bentuk simetris, tidak ada pembesaran kelenjer tiroid, tidak ada pembesaran vena jugularis
9) Paru-paru
Inspeksi : simetris kiri kanan
Palpasi : pergerakan simetris kiri kanan, fremitus kiri kanan, Perkusi : suara ketuk sonor
Auskultasi: suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/- 10) Jantung
Poltekkes Kemenkes Padang
Palpasi : iktus teraba 1 jari lateral RIC V Perkusi : terdengar redup pada batas jantung Auskultasi: irama teratur
11) Abdomen
Inspeksi : Asites
Palpasi : hepar / limfa tidak teraba Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus positif 12) Genetalia : tidak ada keluhan 13) Ekstermitas :
Atas : akral hangat, tidak ada bekas garukan, tidak ada edema pada kedua tangan, tidak didapatkan nyeri sendi, CRT 2 detik, terpasang infus di tangan sebelah kanan dengan cairan NaCl 0,9%, Bawah : akral dingin, edema derajat III , CRT > 3 detik
Kekuatan otot : 5555 / 5555 5555/ 5555
f. Data Psikologis
1) Status Emosional : Terkontrol 2) Kecemasan : Terkontrol
3) Pola koping :Dukungan dari keluarga dan diri pasien sendiri baik tentang kondisi yang dialami pasien
4) Gaya komunikasi :Komunikasi pasien lancar dengan mengunakan bahasa Minangkabau
g. Data Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari pasien rukun dengan masyarakat dan pasien bekerja sebagai seorang pedagang untuk memenuhi kebutuhan Ekonominya. Penghasilan perbulan ±800 ribu.
Poltekkes Kemenkes Padang
Pasien beragama islam, dengan mengerjakan sholat 5 waktu sehari semalam dalam keadaan sehat, dan pada keadaan sakit pasien tidak bisa lagi mengerjakan sholat 5 waktu
i. Data Penunjang
Hasil pemeriksaan Hematologi Tanggal 18 Mei 2017
No Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
1 Hemoglobin 3,2 g/dl 14-18 g/dl
2 Leukosit 16.410/mm3 5.000-10.000
3 Trombosit 115.000 150.000-400.000
4 Hematokrit 10 % 40-48
Hasil pemeriksaan Kimia Klinik Tanggal 18 Mei 2017
No Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
1 Gula Darah sewaktu 119 mg/dl <200
2 Ureum Darah 345 mg/dl 10-50
3 Kreatinin darah 11,5 mg/dl 0,6-1,1
j. Program dan Rencana Pengobatan
Tanggal 18 Mei 2017 - ceftazidiem 2x 1 gr, - levofloxocim 1x 500 mg, - bicnat 1x 5 mg, - asam folat 1x5 mg, - transamin 3 x 500 mg, - Vitamin K 3 X 1 gr,
- transfusi PRC pre lasix 1 ampul,
- Nacl 0,9% drip prosogan 2 ampul.
- O2 4 liter/ menit
Poltekkes Kemenkes Padang
Data Masalah Penyebab
DS
Klien mengatakan telapak tangan terasa dingin
DO
- Akral dingin
- CRT >3 detik
- Tekanan Darah :170/90 mmHg,
Nadi : 72 x/I, Suhu : 36,70C Pernafasan : 28 x/i - Hemoglobin 3,2 g/dl - PO2 73 mmHg. Ketidak efektifan perfusi jaringan perifer berkurangnya suplai oksigen ke jaringan DS
- Klien mengatakan nafas terasa sesak
- Sesak meningkat saat beraktivitas
DO
- Pernafasan 28 x/i
- Nafas terlihat sesak
- Terpasang O2 4 liter - Hemoglobin 3,2 g/dl - PO2 73 mmHg. Ketidakefektifan pola nafas Hiperventilasi DS
- klien mengatakan kaki semakin
membengkak
- Klien mengatakanb urine yang
keluar sedikit. DO
- Pitting edema derajat III,
- Tekanan darah 170/90 mmHg
- Hasil pemeriksaan ureum darah 345
mg/dl (10 – 50 mg/dl), kreatinin Kelebihan volume cairan Gangguan mekanisme regulasi
Poltekkes Kemenkes Padang
darah 11,5 mg/dl (0,6-1,1 mg/dl).
DS
- Klien mengatakan nyeri pada
bagian perut, nyeri mendesak ke ulu hati
- Klien mengatakan nyeri seperti
diterkam skala nyeri 6
DO
- Klien tamapak meringis
- TD 170/90 mmHg
Nyeri Agen cidera
fisiologis
DS
- Klien mengatakan tidak nafsu
makan
- Klien mengeluh mual
DO
- Konjungtiva anemis
- Rambut kering dan kusam
- Hb, 3,2 g/dl
- Diit yang diberikan tidak habis
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
intake nutrisi tidak adekuat
Poltekkes Kemenkes Padang
DS
- Klien mengatakan badan lemas
dan cepat lelah
- Klien mengatakan nafas semakin sesak saat beraktivitas
DO
- Klien tampak lemas
- Hb 3,2 g/dl
- Pernafasan 28 kali permenit
- Aktivitas dibantu perawat dan
keluarga
Intoleransi aktivitas ketidak
seimbangan antara
suplai dan
kebutuhan oksigen
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No Diagnosa Keperawatan Ditemukan
Masalah
Dipecahkan Masalah
Tgl Paraf Tgl Paraf
1 ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan
Kamis, 18 Mei 2017
2 ketidakefetifan pola nafas
berhubungan dengan
hiperventilasi
Kamis, 18 Mei 2017
3 kelebihan volume cairan
Berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi
Kamis, 18 Mei 2017 4 Nyeri berhubungan dengan
cidera fisiologis Kamis, 18 Mei 2017 23 Mei 2017
Poltekkes Kemenkes Padang
5 ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi tidak adekuat
Kamis, 18 Mei 2017
6 intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
Kamis, 18 Mei 2017
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN No Diagnosis Keperawatan NOC NIC 1 Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan. Defenisi: penurunan sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengganggu kesehatan Batasan karakteristik: h. Edema i. Nyeri
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan perfusi jaringan perifer kembali efektif.
Kriteria hasil:
16. Pengisian kapiler jari
dalam kisaran normal 17. Pengisian kapiler jari
kaki dalam kisaran normal
18. Suhu kulit ujung kaki
dan tangan dalam kisaran normal
19. Kekuatan denyut nadi
karotis (kanan) dalam rentang normal
20. Kekuatan denyut nadi
karotis (kiri) dalam rentang normal
Manajemen Hipovolemi
5. Monitor adanya tanda-tanda
dehidrasi (misalnya., turgor kulit buruk, capillary refill terlambat, nadi lemah, sangat haus, membran mukosa kering, dan penurunan urin output 6. Monitor adanya
sumber-sumber kehilangan cairan (misalnya., perdarahan, muntah, diare, keringat yang berlebihan, dan takpnea) 7. Posisikan untuk perfusi
perifer
Monitor tanda-tanda vital 6. Monitor tekanan darah,
Poltekkes Kemenkes Padang eksremitas j. Penurunan nadi perifer k. Perubahan fungsi motorik l. Tidak ada nadi
perifer m. Perubahan fungsi motoric n. Waktu pengisian kapiler >3 detik
21. Kekuatan denyut nadi
brakialis (kanan) dalam rentang normal
22. Kekuatan denyut nadi
brakialis (kiri) dalam rentang normal
23. Kekuatan denyut nadi
radial(kanan) dalam rentang normal
24. Kekuatan denyut nadi
radial (kiri) dalam rentang normal
25. Kekuatan denyut nadi
femoralis (kanan) dalam rentang normal
26. Kekuatan denyut nadi
femoralis (kiri) dalam rentang normal
27. Tekanan darah sistolik
dalam rentang normal 28. Tekanan darah diastolik
dalam kisaran normal 29. Tidak ada muka pucat
30. Tidak ada kelemahan
otot
pernapasan
7. Monitor warna kulit, suhu
dan kelembaban
8. Monitor sianosis sentral dan
perifer
9. Identifikasi kemungkinan penyebab perubahan tanda vital 2 Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapakan pola nafas pasien kembali efektif dengan status pernafasan pasien kembali normal.
Monitor pernafasan
4. Monitor pola nafas ( bradipneu, takiepneu, hiperventilasi, kusmaul) 5. Palpasi kesimetrisan
Poltekkes Kemenkes Padang
Defenisi : Inspirasi dan/ atau ekspirasi
yang tidak memberi ventilasi adekuat Batasan Karakteristik: e. Fase ekspirasi memanjang f. Penggunaan otot bantu pernafasan g. Pernapasan cuping hidung h. Pola nafas abnormal (misalnya irama, frekuensi, kedalaman) kriteria hasil:
8. Tidak ada deviasi frekuensi Pernafasan 9. Irama pernfasan dalam
rentang normal
10. Tidak ada penggunaan
otot bantu nafas
11. Tidak ada suara nafas
tambahan
12. Saturasi oksigen dalam
rentang normal 13. Tidak ada sianosis
14. Tidak mengalami gangguan kesadaran
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapakan pola nafas pasien kembali efektif dengan tidak ada terjadinya keparahan asidosis akut.
Kriteria Hasil : 5. Tidak ada Aritmia
6. Tidak ada peningkatan
frekuensi pernafasan 7. Tidak ada penurunan
kesadaran
8. Tidal ada nyeri kepala
6. Berikan terapi nafas jika
diperlukan.
Manajemen jalan nafas 4. Posisikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi 5. Ausklultasi suara nafas
6. Monitor status pernafasan
dan oksigenasi
Manajemen asam basa: Asidosis Metabolik
6. Monitor pernafasan
7. Monitor ketidak seimbangan eletrolit yang berhubungan dengan asidosis metabolik.
8. Monitor tanda dan gejala
rendahnya HCO3 atau kelebihan ion hydrogen (pernafasan kussmaul, kelemahan, diorientasi, sakit kepal, anoreksia) 9. Berikan cairan sesuai
indikasi
10. Monitor intake dan output
Terapi oksigen
4. Berikan oksigen sesuai kebutuhan
5. Monitor aliran oksigen
Poltekkes Kemenkes Padang hipoventilasi 3 Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi Defenisi :Peningkatan retensi cairan isotonik. Batasankarakteri sitk: i. Bunyi nafas tambahan j. Distensi vena jugularis k. Edema perifer l. Gangguan pola nafas m. Gangguan tekanan darah n. Ketidak seimbangan elektrolit o. Oliguria p. Penambahan berat badan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan terjadi keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Kriteria Hasil:
7. Tekanan darahdalam batasnormal
8. Keseimbangan
intake dan output 9. Kestabilan beratbadan 10. Tidak ada edemaperifer 11. Elektrolitserumdala m batasnormal
12. Berat jenisurin tidak
terganggu
Manajemen Elektrolit/cairan 6. Pantau kadar serum
elektrolit
7. Timbang berat badan harian
8. Batasi cairan yang sesuai
9. Berikan resep diet yang
tepat untuk cairan tertentu atau pada ketidak seimbangan elektrolit
10. Berikan antipiretik yang
sesuai
Manajemen cairan
10. Monitor perubahan berat
badan pasien sebelum dan sesudah dialisis.
11. Pasang kateter urin
12. Monitor hasil laboratorium
yang relevan dengan retensi cairan (BUN, Hematokrit dan osmolalitas urin)
13. Monitor tanda-tanda vital
pasien.
14. Monitor indikasi kelebihan
cairan (CVP, Edema, distensi vena leher, dan asites).
15. Kaji lokasi dan luasnya
edema, jika ada.
16. Berikan terapi IV seperti
Poltekkes Kemenkes Padang
dalam waktu sangat singkat
17. Monitor status gizi
18. Berikan diuretic yang diresepkan
Monitor cairan
7. Tentukan jumlah dan jenis
intake/asupan cairan serta kebiasaan eliminasi
8. Monitor asupan pengeluran
9. Periksa turgor kulit
10. Monitor berat badan
11. Monitor tekanan darah,
denyut jantung dan pernafasan
12. Berikan dialisis dan catat
respon pasien 4 Nyeri kronis berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal kronis Defenisi: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan sebagai suatu kerusakan; awitan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan Tingkat Nyeri berkurang. Kriteria Hasil:
8. Tidak ada nyeri yang
dilaporkan
9. Tidak ada ekspresi
nyeri wajah
10. Tidak ada keringat
berlebih
11. Tidak ada mengerinyit
12. Frekuensi nafas normal
13. Tekanan darah normal
14. Denyut nadi radial
normal
Manajemen nyeri
10. Lakukan pengkajian nyeri
komprehensif yang meliputi lokasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus
11. Ajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri
12. Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat
13. Ajarkan teknik non-farmakologis (seperti: teknik nafas dalam)
Poltekkes Kemenkes Padang
yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas dari ringan hingga berat, terjadi konstan atau berulang tanpa akhir yang dapat dianstipasi atau diprediksi dan berlangsung lebih dari tiga(>3) bulan.
Batasan karakteristik: e. Bukti nyeri f. Ekspresi wajah nyeri (meringis) g. Hambatan kemampua n meneruskan aktivitas sebelumnya h. Perubahan pola tidur
14. Dukung istirahat/tidur yang
adekuat untuk membantu penurunan nyeri
15. Berikan informasi yang
akurat untuk meningkatkan pengetahuan dan respon keluarga terhadap pengalaman nyeri
16. Monitor kepuasan pasien
terhadap manajemen nyeri dalam interval yang spesifik
5 Ketidak
seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, diharapkan ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Manajemen nutrisi
1. Tentukan status gizi pasien
dan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan
Poltekkes Kemenkes Padang berhubungan dengan anoreksia Defenisi:Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhikebut uhan metabolik BatasanKarakteri stik: m. Nyeri abdomen n. BB20% atau lebihdibawah BBideal. o. Kerapuhan kapiler p. Diare q. Kehilangan rambut berlebihan r. Bisingusushipera ktif s. Kurangmakanan t. Kuranginformasi u. Kurangminatpa daMakanan v. Kesalahan informasi w. Membran mukosapucat x. Tonusotot menurun
tubuh teratasi dengan status nutrisi.
Kriteria Hasil :
4. Asupan gizi dalam
rentang normal
5. Asupan makanan dalam rengtang normal 6. Rasio berat badan/tinggi badan dalam rentang normal. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, diharapkan ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi dengan status nutrisi : asupan makanan & cairan
Kriteria Hasil
4. Asupan makanan secara
oral yang adekuat 5. Asupan cairan intravena
yang adekuat
6. Asupan nutrisi parenteral yang adekuat
gizi
2. Identifikasi adanya alergi
makanan yang dimiliki pasien
3. Kolaborasi dengan ahli gizi
dalam menentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan.
4. Pastikan diet mencakup
makanan tinggi kandungan serat untuk mencegah konstipasi.
Monitor nutrisi
11. Timbang berat badan pasien
12. Lakukan pengkuran antropometri
13. Monitor kecenderungan turun dan naiknya berat badan
14. Identifikasi perubahan berat
badan terakhir
15. Monitor turgor kulit dan
mobilitas
16. Identifikasi adanya abnormalitas rambut (kering, tipis, kasar, dan mudah patah, rontok) 17. Monitor adanya mual