12
Atletik merupakan olahraga perseorangan yang terdiri atas olahraga lari, lompat, lempar atau tolak. Pada zaman sekarang, mengikuti olahraga atletik dilakukan untuk mencapai prestasi bukan hanya untuk hobi, kesenangan, atau hanya meningkatkan kesegaran jasmani. Dalam kegiatan belajar berikut ini akan dijelaskan cabang olahraga atletik lompat jauh. Lari sambung Cara visual Cara nonvisual Lari estafet Tongkat Pelari Loncat tinggi Tokakan Awalan Pendaratan Kata Kunci Sumber: citizenimages.kompas.com
Peta Konsep
Apakah pokok pembelajaran Anda pada bab ini?
Lari sambung
Pengertian lari sambung
Latihan memberi dan menerima tongkat
Latihan teknik lari sambung
Daerah pergantian tongkat
Peraturan perlombaan
Loncat tinggi gaya guling perut
Loncat tinggi Atletik 2
A. Lari Sambung
Tujuan pembelajaran
Pada pembelajaran ini, Anda diharapkan mampu mempraktikkan teknik lari sambung/estafet.
1. Pengertian Lari Sambung ( Estafet)
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu dari nomor lari yang diperlombakan dengan beregu. Tiap regu dalam lari sambung terdiri dari empat pelari yaitu pelari pertama, pelari kedua, pelari ketiga, dan pelari keempat. Pada lari sambung dibagi menjadi 3 nomor lomba, yaitu nomor 4 x 100 meter, nomor 4 x 200 meter, dan 4 x 400 meter. Alat untuk menyambung antara pelari ke-1 dan pelari berikutnya (2, 3, dan 4) dipergunakan tongkat yang ukurannya 20–30 cm, keliling 12 cm, dan beratnya 50 gram. Tongkat tersebut dipegang salah satu ujungnya sehingga tongkat tidak mudah jatuh.
Nomor lari sambung yang seringkali diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Terdapat kekhususan yang tidak akan ditemui pada nomor lari yang lain yaitu adanya proses memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari pertama kepada pelari berikutnya. Prinsip lari sambung adalah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya yang dilakukan dengan memberi dan menerima tongkat dari satu pelari lainnya. Agar dapat melakukan teknik tersebut, pelari harus menguasai keterampilan gerak lari dan keterampilan memberi dan menerima tongkat yang dibawanya.
2. Latihan Memberi dan Menerima Tongkat
Pada lari sambung, terdapat beberapa macam cara dalam pemberian tongkat estafet dari pelari pertama ke pelari berikutnya. Secara garis besar, cara pemberian tongkat itu ada dua macam yaitu cara visual dan nonvisual.
a. Cara visual
Pada cara ini, ketika tongkat diberikan penerima melihat atau menoleh ke arah pemberi tongkat estafet. Penerimaan tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4 x 400 meter. Bentuk pelaksanaan dibagi menjadi beberapa macam. Namun yang sering digunakan oleh pelari ada tiga cara yaitu sebagai berikut.
1) Sebelum tongkat diberikan dengan tangan kiri, penerima telah menoleh ke arah pemberi. Sambil berlari, tangan kanan penerima dijulurkan ke arah pemberi dengan sikap telapak tangan
menghadap ke atas, ke empat jari tangan ke bawah rapat, ibu jari terbuka. Tongkat diberikan dari atas ke bawah.
2) Telapak tangan kanan penerima menghadap ke belakang ke arah pemberi, ke empat jari terbuka ke arah dalam. Tongkat diberikan dengan ayunan dari bawah ke atas.
3) Lengan penerima dijulurkan serong ke belakang bawah, telapak tangan menghadap ke belakang serong ke atas, ke empat jari rapat menuju ke luar, ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan ayunan dari bawah ke atas.
Gambar 12.1 Teknik visual pada lari sambung
b. cara nonvisual
Dengan cara ini pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya. Cara nonvisual ini biasanya digunakan dalam lari sambung 4 u 400 meter. Ada dua cara yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut.
1) Lengan penerima dijulurkan serong ke belakang bawah, telapak tangan menghadap ke belakang serong ke atas, ke empat jari rapat menuju ke luar, ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan ayunan dari bawah ke atas.
2) Lengan penerima dijulurkan serong ke belakang bawah, telapak tangan menghadap ke belakang serong ke atas, ke empat jari rapat menuju ke luar, ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan ayunan dari atas ke bawah.
3. Latihan Teknik Lari Sambung
a. Latihan teknik lari sambung jarak 4 u 25 meter
Untuk meningkatkan kemampuan lari sambung perlu dilakukan berbagai macam bentuk latihan, salah satunya lari sambung dengan jarak 4 u 25 meter. Latihan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Empat orang berdiri berbanjar dan memberikan tongkat dari orang yang di belakangnya ke depan, dengan cara yang benar (panggil pelari yang di depan, kemudian lihat ke belakang dan berikan tongkat seterusnya ke depan). Kegiatan ini dilakukan pada putaran atletik.
2) Empat orang berdiri berbanjar dan memberikan tongkat sambil berjalan, jangan terlalu dekat satu sama lainnya dan dilakukan dengan lari kecil (jogging). Jarak yang dibutuhkan untuk melakukan latihan adalah 4 u 25 meter sebanyak 12 kali setiap seri dengan istirahat yang singkat. Tujuan latihan ini adalah untuk melatih refleksi tangan pada saat memberi dan menerima tongkat.
3) Dalam latihan ini, hal yang perlu diperhatikan adalah cara pemberian tongkat pada teman di depan harus benar-benar tepat dan tongkat tidak boleh jatuh ke lintasan. Apabila ini sudah baik maka dapat dilanjutkan dengan cara berlari.
4) Dalam latihan lari estafet 4 u 25 meter diperlukan putaran lari 400 meter agar setiap orang merasakan bagaimana cara lari di lintasan lurus sehingga dalam melakukan lari estafet yang sebenarnya sudah terbiasa.
b. Latihan teknik lari sambung jarak 4 u 100 meter
Selain latihan dengan jarak 4 u 25 meter, latihan dengan jarak 4 x 100 meter juga dapat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan lari estafet. Adapun latihan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Latihan lari sambung jarak 4 u 100 meter tidak memerlukan timing seperti estafet jarak pendek, waktu yang hilang saat pergantian tongkat harus dibatasi. Untuk itu, pelari pertama harus mulai start sebelum pelari yang berikutnya mencapai tempatnya. Hal ini dilakukan dalam rangka start yang baik dan tetap menjaga langkah lari yang baik (racing phase).
2) Pelari yang pertama boleh mengambil dengan letak kaki yang sama ke depan seperti pada start lari (sprint) dan bahkan boleh menopang dirinya atas satu tangan dalam sikap start jongkok.