• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Dasar Pencak Silat

Dalam dokumen Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Halaman 79-90)

Pencak SilatBab

A. Pencak Silat

2. Teknik Dasar Pencak Silat

Latihan pencak silat didasari dengan latihan seperti ini.

a. Pembentukan Sikap

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap pada seorang pesilat adalah sikap berdiri tegak, sikap jongkok, duduk, berbaring, sikap khusus, sikap pasang, dan kuda-kuda.

1) Sikap berdiri tegak

Sikap berdiri tegak, tumpuan pada kaki rapat lurus. Sementara itu, lengan di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.

Adapun sikap tegak terdiri dari beberapa cara, di antaranya sebagai berikut.

a) Sikap tegak satu; kedua lengan lurus di samping badan. b) Sikap tegak dua; kedua lengan mengepal di pinggang.

c) Sikap tegak tiga; kedua lengan mengepal di depan, rapat dengan dada.

Gambar 4.1 Sikap berdiri tegak

2) Sikap jongkok

Sikap jongkok dalam latihan beladiri pencak silat dapat dibedakan menjadi sikap jongkok dan sikap jengkeng. Tujuan sikap jongkok dan jengkeng adalah untuk permainan bawah.

Gambar 4.2 Sikap jongkok 3) Sikap duduk

Sikap duduk terdiri dari sikap duduk biasa dan sikap khusus. Tujuannya sebagai dasar permainan bawah. Sikap duduk ini terdiri dari sikap duduk sila, sikap duduk simpuh, dan sikap duduk sempek.

Sumber: Dokumen penerbit

Gambar 4.3 Sikap duduk 4) Sikap berbaring

Sikap berbaring dalam pencak silat terdiri dari sikap berbaring telentang, sikap berbaring miring, dan sikap berbaring telungkup.

Gambar 4.4 Sikap berbaring 5) Sikap khusus

Sikap khusus terdiri dari sikap khusus merangkak, sikap khusus mengorak, sikap khusus pancar telentang, dan sikap khusus pancar bawah.

Sumber: Dokumen penerbit

Gambar 4.5 Sikap khusus 6) Sikap pasang

Sikap pasang merupakan sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang dilakukan pada awal dan akhir gerakan. Sikap pasang terdiri dari sikap pasang atas, sikap pasang pertengahan, dan sikap pasang bawah.

Sumber: Dokumen penerbit

Gambar 4.6 Sikap pasang 7) Sikap kuda-kuda

Sikap kuda-kuda merupakan posisi tumpuan tertentu sebagai dasar untuk melakukan sikap dan gerakan serangan bola.

Sikap kuda-kuda terdiri dari sikap kuda-kuda depan, sikap kuda- kuda belakang, sikap kuda-kuda tengah, sikap kuda-kuda samping, serta sikap kuda-kuda silang depan dan silang belakang.

Gambar 4.7 Sikap kuda-kuda

Sumber: Dokumen penerbit

b. Pembentukan Gerak

Dalam pencak silat, pembentukan gerak meliputi unsur-unsur arah, cara kaki melangkah, langkah dan posisi, serta bentuk/pola langkah. 1) Arah

Arah dalam bela diri pencak silat terdiri dari belakang, serong kiri, samping kiri, serong kiri depan, depan, serong kanan depan, samping kanan, dan serong kanan belakang.

2) Langkah dan posisi

Langkah dan posisi dalam bela diri pencak silat merupakan pengubahan tumpuan dari satu tempat ke tempat yang lain dengan melakukan gerakan langkah segaris, langkah tegak lurus, dan langkah segaris.

Gambar 4.8 Langkah segaris, langkah tegak lurus, langkah serong 3) Bentuk pola langkah

Bentuk pola langkah terdiri dari bentuk lurus; bentuk gergaji, ladam (huruf U) tunggal dan rangkap; segi tiga (tunggal dan rangkap); segi empat (lurus dan potong); dan hurus (S)

a) Langkah lurus

b) Langkah zigzag atau gergaji

Keterangan: 0 1 2 3 4 5 6 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Dokumen penerbit

Keterangan: 0 titik awal

langkah kaki kiri langkah kaki kanan

c) Langkah ladam (U) tunggal dan rangkap

d) Langkah segitiga tunggal dan rangkap

e) Segi empat dan potong

3 4 2 1 5 8 7 4 5 6 0 1 7 2 3 6 3 3 1 2 7 0 8 0 2 7 0 1 5 6 Rangkap Tunggal 4 3 7 8 1 2 6 5 4 1 2 7 80 6 Putar Putar badan Putar badan Putar

c. Teknik Dasar Pukulan

Pukulan merupakan bentuk serangan dengan menggunakan tangan.

Pukulan di antaranya terdiri dari pukulan atau sorongan depan; pukulan ke arah samping; pukulan ke arah bawah; dan pukulan ke arah atas.

1) Pukulan depan

Pukulan ke arah depan dapat dilakukan dengan cara tinju, totok, dan sodok.

Gambar 4.9 Pukulan depan 2) Pukulan ke samping

Pukulan ke samping terdiri dari pedang dan bandul.

Gambar 4.10 Pukulan samping Sumber: Dokumen penerbit

4) Serangan/pukulan atas

Berikut ini merupakan gambar gerakan/pukulan atas.

Gambar 4.12 Pukulan atas 3) Serangan/pukulan bawah

Berikut ini merupakan gambar gerakan serangan/pukulan bawah.

Gambar 4.11 Pukulan bawah Sumber: Dokumen penerbit

d. Serangan siku

Serangan siku terdiri dari serangan siku ke arah depan, samping, belakang, serong, atas, dan bawah.

Gambar 4.14 Serangan siku

e. Teknik Elakan

Elakan merupakan suatu pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat tumpuan atau kembali ke tempat semula.

1) Elakan

Elakan terdiri atas mengelakkan diri dari serangan lurus depan dan samping; gerakan dimulai dari sikap kuda-kuda depan memindahkan berat badan ke belakang; sikap tubuh dan tangan selalu waspada.

a) Elakan belakang berputar

– Cara mengelakkan diri dari tangan lurus depan samping. – Gerakan dimulai dari sikap kuda-kuda depan

memindahkan berat badan ke belakang disertai sikap tubuh dan tangan selalu waspada.

b) Elakan bawah

Cara melakukan elakan bawah adalah sebagai berikut.

– Mengelakkan diri dari serangan pada bagian tubuh bagian atas.

– Rendahkan diri dengan cara menekuk lutut, tanpa memindahkan tumpuan kaki.

– Sikap tubuh dan sikap tangan selalu waspada. c) Elakan atas

Cara melakukan elakan atas adalah sebagai berikut.

Mengelakkan diri dari serangan pada badan bagian bawah dengan cara mengangkat kedua kaki, posisi tungkai ditekuk, sikap tubuh dan tangan selalu waspada, diakhiri dengan mendarat dengan kaki silang disusul dengan kedua kaki.

d) Elakan samping

Cara melakukan elakan samping, yaitu mengelakkan diri dari serangan lurus depan dan atas, dari sikap kangkang memindahkan badan ke samping dengan mengubah sikap tungkai/kuda-kuda, sikap tubuh dan tangan selalu waspada.

Gambar 4.15 Salah satu teknik elakan samping 2) Tangkisan

Selain elakan yang perlu dipelajari dalam pencak silat, tangkisan pun perlu dipelajari karena tangkisan merupakan usaha pembelaan dengan kontak langsung terhadap serangan lawan. Kontak langsung mempunyai tujuan untuk membendung atau menahan serangan dan untuk mengalihkan serangan dari lintasan.

Sikap tangkisan selalu disertai dengan sikap kuda-kuda dan posisi tubuh dengan menggunakan tangkisan satu lengan; tangkisan dua lengan; tangkisan siku; tangkisan dengan kaki.

Untuk menghadapi serangan yang memiliki bentuk dan arah atau lintasan yang bervariasi, tangkisan mempunyai variasi, antara lain, posisi tinggi atau rendah; dengan tangan terbuka atau mengepal; arah ke dalam atau ke luar.

Unsur lain dalam tangkisan yaitu sikap tangan atau kaki, sikap kuda-kuda, dan sikap tubuh.

a) Tangkisan satu lengan

Tangkisan satu lengan terdiri atas tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan atas, dan tangkisan bawah.

b) Tangkisan dengan siku

Ada beberapa jenis tangkisan siku, antara lain, tangkisan siku dalam dan tangkisan siku luar.

c) Tangkisan dua lengan

Ada beberapa tangkisan dua lengan, antara lain sejajar dua tangan, belah tinggi dan rendah, silang tinggi dan rendah, serta buang samping.

3. Menerapkan Dasar- dasar Strategi dan Taktik dalam Bela

Dalam dokumen Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Halaman 79-90)