BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Presentase Ketersediaan Komponen Penawaran di Obyek Wisata
1. Atraksi
Atraksi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kedatangan
wisatawan pada suatu obyek wisata. Pada parameter atraksi ini diberi skor
10 apabila pada obyek wisata di Kabupaten Pati terdapat atraksi, karena
atraksi merupakan salah satu komponen penawaran pariwisata yang dapat
ditawarkan kepada pengunjung apabila datang ke suatu obyek wisata,
commit to user
dinikmati oleh pengunjung dan tidak ditemukan pada obyek wisata di
tempat lain serta memberikan nilai tambah tersendiri pada obyek wisata
tersebut. Atraksi -atraksi yang terdapat pada obyek wisata Kabupaten Pati
ini termasuk jenis Atraksi Budaya (Cultural Attractions) yang berupa
upacara-upacara tradisional dan biasanya diadakan pada waktu-waktu
tertentu.
2. Aksesbilitas
Aksebilitas merupakan komponen yang sangat penting dalam
pariwisata. Aksesbilitas juga merupakan daya jangkau dan kemudahan
yang diberikan kepada wisatawan selama melakukan perjalanan menuju
suatu daerah obyek wisata. Dengan tersediaannya sarana aksesbilitas yang
baik maka akan memberikan kenyamanan dan kepuasaan tersendiri bagi
para wisatawan yang datang pada suatu daerah obyek wisata.
Parameter aksesbilitas ini juga diberi skor 10, karena pada
parameter ini terdapat lima kriteria/ faktor penilaian maka masing-masing
faktor mempunyai skor 2. Faktor-faktor penilaian yang digunakan pada
parameter ini, yaitu: kondisi jalan, penunjuk arah (sign road), angkutan
kota, angkutan desa, dan ojek motor. Kondisi jalan dibagi menjadi dua
yaitu Cukup Baik (jalan cukup lebar, beraspal, agak bergelombang dan
sedikit beberapa ruas jalan yang rusak) dan Tidak Baik (hampir sebagian
jalan menuju obyek wisata rusak cukup parah, sempit, dan sebagian masih
commit to user
3. Amenitas
Amenitas/ sarana dan prasarana merupakan faktor yang diperlukan
dalam kegiatan wisata karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan
wisatawan. Tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap dapat
memberikan kepuasaan dan memberikan kemudahan bagi wisatawan
dalam memenuhi kebutuhannya selama mengunjungi obyek wisata apabila
mereka memerlukan segala sesuatunya yang dibutuhkan oleh pengunjung.
Pada parameter amenitas ini diberi skor 10, karena pada parameter
ini terdapat enam kriteria/ faktor penilaian makanya masing-masing faktor
mempunyai skor 1,66. Faktor-faktor penilaian yang digunakan pada
parameter ini, yaitu: warung makan, toko kelontong, MCK, jaringan
komunikasi Antena Based Transceiver Station Seluler (BTS), penerangan
pada obyek wisata dan penerangan jalan umum menuju obyek wisata.
4. Aktivitas
Aktivitas merupakan salah satu daya dukung komponen penawaran
yang menunjukkan kelengkapan dan ketersediaan secara baik. Pada
parameter ini aktivitas memiliki skor 10. Aktivitas wisata yang saat ini dapat
ditawarkan oleh obyek–obyek wisata di Kabupaten Pati sebagian besar
adalah menikmati pemandangan alam khususnya di obyek–obyek wisata
alam, seperti Gunung Rowo Indah, Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo,
commit to user
Pada obyek wisata lainnya seperti obyek wisata religi biasanya
pengunjung melakukan ziarah ke obyek wisata religi seperti Makam Syech
Jangkung dan lainnya namun demikian aktivitas tersebut tidak dapat
dijadikan kegiatan yang ditawarkan pada wisatawan/ pengunjung. Hal ini
dikarenakan aktivitas ini sangat berkaitan dengan kepercayaan di wilayah
tertentu.
Berikut ini adalah hasil dari penilaian kelengkapan komponen
penawaran pariwisata di obyek wisata Kabupaten Pati :
Tabel 4. 15. Skor Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata di Obyek Wisata Kabupaten Pati
No. Obyek Wisata Skor
1 Sendang Tirta Marta Sani 39,96
2 OW Religi Makam Syech Jangkung 39,96
3 Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo 37,96
4 OW Makam Syech KH.Ahmad Mutamakin 37,96
5 Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati 34,64
6 Gunung Rowo Indah 29,96
7 OW Religi Makam Sunan Prawoto 26,64
8 Gua Pancur 23,32
9 Pintu gerbang Majapahit 22,98
10 Gua Wareh 18,66
11 Kebun Kopi Jollong 18,66
12 Air Terjun Grinjingan Sewu 18,66
Sumber : Hasil Pengolahan Data
Dari hasil penelitian dan perhitungan penilaian kelengkapan
komponen penawaran pariwisata obyek wisata di Kabupaten Pati
menunjukkan bahwa nilai skor 39,96 ini merupakan skor paling tinggi dan
skor 18,66 merupakan skor yang paling rendah. Skor paling tinggi 39,96
memiliki ketersediaan komponen penawaran pariwisata yang paling lengkap
commit to user
PERSENTASE SKOR KELENGKAPAN KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA DI OBYEK WISATA
KAB. PATI Obyek Wisata Skor ≤ 35 67% Obyek Wisata Skor ≥ 35 33%
Obyek Wisata Skor ≤ 35 Obyek Wisata Skor ≥ 35
cukup bagus, penunjuk jalan, dan sarana transportasi), amenitas (tersedia
toko kelontong, warung makan, MCK, jaringan telekomunikasi (BTS),
penerangan pada obyek wisata dan jalan umum menuju obyek wisata) dan
aktivitas. Skor terendah 18,66 dalam penyediaan komponen penawaran
pariwisata masih banyak yang belum lengkap pada obyek wisata. Obyek
wisata di Kabupaten Pati yang mempunyai skor tertinggi 39,96 adalah OW
Sendang Tirta Marta Sani dan OW Religi Makam Syech Jangkung. Skor
terendah yaitu 18,66 adalah OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan
OW Air Terjun Grinjingan Sewu.
Gambar 4.9
Persentase Skor Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata di Obyek wisata Kabupaten Pati
commit to user
Pada hasil presentase penilaian kelengkapan komponen penawaran
pariwisata di obyek wisata Kabupaten Pati menunjukkan bahwa hanya 33%
atau 4 obyek wisata yang mempunyai skor di atas 35 yaitu adalah OW
Sendang Tirta Marta Sani, OW Religi Makam Syech Jangkung, OW Religi
Makam Syaikh Mutamakin, dan OW Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo,
obyek-obyek wisata ini dalam penyediaan komponen penawaran pariwisata
sudah lengkap. Sebesar 67% atau 8 obyek wisata lainnya mempunyai skor di
bawah 35 yaitu OW Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati, OW Gunung Rowo
Indah, OW Gua Pancur, OW Religi Makam Sunan Prawoto, OW Pintu
Gerbang Majapahit, OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan OW Air
Terjun Grinjingan Sewu, pada obyek-obyek wisata ini untuk penyediaan
89 34.64 22.98 37.96 18.66 23.32 18.66 18.66 29.96 26.64 39.96 39.96 37.96 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 4 4 4 16 17 18 20 20 24 27 30 36 Sendang Tirta Marta Sani Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati Pintu Gerbang Majapahit Gunung Rowo Indah OW Religi Makam Syech Jangkung Makam Syaikh KH. Ahmad Mutamakin Kebun Kopi Jollong
Gua Pancur Gua Wareh Air Terjun
Grinjingan Sewu OW Religi Makam Sunan Prowoto Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo
OBYEK WISATA DAN JARAK TEMPUH
S
K
O
R
Gambar 4.10
Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jarak Tempuh dari Pusat Kota Obyek Wisata Kabupaten Pati
90 39.96 22.98 34.64 18.66 23.32 37.96 29.96 26.64 39.96 18.66 37.96 18.66 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 472421 365512 24659 11225 9125 5251 2410 2052 925 625 410 305 Makam Syaikh KH Ahmad Mutamakin OW Religi Makam Syeh Jangkung Pintu Gerbang Majapahit OW Religi Makam Sunan Prawoto Gunung Rowo Indah Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati
Gua Wareh Gua Pancur Sendang
Tirta Marta Sani Air Terjun Grinjingan Sewu Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo Kebun Kopi Jollong
JUMLAH PENGUNJUNG TAHUN 2008
S
K
O
R
Gambar 4.11
Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jumlah Pengunjung Obyek Wisata Kabupaten Pati Tahun 2008
commit to user
Hasil dari penilaian ini juga dapat dilihat pada gambar 4.10 dan gambar
4.11. Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata Obyek Wisata di
Kabupaten Pati adalah sebagai berikut :
1. Obyek wisata Sendang Tirta Marta Sani
Obyek wisata ini merupakan salah satu yang memiliki skor/ nilai
tertinggi sebesar 39,96, dengan jarak tempuh ± 4 Km dari pusat kota dan
jumlah pengunjung pada tahun 2008 sebesar 925. Nilai kelengkapan Atraksi
adalah 10, pada obyek wisata ini terdapat atraksi/ upacara tradisional yaitu
Prosesi Sendang Sani yang biasanya diadakan setiap 1 tahun sekali.
Aksesbilitas pada obyek ini diberi skor 10 dimana obyek wisata ini memliki
kondisi jalan yang cukup baik, terdapat penunjuk arah (sign road), dan
terdapat sarana transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat
digunakan menuju obyek wisata ini. Sedangkan nilai Amenitas pada obyek ini
adalah 9,96 dengan tersedianya sarana umum seperti : toko kelontong, warung
makan, MCK, terdapat jaringan telekomunikasi (BTS), dan tersedianya
jaringan listrik (Penerangan Obyek Wisata dan Penerangan Jalan Umum), dan
nilai Aktivitas 10 dengan kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung adalah
sarana rekreasi anak-anak dan remaja (kolam renang, flying folks dan
pemancingan) .
Obyek wisata ini merupakan obyek wisata yang memiliki faktor
komponen penawaran yang lengkap dari atraksi, aksesbilitas, amenitas dan
aktivitas. Pada obyek wisata Sendang Sani ini juga menyediakan fasilitas
commit to user
pemancingan serta tempat makan dengan menu makanan dan minuman yang
cukup lengkap. Meskipun pada obyek wisata ini memilki fasilitas yang
lengkap, akan tetapi untuk penyewaan fasilitas-fasilitas tersebut relatif mahal
seperti biaya masuk kolam renang, serta harga makanan yang terdapat pada
obyek wisata ini juga relatif mahal. Oleh karena itu jumlah pengunjung yang
datang pada obyek wisata Sendang Tirta Marta Sani ini masih belum banyak.
2. Obyek wisata Petilasan Pesantenan Kadipaten Pati
Pada obyek wisata ini mempunyai skor/ nilai sebesar 34,64 dengan
jarak tempuh ± 4 Km dari pusat kota dan jumlah pengunjung pada tahun 2008
sebesar 5251. Nilai kelengkapan Atraksi adalah 10, pada obyek wisata ini juga
terdapat atraksi/ upacara tradisional yaitu Hari Jadi Kabupaten Pati yang
biasanya diadakan setiap 1 tahun sekali. Aksesbilitas pada obyek ini tidak
terdapat penunjuk arah (sign road) maka askesbilitas pada obyek ini
mempunyai nilai 8 dimana obyek ini memiliki kondisi jalan yang cukup baik,
dan terdapat sarana transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat
digunakan menuju obyek wisata ini. Beberapa faktor yang tidak tersedia
seperti toko kelontong dan warung makan maka nilai Amenitas pada obyek
ini adalah 6,64 dengan tersedianya sarana umum seperti : MCK, jaringan
telekomunikasi (BTS), dan tersedianya jaringan listrik (Penerangan Obyek
Wisata dan Penerangan Jalan Umum), dan nilai Aktivitas 10.
Pada obyek wisata ini mempunyai nilai kelengkapan dan ketersediaan
commit to user
dari pusat kota, faktor komponen penawaran pariwisata pada obyek wisata ini
yang masih belum lengkap seperti tidak tersedianya penunjuk jalan (sign
road), juga tidak tersedianya toko kelontong dan warung. Aktivitas yang
dilakukan pengunjung di obyek wisata tidak banyak, biasanya pengunjung
yang datang hanya untuk melihat obyek wisata ini yang dulunya merupakan
Kadipaten Pesantenan Pati. Meskipun tidak terlalu banyak daya tarik pada
obyek wisata ini, tetapi jumlah pengunjung yang datang relatif banyak.
Pengunjung yang datang ke obyek wisata ini juga tidak dikenakan biaya
masuk dan yang menambah daya tarik pada obyek wisata ini terdapat atraksi
yang diadakan setiap satu tahun sekali, sehingga menambah jumlah
pengunjung yang datang
3. Obyek wisata Pintu Gerbang Majapahit
Pada obyek wisata ini mempunyai skor/ nilai sebesar 22,98 dengan
jarak tempuh ± 4 Km dari pusat kota dan jumlah pengunjung pada tahun 2008
sebesar 24.659. Nilai kelengkapan Atraksi adalah 0, pada obyek wisata ini
tidak terdapat atraksi/ upacara tradisional. Aksesbilitas pada obyek ini juga
tidak terdapat penunjuk arah (sign road) maka askesbilitas pada obyek ini
mempunyai nilai 8 dengan kondisi jalan yang cukup baik, dan terdapat sarana
transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat digunakan menuju obyek
wisata ini. Pada obyek wisata ini ada beberapa faktor komponen penawaran
yang tidak tersedia seperti toko kelontong, warung makan dan MCK maka
commit to user
telekomunikasi (BTS), dan tersedianya jaringan listrik (Penerangan Obyek
Wisata dan Penerangan Jalan Umum), dan nilai Aktivitas 10, kegiatan yang
dilakukan pengunjung hanya melihat obyek wisata ini yang merupakan benda
peningglan sejarah berupa sebuah pintu.
Pada obyek wisata ini mempunyai nilai kelengkapan komponen
penawaran pariwisata yang tidak terlalu tinggi, karena tidak tersedianya faktor
komponen penawaran seperti atraksi, penunjuk arah, toko kelontong, warung
makan dan MCK. Jumlah pengunjung yang datang ke obyek wisata ini relatif
mungkin dikarenakan obyek wisata ini merupakan peninggalan sejarah dan
letaknya yang dekat dengan pusat kota, serta memiliki kondisi jalan yang
cukup bagus karena itu mempunyai jumlah pengunjung yang relatif banyak.
4. Obyek wisata Gunung Rowo Indah
Pada obyek wisata ini mempunyai skor/ nilai sebesar 29,96 dengan
jarak tempuh ± 16 Km dari pusat kota dan jumlah pengunjung pada tahun
2008 sebesar 9.322. Nilai kelengkapan Atraksi adalah 0, karena pada obyek
wisata ini tidak terdapat atraksi/ upacara tradisional. Aksesbilitas pada obyek
ini mempunyai nilai 10 dengan terdapatnya penunjuk arah (sign road), kondisi
jalan yang cukup baik, dan terdapat sarana transportasi (AngKot, AngDes dan
Ojek) yang dapat digunakan menuju obyek wisata ini. Pada obyek wisata ini
mempunyai nilai Amenitas sebesar 9,96 dengan tersedianya sarana seperti
toko kelontong, warung makan, MCK, jaringan telekomunikasi (BTS), dan
commit to user
Umum), dan nilai Aktivitas 10, kegiatan yang dilakukan pengunjung adalah
menikmati pemandangan alam yang tedapat pada obyek wisata Gunung Rowo
Indah ini, berkeliling waduk menggunakan perahu ataupun memanfaatkan
akses jalan lingkar yang ada juga dapat duduk santai di taman rekreasi yang
tempatnya terletak lebih tinggi dari danau, sehingga dapat melihat
pemandangan Gunung Rowo Indah secara keseluruhan.
Obyek wisata ini termasuk obyek wisata yang mempunyai komponen
penawaran lengkap dari faktor aksesebilitas, amenitas dan aktivitas, akan
tetapi pada obyek wisata ini tidak terdapat atraksi yang merupakan komponen
penting dalam pariwisata. Terdapatnya atraksi akan menambah daya tarik
obyek wisata tersebut, dapat memberikan kepuasaan tersendiri bagi
pengunjung yang datang serta dapat meningkatkan minat pengunjung untuk
datang ke obyek wisata ini.
5. Obyek wisata Religi Makam Syech Jangkung
Pada obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata juga
mempunyai skor/ nilai tertinggi sebesar 39,96 dengan jarak tempuh ± 17 Km
dari pusat kota dan jumlah pengunjung yang tinggi pada tahun 2008 sebesar
365.512. Nilai kelengkapan Atraksi adalah 10, pada obyek wisata ini terdapat
atraksi/ upacara tradisional (Khoul Syech Jangkung) yang biasanya diadakan
setiap 1 tahun sekali. Aksesbilitas pada obyek ini diberi skor 10 dimana obyek
wisata ini memliki kondisi jalan yang cukup baik, terdapat penunjuk arah
commit to user
yang dapat digunakan menuju obyek wisata ini. Sedangkan nilai Amenitas
pada obyek ini adalah 9,96 dengan tersedianya sarana umum seperti : toko
kelontong, warung makan, MCK, terdapat jaringan telekomunikasi (BTS), dan
tersedianya jaringan listrik (Penerangan Obyek Wisata dan Penerangan Jalan
Umum), dan nilai Aktivitas 10 dengan kegiatan yang dapat dilakukan
pengunjung adalah ziarah/ berdoa yang dipercaya oleh masyarakat akan
mendapat berkah dan keselamatan.
Obyek wisata ini juga memiliki nilai kelengkapan komponen
penawaran pariwisata yang tinggi, dimana semua faktor komponen penawaran
pada obyek wisata ini tersedia dengan baik dari adanya atraksi, faktor
aksesbilitas dan amenitas yang lengkap serta adanya aktivitas pada obyek
wisata ini. Pada obyek wisata religi ini juga mempunyai jumlah pengunjung
yang tinggi. Obyek wisata ini adalah obyek wisata religi yang termasuk jenis
wisata bermotifkan spiritual (spiritual tourism) dimana pengunjung yang
datang pada obyek wisata ini adalah untuk berziarah. Meskipun obyek wisata
ini tidak dapat ditawarkan pada pengunjung karena sangat berkaitan dengan
kepercayaan pada wilayah tertentu. Akan tetapi hal tersebut merupakan bentuk
kehidupan masyarakat tradisional/ kebiasaan-kebiasaan yang mentradisi yang
tidak dapat diganti dengan nilai-nilai budaya baru dalam waktu singkat.
6. Obyek wisata Religi Makam Syaikh Mutamakin
Pada obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang
commit to user
dari pusat kota dan memiliki jumlah pengunjung yang paling tinggi pada
tahun 2008 sebesar 472.421. Nilai kelengkapan Atraksi pada obyek wisata ini
adalah 10, karena pada obyek wisata ini terdapat atraksi/ upacara tradisional
(Khoul Syaikh Ahmad K. H Mutamakin) yang biasanya diadakan setiap 1
tahun sekali. Karena aksesbilitas pada obyek wisata ini tidak terdapat
penunjuk arah (sign road), maka pada obyek ini mempunyai nilai 8, dengan
kondisi jalan yang cukup baik, dan terdapat sarana transportasi (AngKot,
AngDes dan Ojek) yang dapat digunakan menuju obyek wisata ini. Sedangkan
nilai Amenitas pada obyek ini adalah 9,96 dengan tersedianya sarana umum
seperti : toko kelontong, warung makan, MCK, terdapat jaringan
telekomunikasi (BTS), dan tersedianya jaringan listrik (Penerangan Obyek
Wisata dan Penerangan Jalan Umum), dan nilai Aktivitas 10 dengan kegiatan
yang dapat dilakukan pengunjung adalah ziarah/ berdoa yang dipercaya oleh
masyarakat akan mendapat berkah dan keselamatan.
Apabila dilihat dari kelengkapan komponen penawaran pariwisata,
obyek wisata ini juga tersedia dengan baik hampir sama pada obyek wisata
religi Syech Jangkung. Tetapi obyek wisata ini pada faktor aksesbilitasnya
tidak lengkap yaitu dengan tidak adanya penunjuk arah (sign road) menuju
obyek wisata. Untuk kelengkapan faktor lainnya seperti atraksi, amenitas dan
aktivitas sudah lengkap. Meskipun pada obyek wisata ini tidak terdapat
penunjuk arah (sign road) akan tetapi obyek wisata religi ini memiliki jumlah
pengunjung yang paling tinggi. Sama halnya dengan obyek wisata Syech
commit to user
berkaitan dengan kepercayaan pada wilayah tertentu. Akan tetapi berziarah
merupakan bentuk kehidupan masyarakat tradisional/ kebiasaan-kebiasaan
yang mentradisi.
7. Obyek wisata Kebun Kopi Jollong
Pada obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang
mempunyai skor/ nilai sebesar 18,66 dengan jarak tempuh ± 20 Km dari pusat
kota dan memiliki jumlah pengunjung pada tahun 2008 sebesar 305. Nilai
kelengkapan Atraksi pada obyek wisata ini adalah 0, karena pada obyek
wisata ini tidak terdapat atraksi. Aksesbilitas pada obyek wisata ini tidak
tersedia penunjuk arah (sign road), dan kondisi jalan menuju obyek wisata
tidak baik maka pada obyek ini mempunyai nilai 7, dengan tersediannya
sarana transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat digunakan menuju
obyek wisata ini. Pada obyek wisata ini juga tidak tersedia sarana umum
lainnya seperti toko kelontong, warung makan, MCK, dan tidak tersedianya
jaringan listrik (Penerangan Obyek Wisata dan Penerangan Jalan Umum)
maka untuk nilai Amenitas pada obyek ini hanya 1,66 karena pada obyek
wisata ini hanya tersedia jaringan telekomunikasi (BTS), dan nilai Aktivitas
adalah 10 dengan kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung adalah
menikmati panorama alam yang indah dan berhawa sejuk.
Pada obyek wisata ini memiliki kelengkapan komponen dan jumlah
pengunjung yang rendah. Jumlah Kelengkapan dan ketersediaan komponen
commit to user
transportasi, dan amenitasnya hanya tersedia jaringan telekomunikasi (BTS).
Oleh sebab itu jumlah pengunjung yang datang pada obyek wisata ini juga
rendah selain karena faktor komponen penawaran yang minim, dengan kondisi
jalan yang tidak baik dan letak obyek wisata yang jauh dari pusat kota
sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu obyek wisata ini yang
menyebabkan jumlah pengunjungnya sedikit.
8. Obyek wisata Gua Pancur
Pada obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang
mempunyai skor/ nilai sebesar 23,32 dengan jarak tempuh ± 20 Km dari pusat
kota dan memiliki jumlah pengunjung pada tahun 2008 sebesar 2052.
Aksesbilitas pada obyek ini mempunyai skor 10 dimana obyek wisata ini
memliki kondisi jalan yang cukup baik, terdapat penunjuk arah (sign road),
dan terdapat sarana transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat
digunakan menuju obyek wisata ini. Pada obyek wisata ini tidak tersedia toko
kelontong, MCK, dan tidak tersedianya jaringan listrik (Penerangan Obyek
Wisata dan Penerangan Jalan Umum) maka untuk nilai Amenitas pada obyek
ini adalah 3,32 karena pada obyek wisata ini hanya tersedianya warung makan
dan jaringan telekomunikasi (BTS), dan untuk nilai Aktivitas adalah 10
dengan kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung adalah menikmati
pemandangan alam.
Obyek wisata ini pada kelengkapan komponen penawarannya dari
commit to user
cukup baik, serta tersedia sarana transportasi meskipun jaraknya termasuk
jauh dari pusat kota. Amenitas yang tidak tedapat pada obyek wisata ini
seperti toko kelontong dan MCK. Masyarakat sekitar obyek wisata ini masih
ada yang kurang bertanggung jawab dan peduli dengan adanya obyek wisata
sehingga sarana yang tersedia pada obyek wisata ini sering dirusak atau dicuri.
Hal tersebut sangat mempengaruhi minat pengunjung yang datang ke obyek
wisata ini.
9. Obyek wisata Gua Wareh
Pada obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang
mempunyai skor/ nilai sebesar 18,66 dengan jarak tempuh ± 24 Km dari pusat
kota dan memiliki jumlah pengunjung pada tahun 2008 sebesar 2410. Nilai
kelengkapan Atraksi pada obyek wisata ini adalah 0, karena pada obyek
wisata ini tidak terdapat atraksi. Aksesbilitas pada obyek wisata ini kondisi
jalan menuju obyek wisata tidak baik serta tidak terdapat penunjuk arah (sign
road), maka pada obyek ini mempunyai nilai 7 dengan tersediannya sarana
transportasi (AngKot, AngDes dan Ojek) yang dapat digunakan menuju obyek
wisata ini. Pada obyek wisata ini tidak tersedia sarana umum lainnya seperti
toko kelontong, warung makan, MCK, dan juga tidak tersedianya jaringan
listrik (Penerangan Obyek Wisata dan Penerangan Jalan Umum) maka untuk
nilai Amenitas pada obyek ini hanya 1,66 karena pada obyek wisata ini hanya
commit to user
kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung adalah menikmati pemandangan
alam.
Pada obyek wisata ini untuk kelengkapan komponen penawaran juga
mempunyai nilai paling rendah. Dari faktor aksesbilitasnya pada obyek wisata
ini hanya tersedia sarana transportasi, dan untuk faktor amenitasnya juga