• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA DI KABUPATEN PATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA DI KABUPATEN PATI"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA

DI KABUPATEN PATI

Skripsi

Diajukan Untuk melengakapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat

Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas

Sebelas Maret Surakarta

Oleh:

Nurul Afifah Hardiyansyah

F1106041

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul:

ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA

DI KABUPATEN PATI

Surakarta, 22 Desember 2010

Disetujui dan diterima oleh

Pembimbing

(3)

commit to user

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan diterima dengan baik oleh tim penguji skripsi Fakultas

Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta guna melengkapu tugas-tugas dan

memenuhi syarat-ayarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan

Ekonomi Pembangunan.

Surakarta, Januari 2011

Tim Penguji Skripsi

1. Drs. Mugi Raharjo, M.Si. Sebagai Ketua NIP. 19491227 198203 1 002

2. Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si. Sebagai Pembimbing NIP. 19670523 199403 1 002

3. Suryanto, S.E, M.Si. Sebagai Anggota ) NIP. 19750122 200812 1 002

(4)

commit to user

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

(Kepada mereka dikatakan):

“Salam”

Sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang

(QS Yaasiin: 58).

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

1.

Allah SWT Yang Maha Penyayang

2.

Keluargaku tercinta

(5)

commit to user

K ATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur Alhamdulillah ditujukkan bagi Allah SWT, Tuhan semesta

alam yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah-Nya. Tak lupa pula

sholawat dan salam penulis tujukan kepada Nabi Besar Rosullah Muhammad

SAW yang telah berjuang mambawa umat manusia kepada fitrah yang benar dan

jalan yang lurus, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul:

”ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA DI

KABUPATEN PATI”.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang haris dipenuhi

untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi

Pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulis menyadari bahwa selama proses penulisan skripsi ini penulis

banyak mendapatkan bantuan tenaga, materi, informasi, waktu. Maupun dorongan

yang tidak terhingga dari berbagai pihak. Tiada yang dapat melukiskan

kebahagian penulis selain rasa syukur yang mendalam. Karena itu dengan

ketulusan dan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak

terhingga kepada :

(6)

commit to user

1. Drs. BRM. Bambang Irawan. Msi, selaku pembimbing akademik dan

pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu dan tenaganya dalam

memberikan bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada penulis untuk

segera menyelesaikan skripsi ini.

2. Prof. Dr. Bambang Sutopo, Mcom, Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta yang secara langsung maupun tidak

langsung telah banyak membantu penulis selama menuntut ilmu di Fakultas

Ekonomi UNS.

3. Drs. Kresno Saroso Pribadi, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ekonomi yang secara

langsung maupun tidak langsung telah banyak membantu penulis selama

menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi UNS.

4. Izza Mafruhah, SE, Msi selaku sekertaris jurusan yang secara langsung

maupun tidak langsung telah banyak membantu penulis selama menuntut ilmu

di Fakultas Ekonomi UNS.

5. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Surakarta beserta seluruh staff dan karyawan yang telah memberikan

bimbingan, arahan, dan pelayanan kepada penulis.

6. Bapak-bapak dan Ibu-ibu di Dinas Pariwisata Kabupaten Pati yang telah

banyak membantu dalam pencarian data sehingga skripsi ini dapat selesai

dengan baik.

7. Ayah dan Ibu tercinta yang senantiasa selalu mendoakan, memberi dorongan

(7)

commit to user

8. Kakak dan adikku tersayang (Taufiq dan Yusi) semoga kita selalu akrab dan

saling memberi dukungan.

9. Mas Hari yang selalu memberi motivasi dan perhatian. Ayo lebih

semangat...^_^..

10.Teman-teman baikku jurusan Ekonomi Pembangunan 2006 sangat

menyenangkan bisa belajar bersama kalian..n_n..

11.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu baik secara langsung

maupun tidak atas bantuannya kepada penulis hingga terselesaikannya

penelitian ini.

Penulis menyadari dengan sedalam-dalamnya bahwa skripsi ini masih

sangat sederhana dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu apabila ada kritik dan

saran yang sifatnya membangun demi lebih sempurnanya skripsi ini, senantiasa

dapat penulis terima. Semoga skripsi ini dapat menjadi karya kecil yang dapat

berguna bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Surakarta, 23 Desember 2010

Penulis

(8)

commit to user

5. Kajian Ekonomi – Kepariwisataan a. Aspek Penawaran Pariwisata ... 18

b. Aspek Permintaan Pariwisata ... 27

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata ... 29

d. Motivasi Berwisata ... 30

(9)

commit to user

6. Dampak Pengembangan Kepariwisataan

a. Dampak Positif ... 33

b. Dampak Negatif ... 34

c. Dampak terhadap Sosial-Budaya ... 35

d. Dampak terhadap Lingkungan ... 36

B. Pertanyaan Penelitian ... 37

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 38

2. Penilaian Kelengkapan dan Ketersediaan Komponen Penawaran Pariwisata (4A) ... 43

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Pati 1. Aspek Geografis ... 45

2. Accessibility (Aksesbilitas) ... 63

3. Amenity (Amenitas) ... 67

4. Activities (Aktivitas) ... 74

C. Presentase Ketersediaan Komponen Penawaran di Obyek Wisata Kabupaten Pati 1. Atraksi ... 75

2. Aksesbilitas ... 76

3. Amenitas ... 80

(10)

commit to user

D. Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pada Tiap-tiap Obyek Wisata di Kabupaten Pati

1. Atraksi ... 83

2. Aksesbilitas ... 84

3. Amenitas ... 85

4. Aktivitas ... 85

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 105

B. Saran ... 109

DAFTAR PUSTAKA ... 115

(11)

commit to user

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1 Perkembangan Wisatawan Nasional (Wisnas) Tahun 2004-2008 ... 3 1.2 Distribusi Presentase Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan Menurut

Lapangan Usaha di Kabupaten Pati Tahun 2005-2008 ... 4

1.3 Jumlah Wisatawan Obyek Wisata di Kabupaten Pati Tahun 2008... 6 1.4 Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Jawa Tengah

Tahun 2004-2008 ... 6 4.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Pati Tahun 2001

2008 (dalam orang) ... 46

4.2 Banyaknya Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha

di Kabupaten Pati Tahun 2008 ... 47

4.3 Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan

Usaha di Kabupaten Pati Tahun 2005-2008 (Jutaan Rupiah) ... 48

4.4 Upacara-upacara Tradisional/ Atraksi-atraksi yang ada di Kabupaten Pati

dan Obyek Wisata ... 59

4.5 Atraksi-atraksi/ Upacara Tradisional yang diadakan pada Obyek

Wisata ... 62

4.6 Jarak Tempuh dari Pusat Kota Menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati 63

4.7 Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 65

4.8 Penunjuk Arah (sign road) menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 66

4.9 Jenis Sarana Transportasi yang digunakan dari Pusat Kota sampai

pada Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 67

(12)

commit to user

4.10 Banyaknya Hotel di Kab. Pati Dirinci Menurut Klasifikasi Hotel,

Kamar, Tempat Tidur, dan Alamat Hotel Tahun 2007 ... 68

4.11 Penyediaan Fasilitas Umum (Warung, Toko kelontong, dll) di Obyek

Wisata Kabupaten Pati ... 69

4.12 Penyediaan Sarana Jaringan Telekomunikasi di Obyek wisata

Kabupaten Pati ... 70

4.13 Penyediaan Sarana Jaringan Listrik di Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 71

4.14 Skor Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata Obyek

(13)

commit to user

DAFTAR DIAGRAM

Diagram Halaman

3.1 Interaktif Model Of Analysis ... 42

4.1 Presentase Atraksi atau Upacara Tradisional di Obyek Wisata Kabupaten

Pati ... 75

4.2 Presentase Jarak Tempuh Dari Pusat Kota ke Obyek Wisata Kabupaten

Pati ... 76

4.3 Presentase Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 77

4.4 Presentase Penunjuk Arah (sign road) Menuju Obyek Wisata Kabupaten

Pati ... 78

4.5 Presentase Jenis Transportasi Yang digunakan Menuju Obyek Wisata

Kabupaten Pati ... 79

4.6 Presentase Fasilitas Umum di Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 80

4.7 Presentase Jaringan Komunikasi di Kawasan Obyek Wisata Kabupaten

Pati ... 81

4.8 Presentase Jaringan Listrik (Penerangan) Obyek Wisata Kabupaten Pati 82

4.9 Prensentase Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata di

Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 87

4.10 Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jarak

Tempuh Obyek Wisata Kabupaten Pati dari Pusat Kota ... 89

4.11 Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jumlah

Pengunjung Obyek Wisata Kabupaten Pati Tahun 2008 ... 90

(14)

commit to user

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah profil/ gambaran umum kepariwisataan di Kabupaten Pati dilihat dari komponen penawaran pariwisata. Analisis data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.

Dari hasil kesimpulan dapat disimpulkan bahwa : penilaian kelengkapan komponen penawaran pariwisata dari 12 obyek wisata di Kabupaten Pati hanya 33% atau 4 obyek wisata yang mempunyai skor di atas 35, sedangkan 67% atau 8 obyek wisata yang lainnya mempunyai skor di bawah 35. Skor 39,96 merupakan nilai skor paling tinggi yang memiliki ketersediaan komponen penawaran yang paling lengkap dari atraksi, aksesbilitas (tersedia kondisi jalan yang cukup bagus, tersedia penunjuk jalan, dan sarana transportasi), amenitas (tersedia toko kelontong, warung makan, MCK, jaringan telekomunikasi (BTS), serta tersedia penerangan pada obyek wisata dan jalan umum menuju obyek wisata) dan aktivitas, sedangkan skor 18,66 merupakan nilai yang paling rendah. Obyek wisata di Kabupaten Pati yang mempunyai skor tertinggi 39,96 adalah OW Sendang Tirta Marta Sani dan OW Religi Makam Syech Jangkung. Skor terendah yaitu 18,66 adalah OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan OW Air Terjun Grinjingan Sewu.

Obyek wisata yang mempunyai skor di atas 35 adalah OW Sendang Tirta Marta Sani dan OW Religi Makam Syech Jangkung dengan skor 39,96, OW Religi Makam Syaikh Mutamakin dengan skor 37,96 dan OW Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo mempunyai yang skor sama dengan skor 37,96. Obyek wisata yang lainnya yang mempunyai skor di bawah 35 OW Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati dengan skor 34,64, OW Gunung Rowo Indah dengan skor 29,96, OW Religi Makam Sunan Prawoto dengan skor 26,64, OW Gua Pancur dengan skor 23,32, OW Pintu Gerbang Majapahit dengan skor 22,98, OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan OW Air Terjun Grinjingan Sewu mempunyai skor sama 18,66.

Kata kunci : Komponen Penawaran Pariwisata, Atraksi, Aksesbilitas, Amenitas,

(15)

commit to user

ABSTRACT

A DESCRIPTIVE ANALYSIS ON THE COMPONENT OF TOURISM

OFFERING IN PATI REGENCY

Nurul Afifah Hardiyansah F 1106041

The objective of research is to find out how the profile/general overview of tourism is in Pati Regency viewed from the component of tourism offering. The data analysis used for answering the problem of research was descriptive qualitative method.

From the result of research it can be concluded that: the assessment of tourism offering component completeness on 12 destinations in Pati Regency shows that there are only 33% or 4 destinations with higher than 35 score, while other 97% or 8 destinations with less then less than 25 score. Score 39.96 is the highest one with the most completed offering components consisting of attraction, accessibility (sufficiently good condition of road is available, the road sign is available and so is the transportation vehicle), amenity (sundry stores, food stall, toilet, telecommunication network (BTS), as well as lighting in the tourist object and the public road toward the tourist object) and activity, while score 18.66 is the lowest one. The tourist objects in Pati Regency with the highest score of 39.96 include Sendang Tirta Marta Sani and Syech Jangkung Grave Religious Tourist Object. The ones with the lowest score of 18.66 include Wareh Cave, Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall.

The tourist objects with score higher than 35 include Sendang Tirta Marta Sani and Syech Jangkung Grave Religious Tourist Object with score of 39.96, Syaikh Mutamakin Grave Religious Tourist Object with score of 37.96 and Banyutowo Fish Harbor Beach with score of 37.96. Other tourist objects with less than 35 score include Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati with score of 34.64 Rowo Indah Mountain with score of 29.96, Sunan Prawoto Grave Religious Tourist Object with score of 26.64, Gua Pancur with score of 23.32, Majapahit Gate with score of 22.98, Wareh Cave Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall with the equal score of 18.66.

(16)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pariwisata di Indonesia telah menjadi sektor strategis dalam sistem

perekonomian nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap

pendapatan negara. Sebagai sektor strategis nasional, pariwisata mempunyai

efek pengganda yang ditimbulkan dari aktifitas pariwisata baik yang sifatnya

langsung berupa penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata maupun dampak

tidak langsung berupa berkembangnya kegiatan ekonomi pendukung

pariwisata seperti penginapan, rumah makan, jasa penukaran uang dan

lain-lain. Kondisi ini dapat ditemui pada hampir semua daerah tujuan wisata yang

telah berkembang. Manfaat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata mampu

memberikan kontribusi yang besar terhadap sistem perekonomian daerah

tujuan wisata. Di samping itu pariwisata sebagai suatu sistem juga telah

berkembang menjadi suatu aktivitas industri yang mampu menggerakkan

sektor-sektor ekonomi daerah. Sektor pariwisata nasional dikembangkan tidak

hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi mempunyai tujuan luas

meliputi aspek sosial-budaya, politis dan hankamnas. Walaupun demikian

tujuan ekonomis sangat menonjol karena aspek non-ekonomis pembangunan

pariwisata sangat erat terkait dengan tujuan ekonominya.

Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata

(17)

commit to user

mengelola dan memperkenalkan suatu obyek wisata diperlukan agar

wisatawan maupun masyarakat mengetahui dan dapat menikmati obyek

pariwisata tersebut, kegiatan itu meliputi pembenahan sarana dan prasarana

obyek pariwisata. Baik prasarana maupun sarana kepariwisataan

sesungguhnya merupakan “tourism supply” yang perlu dipersiapkan atau

disediakan bila kita hendak mengembangkan suatu industri wisata.

Dalam kepariwisataan yang dimaksud “tourism supply” adalah

meliputi semua daerah tujuan yang ditawarkan kepada wisatawan. Ada empat

aspek (4A) yang harus diperhatikan dalam “tourism supply” atau penawaran

pariwisata yaitu semua bentuk daya tarik (Attraction), semua bentuk

kemudahan untuk memperlancar perjalanan (Accessibility), semua bentuk

fasilitas dan pelayanan (Amenity), dan aktivitas wisata (Activities) yang

tersedia pada suatu DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang dapat memuasakan

kebutuhan dan keinginan wisatawan selama mereka berkunjung di DTW

tersebut (PUSPARI UNS, 2006).

Pariwisata juga merupakan suatu sektor yang tidak jauh berbeda

dengan sektor ekonomi yang lain yaitu dalam proses perkembangannya juga

mempunyai dampak atau pengaruh di bidang sosial dan ekonomi. Pengaruh

yang ditimbulkan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif

terhadap kehidupan masyarakat setempat. Mencegah perubahan menuju ke

arah negatif diperlukan suatu perencanaan yang mencakup aspek sosial dan

ekonomi, sehingga sedapat mungkin masyarakat setempat ikut terlibat di

(18)

commit to user

untuk mendukung keberhasilan pengembangan daerah wisata yang

bersangkutan.

Kemajuan pariwisata tergantung dari permintaannya, dengan

perhitungan permintaan pariwisata akan membantu pariwisata untuk

berkembang semakin baik. Pada Tabel 1.1 perkembangan wisatawan nasional

dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang datang, lama wisatawan tinggal dan

pengeluaran selama tinggal. Pengeluaran selama tinggal inilah yang

memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada pedagang sekitar obyek

dan pendapatan bagi daerah. Semakin lama tinggal pengunjung yang datang

maka pengeluaran akan semakin banyak pula sehingga pendapatan pedagang

sekitar obyek wisata dan pendapatan daerah juga akan semakin besar.

Tabel 1.1. Perkembangan Wisatawan Nasional (Wisnas) Tahun 2004 – 2008

Sumber: BPS dan Kemenbudpar Indonesia.

Penelitian ini menetapkan lokasi di obyek wisata Kabupaten Pati, hal

ini dikarenakan obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Pati memiliki

potensi yang cukup bagus, dan tercatat pada Badan Pusat Statistik (BPS) Pati

ada 12 obyek wisata. Setiap obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Pati

(19)

commit to user

memiliki wisata alam dengan pemandangan alamnya yang indah dan udaranya

yang masih sejuk serta nuansa kedesaan yang masih alami yang dapat

dinikmati oleh pengunjung. Selain wisata alam, terdapat peninggalan sejarah,

dan juga beberapa makam keramat yang termasuk wisata religi (wisata

ziarah). Ziarah dalam klasifikasi wisata yang dikemukakan Soekadijo (1996)

dikelompokkan pada jenis wisata bermotifkan spiritual (spritual tourism).

Meskipun obyek wisata di Kabupaten Pati memiliki potensi yang cukup bagus

akan tetapi, dalam aspek pariwisata belum mempunyai kontribusi yang berarti

terhadap pendapat daerah. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.2 di bawah

ini.

Tabel 1.2 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha di

4. Listrik, Gas dan Air Minum 5. Bangunan/ Konstruksi

6. Perdagangan, Restoran & Hotel 7. Pengangkutan dan Komunikasi PDRB Kabupaten Pati 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka 2009

Distribusi persentase pada tabel 1.2 menunjukkan bahwa untuk

pertumbuhan sektor pariwisata yang dilihat dari sektor perdagangan, restoran

dan hotel mengalami penurunan dengan nilai 19,28% untuk tahun 2007 turun

(20)

commit to user

Wisatawan yang datang ke obyek wisata di Kabupaten Pati

kebanyakan adalah penduduk sekitar, namun ada juga yang berasal dari luar

daerah. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ) yang diperoleh tercantum pada

Tabel 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung tahun 2008 pada seluruh

obyek wisata di Kabupaten Pati adalah sebesar 895.127. Pada tahun 2008

obyek wisata yang mempunyai jumlah pengunjung terbanyak adalah obyek

wisata Religi (wisata ziarah) yaitu Makam syaikh Mutamakin sebesar

472.421. Meskipun jumlah pengunjung yang datang pada OW religi ini relatif

banyak akan tetapi, tidak dapat dijadikan kegiatan yang ditawarkan pada

wisatawan/ pengunjung dikarenakan aktivitas ini sangat berkaitan dengan

kepercayaan di wilayah tertentu.

Pada obyek wisata lainnya seperti Pintu Gerbang Majapahit yang

merupakan obyek wisata peninggalan sejarah yang memiliki jumlah

pengunjung paling banyak sebesar 24.659, sedangkan untuk obyek wisata

alam yang paling banyak pengunjungnya adalah obyek wisata alam Gunung

Rowo Indah sebesar 9.332. Meskipun jumlah wisatawan yang datang pada

obyek wisata di Kabupaten Pati relatif banyak dalam setahun, akan tetapi

belum mengalami perkembangan yang berarti. Di bawah ini dapat dilihat

jumlah pengunjung yang datang pada obyek wisata yang terdapat di

(21)

commit to user

Tabel 1.3. Jumlah Wisatawan Obyek Wisata Kabupaten Pati Tahun 2008

2 Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati 5.251

3 Pintu gerbang Majapahit 24.659

4 Gunung Rowo Indah 9.332

5 OW Religi Makam Syech Jangkung 365.512

6 OW Makam Syech KH.Ahmad Mutamakin 472.421

7 Kebun Kopi Jollong 305

8 Gua Pancur 2.052

9 Gua Wareh 2.410

10 Air Terjun Grinjingan Sewu 625

11 OW Religi Makam Sunan Prawoto 11.225

12 Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo 410

Jumlah 895.127

Sumber: Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka tahun 2009

Sebagai perbandingan berikut ini adalah jumlah wisatawan yang

berkunjung ke beberapa obyek wisata di Jawa Tengah tahun 2004-2008.

Tabel 1.4. Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Jawa Tengah Tahun 2004 – 2008

Tahun Wisatawan

Mancanegara

Wisatawan Nusantara

2004 299.903 17.157.776

2005 303.898 14.455.546

2006 290.217 15.023.901

2007 302.116 15.762.394

2008 302.977 16.253.107

Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka tahun 2009

Wisatawan mancanegara dan nusantara sesungguhnya tidak terlalu

penting dalam menumbuhkan perekonomian rakyat. Akan tetapi keduanya

mampu memberi kontribusi penting dalam menciptakan peluang dan

kesempatan berusaha bagi penduduk lokal, serta mendatangkan manfaat bagi

(22)

commit to user

Potensi yang dimiliki obyek wisata di Kabupaten Pati belum dikelola

secara optimal sehingga keberadaan aset wisata belum mendapat respon

positif wisatawan dalam bentuk kunjungan wisatanya. Salah satu tolok ukur

perkembangan pariwisata adalah pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan

karena dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang secara langsung

akan diikuti oleh perkembangan sarana dan prasarana pendukung pariwisata,

pembangunan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan bagi

wisatawan.

Kurangnya publikasi terhadap adanya obyek wisata yang ada di

Kabupaten Pati dan adanya tekanan krisis ekonomi juga menurunkan daya beli

dan kemampuan masyarakat melakukan perjalanan wisata. Di samping itu,

daya dukung lainnya yang masih relatif terbatas serta adanya penjarahan oleh

orang-orang yang tidak bertangung jawab juga mengakibatkan kurang

berkembangnya minat wisata di Kabupaten Pati. Hal itu juga mengakibatkan

pengunjung yang datang ke obyek wisata ini tidak terlalu banyak.

Keadaan tersebut apabila tidak segera mendapat perhatian dalam

pengelolaan dan pengembangannya maka dikhawatirkan potensi wisata ini

akan cenderung memudar karena menurunnya jumlah wisatawan yang pada

akhirnya akan sangat mempengaruhi dalam segi pengelolaannya seperti

berkurangnya atraksi wisata dan fasilitas yang terbatas sehingga diperlukan

usaha yang terarah untuk mengatasi segala kelemahan yang ada. Oleh sebab

itu perlu dilakukan melalui usaha pemasaran yang efektif dan efisien dengan

(23)

commit to user

amenitas, dan aktivitas (PUSPARI UNS, 2006) terhadap suatu tempat tujuan

wisata untuk meningkatkan dan menggairahkan daya tarik wisata di

Kabupaten Pati.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini mengambil

judul ”ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN

PARIWISATA DI KABUPATEN PATI”.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat permasalahan

sebagai berikut :

1. Bagaimanakah profil/ gambaran umum kepariwisataan di Kabupaten Pati

dilihat dari komponen penawaran pariwisata?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, penelitian

ini bertujuan:

1. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan atraksi pada

obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen penawaran

pariwisata.

2. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan aksesbilitas

pada obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen

(24)

commit to user

3. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan amenitas pada

obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen penawaran

pariwisata.

4. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan aktivitas

pengunjung pada obyek wisata di Kabupaten Pati.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi dalam

membuat suatu kebijakan yang tepat dan bahan pertimbangan untuk

meningkatkan pariwisata, khususnya di Kabupaten Pati di masa

mendatang.

2. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi peneliti selanjutnya dalam

(25)

commit to user

10

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori

Geografi pariwisata adalah geografi yang berkaitan erat dengan

pariwisata. Kegiatan pariwisata banyak melibatkan kegiatan, dimana semua

kegiatan ini disebut industri pariwisata, termasuk di dalamnya perhotelan,

atraksi, obyek wisata, hiburan, dan lain sebagainya. Segi geografi umum yang

perlu diketahui wisatawan adalah iklim, adat istiadat, keindahan alam, budaya,

dan perjalanan wisata. Dua segi tersebut di atas yaitu industri pariwisata dan

segi geografi umum menjadi kajian geografi pariwisata (Suwantoro, 2004:

23).

1. Definisi Pariwisata

Istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang

komponen-komponennya terdiri dari:

Ÿ Pari : berarti penuh, lengkap, berkeliling

Ÿ Wis (man) : berarti rumah, property, kampong, komunitas

Ÿ Ata : berarti pergi terus-menerus, mengembara

Yang apabila dirangkai menjadi satu kata melahirkan istilah

pariwisata, berarti pergi secara lengkap meninggalkan rumah (kampung)

(26)

commit to user

Pariwisata adalah suatu gejala sosial yang sangat komplek yang

menyangkut manusia dan memilki berbagai aspek yaitu aspek sosiologi,

psikologi, ekonomis, ekologis dan sebagainya dari aspek tersebut yang

mendapatkan perhatian paling besar dan merupakan aspek yang penting

adalah aspek ekonomi (Soekadijo, 2000: 25).

Menurut Dr Salah Wahab (1975) dalam bukunya yang berjudul

Tourism Management (Tourism International Press, London, 1975: 9)

pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat

pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan

pengahasilkan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif

lainya. Selanjutnya sebagai sektor yang kompleks, ia juga merealisasi

industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata.

Penginapan dan transportasi juga dipandang sebagai industri (Pendit,

2002: 32-33).

Pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali

atau berputar-putar satu tempat ke tempat lain. Perjalanan ini dilakukan

karena adanya daya tarik khusus dari tempat lain atau daerah wisata yang

dikunjungi (Yoeti, 1996: 112).

Dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah suatu kegiatan yang

merujuk pada pergerakan (perjalanan) seseorang yang dilakukan

sementara waktu dan diluar lingkungan kesehariannya dan juga hubungan

dan gejala yang menyeluruh yang muncul dari adanya perjalanan dan

(27)

commit to user

2. Wisatawan

Wisatawan adalah seseorang yang meninggalkan tempat

kediamannya untuk sementara waktu dengan alasan apa pun tanpa

memangku suatu jabatan atau pekerjaan di negara yang dikunjunginya

(Wahab dalam Yoeti, 2008: 114)

a. Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan suatu kegiatan

berpariwisata dengan tinggal sementara sekurang-kurangnya 24 jam

pada suatu daerah. Wiasatawan dibagi lagi menjadi:

Ÿ wisatawan asing, yakni wisatawan yang berasal dari luar

negeri atau dari suatu negara ke negara lain.

Ÿ wisatawan domestik, yakni wisatawan yang berasal dari satu

daerah ke daerah lain yang masih dalam administrasi

penduduk satu negara.

b. Pelancong adalah pengunjung sementara yang tinggal di suatu daerah/

negara yang dikunjungi dalam waktu kurang dari 24 jam.

3. Jenis Pariwisata

Adapun jenis pariwisata adalah sebagai berikut (Yoeti, 1985. 111) :

a. Menurut Letak Geografisnya Dimana Kegiatan Berkembang

1) Pariwisata Lokal (Local Tourism)

Pariwisata setempat yang mempunyai ruang lingkup relatif sempit

(28)

commit to user 2) Pariwisata Regional (Regional Tourism)

Kegiatan pariwisata yang berkembang di suatu tempat atau daerah

yang ruang lingkupnya lebih luas dari pariwisata lokal tetapi lebih

sempit dari pariwisata nasional.

3) Pariwisata Nasional (National Tourism)

Jenis pariwisata ini dibagi menjadi 2 yaitu:

Ÿ Pariwisata nasional dalam arti sempit yaitu kepariwisataan

yang berkembang dalam wilayah suatu negara dimana adalah

orang yang melakukan perjalanan wisata adalah warga negara

sendiri.

Ÿ Pariwisata nasional dalam arti luas yaitu kegiatan

kepariwisataan yang berkembang di suatu negara selain

kegiatan wisatawan domestik juga terhadap wisatawan asing.

4) Pariwisata Regional – Internasional (Regional – international

Tourism).

Kepariwisataan yang berkembang di suatu wilayah internasional

yang terbatas pada negara tertentu seperti pariwisata ASEAN.

5) Pariwisata Internasional (International Tourism)

Kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh negara.

b. Menurut Pengaruhnya Terhadap Neraca Pembayaran

1) Pariwisata Aktif (In Bound Tourism)

Pariwisata yang ditandai dengan gejala masuknya wisatawan asing

(29)

commit to user 2) Pariwisata Pasif (Out Bound Tourism)

Pariwisata yang ditandai dengan gejala keluarnya wisatawan keluar

negeri atau ke suatu negara asing yang dikunjungi.

c. Menurut Alasan Atau Tujuan Dari Perjalanan Wisata

1) Pariwisata Bisnis (Bussiness Tourism)

Jenis pariwisata dimana pengunjung datang untuk usaha dagang,

dinas, seminar, simposium dan lain-lain.

2) Vacation Tourism

Jenis pariwisata dimana pengunjung datang dengan tujuan berlibur,

cuti dan lain-lain.

3) Widya Wisata (Education Tourism)

Jenis pariwisata dimana pengunjung datang dengan tujuan untuk

melakukan studi atau mempelajari pengetahuan.

d. Menurut Waktu Berkunjung

1) Pariwisata Musiman (Seasional Tourism)

Jenis pariwisata dimana kegiatannya berlangsung waktu tertentu.

2) Occational Tourism

Pariwisata yang kegiatannya dihubungkan dengan acara tertentu.

e. Menurut Obyeknya

1) Pariwisata Budaya (Cultural Tourism)

Jenis pariwisata dimana motivasi untuk melakukan perjalanan

wisata disebabkan karena daya tarik seni budaya suatu tempat/

(30)

commit to user

2) Pariwisata Kesehatan (Recupererational Tourism)

Tujuan daripada orang-orang untuk melakukan perjalanan ini

adalah untuk menyembuhkan sesuatu penyakit, seperti mandi di

sumber air panas, mandi lumpur.

3) Pariwisata Komersial(Comersial Tourism)

Disebut sebagai pariwisata perdagangan, karena perjalanan wisata

ini dikaitkan dengan kegiatan perdagangan nasional/ Internasional

dimana sering diadakan kegiatan Expo, Fair, dan lain-lain.

4) Pariwisata Olahraga (Sport Tourism)

Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata

bertujuan untuk menyaksikan suatu prosesatau kegiatan olahraga.

5) Pariwisata Politik (Political Tourism)

Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata

dengan tujuan menyaksikan suatu peristiwa yang berhubungan

dengan kegiatan suatu negara.

6) Pariwisata Agama (Religion Tourism)

Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata

dengan tujuan untuk menyaksikan atau menjalankan kegiatan

(31)

commit to user

4. Industri Pariwisata

a. Pengertian Industri Pariwisata

Industri pariwisata adalah industri yang berupa seluruh

kegiatan pariwisata yang didalamnya terdapat industri perhotelan,

industri rumah makan, industri kerajinan atau cendera mata, industri

perjalanan dan sebagainya (Soekadijo, 2000: 29). Dengan kata lain

industri pariwisata adalah kumpulan dari berbagai perusahaan yang

secara bersama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh

para wisatawan selama dalam perjalanan wisata dan mempekerjakan

banyak orang dalam berbagai jenis pekerjaan.

Industri pariwisata adalah perusahaan jasa (service industry)

yang masing-masing bekerja sama menghasilkan produk (good and

service) yang dibutuhkan wisatawan selama dalam perjalanan wisata

yang dilakukannya pada suatu daerah tujuan wisata (Yoeti, 2008: 67).

Pengertian industri pariwisata merupakan batasan yang

mewakili semua perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata,

produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut serta

pelayanan yang diberikan oleh para wisatawan diharapkan dapat

memberikan kepuasaan terhadap para wisatawan yang sedang

berkunjung. Dengan tujuan ini kan terlihat tahap-tahap dimana para

wisatawan akan memerlukan layanan tertentu, pendekatan ini

beranggapan bahwa produk dari pariwisata adalah semua jasa yang

(32)

commit to user

kediamannya atau rumahnya sampai di tempat tuujuan hingga kembali

ke tempat asalnya atau rumahnya.

b. Produk Industri Pariwisata

Pengertian produk dalam ilmu ekonomi adalah sesuatu yang

dihasilkan melalui proses produksi, dimana penekanan utamanya

adalah bahwa tujuan akhir dari suatu proses produksi dapat digunakan

untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan manusia.

Produk wisata merupakan hasil dari kegiatan produksi wisata.

Sebagian besar kegiatan produksi wisata adalah kegiatan produksi jasa.

Pada kegiatan produksi jasa, lazimnya proses produksi dan proes

konsumsi berjalan secara simultan, serempak dalam waktu bersamaan.

Wiasatawan berkonsumsi menikmati jam-jam wisata pada saat para

produsen seperti biro perjalanan, sarana transportasi, hotel dan lainnya

berproduksi (Adnanputra. 1990: 30).

Produk industri pariwisata merupakan suatu sasaran produk

yang terpadu yang terdiri dari obyek wisata, transportasi, akomodasi

dan hiburan dimana setiap unsur dipersiapkan oleh masing-masing

(33)

commit to user

5. Kajian Ekonomi - kepariwisataan

Untuk dapat menghubungkan antara konsep ekonomi dan

pariwisata terlebih dahulu akan dijelaskan konsep-konsep sebagai berikut:

a. Aspek Penawaran Pariwisata

Penawaran wisata merupakan produk yang diberikan kepada

wisatawan untuk dapat dinikmati. Selanjutnya dijelaskan dalam

PUSPARI (2006) menggunakan Konsep 4A yaitu:

a. Attractions (Atraksi)

Ÿ Wisata alam

Ÿ Wisata peninggalan sejarah, kesenian tradisional, upacara adat

Ÿ Wisata minat khusus (spiritual, kerajinan, agro, ziarah, dll)

b. Accessibility (Aksesbilitas)

Ÿ Letak obyek wisata

Ÿ Jarak tempuh dari pusat kota

Ÿ Sarana jalan menuju obyek (kelas jalan)

Ÿ Jenis transportasi yang digunakan

Ÿ Tanda lalu lintas dan petunjuk arah menuju obyek (sign road)

c. Amenity (Amenitas)

Ÿ Akomodasi/ penginapan

Ÿ Restoran/ Rumah makan/ warung makan

Ÿ Menu makanan yang disajikan

Ÿ Tourist Information Center

(34)

commit to user

Ÿ Toko kelontong

Ÿ Jasa angkutan (ojek, dokar, mobil, sepeda)

Ÿ Toko cenderamata

Ÿ Penerangan (listrik)

Ÿ Air bersih

Ÿ Pusat kesehatan/ poloklinik

Ÿ Pos keamanan

Ÿ Jasa pemandu (guide)

Ÿ Promosi wisata

Ÿ Papan interpretasi/ keterangan obyek

d. Activities (Aktivitas)

Ÿ Aktivitas wisatawan yang berkaitan degan obyek wisata alam,

peninggalan sejarah/ budaya, dan minat khusus.

Ÿ Aktivitas yang dilakukan penduduk setempat berkaitan dengan

kegiatan wisata daerahnya.

Menurut Inskeep (1991:38), di berbagai macam literatur dimuat

berbagai macam komponen wisata. Namun ada beberapa komponen

wisata yang selalu ada dan merupakan komponen dasar dari wisata.

Komponen-komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain.

Komponen-komponen wisata tersebut dapat dikelompokkan sebagai

(35)

commit to user a. Atraksi dan kegiatan-kegiatan wisata

Kegiatan-kegiatan wisata yang dimaksud dapat berupa

semua hal yang berhubungan dengan lingkungan alami,

kebudayaan, keunikan suatu daerah dan kegiatan-kegiatan lain

yang berhubungan dengan kegiatan wisata yang menarik

wisatawan untuk mengunjungi sebuah obyek wisata.

b. Akomodasi

Akomodasi yang dimaksud adalah berbagai macam hotel

dan berbagai jenis fasilitas lain yang berhubungan dengan

pelayanan untuk para wisatawan yang berniat untuk bermalam

selama perjalanan wisata yang mereka lakukan.

c. Fasilitas dan pelayanan wisata

Fasilitas tersebut misalnya: restoran dan berbagai jenis

tempat makan lainnya, toko-toko untuk menjual hasil kerajinan

tangan, cinderamata, toko-toko khusus, toko kelontong, bank,

tempat penukaran uang dan fasilitas pelayanan keuangan lainnya,

kantor informasi wisata, pelayanan pribadi (seperti salon

kecantikan), fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas keamanan

umum (termasuk kantor polisi dan pemadam kebakaran), dan

fasilitas perjalanan untuk masuk dan keluar (seperti kantor imigrasi

(36)

commit to user d. Fasilitas dan pelayanan transportasi

Meliputi transportasi akses dari dan menuju kawasan

wisata, transportasi internal yang menghubungkan atraksi utama

kawasan wisata dan kawasan pembangunan, termasuk semua jenis

fasilitas dan pelayanan yang berhubungan dengan transportasi

darat, air, dan udara.

e. Infrastruktur lain

Infrastruktur yang dimaksud adalah penyediaan air bersih,

listrik, drainase, saluran air kotor, telekomunikasi (seperti telepon,

telegram, telex, faksimili, dan radio).

f. Elemen kelembagaan

Kelembagaan yang dimaksud adalah kelembagaan yang

diperlukan untuk membangun dan mengelola kegiatan wisata,

termasuk perencanaan tenaga kerja dan program pendidikan dan

pelatihan, menyusun strategi marketing dan program promosi,

menstrukturisasi organisasi wisata sektor umum dan swasta,

peraturan dan perundangan yang berhubungan dengan wisata,

menentukan kebijakan penanaman modal bagi sektor publik dan

swasta, mengendalikan program ekonomi, lingkungan, dan sosial

(37)

commit to user

Menurut Yoeti (1996: 80 - 84) Supply dalam kepariwisataan

dapat dibagi dalam:

a. Benda-benda yang disediakan dan terdapat dalam alam (Natural

Aminities). Yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya yang

penting ialah:

1) Iklim, misalnya cuaca cerah (clean air), banyak cahaya

matahari (sunny day), sejuk (mild), kering (dry), panas (hot),

hujan (wet), dan sebagainya.

2) Bentuk tanah dan pemandangan (Land configuration and

Landscape). Tanah yang berbentuk datar (plains), lembah

pegunungan (scenic mountain), danau (lake), sungai (river),

pantai (beaches), air terjun (waterfall), gunung berapi

(volcanos) dan pemandangan yang menarik (panoramic views).

3) Hutan belukar (The Sylvan Elements) misalnya: hutan yang

luas (large forest), banyak pohon-pohon (trees).

4) Fauna dan Flora.

Tanaman-tanaman yang aneh (uncommon vegetation),

burung-burung (birds), ikan (fish’s), binatang buas (wild life), cagar

alam (national part), daerah perburuan (hunting and

photographic safari), dan sebagainya.

5) Health Center.

Sumber air mineral (natural spring of mineral water), mandi

(38)

commit to user

menyembuhkan macam-macam penyakit dan menambah awet

muda.

b. Hasil ciptaan Manusia (Man-Made Supply).

Kelompok ini dapat dibagi empat bagian yang penting, misalnya:

1) Benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan (Historal,

Cultural and Religious), misalnya:

Ÿ Monumen-monumen bersejarah dan sisa-sisa perdaban

masa lampau.

Ÿ Museum, art gallery, perpustakaan, kesenian rakyat,

handicraft.

Ÿ Acara-acara tradisionil, pameran, festival, upacara naik haji

(pilgrimages), upacara perkawinan, khitanan, dan lain-lain.

Ÿ Rumah-rumah beribadah, seperti masjid, gereja, kuil atau

candi-candi mauoun pura-pura.

2) Prasarana (Infrastructure), terdiri dari:

a) Prasarana Umum (General Infrastructure) seperti: sumber

air tawar, pembangkit tenaga listrik, jalan raya, jembatan,

pelabuhan laut, lapangan udara, irigasi, telekomunikasi, dan

lain-lain.

b) Kebutuhan masyarakat banyak (Basic Needs of Civilized

Life) seperti: rumah sakit, apotik, shopping center, bank,

(39)

commit to user

bensin, kantor-kantor yang berhubungan dengan

kepariwisataan (tourist information center, goverment

tourist office, dan sebagainya).

3) Sarana kepariwisataan (Tourism Superstructures). Seperti kita

ketahui, saran kepeariwisataan ini dapat dibagi atas tiga bagian

yang penting, di mana satu dengan yang lainnya saling

menunjang. Ketiga sarana yang dimaksudkan ialah:

a) Sarana Pokok Kepariwisataan (Main Tourism

Superstructure). Yang termasuk ke dalam kelompok ini

ialah:

· Travel Agent dan Tour Operator.

· Tourist Transportation.

· Accomodation.

· Catering Trades.

· Tourist Objects dan Tourist Attractions.

b) Sarana Pelengkap Kepariwisataan (Supplementing Tourism

Superstructure). Yang termasuk ke dalam kelompok ini

ialah:

· Fasilitas rekreasi dan olahraga, seperti: sky resort,

horse riding, boting fasilities, hunting safari, hunting

camera and photography, dan lain-lain.

c) Sarana Penunjang Kepariwisataan (Supporting Tourism

(40)

commit to user · Night Club dan Steambath.

· Casino dan Entertaiment.

· Souvenir shops, dan lain-lain.

4) Tata cara hidup masyarakat (The people’s Way of Life).

Tata cara hidup yang tradisionil dari suatu masyarakat

ditawarkan kepada para wisatawan. Bagaimana kebiasaan

hidupnya, adat istiadatnya, semuanya merupakan daya tarik

bagi wisatawan ke daerah itu (ingat, kenapa orang daang ke

desa Trunyam di pinggir danau Batur Bali). Hal semacam ini

sudah dijadikan events yang dapat dijual oleh Tour Operator.

Contoh yang terkenal di antaranya ialah:

· Pembakaran mayat (Ngaben) di Bali.

· Upacara pemakaman mayat di Tanah Toraja.

· Upacara bertagak penghulu di Minangkabau.

· Upacara Sekatenan di Yogyakarta.

· Tea Ceremony di Jepang.

· Upacara Waisak di Candi Mendut dan Borobudur, dan

lain-lain.

Menurut McIntosh (dalam Oka A. Yoeti, 2008: 173) Dalam

bukunya Tourism: Principle, Practice and Philosophies, MacIntosh

mengatakan bahwa Komponen Penawaran Pariwisata (Tourism

(41)

commit to user

a. Sumber Daya Alam (Natural Resources)

Misalnya iklim, flora dan fauna, pantai, pemandangan, danau,

sungai, air terjun, dsb.

b. Infrastruktur (Infrastructure)

Misalnya jaringan air bersih, sistem pembuangan sampah,

sistem pembuanagan limbah, jaringan listrik, jalan, area perkir,

kereta api, telekomunikasi, dsb.

c. Transportasi (Transportation and transportation equipment)

Misalnya maskapai Penerbangan, kapal penumpang, kerata api,

bus, taksi, dan banyak jenis transportasi lainnya.

d. Superstruktur (Superstructure)

Misalnya resort, hotel, motel, guest house, restoran, café, SPA,

museum, gedung pertunjukkan, kawasan perbelanjaan, dsb

e. Keramahtamahan (Hospitality)

Pada dasarnya ini adalah semua perlakuan yang memberi

kesenangan, kenyamanan dan kepuasaan bagi wisatawan

sewaktu mereka berkunjung, termasuk sikap menghormati,

ramah-tamah, suka menolong, dan membantu memberi

(42)

commit to user

Menurut Wahab (1976:109) penawaran pariwisata ditandai

oleh 3 ciri khas utama :

a. Merupakan penawaran jasa-jasa. Dengan demikian apa yang

ditawarkan itu tidak mungkin ditimbun dan harus dimanfaatkan

dimana produk itu berada.

b. Yang ditawarkan itu sifatnya kaku (rigid) dalam arti bahwa

dalam usaha pengadaannya untuk keperluan wisata, sulit sekali

untuk mengubah sasaran penggunaannya diluar pariwisata.

c. Karena pariwisata belum menjadi kebutuhan pokok manusia,

maka penawaran pariwisata harus bersaing ketat dengan

penawaran barang-barang dan jasa-jasa yang lain. Dalam hal

ini hukum substitusi sangat kuat berlaku.

Penawaran (supply) adalah kuantitas dari barang-barang

ekonomi yang ditawarkan dengan semua harga yang mungkin dapat

dicapai pada waktu tertentu. Lebih khusus lagi, supply dapat pula

diartikan sebagai jumlah barang-barang ekonomis yang tersedia akan

dijual dipasar.

b. Aspek Permintaan Pariwisata

Permintaan (demand) dalam kepariwisataan terdiri dari

bemacam-macam unsur yang satu dengan yang lainnya tidak hanya

berbeda sifat dan bentuk, tetapi juga manfaat dan kegunaannya bagi

(43)

commit to user

(free-goods), diperoleh tanpa membelinya, namun menjadi daya tarik

nbagi wisatawan sebagai obyek pariwisata, misalnya pemandangan

alam yang indah, udara yang segar, cahaya matahari, laut, danau,

sungai, dan sebagainya (Yoeti, 1996: 75).

Pada saat melakukan perjalanan kegiatan wisata, para

wisatawan akan membutuhkan sarana transportasi, infrastruktur yang

baik, atraksi-atraksi, dan pelayanan yang memuaskan dari para guide

yang memandu perjalanan mereka maupun dari obyek yang mereka

kunjungi. Akhirnya timbul apa yang dinamakan penawaran pariwisata,

dengan tujuan untuk memenuhi permintaan-permintaan dari pariwisata

itu sendiri. Permintaan pariwisata dalam penelitian ini sendiri terdiri

dari:

a. Jumlah Wisatawan

Jumlah wisatwan disini merupakan komponen yang sangat

penting untuk mengetahui bagaimana keberadaan suatu daerah

wisata dapat diketahui keberadaannya dan menarik bagi para

wisatawan untuk berkunjung.

b. Lama Tinggal (Lenght of Stay)

Komponen ini dapat memberikan gambaran bagaimana

karakteristik dari suatu daerah tujuan wisata, dimana apabila

pengunjung merasa nyaman, senang, dan terhibur maka

pengunjung bisa berlama-lama betah berada dalam kawasan

(44)

commit to user c. Pengeluaran selama Tinggal

Pengeluaran dari wisatawan inilah yang nantinya dapat

memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada para

pedagang yang berada di dalam kawasan obyek wisata, dalam hal

ini semakin banyak pengeluaran dari para pengunjung maka

pendapatan yang nantinya akan diterima oleh para pedagang juga

akan semakin banyak/ besar.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata

Menurut Yoeti (1996) banyak faktor yang mempengaruhi

orang-orang melakukan perjalanan pariwisata. Selain banyak

motif-motif yang cukup menentukan, faktor-faktor dibawah ini sangat

berperan penting, apakah seseorang akan melakukan perjalanan di

antaranya adalah:

Ÿ Pendapatan (income).

Ÿ Harga (price).

Ÿ Kualitas (quality).

Ÿ Hubungan Politik antara dua negara.

Ÿ Hubungan Ekonomi antar Negara.

Ÿ Hubungan Sosiol-budaya antara dua negara.

Ÿ Perubahan Cuaca atau Iklim.

Ÿ Faktor hari-hari libur.

(45)

commit to user

Ÿ Teknologi Pengangkutan

Ÿ Adanya ”foreign exchange restriction” yang dilakukan oleh

beberapa negara.

Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan

orang-orang untuk melakukan perjalanan pariwisata, seperti adanya

bencana alam, peperangan, kepadatan penduduk, tingkat urbanisasi

dan lain-lain. Semuanya itu perlu diperhatikan, sedikitnya harus ada

penyesuaian sehingga permintaan (demand) yang ada tetap terpelihara.

d. Motivasi Berwisata

Menurut MacIntosh (1972) dalam Oka A Yoeti (2008),

mengatakan mengapa orang melakukan perjalanan wisata disebabkan

oleh empat hal, yaitu:

1) Motivasi Fisik

Orang-orang melakukan perjalanan wisata, tujuannya untuk

mengembalikan keadaaan fisik yang sudah lelah karena bekerja

terus, mereka perlu beristirahat dan bersantai, melakukan

kegiatan olahraga, agar sekembali dari perjalanan wisata

bergairah dan bersemangat waktu masuk kerja.

2) Motivasi Kultural

Orang-orang tergerak hatinya untuk melakukan perjalanan

wisata disebabkan ingin melihat dan menyaksikan tingkat

(46)

commit to user

lalu maupun apa yang sudah dicapainya sekarang, di samping

itu ingin melihat dan menyaksikan adapt-istiadat, kebiasaan

hidup (the way of life) suatu bangsa yang berbeda dengan apa

yang dimilki Negara lain.

3) Motivasi Personal

Orang-orang ingin melakukan perjalanan wisata karena adanya

keinginan untuk mengunjungi sanak keluarga yang sudah lama

tidak bertemu atau mencari kenalan atau teman yang sudah

lama tidak bertemu.

4) Motivasi Status dan Prestise

Ada orang-orang tertentu yang beranggapan dengan

melakukan perjalanan wisata dapat meningkatkan status dan

prestise keluarga, menunjukkan mereka memiliki kemampuan

ketimbang orang lain.

Menurut Karyono (1997:48), ada beberapa faktor pendorong

seseorang melakukan perjalanan wisata, yaitu : faktor-faktor bersifat

irasional (dorongan bawah sadar), seperti adanya keterikatan

emosional dan keinginan untuk berkunjung pada tempat-tempat yang

dianggap berkaitan dengan urusan keagamaan (ke makam-makam para

sunan/penyiar agama, rasul/nabi, tempat yang dikeramatkan menurut

(47)

commit to user

karena adanya fasilitas yang memadai, atraksi wisata yang menarik

untuk dikunjungi.

Motivasi wisatawan untuk berkunjung di suatu tempat akan

sangat dipengaruhi oleh persepsinya mengenai produk wisata yang

ada, baik yang berkaitan dengan atraksi wisata maupun faktor

pendukungnya. Persepsi wisatawan mengenai suatu produk wisata

dapat dilihat keterpenuhan kebutuhan wisatawan selama melakukan

perjalanan wisata.

e. Faktor-faktor Pendorong dan Penarik

Faktor-faktor pendorong dan penarik untuk berwisata sangatlah

penting untuk diketahui oleh siapapun yang berkecimpung dalam

industri pariwisata (Pitana, 2005). Dengan adanya faktor pendorong,

maka seseorang ingin melakukan perjalanan wisata, walaupun belum

jelas mana daerah yang akan dituju. Berbagai faktor pendorong

seseorang melakukan perjalanan Wisata menurut Ryan (1991) dan

Pitana (2005), adalah sebagai berikut:

Ÿ Escape

Ÿ Relaxtion

Ÿ Play

Ÿ Strengthening family bond

Ÿ Prestige

Ÿ Social interaction

Ÿ Romance

(48)

commit to user

Ÿ Self-fulfilment

Ÿ Wish-fulfilment

6. Dampak Pengembangan Kepariwisataan

Selama ini kita selalu puas dengan perolehan devisa sektor

pariwisata, karena bila kita lihat dari angka-angka yang disajikan Badan

Pusat Statistik (BPS) secara relatif meningkat dari tahun ke tahun, akan

tetapi secara tidak sadar kita tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi

sebagai akibat pengembangan pariwisata sebagai suatu industri.

a. Dampak Positif

Dilihat dari kacamata ekonomi makro, jelas pariwisata

memberikan dampak positif, karena sebagai suatu industri:

1. Dapat menciptakan kesempatan berusaha.dengan datangnya

wisatawan,perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan

(need), dan keinginan (want), dan harapan (expetation)

wisatawan yang terdiri dari berbagai kebangsaan dan tingkah

lakunya.

2. Dapat meningkatkan kesempatan kerja (employments).

Bayangkan saja, bila sebuah hotel dibangun dengan kamar

sebanyak 400 kamar, paling sedikit diperlukan karyawan

sebanyak 600 orang dengan ratio1:1,5.

3. Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat

(49)

commit to user

effect yang terjadi dari pengeluaran wisatawan yang relatif

cukup besar.

4. Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan

retribusi daerah. Seperti kita ketahui tiap tempat wisatawan

berbelanja selalu dikenakan pajak sebesar 10 persen sesuai

Peraturan Pemerintah yang berlaku.

5. Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic

Bruto (GDB).

6. Dapat mendoroang peningkatan investasi dari sektor industri

pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.

7. Dapat memperkuat neraca pembayaran. Bila Neraca

Pembayaran Pariwisata mengalami surplus, dengan

sendirinyaakan memperkuat neraca pembayaran Indonesia, dan

sebaliknya. (Yoeti, 2008).

b. Dampak Negatif

Selama ini pariwisata hampir selalu dilihat dari sisi positifnya

saja dan belum banyak kajian dari sisi non-moneter yang banyak

menimbulkan kerusakan cagar budaya, kepribadian, kerusakan

lingkungan, dan sumber-sumber hayati baik di laut, hutan yang

akhir-akhir ini mulai mengalami kehancuran secara perlahan-lahan.

Dari sudut sosiologi belum banyak dilakukan penelitian tentang

(50)

commit to user

terkendali. Kita dapat melihat beberapa contoh kejadian sehari-hari

dampak negatif itu anatara lain, yaitu:

1. Harga tanah menjadai mahal, pantai-pantai dikaveling,

sehingga sering terjadi spekulasi harga yang pada akhirnya

meningkatkan harga tanah di sekitarnya.

2. Di pusat-pusat konsentrasi kegiatan pariwisata harga-harga

bahan makan menjadi mahal yang dapat meningkatkan inflasi

tiap tahunnya.

3. Sumber-sumber hayati mejadi rusak, yang menyebabkan

Indonesia kehilangan daya tariknya untuk jangka panjang.

4. Terjadi urbanisasi, pencari kerja mengalir dari desa ke

kota-kota beasar.

5. Ramainya lalu lintas wisatawan, ternyata ditumpangi oleh

penyelundupan obat bius dan narkotika.

c. Dampak terhadap Sosial-Budaya

Bilamana penduduk setempat menganggap bahwa wisatawan

adalah “sumber rezeki” hubungan mereka menjadi komersial

sedemikian rupa, sehingga hal-hal yang bersifat curiousity atau sosial

interest dibuat sedemikian rupa wisatawan harus membayar dengan

harga yang pantas dan kalau wisatawan tidak mau mereka tidak

(51)

commit to user

dihalangi. Dalam praktiknya sering kita lihat kejadian-kejadian sebagai

berikut:

1. Sering terjadi komersialisasi seni-budaya.

2. Terjadinya pemalsuan benda-benda budaya, seperti lukisan atau

keramik.

3. Terjadi demonstrasi effect, kepribadian anak-anak muda rusak.

4. Demi dollar wisatawan, upacara adat dijual kepada wisatawan

dan banyak contoh lainnya.

d. Dampak terhadap Lingkungan Hidup

Kepariwisataan bisa sangat membahayakan lingkungan hidup,

misalnya:

1. Pembuangan sampah sembarangan selain menyebabkan bau

tidak sedap, juga membuat tanaman di sekitarnya mati.

2. Pembuangan limbah hotel, restoran, dan rumah sakit yang

merusak air sungai, danau dan laut.

3. Kerusakan terumbu karang sebagai akibat nelayan tidak lagi

“memiliki” pantai untuk mncari ikan, karena pantai telah

dikaveling untuk membangun hotel dan restoran. Akibatnya,

para nelayan membom terumbu karang. Kemudian akibat yang

lebih juah adalah tidak ada lagi daya tarik pantai.

4. Perambahan hutan dimana-mana akibatnya daya tarik wisata

alam menjadi sirna.

(52)

commit to user

B. Pertanyaan Penelitian

Analisis komponen penawaran pariwsata dilakukan dengan melihat

dua perkembangan utama, yaitu :

1. Bagaimanakah profil kelengkapan komponen penawaran pariwisata obyek

wisata Kabupaten Pati dilihat dari masing-masing faktor 4A (Atraksi,

Aksesbilitas, Amenitas dan Aktivitas)?

2. Bagaimanakah profil obyek wisata Kabupaten Pati dilihat dari keseluruhan

(53)

commit to user

38

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan model pendekatan deskriptif. Jenis

penelitian ini pada umumnya bertujuan untuk mendeskripsikan secara

sistematis, faktual, dan akurat terhadap populasi atau daerah tertentu mengenai

sifat-sifat, karakteristik atau faktor-faktor tertentu (Senggono, 1996 dalam

Putra, 2004). Jenis penelitian ini diharapkan mampu menerangkan dan

menggambarkan secara jelas tentang profil kepariwisataan di Kabupaten Pati

yang dilihat dari segi komponen penawarannya sesuai dengan fakta-fakta yang

ada.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di Kabupaten Pati Propinsi Jawa

Tengah. Penelitian ini diarahkan pada peranan faktor penawaran dalam

pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Pati.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang harus

digunakan dalam mengadakan suatu penelitian agar mendapat data sesuai

dengan apa yang diinginkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

(54)

commit to user

1. Studi Dokumentasi

Dalam penelitian ini dokumentasinya adalah berupa catatan,

data-data statistik pariwisata, dan sebagainya yang berkaitan dengan obyek

wisata dan gambaran umum di Kabupaten Pati jenis data seperti ini

diperoleh dari kantor instansi pemerintah di Kabupaten Pati.

b. Observasi

Observasi atau yang disebut dengan pengamatan langsung di

lapangan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek

(lokasi penelitian) dengan menggunakan seluruh alat indera, kemudian

dibuat dokumentasi baik berupa catatan maupun gambar/ foto.

c. Wawancara

Wawancara semi terstruktur atau wawancara yang bersifat

percakapan. Penelitian ini tidak menggunakan kuesioner melainkan

panduan wawancara yang fleksibel untuk membantu pewawancara fokus

pada topik yang diteliti. Wawancara dilakukan dengan informan yang

dipilih secara purposif sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti.

Informan adalah jajaran Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan

Olahraga. Pengumpulan data melalui wawancara akan di tulis oleh

informan. Perekaman pada pengamatan lapangan akan menggunakan

(55)

commit to user

D. Teknik Pengambilan Data

Oleh karena penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif,

maka teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara selektif dengan

menggunakan pertimbangan teoritis, keingintahuan pribadi, karakteristik

empiris, dan kebutuhan maupun tujuan penelitian, maka penelitian ini

menggunakan metode penarikan sampel yang lebih tepat adalah purposive

sampling atau sampel bertujuan, dimana peneliti cenderung menggunakan atau

memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi

sumber data yang mantap dan dapat mengetahui permasalahannya secara

lengkap tanpa didasarkan pada strata maupun random, tetapi didasarkan pada

tujuan tertentu.

Dalam penelitian ini peneliti mengobservasi semua obyek wisata yang

ada di Kabupaten Pati dan mengguunakan semua obyek wisata sebagai sampel

dengan menggunakan analisis konsep 4A (Atraksi, Aksesbilitas, Amenitas,

dan Aktivitas).

E. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini data kuantitatif dianalisis secara tabulasi dan

statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisa secara deskriptif studi

kasus yaitu dengan mendiskripsikan, kemudian memberikan

penafsiran-penafsiran dengan interpretasi rasional yang memadai terhadap fakta-fakta

(56)

commit to user

1. Analisis Model Interaktif

Hasil data akan dianalisis dengan teknik analisis model interaktif,

menurut Miles dan Hubermann (1992) dalam Oktiviyanti (2006), meliputi

proses mengatur urutan data, mengorgnisasikannya kedalam suatu pola,

kategori dan satuan uraian dasar. Pengelolaan data dalam penelitian ini

dilakukan dengan empat tahap, yaitu:

1. Pengumpulan data.

Yaitu pencarian data yang diperlukan,yang dilakukan terhadap

berbagai jenis data dan berbagaia bentuk data yang ada pada

lampangan penelitian serta pencatatan didata lapangan.

2. Reduksi data.

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian

pada penyerderhanaan dan pengabstrakan, transformasi data kasar

yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan.

3. Sajian data atau display.

Sajian data adalah kesimpulan informasi tersusun memberi

kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan

trindakan.

4. Kesimpulan atau Verifikasi

Penarikan kesimpulan hanyalah sebagai satu kegiatan dan konfigurasi

yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasikan selama

(57)

commit to user

pada reduksi data dan sajian data yang merupakan jawaban atas

masalah yang diangkat dalam penelitian.

Agar lebih jelas, teknik analisis data pada penelitian ini

digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1. Interaktif Model of Analysis

Sumber: Miles and Hubermann (1992) dalam Oktiviyanti (2006).

Aktivitas yang dilakukan dengan proses itu diharapkan membuat

komponen-komponen tersebut akan dapat benar-benar mewakili dan

sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Setelah analisis data selesai,

maka hasilnya dapat disajikan secara deskriptif, yaitu dengan jalan apa

adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan data-data yang

diperoleh.

Pengumpulan Data

Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi

Penyajian Data

(58)

commit to user

2. Penilaian Kelengkapan dan Ketersedian Komponen Penawaran

Pariwisata (4A)

Penentuan nilai kelengkapan komponen penawaran pariwisata

yang terdapat pada setiap obyek wisata di Kabupaten Pati menggunakan

teknik skoring, yaitu dengan memberikan nilai atau skor. Parameter

penilaian merupakan faktor komponen penawaran pariwisata (4A).

Dalam penelitian ini, parameter penilaian terdiri dari Atraksi,

Aksesbilitas, Amenitas, dan Aktivitas. Nilai atau skor digunakan untuk

membedakan kelengkapan dan kersediaan komponen penawaran yang

terdapat pada masing-masing obyek wisata.

Kriteria atau asumsi yang digunakan dalam penskoran

masing-masing parameter adalah sebagai berikut:

a. Atraksi

Pada parameter ini diberi skor 10. Atraksi -atraksi yang

terdapat pada obyek wisata Kabupaten Pati ini termasuk jenis Atraksi

Budaya (Cultural Attractions) yang berupa upacara-upacara tradisional

dan biasanya diadakan pada waktu-waktu tertentu.

b. Aksesbilitas

Pada parameter ini diberi skor 10, karena karena pada

parameter ini terdapat 5 kriteria/ faktor penilaian makanya

masing-masing faktor diberi skor 2. Pada aksesbilitas 5 faktor yang digunakan

Gambar

Tabel         Halaman
gambaran umum kepariwisataan di Kabupaten Pati dilihat dari komponen
Tabel 1.1.
Tabel 1.2 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas
+7

Referensi

Dokumen terkait

permukiman di Desa Batumarta I Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten OKU yaitu, topografi yang datar, aksesbilitas yang lancar, ketersediaan lahan perkebunan karet di Desa Batumarta

Peneliti mengajukan saran agar dilakukan penelitian untuk meneliti faktor pendukung apakah yang paling berperan dalam mendorong berkembangnya dominansi komponen komitmen

Kedua kendala yang dialami guru dalam penggunaan media KIT IPA diantaranya adalah ketersediaan media KIT IPA yang kurang lengkap, sulitnya memilih jenis alat yang akan digunakan

mempengaruhi penawaran pedagang. Ketika jumlah telur yang tersedia banyak.. maka harga akan turun dan sebaliknya ketika jumlah telur yang tersedia sedikit. maka harga akan

Objek wisata adalah objek atau objek wisata yang dimiliki oleh suatu destinasi wisata. Atraksi menjadi komponen yang sangat vital untuk menarik wisatawan, oleh karena itu

Berdasarkan observasi dan wawancara awal di puskesmas, masih kurangnya ketersediaan bahan habis pakai, kemudian alat yang tersedia tidak seluruhnya lengkap seperti dental unit

Dalam penelitian yang berjudul Analisis Penawaran Kedelai Di Sentra Produksi Kabupaten Takalar ini ada beberapa variabel yang berpengaruh terhadap penawaran kedelai di

Adapun skor 1 sampai 2 digunakan untuk beberapa variabel penelitian yang lain, seperti: daya tarik utama obyek wisata, kekuatan atraksi komponen obyek wisata, kegiatan wisata