commit to user
ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA
DI KABUPATEN PATI
Skripsi
Diajukan Untuk melengakapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas
Sebelas Maret Surakarta
Oleh:
Nurul Afifah Hardiyansyah
F1106041
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
commit to user
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul:
ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA
DI KABUPATEN PATI
Surakarta, 22 Desember 2010
Disetujui dan diterima oleh
Pembimbing
commit to user
HALAMAN PENGESAHAN
Telah disetujui dan diterima dengan baik oleh tim penguji skripsi Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta guna melengkapu tugas-tugas dan
memenuhi syarat-ayarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
Ekonomi Pembangunan.
Surakarta, Januari 2011
Tim Penguji Skripsi
1. Drs. Mugi Raharjo, M.Si. Sebagai Ketua NIP. 19491227 198203 1 002
2. Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si. Sebagai Pembimbing NIP. 19670523 199403 1 002
3. Suryanto, S.E, M.Si. Sebagai Anggota ) NIP. 19750122 200812 1 002
commit to user
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
(Kepada mereka dikatakan):
“Salam”
Sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang
(QS Yaasiin: 58).
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
1.
Allah SWT Yang Maha Penyayang
2.
Keluargaku tercinta
commit to user
K ATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur Alhamdulillah ditujukkan bagi Allah SWT, Tuhan semesta
alam yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah-Nya. Tak lupa pula
sholawat dan salam penulis tujukan kepada Nabi Besar Rosullah Muhammad
SAW yang telah berjuang mambawa umat manusia kepada fitrah yang benar dan
jalan yang lurus, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul:
”ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN PARIWISATA DI
KABUPATEN PATI”.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang haris dipenuhi
untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi
Pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penulis menyadari bahwa selama proses penulisan skripsi ini penulis
banyak mendapatkan bantuan tenaga, materi, informasi, waktu. Maupun dorongan
yang tidak terhingga dari berbagai pihak. Tiada yang dapat melukiskan
kebahagian penulis selain rasa syukur yang mendalam. Karena itu dengan
ketulusan dan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak
terhingga kepada :
commit to user
1. Drs. BRM. Bambang Irawan. Msi, selaku pembimbing akademik dan
pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu dan tenaganya dalam
memberikan bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada penulis untuk
segera menyelesaikan skripsi ini.
2. Prof. Dr. Bambang Sutopo, Mcom, Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta yang secara langsung maupun tidak
langsung telah banyak membantu penulis selama menuntut ilmu di Fakultas
Ekonomi UNS.
3. Drs. Kresno Saroso Pribadi, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ekonomi yang secara
langsung maupun tidak langsung telah banyak membantu penulis selama
menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi UNS.
4. Izza Mafruhah, SE, Msi selaku sekertaris jurusan yang secara langsung
maupun tidak langsung telah banyak membantu penulis selama menuntut ilmu
di Fakultas Ekonomi UNS.
5. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret
Surakarta beserta seluruh staff dan karyawan yang telah memberikan
bimbingan, arahan, dan pelayanan kepada penulis.
6. Bapak-bapak dan Ibu-ibu di Dinas Pariwisata Kabupaten Pati yang telah
banyak membantu dalam pencarian data sehingga skripsi ini dapat selesai
dengan baik.
7. Ayah dan Ibu tercinta yang senantiasa selalu mendoakan, memberi dorongan
commit to user
8. Kakak dan adikku tersayang (Taufiq dan Yusi) semoga kita selalu akrab dan
saling memberi dukungan.
9. Mas Hari yang selalu memberi motivasi dan perhatian. Ayo lebih
semangat...^_^..
10.Teman-teman baikku jurusan Ekonomi Pembangunan 2006 sangat
menyenangkan bisa belajar bersama kalian..n_n..
11.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu baik secara langsung
maupun tidak atas bantuannya kepada penulis hingga terselesaikannya
penelitian ini.
Penulis menyadari dengan sedalam-dalamnya bahwa skripsi ini masih
sangat sederhana dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu apabila ada kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi lebih sempurnanya skripsi ini, senantiasa
dapat penulis terima. Semoga skripsi ini dapat menjadi karya kecil yang dapat
berguna bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Surakarta, 23 Desember 2010
Penulis
commit to user
5. Kajian Ekonomi – Kepariwisataan a. Aspek Penawaran Pariwisata ... 18
b. Aspek Permintaan Pariwisata ... 27
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata ... 29
d. Motivasi Berwisata ... 30
commit to user
6. Dampak Pengembangan Kepariwisataan
a. Dampak Positif ... 33
b. Dampak Negatif ... 34
c. Dampak terhadap Sosial-Budaya ... 35
d. Dampak terhadap Lingkungan ... 36
B. Pertanyaan Penelitian ... 37
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 38
2. Penilaian Kelengkapan dan Ketersediaan Komponen Penawaran Pariwisata (4A) ... 43
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Pati 1. Aspek Geografis ... 45
2. Accessibility (Aksesbilitas) ... 63
3. Amenity (Amenitas) ... 67
4. Activities (Aktivitas) ... 74
C. Presentase Ketersediaan Komponen Penawaran di Obyek Wisata Kabupaten Pati 1. Atraksi ... 75
2. Aksesbilitas ... 76
3. Amenitas ... 80
commit to user
D. Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pada Tiap-tiap Obyek Wisata di Kabupaten Pati
1. Atraksi ... 83
2. Aksesbilitas ... 84
3. Amenitas ... 85
4. Aktivitas ... 85
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 105
B. Saran ... 109
DAFTAR PUSTAKA ... 115
commit to user
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1.1 Perkembangan Wisatawan Nasional (Wisnas) Tahun 2004-2008 ... 3 1.2 Distribusi Presentase Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan Menurut
Lapangan Usaha di Kabupaten Pati Tahun 2005-2008 ... 4
1.3 Jumlah Wisatawan Obyek Wisata di Kabupaten Pati Tahun 2008... 6 1.4 Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Jawa Tengah
Tahun 2004-2008 ... 6 4.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Pati Tahun 2001
2008 (dalam orang) ... 46
4.2 Banyaknya Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha
di Kabupaten Pati Tahun 2008 ... 47
4.3 Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan
Usaha di Kabupaten Pati Tahun 2005-2008 (Jutaan Rupiah) ... 48
4.4 Upacara-upacara Tradisional/ Atraksi-atraksi yang ada di Kabupaten Pati
dan Obyek Wisata ... 59
4.5 Atraksi-atraksi/ Upacara Tradisional yang diadakan pada Obyek
Wisata ... 62
4.6 Jarak Tempuh dari Pusat Kota Menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati 63
4.7 Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 65
4.8 Penunjuk Arah (sign road) menuju Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 66
4.9 Jenis Sarana Transportasi yang digunakan dari Pusat Kota sampai
pada Obyek Wisata di Kabupaten Pati ... 67
commit to user
4.10 Banyaknya Hotel di Kab. Pati Dirinci Menurut Klasifikasi Hotel,
Kamar, Tempat Tidur, dan Alamat Hotel Tahun 2007 ... 68
4.11 Penyediaan Fasilitas Umum (Warung, Toko kelontong, dll) di Obyek
Wisata Kabupaten Pati ... 69
4.12 Penyediaan Sarana Jaringan Telekomunikasi di Obyek wisata
Kabupaten Pati ... 70
4.13 Penyediaan Sarana Jaringan Listrik di Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 71
4.14 Skor Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata Obyek
commit to user
DAFTAR DIAGRAM
Diagram Halaman
3.1 Interaktif Model Of Analysis ... 42
4.1 Presentase Atraksi atau Upacara Tradisional di Obyek Wisata Kabupaten
Pati ... 75
4.2 Presentase Jarak Tempuh Dari Pusat Kota ke Obyek Wisata Kabupaten
Pati ... 76
4.3 Presentase Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 77
4.4 Presentase Penunjuk Arah (sign road) Menuju Obyek Wisata Kabupaten
Pati ... 78
4.5 Presentase Jenis Transportasi Yang digunakan Menuju Obyek Wisata
Kabupaten Pati ... 79
4.6 Presentase Fasilitas Umum di Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 80
4.7 Presentase Jaringan Komunikasi di Kawasan Obyek Wisata Kabupaten
Pati ... 81
4.8 Presentase Jaringan Listrik (Penerangan) Obyek Wisata Kabupaten Pati 82
4.9 Prensentase Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata di
Obyek Wisata Kabupaten Pati ... 87
4.10 Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jarak
Tempuh Obyek Wisata Kabupaten Pati dari Pusat Kota ... 89
4.11 Penilaian Kelengkapan Komponen Penawaran Pariwisata dan Jumlah
Pengunjung Obyek Wisata Kabupaten Pati Tahun 2008 ... 90
commit to user
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah profil/ gambaran umum kepariwisataan di Kabupaten Pati dilihat dari komponen penawaran pariwisata. Analisis data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.
Dari hasil kesimpulan dapat disimpulkan bahwa : penilaian kelengkapan komponen penawaran pariwisata dari 12 obyek wisata di Kabupaten Pati hanya 33% atau 4 obyek wisata yang mempunyai skor di atas 35, sedangkan 67% atau 8 obyek wisata yang lainnya mempunyai skor di bawah 35. Skor 39,96 merupakan nilai skor paling tinggi yang memiliki ketersediaan komponen penawaran yang paling lengkap dari atraksi, aksesbilitas (tersedia kondisi jalan yang cukup bagus, tersedia penunjuk jalan, dan sarana transportasi), amenitas (tersedia toko kelontong, warung makan, MCK, jaringan telekomunikasi (BTS), serta tersedia penerangan pada obyek wisata dan jalan umum menuju obyek wisata) dan aktivitas, sedangkan skor 18,66 merupakan nilai yang paling rendah. Obyek wisata di Kabupaten Pati yang mempunyai skor tertinggi 39,96 adalah OW Sendang Tirta Marta Sani dan OW Religi Makam Syech Jangkung. Skor terendah yaitu 18,66 adalah OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan OW Air Terjun Grinjingan Sewu.
Obyek wisata yang mempunyai skor di atas 35 adalah OW Sendang Tirta Marta Sani dan OW Religi Makam Syech Jangkung dengan skor 39,96, OW Religi Makam Syaikh Mutamakin dengan skor 37,96 dan OW Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo mempunyai yang skor sama dengan skor 37,96. Obyek wisata yang lainnya yang mempunyai skor di bawah 35 OW Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati dengan skor 34,64, OW Gunung Rowo Indah dengan skor 29,96, OW Religi Makam Sunan Prawoto dengan skor 26,64, OW Gua Pancur dengan skor 23,32, OW Pintu Gerbang Majapahit dengan skor 22,98, OW Gua Wareh, OW Kebun Kopi Jollong dan OW Air Terjun Grinjingan Sewu mempunyai skor sama 18,66.
Kata kunci : Komponen Penawaran Pariwisata, Atraksi, Aksesbilitas, Amenitas,
commit to user
ABSTRACT
A DESCRIPTIVE ANALYSIS ON THE COMPONENT OF TOURISM
OFFERING IN PATI REGENCY
Nurul Afifah Hardiyansah F 1106041
The objective of research is to find out how the profile/general overview of tourism is in Pati Regency viewed from the component of tourism offering. The data analysis used for answering the problem of research was descriptive qualitative method.
From the result of research it can be concluded that: the assessment of tourism offering component completeness on 12 destinations in Pati Regency shows that there are only 33% or 4 destinations with higher than 35 score, while other 97% or 8 destinations with less then less than 25 score. Score 39.96 is the highest one with the most completed offering components consisting of attraction, accessibility (sufficiently good condition of road is available, the road sign is available and so is the transportation vehicle), amenity (sundry stores, food stall, toilet, telecommunication network (BTS), as well as lighting in the tourist object and the public road toward the tourist object) and activity, while score 18.66 is the lowest one. The tourist objects in Pati Regency with the highest score of 39.96 include Sendang Tirta Marta Sani and Syech Jangkung Grave Religious Tourist Object. The ones with the lowest score of 18.66 include Wareh Cave, Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall.
The tourist objects with score higher than 35 include Sendang Tirta Marta Sani and Syech Jangkung Grave Religious Tourist Object with score of 39.96, Syaikh Mutamakin Grave Religious Tourist Object with score of 37.96 and Banyutowo Fish Harbor Beach with score of 37.96. Other tourist objects with less than 35 score include Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati with score of 34.64 Rowo Indah Mountain with score of 29.96, Sunan Prawoto Grave Religious Tourist Object with score of 26.64, Gua Pancur with score of 23.32, Majapahit Gate with score of 22.98, Wareh Cave Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall Jollong Coffee Garden, and Grinjingan Sewu Waterfall with the equal score of 18.66.
commit to user
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pariwisata di Indonesia telah menjadi sektor strategis dalam sistem
perekonomian nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap
pendapatan negara. Sebagai sektor strategis nasional, pariwisata mempunyai
efek pengganda yang ditimbulkan dari aktifitas pariwisata baik yang sifatnya
langsung berupa penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata maupun dampak
tidak langsung berupa berkembangnya kegiatan ekonomi pendukung
pariwisata seperti penginapan, rumah makan, jasa penukaran uang dan
lain-lain. Kondisi ini dapat ditemui pada hampir semua daerah tujuan wisata yang
telah berkembang. Manfaat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata mampu
memberikan kontribusi yang besar terhadap sistem perekonomian daerah
tujuan wisata. Di samping itu pariwisata sebagai suatu sistem juga telah
berkembang menjadi suatu aktivitas industri yang mampu menggerakkan
sektor-sektor ekonomi daerah. Sektor pariwisata nasional dikembangkan tidak
hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi mempunyai tujuan luas
meliputi aspek sosial-budaya, politis dan hankamnas. Walaupun demikian
tujuan ekonomis sangat menonjol karena aspek non-ekonomis pembangunan
pariwisata sangat erat terkait dengan tujuan ekonominya.
Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata
commit to user
mengelola dan memperkenalkan suatu obyek wisata diperlukan agar
wisatawan maupun masyarakat mengetahui dan dapat menikmati obyek
pariwisata tersebut, kegiatan itu meliputi pembenahan sarana dan prasarana
obyek pariwisata. Baik prasarana maupun sarana kepariwisataan
sesungguhnya merupakan “tourism supply” yang perlu dipersiapkan atau
disediakan bila kita hendak mengembangkan suatu industri wisata.
Dalam kepariwisataan yang dimaksud “tourism supply” adalah
meliputi semua daerah tujuan yang ditawarkan kepada wisatawan. Ada empat
aspek (4A) yang harus diperhatikan dalam “tourism supply” atau penawaran
pariwisata yaitu semua bentuk daya tarik (Attraction), semua bentuk
kemudahan untuk memperlancar perjalanan (Accessibility), semua bentuk
fasilitas dan pelayanan (Amenity), dan aktivitas wisata (Activities) yang
tersedia pada suatu DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang dapat memuasakan
kebutuhan dan keinginan wisatawan selama mereka berkunjung di DTW
tersebut (PUSPARI UNS, 2006).
Pariwisata juga merupakan suatu sektor yang tidak jauh berbeda
dengan sektor ekonomi yang lain yaitu dalam proses perkembangannya juga
mempunyai dampak atau pengaruh di bidang sosial dan ekonomi. Pengaruh
yang ditimbulkan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif
terhadap kehidupan masyarakat setempat. Mencegah perubahan menuju ke
arah negatif diperlukan suatu perencanaan yang mencakup aspek sosial dan
ekonomi, sehingga sedapat mungkin masyarakat setempat ikut terlibat di
commit to user
untuk mendukung keberhasilan pengembangan daerah wisata yang
bersangkutan.
Kemajuan pariwisata tergantung dari permintaannya, dengan
perhitungan permintaan pariwisata akan membantu pariwisata untuk
berkembang semakin baik. Pada Tabel 1.1 perkembangan wisatawan nasional
dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang datang, lama wisatawan tinggal dan
pengeluaran selama tinggal. Pengeluaran selama tinggal inilah yang
memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada pedagang sekitar obyek
dan pendapatan bagi daerah. Semakin lama tinggal pengunjung yang datang
maka pengeluaran akan semakin banyak pula sehingga pendapatan pedagang
sekitar obyek wisata dan pendapatan daerah juga akan semakin besar.
Tabel 1.1. Perkembangan Wisatawan Nasional (Wisnas) Tahun 2004 – 2008
Sumber: BPS dan Kemenbudpar Indonesia.
Penelitian ini menetapkan lokasi di obyek wisata Kabupaten Pati, hal
ini dikarenakan obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Pati memiliki
potensi yang cukup bagus, dan tercatat pada Badan Pusat Statistik (BPS) Pati
ada 12 obyek wisata. Setiap obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Pati
commit to user
memiliki wisata alam dengan pemandangan alamnya yang indah dan udaranya
yang masih sejuk serta nuansa kedesaan yang masih alami yang dapat
dinikmati oleh pengunjung. Selain wisata alam, terdapat peninggalan sejarah,
dan juga beberapa makam keramat yang termasuk wisata religi (wisata
ziarah). Ziarah dalam klasifikasi wisata yang dikemukakan Soekadijo (1996)
dikelompokkan pada jenis wisata bermotifkan spiritual (spritual tourism).
Meskipun obyek wisata di Kabupaten Pati memiliki potensi yang cukup bagus
akan tetapi, dalam aspek pariwisata belum mempunyai kontribusi yang berarti
terhadap pendapat daerah. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.2 di bawah
ini.
Tabel 1.2 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha di
4. Listrik, Gas dan Air Minum 5. Bangunan/ Konstruksi
6. Perdagangan, Restoran & Hotel 7. Pengangkutan dan Komunikasi PDRB Kabupaten Pati 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka 2009
Distribusi persentase pada tabel 1.2 menunjukkan bahwa untuk
pertumbuhan sektor pariwisata yang dilihat dari sektor perdagangan, restoran
dan hotel mengalami penurunan dengan nilai 19,28% untuk tahun 2007 turun
commit to user
Wisatawan yang datang ke obyek wisata di Kabupaten Pati
kebanyakan adalah penduduk sekitar, namun ada juga yang berasal dari luar
daerah. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ) yang diperoleh tercantum pada
Tabel 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung tahun 2008 pada seluruh
obyek wisata di Kabupaten Pati adalah sebesar 895.127. Pada tahun 2008
obyek wisata yang mempunyai jumlah pengunjung terbanyak adalah obyek
wisata Religi (wisata ziarah) yaitu Makam syaikh Mutamakin sebesar
472.421. Meskipun jumlah pengunjung yang datang pada OW religi ini relatif
banyak akan tetapi, tidak dapat dijadikan kegiatan yang ditawarkan pada
wisatawan/ pengunjung dikarenakan aktivitas ini sangat berkaitan dengan
kepercayaan di wilayah tertentu.
Pada obyek wisata lainnya seperti Pintu Gerbang Majapahit yang
merupakan obyek wisata peninggalan sejarah yang memiliki jumlah
pengunjung paling banyak sebesar 24.659, sedangkan untuk obyek wisata
alam yang paling banyak pengunjungnya adalah obyek wisata alam Gunung
Rowo Indah sebesar 9.332. Meskipun jumlah wisatawan yang datang pada
obyek wisata di Kabupaten Pati relatif banyak dalam setahun, akan tetapi
belum mengalami perkembangan yang berarti. Di bawah ini dapat dilihat
jumlah pengunjung yang datang pada obyek wisata yang terdapat di
commit to user
Tabel 1.3. Jumlah Wisatawan Obyek Wisata Kabupaten Pati Tahun 2008
2 Petilasan Kadipaten Pesantenan Pati 5.251
3 Pintu gerbang Majapahit 24.659
4 Gunung Rowo Indah 9.332
5 OW Religi Makam Syech Jangkung 365.512
6 OW Makam Syech KH.Ahmad Mutamakin 472.421
7 Kebun Kopi Jollong 305
8 Gua Pancur 2.052
9 Gua Wareh 2.410
10 Air Terjun Grinjingan Sewu 625
11 OW Religi Makam Sunan Prawoto 11.225
12 Pantai Pelabuhan Ikan Banyutowo 410
Jumlah 895.127
Sumber: Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka tahun 2009
Sebagai perbandingan berikut ini adalah jumlah wisatawan yang
berkunjung ke beberapa obyek wisata di Jawa Tengah tahun 2004-2008.
Tabel 1.4. Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Jawa Tengah Tahun 2004 – 2008
Tahun Wisatawan
Mancanegara
Wisatawan Nusantara
2004 299.903 17.157.776
2005 303.898 14.455.546
2006 290.217 15.023.901
2007 302.116 15.762.394
2008 302.977 16.253.107
Sumber : BPS, Kabupaten Pati, dalam angka tahun 2009
Wisatawan mancanegara dan nusantara sesungguhnya tidak terlalu
penting dalam menumbuhkan perekonomian rakyat. Akan tetapi keduanya
mampu memberi kontribusi penting dalam menciptakan peluang dan
kesempatan berusaha bagi penduduk lokal, serta mendatangkan manfaat bagi
commit to user
Potensi yang dimiliki obyek wisata di Kabupaten Pati belum dikelola
secara optimal sehingga keberadaan aset wisata belum mendapat respon
positif wisatawan dalam bentuk kunjungan wisatanya. Salah satu tolok ukur
perkembangan pariwisata adalah pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan
karena dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang secara langsung
akan diikuti oleh perkembangan sarana dan prasarana pendukung pariwisata,
pembangunan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan bagi
wisatawan.
Kurangnya publikasi terhadap adanya obyek wisata yang ada di
Kabupaten Pati dan adanya tekanan krisis ekonomi juga menurunkan daya beli
dan kemampuan masyarakat melakukan perjalanan wisata. Di samping itu,
daya dukung lainnya yang masih relatif terbatas serta adanya penjarahan oleh
orang-orang yang tidak bertangung jawab juga mengakibatkan kurang
berkembangnya minat wisata di Kabupaten Pati. Hal itu juga mengakibatkan
pengunjung yang datang ke obyek wisata ini tidak terlalu banyak.
Keadaan tersebut apabila tidak segera mendapat perhatian dalam
pengelolaan dan pengembangannya maka dikhawatirkan potensi wisata ini
akan cenderung memudar karena menurunnya jumlah wisatawan yang pada
akhirnya akan sangat mempengaruhi dalam segi pengelolaannya seperti
berkurangnya atraksi wisata dan fasilitas yang terbatas sehingga diperlukan
usaha yang terarah untuk mengatasi segala kelemahan yang ada. Oleh sebab
itu perlu dilakukan melalui usaha pemasaran yang efektif dan efisien dengan
commit to user
amenitas, dan aktivitas (PUSPARI UNS, 2006) terhadap suatu tempat tujuan
wisata untuk meningkatkan dan menggairahkan daya tarik wisata di
Kabupaten Pati.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini mengambil
judul ”ANALISIS DESKRIPTIF KOMPONEN PENAWARAN
PARIWISATA DI KABUPATEN PATI”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat permasalahan
sebagai berikut :
1. Bagaimanakah profil/ gambaran umum kepariwisataan di Kabupaten Pati
dilihat dari komponen penawaran pariwisata?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, penelitian
ini bertujuan:
1. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan atraksi pada
obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen penawaran
pariwisata.
2. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan aksesbilitas
pada obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen
commit to user
3. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan amenitas pada
obyek wisata di Kabupaten Pati sebagai salah satu komponen penawaran
pariwisata.
4. Untuk menganalisis dan menilai kelengkapan/ ketersediaan aktivitas
pengunjung pada obyek wisata di Kabupaten Pati.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi dalam
membuat suatu kebijakan yang tepat dan bahan pertimbangan untuk
meningkatkan pariwisata, khususnya di Kabupaten Pati di masa
mendatang.
2. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi peneliti selanjutnya dalam
commit to user
10
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Landasan Teori
Geografi pariwisata adalah geografi yang berkaitan erat dengan
pariwisata. Kegiatan pariwisata banyak melibatkan kegiatan, dimana semua
kegiatan ini disebut industri pariwisata, termasuk di dalamnya perhotelan,
atraksi, obyek wisata, hiburan, dan lain sebagainya. Segi geografi umum yang
perlu diketahui wisatawan adalah iklim, adat istiadat, keindahan alam, budaya,
dan perjalanan wisata. Dua segi tersebut di atas yaitu industri pariwisata dan
segi geografi umum menjadi kajian geografi pariwisata (Suwantoro, 2004:
23).
1. Definisi Pariwisata
Istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang
komponen-komponennya terdiri dari:
Ÿ Pari : berarti penuh, lengkap, berkeliling
Ÿ Wis (man) : berarti rumah, property, kampong, komunitas
Ÿ Ata : berarti pergi terus-menerus, mengembara
Yang apabila dirangkai menjadi satu kata melahirkan istilah
pariwisata, berarti pergi secara lengkap meninggalkan rumah (kampung)
commit to user
Pariwisata adalah suatu gejala sosial yang sangat komplek yang
menyangkut manusia dan memilki berbagai aspek yaitu aspek sosiologi,
psikologi, ekonomis, ekologis dan sebagainya dari aspek tersebut yang
mendapatkan perhatian paling besar dan merupakan aspek yang penting
adalah aspek ekonomi (Soekadijo, 2000: 25).
Menurut Dr Salah Wahab (1975) dalam bukunya yang berjudul
Tourism Management (Tourism International Press, London, 1975: 9)
pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat
pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan
pengahasilkan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif
lainya. Selanjutnya sebagai sektor yang kompleks, ia juga merealisasi
industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata.
Penginapan dan transportasi juga dipandang sebagai industri (Pendit,
2002: 32-33).
Pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali
atau berputar-putar satu tempat ke tempat lain. Perjalanan ini dilakukan
karena adanya daya tarik khusus dari tempat lain atau daerah wisata yang
dikunjungi (Yoeti, 1996: 112).
Dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah suatu kegiatan yang
merujuk pada pergerakan (perjalanan) seseorang yang dilakukan
sementara waktu dan diluar lingkungan kesehariannya dan juga hubungan
dan gejala yang menyeluruh yang muncul dari adanya perjalanan dan
commit to user
2. Wisatawan
Wisatawan adalah seseorang yang meninggalkan tempat
kediamannya untuk sementara waktu dengan alasan apa pun tanpa
memangku suatu jabatan atau pekerjaan di negara yang dikunjunginya
(Wahab dalam Yoeti, 2008: 114)
a. Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan suatu kegiatan
berpariwisata dengan tinggal sementara sekurang-kurangnya 24 jam
pada suatu daerah. Wiasatawan dibagi lagi menjadi:
Ÿ wisatawan asing, yakni wisatawan yang berasal dari luar
negeri atau dari suatu negara ke negara lain.
Ÿ wisatawan domestik, yakni wisatawan yang berasal dari satu
daerah ke daerah lain yang masih dalam administrasi
penduduk satu negara.
b. Pelancong adalah pengunjung sementara yang tinggal di suatu daerah/
negara yang dikunjungi dalam waktu kurang dari 24 jam.
3. Jenis Pariwisata
Adapun jenis pariwisata adalah sebagai berikut (Yoeti, 1985. 111) :
a. Menurut Letak Geografisnya Dimana Kegiatan Berkembang
1) Pariwisata Lokal (Local Tourism)
Pariwisata setempat yang mempunyai ruang lingkup relatif sempit
commit to user 2) Pariwisata Regional (Regional Tourism)
Kegiatan pariwisata yang berkembang di suatu tempat atau daerah
yang ruang lingkupnya lebih luas dari pariwisata lokal tetapi lebih
sempit dari pariwisata nasional.
3) Pariwisata Nasional (National Tourism)
Jenis pariwisata ini dibagi menjadi 2 yaitu:
Ÿ Pariwisata nasional dalam arti sempit yaitu kepariwisataan
yang berkembang dalam wilayah suatu negara dimana adalah
orang yang melakukan perjalanan wisata adalah warga negara
sendiri.
Ÿ Pariwisata nasional dalam arti luas yaitu kegiatan
kepariwisataan yang berkembang di suatu negara selain
kegiatan wisatawan domestik juga terhadap wisatawan asing.
4) Pariwisata Regional – Internasional (Regional – international
Tourism).
Kepariwisataan yang berkembang di suatu wilayah internasional
yang terbatas pada negara tertentu seperti pariwisata ASEAN.
5) Pariwisata Internasional (International Tourism)
Kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh negara.
b. Menurut Pengaruhnya Terhadap Neraca Pembayaran
1) Pariwisata Aktif (In Bound Tourism)
Pariwisata yang ditandai dengan gejala masuknya wisatawan asing
commit to user 2) Pariwisata Pasif (Out Bound Tourism)
Pariwisata yang ditandai dengan gejala keluarnya wisatawan keluar
negeri atau ke suatu negara asing yang dikunjungi.
c. Menurut Alasan Atau Tujuan Dari Perjalanan Wisata
1) Pariwisata Bisnis (Bussiness Tourism)
Jenis pariwisata dimana pengunjung datang untuk usaha dagang,
dinas, seminar, simposium dan lain-lain.
2) Vacation Tourism
Jenis pariwisata dimana pengunjung datang dengan tujuan berlibur,
cuti dan lain-lain.
3) Widya Wisata (Education Tourism)
Jenis pariwisata dimana pengunjung datang dengan tujuan untuk
melakukan studi atau mempelajari pengetahuan.
d. Menurut Waktu Berkunjung
1) Pariwisata Musiman (Seasional Tourism)
Jenis pariwisata dimana kegiatannya berlangsung waktu tertentu.
2) Occational Tourism
Pariwisata yang kegiatannya dihubungkan dengan acara tertentu.
e. Menurut Obyeknya
1) Pariwisata Budaya (Cultural Tourism)
Jenis pariwisata dimana motivasi untuk melakukan perjalanan
wisata disebabkan karena daya tarik seni budaya suatu tempat/
commit to user
2) Pariwisata Kesehatan (Recupererational Tourism)
Tujuan daripada orang-orang untuk melakukan perjalanan ini
adalah untuk menyembuhkan sesuatu penyakit, seperti mandi di
sumber air panas, mandi lumpur.
3) Pariwisata Komersial(Comersial Tourism)
Disebut sebagai pariwisata perdagangan, karena perjalanan wisata
ini dikaitkan dengan kegiatan perdagangan nasional/ Internasional
dimana sering diadakan kegiatan Expo, Fair, dan lain-lain.
4) Pariwisata Olahraga (Sport Tourism)
Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata
bertujuan untuk menyaksikan suatu prosesatau kegiatan olahraga.
5) Pariwisata Politik (Political Tourism)
Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata
dengan tujuan menyaksikan suatu peristiwa yang berhubungan
dengan kegiatan suatu negara.
6) Pariwisata Agama (Religion Tourism)
Jenis pariwisata dimana orang yang melakukan perjalanan wisata
dengan tujuan untuk menyaksikan atau menjalankan kegiatan
commit to user
4. Industri Pariwisata
a. Pengertian Industri Pariwisata
Industri pariwisata adalah industri yang berupa seluruh
kegiatan pariwisata yang didalamnya terdapat industri perhotelan,
industri rumah makan, industri kerajinan atau cendera mata, industri
perjalanan dan sebagainya (Soekadijo, 2000: 29). Dengan kata lain
industri pariwisata adalah kumpulan dari berbagai perusahaan yang
secara bersama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
para wisatawan selama dalam perjalanan wisata dan mempekerjakan
banyak orang dalam berbagai jenis pekerjaan.
Industri pariwisata adalah perusahaan jasa (service industry)
yang masing-masing bekerja sama menghasilkan produk (good and
service) yang dibutuhkan wisatawan selama dalam perjalanan wisata
yang dilakukannya pada suatu daerah tujuan wisata (Yoeti, 2008: 67).
Pengertian industri pariwisata merupakan batasan yang
mewakili semua perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata,
produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut serta
pelayanan yang diberikan oleh para wisatawan diharapkan dapat
memberikan kepuasaan terhadap para wisatawan yang sedang
berkunjung. Dengan tujuan ini kan terlihat tahap-tahap dimana para
wisatawan akan memerlukan layanan tertentu, pendekatan ini
beranggapan bahwa produk dari pariwisata adalah semua jasa yang
commit to user
kediamannya atau rumahnya sampai di tempat tuujuan hingga kembali
ke tempat asalnya atau rumahnya.
b. Produk Industri Pariwisata
Pengertian produk dalam ilmu ekonomi adalah sesuatu yang
dihasilkan melalui proses produksi, dimana penekanan utamanya
adalah bahwa tujuan akhir dari suatu proses produksi dapat digunakan
untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan manusia.
Produk wisata merupakan hasil dari kegiatan produksi wisata.
Sebagian besar kegiatan produksi wisata adalah kegiatan produksi jasa.
Pada kegiatan produksi jasa, lazimnya proses produksi dan proes
konsumsi berjalan secara simultan, serempak dalam waktu bersamaan.
Wiasatawan berkonsumsi menikmati jam-jam wisata pada saat para
produsen seperti biro perjalanan, sarana transportasi, hotel dan lainnya
berproduksi (Adnanputra. 1990: 30).
Produk industri pariwisata merupakan suatu sasaran produk
yang terpadu yang terdiri dari obyek wisata, transportasi, akomodasi
dan hiburan dimana setiap unsur dipersiapkan oleh masing-masing
commit to user
5. Kajian Ekonomi - kepariwisataan
Untuk dapat menghubungkan antara konsep ekonomi dan
pariwisata terlebih dahulu akan dijelaskan konsep-konsep sebagai berikut:
a. Aspek Penawaran Pariwisata
Penawaran wisata merupakan produk yang diberikan kepada
wisatawan untuk dapat dinikmati. Selanjutnya dijelaskan dalam
PUSPARI (2006) menggunakan Konsep 4A yaitu:
a. Attractions (Atraksi)
Ÿ Wisata alam
Ÿ Wisata peninggalan sejarah, kesenian tradisional, upacara adat
Ÿ Wisata minat khusus (spiritual, kerajinan, agro, ziarah, dll)
b. Accessibility (Aksesbilitas)
Ÿ Letak obyek wisata
Ÿ Jarak tempuh dari pusat kota
Ÿ Sarana jalan menuju obyek (kelas jalan)
Ÿ Jenis transportasi yang digunakan
Ÿ Tanda lalu lintas dan petunjuk arah menuju obyek (sign road)
c. Amenity (Amenitas)
Ÿ Akomodasi/ penginapan
Ÿ Restoran/ Rumah makan/ warung makan
Ÿ Menu makanan yang disajikan
Ÿ Tourist Information Center
commit to user
Ÿ Toko kelontong
Ÿ Jasa angkutan (ojek, dokar, mobil, sepeda)
Ÿ Toko cenderamata
Ÿ Penerangan (listrik)
Ÿ Air bersih
Ÿ Pusat kesehatan/ poloklinik
Ÿ Pos keamanan
Ÿ Jasa pemandu (guide)
Ÿ Promosi wisata
Ÿ Papan interpretasi/ keterangan obyek
d. Activities (Aktivitas)
Ÿ Aktivitas wisatawan yang berkaitan degan obyek wisata alam,
peninggalan sejarah/ budaya, dan minat khusus.
Ÿ Aktivitas yang dilakukan penduduk setempat berkaitan dengan
kegiatan wisata daerahnya.
Menurut Inskeep (1991:38), di berbagai macam literatur dimuat
berbagai macam komponen wisata. Namun ada beberapa komponen
wisata yang selalu ada dan merupakan komponen dasar dari wisata.
Komponen-komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain.
Komponen-komponen wisata tersebut dapat dikelompokkan sebagai
commit to user a. Atraksi dan kegiatan-kegiatan wisata
Kegiatan-kegiatan wisata yang dimaksud dapat berupa
semua hal yang berhubungan dengan lingkungan alami,
kebudayaan, keunikan suatu daerah dan kegiatan-kegiatan lain
yang berhubungan dengan kegiatan wisata yang menarik
wisatawan untuk mengunjungi sebuah obyek wisata.
b. Akomodasi
Akomodasi yang dimaksud adalah berbagai macam hotel
dan berbagai jenis fasilitas lain yang berhubungan dengan
pelayanan untuk para wisatawan yang berniat untuk bermalam
selama perjalanan wisata yang mereka lakukan.
c. Fasilitas dan pelayanan wisata
Fasilitas tersebut misalnya: restoran dan berbagai jenis
tempat makan lainnya, toko-toko untuk menjual hasil kerajinan
tangan, cinderamata, toko-toko khusus, toko kelontong, bank,
tempat penukaran uang dan fasilitas pelayanan keuangan lainnya,
kantor informasi wisata, pelayanan pribadi (seperti salon
kecantikan), fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas keamanan
umum (termasuk kantor polisi dan pemadam kebakaran), dan
fasilitas perjalanan untuk masuk dan keluar (seperti kantor imigrasi
commit to user d. Fasilitas dan pelayanan transportasi
Meliputi transportasi akses dari dan menuju kawasan
wisata, transportasi internal yang menghubungkan atraksi utama
kawasan wisata dan kawasan pembangunan, termasuk semua jenis
fasilitas dan pelayanan yang berhubungan dengan transportasi
darat, air, dan udara.
e. Infrastruktur lain
Infrastruktur yang dimaksud adalah penyediaan air bersih,
listrik, drainase, saluran air kotor, telekomunikasi (seperti telepon,
telegram, telex, faksimili, dan radio).
f. Elemen kelembagaan
Kelembagaan yang dimaksud adalah kelembagaan yang
diperlukan untuk membangun dan mengelola kegiatan wisata,
termasuk perencanaan tenaga kerja dan program pendidikan dan
pelatihan, menyusun strategi marketing dan program promosi,
menstrukturisasi organisasi wisata sektor umum dan swasta,
peraturan dan perundangan yang berhubungan dengan wisata,
menentukan kebijakan penanaman modal bagi sektor publik dan
swasta, mengendalikan program ekonomi, lingkungan, dan sosial
commit to user
Menurut Yoeti (1996: 80 - 84) Supply dalam kepariwisataan
dapat dibagi dalam:
a. Benda-benda yang disediakan dan terdapat dalam alam (Natural
Aminities). Yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya yang
penting ialah:
1) Iklim, misalnya cuaca cerah (clean air), banyak cahaya
matahari (sunny day), sejuk (mild), kering (dry), panas (hot),
hujan (wet), dan sebagainya.
2) Bentuk tanah dan pemandangan (Land configuration and
Landscape). Tanah yang berbentuk datar (plains), lembah
pegunungan (scenic mountain), danau (lake), sungai (river),
pantai (beaches), air terjun (waterfall), gunung berapi
(volcanos) dan pemandangan yang menarik (panoramic views).
3) Hutan belukar (The Sylvan Elements) misalnya: hutan yang
luas (large forest), banyak pohon-pohon (trees).
4) Fauna dan Flora.
Tanaman-tanaman yang aneh (uncommon vegetation),
burung-burung (birds), ikan (fish’s), binatang buas (wild life), cagar
alam (national part), daerah perburuan (hunting and
photographic safari), dan sebagainya.
5) Health Center.
Sumber air mineral (natural spring of mineral water), mandi
commit to user
menyembuhkan macam-macam penyakit dan menambah awet
muda.
b. Hasil ciptaan Manusia (Man-Made Supply).
Kelompok ini dapat dibagi empat bagian yang penting, misalnya:
1) Benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan (Historal,
Cultural and Religious), misalnya:
Ÿ Monumen-monumen bersejarah dan sisa-sisa perdaban
masa lampau.
Ÿ Museum, art gallery, perpustakaan, kesenian rakyat,
handicraft.
Ÿ Acara-acara tradisionil, pameran, festival, upacara naik haji
(pilgrimages), upacara perkawinan, khitanan, dan lain-lain.
Ÿ Rumah-rumah beribadah, seperti masjid, gereja, kuil atau
candi-candi mauoun pura-pura.
2) Prasarana (Infrastructure), terdiri dari:
a) Prasarana Umum (General Infrastructure) seperti: sumber
air tawar, pembangkit tenaga listrik, jalan raya, jembatan,
pelabuhan laut, lapangan udara, irigasi, telekomunikasi, dan
lain-lain.
b) Kebutuhan masyarakat banyak (Basic Needs of Civilized
Life) seperti: rumah sakit, apotik, shopping center, bank,
commit to user
bensin, kantor-kantor yang berhubungan dengan
kepariwisataan (tourist information center, goverment
tourist office, dan sebagainya).
3) Sarana kepariwisataan (Tourism Superstructures). Seperti kita
ketahui, saran kepeariwisataan ini dapat dibagi atas tiga bagian
yang penting, di mana satu dengan yang lainnya saling
menunjang. Ketiga sarana yang dimaksudkan ialah:
a) Sarana Pokok Kepariwisataan (Main Tourism
Superstructure). Yang termasuk ke dalam kelompok ini
ialah:
· Travel Agent dan Tour Operator.
· Tourist Transportation.
· Accomodation.
· Catering Trades.
· Tourist Objects dan Tourist Attractions.
b) Sarana Pelengkap Kepariwisataan (Supplementing Tourism
Superstructure). Yang termasuk ke dalam kelompok ini
ialah:
· Fasilitas rekreasi dan olahraga, seperti: sky resort,
horse riding, boting fasilities, hunting safari, hunting
camera and photography, dan lain-lain.
c) Sarana Penunjang Kepariwisataan (Supporting Tourism
commit to user · Night Club dan Steambath.
· Casino dan Entertaiment.
· Souvenir shops, dan lain-lain.
4) Tata cara hidup masyarakat (The people’s Way of Life).
Tata cara hidup yang tradisionil dari suatu masyarakat
ditawarkan kepada para wisatawan. Bagaimana kebiasaan
hidupnya, adat istiadatnya, semuanya merupakan daya tarik
bagi wisatawan ke daerah itu (ingat, kenapa orang daang ke
desa Trunyam di pinggir danau Batur Bali). Hal semacam ini
sudah dijadikan events yang dapat dijual oleh Tour Operator.
Contoh yang terkenal di antaranya ialah:
· Pembakaran mayat (Ngaben) di Bali.
· Upacara pemakaman mayat di Tanah Toraja.
· Upacara bertagak penghulu di Minangkabau.
· Upacara Sekatenan di Yogyakarta.
· Tea Ceremony di Jepang.
· Upacara Waisak di Candi Mendut dan Borobudur, dan
lain-lain.
Menurut McIntosh (dalam Oka A. Yoeti, 2008: 173) Dalam
bukunya Tourism: Principle, Practice and Philosophies, MacIntosh
mengatakan bahwa Komponen Penawaran Pariwisata (Tourism
commit to user
a. Sumber Daya Alam (Natural Resources)
Misalnya iklim, flora dan fauna, pantai, pemandangan, danau,
sungai, air terjun, dsb.
b. Infrastruktur (Infrastructure)
Misalnya jaringan air bersih, sistem pembuangan sampah,
sistem pembuanagan limbah, jaringan listrik, jalan, area perkir,
kereta api, telekomunikasi, dsb.
c. Transportasi (Transportation and transportation equipment)
Misalnya maskapai Penerbangan, kapal penumpang, kerata api,
bus, taksi, dan banyak jenis transportasi lainnya.
d. Superstruktur (Superstructure)
Misalnya resort, hotel, motel, guest house, restoran, café, SPA,
museum, gedung pertunjukkan, kawasan perbelanjaan, dsb
e. Keramahtamahan (Hospitality)
Pada dasarnya ini adalah semua perlakuan yang memberi
kesenangan, kenyamanan dan kepuasaan bagi wisatawan
sewaktu mereka berkunjung, termasuk sikap menghormati,
ramah-tamah, suka menolong, dan membantu memberi
commit to user
Menurut Wahab (1976:109) penawaran pariwisata ditandai
oleh 3 ciri khas utama :
a. Merupakan penawaran jasa-jasa. Dengan demikian apa yang
ditawarkan itu tidak mungkin ditimbun dan harus dimanfaatkan
dimana produk itu berada.
b. Yang ditawarkan itu sifatnya kaku (rigid) dalam arti bahwa
dalam usaha pengadaannya untuk keperluan wisata, sulit sekali
untuk mengubah sasaran penggunaannya diluar pariwisata.
c. Karena pariwisata belum menjadi kebutuhan pokok manusia,
maka penawaran pariwisata harus bersaing ketat dengan
penawaran barang-barang dan jasa-jasa yang lain. Dalam hal
ini hukum substitusi sangat kuat berlaku.
Penawaran (supply) adalah kuantitas dari barang-barang
ekonomi yang ditawarkan dengan semua harga yang mungkin dapat
dicapai pada waktu tertentu. Lebih khusus lagi, supply dapat pula
diartikan sebagai jumlah barang-barang ekonomis yang tersedia akan
dijual dipasar.
b. Aspek Permintaan Pariwisata
Permintaan (demand) dalam kepariwisataan terdiri dari
bemacam-macam unsur yang satu dengan yang lainnya tidak hanya
berbeda sifat dan bentuk, tetapi juga manfaat dan kegunaannya bagi
commit to user
(free-goods), diperoleh tanpa membelinya, namun menjadi daya tarik
nbagi wisatawan sebagai obyek pariwisata, misalnya pemandangan
alam yang indah, udara yang segar, cahaya matahari, laut, danau,
sungai, dan sebagainya (Yoeti, 1996: 75).
Pada saat melakukan perjalanan kegiatan wisata, para
wisatawan akan membutuhkan sarana transportasi, infrastruktur yang
baik, atraksi-atraksi, dan pelayanan yang memuaskan dari para guide
yang memandu perjalanan mereka maupun dari obyek yang mereka
kunjungi. Akhirnya timbul apa yang dinamakan penawaran pariwisata,
dengan tujuan untuk memenuhi permintaan-permintaan dari pariwisata
itu sendiri. Permintaan pariwisata dalam penelitian ini sendiri terdiri
dari:
a. Jumlah Wisatawan
Jumlah wisatwan disini merupakan komponen yang sangat
penting untuk mengetahui bagaimana keberadaan suatu daerah
wisata dapat diketahui keberadaannya dan menarik bagi para
wisatawan untuk berkunjung.
b. Lama Tinggal (Lenght of Stay)
Komponen ini dapat memberikan gambaran bagaimana
karakteristik dari suatu daerah tujuan wisata, dimana apabila
pengunjung merasa nyaman, senang, dan terhibur maka
pengunjung bisa berlama-lama betah berada dalam kawasan
commit to user c. Pengeluaran selama Tinggal
Pengeluaran dari wisatawan inilah yang nantinya dapat
memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada para
pedagang yang berada di dalam kawasan obyek wisata, dalam hal
ini semakin banyak pengeluaran dari para pengunjung maka
pendapatan yang nantinya akan diterima oleh para pedagang juga
akan semakin banyak/ besar.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata
Menurut Yoeti (1996) banyak faktor yang mempengaruhi
orang-orang melakukan perjalanan pariwisata. Selain banyak
motif-motif yang cukup menentukan, faktor-faktor dibawah ini sangat
berperan penting, apakah seseorang akan melakukan perjalanan di
antaranya adalah:
Ÿ Pendapatan (income).
Ÿ Harga (price).
Ÿ Kualitas (quality).
Ÿ Hubungan Politik antara dua negara.
Ÿ Hubungan Ekonomi antar Negara.
Ÿ Hubungan Sosiol-budaya antara dua negara.
Ÿ Perubahan Cuaca atau Iklim.
Ÿ Faktor hari-hari libur.
commit to user
Ÿ Teknologi Pengangkutan
Ÿ Adanya ”foreign exchange restriction” yang dilakukan oleh
beberapa negara.
Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan
orang-orang untuk melakukan perjalanan pariwisata, seperti adanya
bencana alam, peperangan, kepadatan penduduk, tingkat urbanisasi
dan lain-lain. Semuanya itu perlu diperhatikan, sedikitnya harus ada
penyesuaian sehingga permintaan (demand) yang ada tetap terpelihara.
d. Motivasi Berwisata
Menurut MacIntosh (1972) dalam Oka A Yoeti (2008),
mengatakan mengapa orang melakukan perjalanan wisata disebabkan
oleh empat hal, yaitu:
1) Motivasi Fisik
Orang-orang melakukan perjalanan wisata, tujuannya untuk
mengembalikan keadaaan fisik yang sudah lelah karena bekerja
terus, mereka perlu beristirahat dan bersantai, melakukan
kegiatan olahraga, agar sekembali dari perjalanan wisata
bergairah dan bersemangat waktu masuk kerja.
2) Motivasi Kultural
Orang-orang tergerak hatinya untuk melakukan perjalanan
wisata disebabkan ingin melihat dan menyaksikan tingkat
commit to user
lalu maupun apa yang sudah dicapainya sekarang, di samping
itu ingin melihat dan menyaksikan adapt-istiadat, kebiasaan
hidup (the way of life) suatu bangsa yang berbeda dengan apa
yang dimilki Negara lain.
3) Motivasi Personal
Orang-orang ingin melakukan perjalanan wisata karena adanya
keinginan untuk mengunjungi sanak keluarga yang sudah lama
tidak bertemu atau mencari kenalan atau teman yang sudah
lama tidak bertemu.
4) Motivasi Status dan Prestise
Ada orang-orang tertentu yang beranggapan dengan
melakukan perjalanan wisata dapat meningkatkan status dan
prestise keluarga, menunjukkan mereka memiliki kemampuan
ketimbang orang lain.
Menurut Karyono (1997:48), ada beberapa faktor pendorong
seseorang melakukan perjalanan wisata, yaitu : faktor-faktor bersifat
irasional (dorongan bawah sadar), seperti adanya keterikatan
emosional dan keinginan untuk berkunjung pada tempat-tempat yang
dianggap berkaitan dengan urusan keagamaan (ke makam-makam para
sunan/penyiar agama, rasul/nabi, tempat yang dikeramatkan menurut
commit to user
karena adanya fasilitas yang memadai, atraksi wisata yang menarik
untuk dikunjungi.
Motivasi wisatawan untuk berkunjung di suatu tempat akan
sangat dipengaruhi oleh persepsinya mengenai produk wisata yang
ada, baik yang berkaitan dengan atraksi wisata maupun faktor
pendukungnya. Persepsi wisatawan mengenai suatu produk wisata
dapat dilihat keterpenuhan kebutuhan wisatawan selama melakukan
perjalanan wisata.
e. Faktor-faktor Pendorong dan Penarik
Faktor-faktor pendorong dan penarik untuk berwisata sangatlah
penting untuk diketahui oleh siapapun yang berkecimpung dalam
industri pariwisata (Pitana, 2005). Dengan adanya faktor pendorong,
maka seseorang ingin melakukan perjalanan wisata, walaupun belum
jelas mana daerah yang akan dituju. Berbagai faktor pendorong
seseorang melakukan perjalanan Wisata menurut Ryan (1991) dan
Pitana (2005), adalah sebagai berikut:
Ÿ Escape
Ÿ Relaxtion
Ÿ Play
Ÿ Strengthening family bond
Ÿ Prestige
Ÿ Social interaction
Ÿ Romance
commit to user
Ÿ Self-fulfilment
Ÿ Wish-fulfilment
6. Dampak Pengembangan Kepariwisataan
Selama ini kita selalu puas dengan perolehan devisa sektor
pariwisata, karena bila kita lihat dari angka-angka yang disajikan Badan
Pusat Statistik (BPS) secara relatif meningkat dari tahun ke tahun, akan
tetapi secara tidak sadar kita tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi
sebagai akibat pengembangan pariwisata sebagai suatu industri.
a. Dampak Positif
Dilihat dari kacamata ekonomi makro, jelas pariwisata
memberikan dampak positif, karena sebagai suatu industri:
1. Dapat menciptakan kesempatan berusaha.dengan datangnya
wisatawan,perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan
(need), dan keinginan (want), dan harapan (expetation)
wisatawan yang terdiri dari berbagai kebangsaan dan tingkah
lakunya.
2. Dapat meningkatkan kesempatan kerja (employments).
Bayangkan saja, bila sebuah hotel dibangun dengan kamar
sebanyak 400 kamar, paling sedikit diperlukan karyawan
sebanyak 600 orang dengan ratio1:1,5.
3. Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat
commit to user
effect yang terjadi dari pengeluaran wisatawan yang relatif
cukup besar.
4. Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan
retribusi daerah. Seperti kita ketahui tiap tempat wisatawan
berbelanja selalu dikenakan pajak sebesar 10 persen sesuai
Peraturan Pemerintah yang berlaku.
5. Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic
Bruto (GDB).
6. Dapat mendoroang peningkatan investasi dari sektor industri
pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.
7. Dapat memperkuat neraca pembayaran. Bila Neraca
Pembayaran Pariwisata mengalami surplus, dengan
sendirinyaakan memperkuat neraca pembayaran Indonesia, dan
sebaliknya. (Yoeti, 2008).
b. Dampak Negatif
Selama ini pariwisata hampir selalu dilihat dari sisi positifnya
saja dan belum banyak kajian dari sisi non-moneter yang banyak
menimbulkan kerusakan cagar budaya, kepribadian, kerusakan
lingkungan, dan sumber-sumber hayati baik di laut, hutan yang
akhir-akhir ini mulai mengalami kehancuran secara perlahan-lahan.
Dari sudut sosiologi belum banyak dilakukan penelitian tentang
commit to user
terkendali. Kita dapat melihat beberapa contoh kejadian sehari-hari
dampak negatif itu anatara lain, yaitu:
1. Harga tanah menjadai mahal, pantai-pantai dikaveling,
sehingga sering terjadi spekulasi harga yang pada akhirnya
meningkatkan harga tanah di sekitarnya.
2. Di pusat-pusat konsentrasi kegiatan pariwisata harga-harga
bahan makan menjadi mahal yang dapat meningkatkan inflasi
tiap tahunnya.
3. Sumber-sumber hayati mejadi rusak, yang menyebabkan
Indonesia kehilangan daya tariknya untuk jangka panjang.
4. Terjadi urbanisasi, pencari kerja mengalir dari desa ke
kota-kota beasar.
5. Ramainya lalu lintas wisatawan, ternyata ditumpangi oleh
penyelundupan obat bius dan narkotika.
c. Dampak terhadap Sosial-Budaya
Bilamana penduduk setempat menganggap bahwa wisatawan
adalah “sumber rezeki” hubungan mereka menjadi komersial
sedemikian rupa, sehingga hal-hal yang bersifat curiousity atau sosial
interest dibuat sedemikian rupa wisatawan harus membayar dengan
harga yang pantas dan kalau wisatawan tidak mau mereka tidak
commit to user
dihalangi. Dalam praktiknya sering kita lihat kejadian-kejadian sebagai
berikut:
1. Sering terjadi komersialisasi seni-budaya.
2. Terjadinya pemalsuan benda-benda budaya, seperti lukisan atau
keramik.
3. Terjadi demonstrasi effect, kepribadian anak-anak muda rusak.
4. Demi dollar wisatawan, upacara adat dijual kepada wisatawan
dan banyak contoh lainnya.
d. Dampak terhadap Lingkungan Hidup
Kepariwisataan bisa sangat membahayakan lingkungan hidup,
misalnya:
1. Pembuangan sampah sembarangan selain menyebabkan bau
tidak sedap, juga membuat tanaman di sekitarnya mati.
2. Pembuangan limbah hotel, restoran, dan rumah sakit yang
merusak air sungai, danau dan laut.
3. Kerusakan terumbu karang sebagai akibat nelayan tidak lagi
“memiliki” pantai untuk mncari ikan, karena pantai telah
dikaveling untuk membangun hotel dan restoran. Akibatnya,
para nelayan membom terumbu karang. Kemudian akibat yang
lebih juah adalah tidak ada lagi daya tarik pantai.
4. Perambahan hutan dimana-mana akibatnya daya tarik wisata
alam menjadi sirna.
commit to user
B. Pertanyaan Penelitian
Analisis komponen penawaran pariwsata dilakukan dengan melihat
dua perkembangan utama, yaitu :
1. Bagaimanakah profil kelengkapan komponen penawaran pariwisata obyek
wisata Kabupaten Pati dilihat dari masing-masing faktor 4A (Atraksi,
Aksesbilitas, Amenitas dan Aktivitas)?
2. Bagaimanakah profil obyek wisata Kabupaten Pati dilihat dari keseluruhan
commit to user
38
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan model pendekatan deskriptif. Jenis
penelitian ini pada umumnya bertujuan untuk mendeskripsikan secara
sistematis, faktual, dan akurat terhadap populasi atau daerah tertentu mengenai
sifat-sifat, karakteristik atau faktor-faktor tertentu (Senggono, 1996 dalam
Putra, 2004). Jenis penelitian ini diharapkan mampu menerangkan dan
menggambarkan secara jelas tentang profil kepariwisataan di Kabupaten Pati
yang dilihat dari segi komponen penawarannya sesuai dengan fakta-fakta yang
ada.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di Kabupaten Pati Propinsi Jawa
Tengah. Penelitian ini diarahkan pada peranan faktor penawaran dalam
pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Pati.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang harus
digunakan dalam mengadakan suatu penelitian agar mendapat data sesuai
dengan apa yang diinginkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
commit to user
1. Studi Dokumentasi
Dalam penelitian ini dokumentasinya adalah berupa catatan,
data-data statistik pariwisata, dan sebagainya yang berkaitan dengan obyek
wisata dan gambaran umum di Kabupaten Pati jenis data seperti ini
diperoleh dari kantor instansi pemerintah di Kabupaten Pati.
b. Observasi
Observasi atau yang disebut dengan pengamatan langsung di
lapangan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek
(lokasi penelitian) dengan menggunakan seluruh alat indera, kemudian
dibuat dokumentasi baik berupa catatan maupun gambar/ foto.
c. Wawancara
Wawancara semi terstruktur atau wawancara yang bersifat
percakapan. Penelitian ini tidak menggunakan kuesioner melainkan
panduan wawancara yang fleksibel untuk membantu pewawancara fokus
pada topik yang diteliti. Wawancara dilakukan dengan informan yang
dipilih secara purposif sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti.
Informan adalah jajaran Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan
Olahraga. Pengumpulan data melalui wawancara akan di tulis oleh
informan. Perekaman pada pengamatan lapangan akan menggunakan
commit to user
D. Teknik Pengambilan Data
Oleh karena penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif,
maka teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara selektif dengan
menggunakan pertimbangan teoritis, keingintahuan pribadi, karakteristik
empiris, dan kebutuhan maupun tujuan penelitian, maka penelitian ini
menggunakan metode penarikan sampel yang lebih tepat adalah purposive
sampling atau sampel bertujuan, dimana peneliti cenderung menggunakan atau
memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi
sumber data yang mantap dan dapat mengetahui permasalahannya secara
lengkap tanpa didasarkan pada strata maupun random, tetapi didasarkan pada
tujuan tertentu.
Dalam penelitian ini peneliti mengobservasi semua obyek wisata yang
ada di Kabupaten Pati dan mengguunakan semua obyek wisata sebagai sampel
dengan menggunakan analisis konsep 4A (Atraksi, Aksesbilitas, Amenitas,
dan Aktivitas).
E. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini data kuantitatif dianalisis secara tabulasi dan
statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisa secara deskriptif studi
kasus yaitu dengan mendiskripsikan, kemudian memberikan
penafsiran-penafsiran dengan interpretasi rasional yang memadai terhadap fakta-fakta
commit to user
1. Analisis Model Interaktif
Hasil data akan dianalisis dengan teknik analisis model interaktif,
menurut Miles dan Hubermann (1992) dalam Oktiviyanti (2006), meliputi
proses mengatur urutan data, mengorgnisasikannya kedalam suatu pola,
kategori dan satuan uraian dasar. Pengelolaan data dalam penelitian ini
dilakukan dengan empat tahap, yaitu:
1. Pengumpulan data.
Yaitu pencarian data yang diperlukan,yang dilakukan terhadap
berbagai jenis data dan berbagaia bentuk data yang ada pada
lampangan penelitian serta pencatatan didata lapangan.
2. Reduksi data.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian
pada penyerderhanaan dan pengabstrakan, transformasi data kasar
yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan.
3. Sajian data atau display.
Sajian data adalah kesimpulan informasi tersusun memberi
kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
trindakan.
4. Kesimpulan atau Verifikasi
Penarikan kesimpulan hanyalah sebagai satu kegiatan dan konfigurasi
yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasikan selama
commit to user
pada reduksi data dan sajian data yang merupakan jawaban atas
masalah yang diangkat dalam penelitian.
Agar lebih jelas, teknik analisis data pada penelitian ini
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1. Interaktif Model of Analysis
Sumber: Miles and Hubermann (1992) dalam Oktiviyanti (2006).
Aktivitas yang dilakukan dengan proses itu diharapkan membuat
komponen-komponen tersebut akan dapat benar-benar mewakili dan
sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Setelah analisis data selesai,
maka hasilnya dapat disajikan secara deskriptif, yaitu dengan jalan apa
adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan data-data yang
diperoleh.
Pengumpulan Data
Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi
Penyajian Data
commit to user
2. Penilaian Kelengkapan dan Ketersedian Komponen Penawaran
Pariwisata (4A)
Penentuan nilai kelengkapan komponen penawaran pariwisata
yang terdapat pada setiap obyek wisata di Kabupaten Pati menggunakan
teknik skoring, yaitu dengan memberikan nilai atau skor. Parameter
penilaian merupakan faktor komponen penawaran pariwisata (4A).
Dalam penelitian ini, parameter penilaian terdiri dari Atraksi,
Aksesbilitas, Amenitas, dan Aktivitas. Nilai atau skor digunakan untuk
membedakan kelengkapan dan kersediaan komponen penawaran yang
terdapat pada masing-masing obyek wisata.
Kriteria atau asumsi yang digunakan dalam penskoran
masing-masing parameter adalah sebagai berikut:
a. Atraksi
Pada parameter ini diberi skor 10. Atraksi -atraksi yang
terdapat pada obyek wisata Kabupaten Pati ini termasuk jenis Atraksi
Budaya (Cultural Attractions) yang berupa upacara-upacara tradisional
dan biasanya diadakan pada waktu-waktu tertentu.
b. Aksesbilitas
Pada parameter ini diberi skor 10, karena karena pada
parameter ini terdapat 5 kriteria/ faktor penilaian makanya
masing-masing faktor diberi skor 2. Pada aksesbilitas 5 faktor yang digunakan