4.6 Prototipe Produk
4.6.1 Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak
Berikut adalah peraturan-peraturan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak. Peraturan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak terdiri dari beberapa hal antara lain :
1) Aturan permainan bola basket dengan ring bergerak
1) Bola dapat dilempar ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2) Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul dengan kepalan tangan.
3) Pemain tidak boleh berlari sambil memegang bola, bola harus dipantulkan/dribble jika ingin membawa bola.
4) Bola harus dipegang dengan telapak tangan, tidak diperbolehkan memegang bola dengan lengan.
5) Tidak ada tembakan 3 poin ataupun tembakan 2 poin semuanya mendapat 1 poin.
6) Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan berbagai cara. Jika pemain melakukan pelanggaran diperingatkan.
2) Penjaga hullalup
1) Tidak boleh melewati garis luar lapangan.
2) Penjaga boleh berlari ke kanan atau ke kiri secara mobile.
3) Hullahup berada di atas kepala dan boleh di gerakkan ke kanan atau ke kiri dengan memiringkan badan.
3) Wasit
1) Permainan bola basket dengan ring bergerak dipimpin oleh satu orang wasit.
2) Wasit mempunyai wewenang untuk mengawasi jalanya permainan. 3) Wasit berada di garis samping lapangan.
4) Cara mencetak Poin/angka
1) Angka/poin yang dicetak jika bola dapat masuk ke ring/hulahop. 2) Bola yang masuk mendapatkan poin 1.
3) Team yang mencetak angka/poin terbanyak selama pertandingan 2 x 10 menit menjadi pemenang pertandingan.
4) Jika terjadi imbang maka dilakukan dengan adu pinalti. 5) Hukuman Pinalti
1) Pemain yang melakukan pelanggaran di area batas penjagaan ring akan mendapatkan pinalti.
2) Tembakan pinalti dilakukan dari setengah lingkaran lapangan. 6) Lemparan ke dalam
1) Lemparan ke dalam dilakukan jika seluruh bola telah melewati garis samping, maupun garis akhir lapangan baik menggelinding di atas lapangan maupun melayang di udara.
2) Saat melakukan lemparan ke dalam tidak boleh menyentuh garis. 7) Pihak yang memasukkan gol terbanyak menjadi pemenangnya.
Kelebihan dari model permainan ini adalah :
1) Ada strategi yang digunakan untuk mendapatkan skor. 2) Siswa lebih aktif dalam bergerak.
3) Siswa mampu mengetahui model permainan yang dimodifikasi. 4) Masih menggunakan lapangan yang sebenarnya.
5) Jumlah pemain yang lebih akan membantu mendapatkan skor. Kelemahan dari model permainan ini adalah
1) Siswa tidak bisa mengatur posisi masing-masing. 2) Siswa cenderung bergerombol.
68 5.1 Kajian
Hasil akhir dari kegiatan penelitian pengembangan ini adalah produk model modifikasi permaianan bola basket dengan ring bergerak, berdasarkan data pada uji coba skala kecil (N=14) dan uji coba lapangan (N=146).
Berdasarkan data hasil uji coba dan pengamatan selama penelitian maka dilakukan beberapa revisi meliputi :
5.1.1 Bola
Bola yang digunakan dalam permainan bola basket dengan ring bergerak adalah bola tangan karena untuk segi keamanan dan bola ini ringan sehingga anak akan dengan mudah untuk mengoper kepada temannya. Karena dalam modifikasi mampu membuat siswa menjadi senang dan tidak cenderung membosankan.
5.1.2 Hulahop
Hulahop yang digunakan menggunakan hulahop yang berukuran kecil disesuaikan dengan keadaan di lapangan untuk siswa SMP.
Berdasarkan analisa hasil penelitian dan pembahasan dalam skripsi ini, maka dapat disimpulkan bahwa :
1) Produk model modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak dapat dipraktekkan kepada subjek uji coba. Hal itu berdasarkan hasil analisis data dari evaluasi ahli penjas didapat rata-rata presentase 82,6%, hasil analisis data dari evaluasi ahli pembelajaran didapat rata-rata presentase 84%. Berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan maka produk modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak ini telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga digunakan untuk siswa SMP Negeri I Patean.
2) Produk model modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak sudah dapat digunakan bagi siswa SMP Negeri I Patean. Hal ini berdasarkan hasil analisis data uji coba skala kecil didapat rata-rata presentase 84,54% dan hasil analisis data uji coba lapangan didapat rata-rata presentase pilihan jawaban yang sesuai 90,02%. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga dapat digunakan untuk siswa SMP N I Patean. 3) Produk Pembelajaran melalui modifikasi permainan bola basket dengan ring
bergerak dapat meningkatkan aktifitas gerak siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil kenaikan denyut nadi siswa setelah melakukan aktifitas modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak.
5.2 Saran
5.2.1 Modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak sebagai produk yang telah dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif penyampaian materi pembelajaran permainan bola basket untuk siswa SMP Negeri I Patean.
5.2.2 Penggunaan model ini dilaksanakan seperti apa yang direncanakan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan.
5.2.3 Modifikasi permainan bola basket dengan ring bergerak dapat memudahkan siswa bermain bola basket karena telah dimodifikasi sedemikian rupa.
5.2.4 Bagi guru penjasorkes di SMP diharapkan dapat mengembangkan model-model permainan bola basket yang lebih menarik untuk dapat menjadikan siswanya lebih bergerak aktif dalam pembelajaran penjasorkes.
Beberapa acuan yang perlu diperhatikan oleh pembaca adalah sebagai berikut :
1) Penggunaan modifikasi permainan ini harus memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan siswa karena dalam permainan bola basket dengan ring bergerak menggunakan ring berupa hulahop yang dipegang oleh salah satu pemain dari masing-masing team.
2) Faktor keamanan siswa yang lainya adalah dengan cara mengganti bola yang digunakan yaitu dengan bola tangan yang cenderung lebih ringan dengan permukaan yang halus.
71
Amung Ma’mun dan M. Saputra, Yudha. 2000. Perkembangan Gerak dan Belajar Gerak. Jakarta: Depdiknas.
Bahagia dan Suherman. 2000: 12-16. Permainan Cabang Olahraga.
Husdarta dan M. Saputra Yudha. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.
Jewwet, Ennis dan Bain dalam Martin Sudarmono. 2010. Materi Penjasorkes SMP. Jakarta : Depdiknas
Imam Sodikun. 1991. Olahraga Pilihan Bola Basket. Jakarta: Depdiknas. Keven. A. Prusak. 2007. Permainan Bola Basket. Klaten: Citra Aji Prama.
Martin Sudarmono, 2001. “Skripsi Pengembangan Model Pembelajaran Sepakbola Melalui Permainan Sepakbola Gawang Ganda Bagi Siswa SMP di Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2009/2010”. Semarang: UNNES Semarang.
Moh. Ali.1987. Penelitian Kependidikan Prosedur Dan Strategi. Bandung: Offset Angka.
Nuril Ahmadi. 2007. Permainan Bola Basket. Surakarta: Era Intermedia. Poerwodarminto. 2003. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Rusli Lutan dan Adang Suherman. 2000. Perencanaan Pembelajaran Penjas.
Jakarta: Depdiknas.
Soegiyanto dan Sodjarwo. 1993. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta : Depdikbud
Suharsimi, Arikunto.2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Sugiyanto dan Sudjarwo. 1991. Perkembangan Motorik. Jakarta: Depdiknas. ……….. ,1993. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta:
Depdiknas.
Tim Penyusun. 2011. Panduan Penyusunan Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Lampiran 6