angkat 37 ton TBS/jam. Hoisting crane digerakkan oleh motor listrik dengan gerakan maju mundur dan naik turun (Anonim,
1997).
2. Automatic Feeder/Hopper
Automatic feeder berfungsi untuk mengatur pemasukan buah yang akan di tebah di threser, kecepatan alat ini diatur sesuai dengan kecepatan alat selanjutnya. Kapasitas auto feeder adalah maksimal 2 lori. Dilengkapi dengan peralatan–peralatan lain yaitu
hopper, fruit conveyor dan empty bunch conveyor. Bebarapa hal yang menyebabkan terjadinya USB adalah:
1. Adanya buah yang sakit (abnormal) sehingga buah sukar membrondol walaupun sudah direbus.
2. Waktu perebusan yang terlalu singkat. 3. Proses bantingan tidak tepat.
4. Adanya buah mentah dari kebun.
Perhitungan % USB :
• Setiap jam dilakukan perhitungan jumlah USB per 150 janjang kosong.
• Kriteria USB adalah janjang kosong yang mengandung minimal 1 brondolan.
• % USB= X 100%
USB 150
27
Kerugian-kerugian yang terjadi selama buah berada dibantingan : a. Kerugian minyak yang meresap pada janjangan kosong. b. Kerugian minyak pada buah yang terikut janjang kosong.
c. Alat dan Bahan :
a. Alat a. Hoisting crane b. Automatic Feeder c. Threser d. Fruit Conveyor e. Fruit elevator 2. Bahan :
TBS yang telah direbus.
c. Prosedur Kerja :
1. Buah (TBS) yang telah direbus yang berada dalam lori-lori ditarik keluar dari sterilizer.
2. Buah diangkat dengan alat hoisting crane ke hopper (untuk menampung buah rebusan)
3. Buah dijatuhkan ke mulut hopper yang dilengkapi dengan pipa penyaggah sehingga saat buah jatuh sudah dimulai dengan proses penebahan atau proses pelepasan buah dari tandan.
28
4. Buah masuk ke mesin perontok atau penebahan buah (threser) dengan alat auto feeder.
5. Perontokan buah dilakukan dengan membanting buah dalam drum berputar dengan kecepatan 23-24 rpm.
6. Buah yang sudah terlepas dari tandan akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh under threser conveyor, kemudian masuk ke
bottom cross conveyor. Dari bottom cross conveyor masuk ke fruit
elevator (timba buah) kemudian buah masuk ke top cross conveyor selanjutnya ke distributing conveyor untuk didistribusikan ke masing–masing digester.
d. Hasil Yang Dicapai
Setelah dilakukan pengamatan di stasiun thresher didapatkan pemisahan antara brondolan dari tandannya dengan cara beberapa kali bantingan pada drum thresher. Hasil dari stasiun ini adalah berupa brondolan yang siap untuk di bawa ke stasiun digester. Brondolan dibawa ke station digester dan press sedangkan janjang kosong dibawa ke lokasi aplikasi tandan kosong di kebun dan dimanfaatkan menjadi pupuk ( mulching)
Di PT. WKP efektivitas penebahan mencapai 97 %, yang mana USB rata-rata hanya 3%. Selain penebahan, USB juga dipengaruhi oleh ketepatan perebusan, bila kurang matang maka USB akan tinggi.
29
6. Pengadukan dan Pengempaan a. Tujuan
Untuk mengetahui hasil yang di dapatkan dari stasiun pengadukan dan pengempaan setelah di lakukan proses pengolahan.
b. Dasar Teori
Fungsi dari Digester adalah untuk melumatkan brondolan/buah masak sehingga daging buah terpisah dari biji. Menurut Anonim
(2004) digester merupakan pengadukan brondolan dari thresher
sampai homogen. Screw press merupakan alat pengepressan terhadap brondolan yang homogen untuk mendapatkan rendemen yang maksimal dan nut yang pecah minimal.
Digester terdiri dari tabung silinder yang berdiri tegak yang di dalamnya dipasang pisau–pisau pengaduk (stirring arms) sebanyak 6 tingkatan yang diikatkan pada poros dan digerakkan oleh motor listrik. Lima tingkat pisau di bagian atas digunakan untuk mengaduk dan melumatkan sedangkan pisau bagian bawah disamping sebagai pengaduk juga digunakan untuk mendorong brondolan keluar dari
digester.
Buah yang masuk ke dalam digester diaduk sedemikian rupa sehingga sebagian daging buah telah terlepas dari dagingnya. Untuk memudahkan proses pelumatan diperlukan panas dengan suhu 90-95oC dengan menggunakan uap jenuh yang bertekanan 3 kg/cm2 yang
30
diinjeksikan langsung atau dengan pemanasan mantel. Terhambatnya pengeluaran minyak akan menyebabkan minyak berfungsi sebagai pelumas pisau sehingga mengurangi efek pelumatan pisau digester. Jumlah digester yang dimiliki PT. WKP adalah sebanyak 8 unit. Kapasitas Digester yang di miliki PT. WKP adalah10 ton/jam.
Di pabrik PT. WKP memiliki memiliki 8 unit digester dengan kapasitas digester 10 ton/digester, serta memiliki daya muat screw press 10 ton/screw press. Namun hasil tersebut di dapat apabila pabrik tidak mengalami break down. Dalam pengolahan secara normal akan digunakan 6 digester dan sisanya 2 digester dijadikan untuk rotasi dan cadangan apabila terjadi kerusakan pada digester yang sedang beroperasi.
Alat pengempa (screw press) berfungsi untuk memisahkan minyak kasar (crude oil) dari daging buah atau mesocarp dan biji (nut). Alat pengempa ini terdiri dari sebuah silinder (press cylinder) yang berlubang–lubang dan di dalamnya terdapat dua ulir (screw) yang berputar berlawanan arah, tekanan kempa diatur oleh dua buah konus
(cones) yang berada pada bagian ujung pengempa, yang dapat digerakkan maju mundur secara hidrolik. Pressan dengan double screw
press berputar berlawanan arah dengan kecepatan ± 24 – 27 rpm. Dari proses pengepresan ini akan keluar minyak kotor dan ampas press. Press memiliki tekanan antara 50 – 60 kg/cm2 dengan temperature ±
31
90oC. Screw press yang ada pada PT.WKP mempunyai kapasitas 10 ton/jam.
Cake breaker conveyor berfungsi untuk memecah cake yang menggumpal dari hasil presan, sehingga serat (fiber) dan biji (nut) dapat terpisahkan
Cake breaker conveyor terdiri dari pedal–pedal yang diikatkan pada poros yang berputar dengan kecepatan 52 rpm. Kemiringan pedal diatur sehingga pemecahan gumpalan–gumpalan terjadi dengan sempurna dan penguapan air dapat berlangsung dengan lancar.
Vibrating screen fungsinya untuk menyaring minyak kasar hasil pengepresan dengan system getar oleh electromotor. Vibrating screen terdiri dari dua tingkat, tingkat atas 20 mesh yang berfungsi sebagai alat pemisah minyak kasar dengan fiber, kotoran dan sebagainya.
Tingkat bawah berukuran 40 mesh yang berfungsi untuk memisahkan minyak dengan partikel–partikel yang lebih halus. (Anonim,2006).
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasiannya adalah : 1. Sebelum saringan getar dioperasikan, pastikan tidak ada
saringan yang robek.
2. Buang semua sampah yang tertinggal di saringan. 3. Hidupkan dulu conveyor baru vibrating screen. 4. Bersihkan lingkungan kerja dari ceceran minyak.
32
5. Saringan harus bersih dari ampas sebelum saringan getar dimatikan.
6. Pada posisi saringan berhenti maka isolating valve pada posisi tertutup.
Cruide oil tank memiliki fungsi sebagai penampung minyak hasil pressan.
Minyak dengan berat jenis kecil akan mengapung sedangkan kotoran akan mengendap di dasar tangki. Minyak hasil pemisahan dari alat ini dialirkan ke stasiun klarifikasi. Suhu yang digunakan pada
Crude oil tank yang ada di PT.WKP adalah 90-95oC.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasiannya adalah : 1. Periksa dan pastikan bahwa oil gutter dan crude oil tank selalu
tertutup.
2. Tinggi cruide oil dalam cruide oil tank harus dipertahankan 1/2 – ¾ agar temperatur desanding crude oil 90 – 95oC.
3. Crude oil pump baru berhenti jika tidak ada lagi crude oil dalam tangki.
4. Untuk crude oil tank yang dilengkapi dengan thermostat suhu crude oil dapat dicapai.
33
c. Alat dan bahan
1. Alat
a. Pelumat buah (digester) b. Alat pengempa (screw press).
c. Pemecah ampas kempa (cake breaker conveyor). d. Crude oil gutter dan Crude oil tank.
e. Vibrating screen. 2. Bahan.
a. Buah yang telah lepas dari tandan. b. Crude oil.
c. Serat dan biji sawit.
d. Prosedur Kerja
1. Buah yang sudah terpipil akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator dan dibawa dengan distributing
conveyor untuk didistribusikan ke tiap-tiap unit digester.
2. Di dalam digester buah atau brondolan tersebut dilumatkan dengan suhu 90º-95ºC dengan tekanan kerja 3 kg/cm². Di dalam digester buah akan di hancurkan dengan pisau yang berputar pada as nya. 3. Massa yang keluar dari digester di peras dengan screw press pada
tekanan 50-60 bar dengan menggunakan suhu 90º-95ºC, yang berputar berlawanan arah dengan kecepatan ± 24-27 rpm dari
34
pengempaan ini akan di peroleh minyak kasar yang mengandung air ± 30%.
4. Minyak kasar tersebut akan melewati sand trap tank, kemudian ke
vibrating screen, dari vibrating screen dialirkan ke tangki crude oil dan di pompa ke stasiun klarifikasi menggunakan crude oil pump. 5. Sedangkan biji dan serabut yang berbentuk gumpalan-gumpalan di
teruskan ke cake breaker conveyor dan kemudian dialirkan ke stasiun kernel.
e. Hasil yang di harapkan.
Dari Stasiun Digester didapatkan daging buah telah terlepas dari dagingnya dan Press didapatkan pemisahan antara minyak kasar
(Crude Oil) dengan fiber dan nut. Selain memisahkan stasiun ini juga berfungsi untuk mentransfer hasil pemisahan pada dua stasiun yang berbeda yaitu Stasiun Klarifikasi dan Stasiun Kernel.
7. Pemurnian Minyak a. Tujuan
1. Untuk mempelajari tahapan dalam dalam pemurnian minyak pada stasiun klarifikasi.
35
b. Dasar teori
Proses klarifikasi memiliki tujuan untuk memurnikan minyak yang berasal dari stasiun pengempaan sehingga diperoleh minyak produk.
Gambar 3. Diagram Pengolahan Cruide oil
Fiber halus Sludge underflow Wet oil Press Sandtrap tank Vibrating screen Clarifier tank Dilution (Aircondensat) Sand cyclone Purifier
Wet oil tank Sludge tank
Sludge pit Storage tank
Sludge sentrifuge Vacuum dryer
36