• Tidak ada hasil yang ditemukan

K AWAT G ROUND S TEEL W IRE (GSW ) / O PTIC G ROUND W IRE (OPGW)

I.1 PRIMARY

I.1.4 JUNCTION (PENGHUBUNG)

1.2.1. PROTECTION

1.2.1.1 PENGAMAN DARI GANGGUAN PETIR

1.2.1.1.1 K AWAT G ROUND S TEEL W IRE (GSW ) / O PTIC G ROUND W IRE (OPGW)

Kawat GSW / OPGW adalah media untuk melindungi konduktor fasa dari sambaran petir. Kawat ini dipasang di atas konduktor fasa dengan sudut perlindungan yang sekecil mungkin, dengan anggapan petir menyambar dari atas konduktor.

Namun, jika petir menyambar dari samping maka dapat mengakibatkan konduktor fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 44 Gambar 56 : Kawat GSW/OPGW

Kawat GSW / OPGW terbuat dari baja yang sudah digalvanis, maupun sudah dilapisi dengan aluminium. Pada SUTET yang dibangun mulai tahun 1990an, di dalam ground wire difungsikan fiber optic untuk keperluan telemetri, teleproteksi maupun telekomunikasi yang dikenal dengan OPGW (Optic Ground Wire), sehingga mempunyai beberapa fungsi.

Jumlah Kawat GSW / OPGW pada SUTT maupun SUTET paling sedikit ada satu buah di atas konduktor fasa, namun umumnya dipasang dua buah. Pemasangan satu buah konduktor tanah untuk dua penghantar akan membuat sudut perlindungan menjadi besar sehingga konduktor fasa mudah tersambar petir.

Pada tipe tower tension, pemasangan Kawat GSW / OPGW dapat menggunakan dead end compression dan protection rods yang dilengkapi helical dead end . Sedangkan pada tipe tower suspension digunakan suspension clamp untuk memegang kawat GSW / OPGW.

Kawat GSW / OPGW

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 45 1.2.1.1.2 Jumper GSW

Untuk menjaga hubungan Kawat GSW dan OPGW dengan tower, maka pada ujung travers Kawat GSW / OPGW dipasang jumper GSW yang dihubungkan ke kawat GSW. Kawat penghubung terbuat dari kawat GSW yang dipotong dengan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jumper GSW pada tipe tower tension dipasang antara tower dan Kawat GSW / OPGW serta antar dead end compression atau protection rods yang dilengkapi helical dead end kawat GSW / OPGW. Hal ini dimaksudkan agar arus gangguan petir dapat mengalir langsung ke tower maupun antar kawat GSW / OPGW. Sedangkan pada tipe tower suspension, Jumper GSW dipasang pada tower dan disambungkan ke kawat GSW / OPGW dengan klem penghubung (pararel grup, wire clipe) ataupun dengan memasangnya pada suspension clamp kawat GSW / OPGW..

Gambar 57 : Jumper GSW, Kawat GSW/OPGW

1.2.1.1.3 Arcing Horn

Alat pelindung proteksi petir yang paling sederhana adalah arcing horn.

Arcing horn berfungsi memotong tegangan impuls petir secara pasif (tidak mampu memadamkan follow current dengan sendirinya). Arcing horn terpasang pada SUTT / SUTET yaitu :

1. Arcing horn sisi penghantar Jumper GSW, kawat

GSW / OPGW

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 46 Gambar 58 : Arcing horn sisi penghantar

2. Arcing horn sisi tower

Gambar 59 : Arcing horn sisi tower 3. Bentuk lain dari arcing horn

Gambar 60 : Bentuk lain arching horn

1.2.1.1.4 Transmision Line Arrester (TLA)

Pada dasarnya Jalur transmisi dirancang dengan baik sehingga kebal terhadap sambaran petir. Parameter penting dalam desain tower adalah geometeri, ketinggian, shiled wire dan tingkat pentanahan tower. Namun dalam beberapa kasus tidak mungkin untuk merancang dengan sempurna, hanya solusi optimal yang dapat dilakukan. Optimalisasi ini berdasarkan keseimbangan biaya dari desain dan outage yang dapat ditoleransi. Mengingat geografis jalur transmisi memiliki life cycle dan

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 47 kebutuhan pelanggan terhadap tingkat pelayanan semakin tinggi. Sementara perubahan desain jalur transmisi biasanya mahal, memasang arrester petir pada saluran transmisi TLA merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan reliability sistem.

Sebuah transmission lightening arrester harus mampu bertindak sebagai insulator, mengalirkan beberapa miliampere arus bocor ke tanah pada tegangan sistem dan berubah menjadi konduktor yang sangat baik, mengalirkan ribuan ampere arus surja ke tanah, memiliki tegangan yang lebih rendah daripada tegangan withstand string insulator ketika terjadi tegangan lebih, dan menghilangan arus susulan mengalir dari sistem melalui TLA (power follow current) setelah surja petir berhasil didisipasikan.

TLA dapat melindungi sistem dari kejadian-kejadian sebagai berikut:

1. Back flashover,

kejadian dimana petir menyambar bagian-bagian grounding sistem (seperti tower dan GSW) tetapi arus petir tidak dapat dialirkan ke tanah karena impact local grounding desainya yang tidak bekerja dengan baik.

2. Flash over

kejadian dimana perlindungan GSW tidak maksimal sehingga petir menyambar langsung pada konduktor.

Komponen utama dari TLA Gambar 61 : TLA

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 48 1. Clamp

Alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke TLA yang berfungsi untuk memegang konduktor penghantar. Pada jenis konduktor penghantar yang memiliki permukaan lebih banyak kompoisisi Alumunium seperti ACCC, maka konduktor harus dilapisi armour rod untuk mengurangi kelelahan bahan.

2. Corona ring

Peran korona ring adalah untuk mendistribusikan gradien medan listrik dan menurunkan nilai maksimum di bawah ambang batas corona, mencegah debit korona.

3. Insulator Housing

Adalah tabung yang terbuat dari aluminium yang dilapisi insulator. Tabung ini merupakan ruang untuk material metal oksida pembentuk TLA. Biasanya insulator pelapis yang digunakan adalah tipe siikon, karena memiliki bobot yang ringan.

4. Disconnector

Adalah alat yang dipasangkan pada TLA sisi tidak bertegangan yang diteruskan ke konduktor grounding. Disconnector akan bekerja memutuskan, apabila kondisi TLA sudah rusak.

5. Grounding

Adalah konduktor yang dipasangkan pada TLA yang fungsinya untuk meneruskan arus petir dan arus bocor ke tanah.

6. Arrester Coondition Monitoring (ACM)

Adalah alat ukur untuk mengetahui data arus bocor dan data petir yang melewati TLA tersebut. Untuk mengetahui data petir dan data TLA tersebut maka diperlukan download data arus petir (Leakage Current) dan arus bocor (Leakage Current)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 49 1.2.1.1.5 Konduktor Penghubung

Pada tiang SUTT / SUTET yang berlokasi di daerah petir tinggi biasanya dipasang konduktor penghubung. Bahan yang dipakai untuk konduktor penghubung umumnya sama dengan bahan kawat GSW / OPGW. Konduktor penghubung ini berfungsi sebagai media berjalannya surja petir dengan nilai induktansi yang lebih rendah dari pada induktansi tower agar arus petir yang menyambar kawat GSW / OPGW maupun tower SUTT / SUTET dapat langsung disalurkan ke tanah.

Gambar 62 : Konduktor penghubung, kawat GSW/OPGW ke tanah

Ujung bagian atas konduktor ini dihubungkan langsung dengan kawat GSW / OPGW menggunakan klem sambungan atau dihubungkan dengan batang penangkap petir yang dipasang di atas tower. Sedangkan ujung bagian bawahnya dihubungkan dengan pentanahan tower. Dengan pemasangan konduktor penghubung diharapkan tidak terjadi arus balik yang nilainya lebih besar daripada arus sambaran petir yang sesungguhnya, sehingga gangguan pada transmisi dapat berkurang.

1.2.1.1.6 Rod Pentanahan ( Grounding)

Rod pentanahan adalah perlengkapan pembumian sistem transmisi yang berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari tower SUTT maupun SUTET ke tanah dan menghindari terjadinya back flashover pada insulator saat grounding sistem terkena sambaran petir. Pentanahan tower terdiri dari konduktor tembaga atau konduktor baja yang diklem pada pipa pentanahan yang ditanam di dekat pondasi tiang, atau dengan menanam plat aluminium / tembaga disekitar pondasi tower yang berfungsi untuk mengalirkan arus dari konduktor tanah akibat sambaran petir.

Konduktor Penghubung

Konduktor Tanah ke

tanah

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 50 Gambar 63 : Pentanahan tower

Jenis-jenis pentanahan tower pada SUTT / SUTET :

1. Electroda bar, yaitu suatu rel logam yang ditanam di dalam tanah.

Pentanahan ini paling sederhana dan efektif, dimana nilai tahanan tanah adalah rendah.

2. Electroda plat, yaitu plat logam yang ditanam di dalam tanah secara horisontal atau vertikal. Pentanahan ini umumnya untuk pengamanan terhadap petir.

3. Counter poise electrode, yaitu suatu konduktor yang digelar secara horisontal di dalam tanah. Pentanahan ini dibuat pada daerah yang nilai tahanan tanahnya tinggi atau untuk memperbaiki nilai tahanan pentanahan.

4. Mesh electrode, yaitu sejumlah konduktor yang digelar secara horisontal di tanah yang umumnya cocok untuk daerah kemiringan.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 51 Komponen-komponen pentanahan tower :

1. Konduktor pentanahan, terbuat dari bahan yang konduktifitasnya besar.

2. Klem pentanahan atau sepatu kabel.

3. Batang pentanahan.

4. Klem sambungan konduktor pentanahan.

1.2.1.2 Pengaman Dari Getaran / Stres Mekanis yang ditimbulkan oleh angin 1.2.1.2.1 Spacer

Komponen ini berfungsi sebagai pemisah / perentang dan sekaligus sebagai peredam getaran pada konduktor dan juga menjaga agar konduktor pada satu bundle fasa bergerak seirama (ifapplicable).

(a) (b) Gambar 64 : (a) Spacer 4 konduktor, (b) Spacer 2 konduktor

1.2.1.2.2 Armour Rod

Komponen inin berfungsi melindungi alumunium konduktor dari stres mekanis dititik junction dengan insulator pada tower suspension.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 52 Gambar 65 : Armour rod

1.2.1.2.3 Counter Weight

Komponen ini berfungsi menjaga jumper konduktor agar stabil diposisinya sehingga tidak bersentuhan dengan tower saat tertiup angin atau terjadi goncangan.

Gambar 66 : Counter weight 1.2.1.2.4 Vibration damper

Komponen ini berfungsi sebagai peredam getaran pada titik titik terminasi antara konduktor dan insulator.

Gambar 67 : Damper

1.2.1.3 Pengaman dari ancaman / kemungkinan gangguan akibat manusia 1.2.1.3.1 ACD (Anti Climbing Device) / Penghalang Panjat

Komponen ini berfungsi untuk mencegah / menghambat manusia yang tidak berkepentingan untuk memanjat tower. Penghalang panjat dibuat runcing,

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 53 berjarak 10 cm dengan yang lainnya dan dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya.

Gambar 68 : ACD (Anti Climbing Device) / penghalang panjat 1.2.1.3.2 Plat Rambu Bahaya

Komponen ini berfungsi untuk memberikan peringatan bahaya tegangan tinggi / tegangan ekstra tinggi.

Gambar 69 : Plat rambu Bahaya

1.2.1.4 Pengaman dari Kemungkinan Gangguan Luar (pesawat udara, terjun payung)

1.2.1.4.1 Bola rambu

Komponen ini berfungsi untuk memberi tanda bagi pilot pesawat dan nakoda kapal tentang keberadaan saluran transmisi SUTT / SUTET. Bola rambu dipasang di kawat GSW / OPGW.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 54 Gambar 70 : Bola rambu

a. Aviation Lamp (Lampu penerbangan)

Adalah rambu peringatan berupa lampu terhadap lalu lintas udara, berfungsi untuk memberi tanda kepada pilot pesawat terbang bahwa terdapat konduktor saluran transmisi. Jenis lampu penerbangan adalah sebagai berikut :

a. Lampu penerbangan yang terpasang pada tower dengan suplai dari jaringan tegangan rendah

Gambar 71 : Lampu penerbangan Tower

b. Lampu penerbangan yang terpasang pada konduktor penghantar dengan sistem induksi dari konduktor penghantar.

1.2.1.4.2 Pengaman dari urat konduktor putus b. Repair Sleeve

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 55 Komponen ini berfungsi untuk melindungi alumunium konduktor dari putus urat alumunium konduktor tersebut. Repair sleeve dipasang pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 4 urat

Gambar 72 : Repair sleeve

c. Armour Rod Span

Komponen ini berfungsi untuk melindungi alumunium konduktor dari putus urat alumunium konduktor tersebut. Armaour rod span dipasang pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 3 urat

Gambar 73 : Armour rod span

1.2.1.5 MONITORING

1.2.1.5.1 Plat informasi tower

Komponen ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada petugas pemeliharaan tentang saluran transmisi yang hendak dipelihara / dimonitor.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 56

Gambar 74 : Plat informasi tower 1.2.1.5.2 Tangga panjat (step bolt)

Komponen ini berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada petugas untuk melakukan pemanjatan tower. Step bolt dipasang dari atas ACD ke sepanjang badan tower hingga traves GSW / OPGW.

Gambar 75 : Step bolt

1.2.1.6 FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) adalah prosedur analisa dari model kegagalan (failure modes) yang dapat terjadi dalam sebuah sistem untuk diklasifikasikan berdasarkan hubungan sebab-akibat dan penentuan efek dari kegagalan tersebut terhadap sistem.

Model kegagalan (failure modes) sendiri adalah setiap kejadian yang menyebabkan functional failure (ketidakmampuan suatu aset untuk dapat bekerja sesuai fungsinya sesuai unjuk kerja yang dapat diterima pemakai). Sedangkan Effects Analysis mengacu kepada pembelajaran konsekuensi-konsekuensi dari kegagalan tersebut. Penyebab kegagalan (failure causes) adalah semua kesalahan (errors) atau cacat / ketidaksempurnaan (defects) dalam proses, design, atau barang yang dapat terjadi atau nyata terjadi.

FMEA diperkenalkan secara formal di awal tahun 1940 oleh Angkatan Bersenjata Amerika untuk keperluan militer. Dalam FMEA, kegagalan diprioritaskan berdasarkan

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 57 seberapa seriuskah konsekuensi yang diakibatkannya, frekuensi terjadinya, dan kemudahan dalam mendeteksinya. FMEA juga merupakan dokumentasi pengetahuan terkini dan tindakan tentang resiko kegagalan untuk digunakan dalam pengembangan berkelanjutan. Tujuan pembuatan FMEA adalah sebagai dasar pengambilan tindakan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko kegagalan, dimulai dari prioritas tertinggi. FMEA dapat digunakan untuk evaluasi prioritas manajemen resiko dalam pengurangan kerapuhan sistem terhadap ancaman. FMEA membantu pemilihan tindakan perbaikan yang mengurangi dampak kumulatif konsekuensi (resiko) umur dari sebuah kegagalan sistem.

1.2.1.6.1 PROSEDUR PEMBUATAN FMEA

FMEA START

Gambar 76 : Flowchart prosedur pembuatan FMEA

1. Mendefinisikan fungsi utama dari sistem / peralatan

Sistem adalah kumpulan komponen yang secara bersama-sama bekerja membentuk satu atau lebih fungsi. Fungsi sistem tidak sama dengan fungsi komponen.

2. Menentukan sub sistem dan fungsinya

Sub sistem adalah peralatan dan / atau komponen yang bersama-sama membentuk satu fungsi. Dari fungsinya sub sistem berupa unit yang berdiri sendiri dalam suatu sistem.

3. Menentukan komponen dan sub komponen sistem

Komponen adalah bagian / unsur dari keseluruhan / suatu sistem, dan sub komponen sistem adalah beberapa bagian / beberapa unsur yang menunjang suatu sistem

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 58 4. Menentukan functional failures dan failures modes

Functional failures adalah ketidakmampuan suatu sistem untuk dapat bekerja sesuai fungsinya sesuai standar unjuk kerja yang dapat diterima pemakai.

Failures modes adalah cara suatu sistem mengalami kegagalan.

1.2.1.6.1 FMEA SUTT / SUTET

1. Fungsi SUTT / SUTET

Tabel 4 : Fungsi SUTT/SUTET

SISTEM FUNGSI SISTEM

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) & Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

Menyalurkan daya listrik dari Sisi Pembangkit ke Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi dan dari GITET ke GI/ GIS melalui Konduktor Telanjang dengan aman dan rugi daya yang kecil

2. Sub Sistem SUTT / SUTET serta Fungsinya

Tabel 5 : Sub Sistem SUTT/SUTET serta Fungsinya

NO SUB SISTEM SUB SUB SISTEM FUNGSI 1 PRIMARY Current Carrying

(Pembawa Arus)

Berfungsi sebagai media pembawa arus pada saluran transmisi SUTT / SUTET dengan arus sesuai spesifikasi / ratingnya.

Insulation ( Isolasi) Menginsulasi bagian bertegangan dengan titik ground, baik saat normal continuous opation dan saat terjadi surja ( termasuk petir didalam saluran transmisi )

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 59 Structure (Struktur

Tower)

Menjaga dan merentangkan kawat penghantar agar berada pada jarak ground clearence tertentu sehingga proses tansmisi daya berlangsung kontinyu.

Junctions (Penghubung)

Berfungsi menghubungkan sub sistem Current carrying (pembawa arus), sub sistem insulation (isolasi) dan subsistem structure (struktur).

2 SECONDARY Protection Media berjalanya arus surja petir ke bumi saat terjadi sambaran didekat saluran transmisi.

Monitoring Memberikan informasi kepada petugas pemeliharaan saluran transmisi yang hendak dipelihara / dimonitor.

3. Komponen dan Sub Komponen SUTT / SUTET

Tabel 6 : Komponen dan Sub Komponen SUTT/SUTET

PRIMARY CURRENT CARYING

(PEMBAWA ARUS) INSULATION STRUCTURE JUNCTION

1 Bare Conductor

OHL 1 Ceramic Insulator 1 Bracing Tower 1 Suspension Clamp

2 Conductor Joint

(Midspan Joint) 2 Non-Ceramic

Insulator 2 Mur & Baut Tower 2 Strain clamp

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 60

4 Jumper

Conductor 4 Socket Clavis

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 61

Pentanahan Bahaya

3

Konduktor

Sambungan 3

Counter Weight

4

Jumper

GSW 4

Vibration Damper

5

Arching Horn

6 TLA*

SECONDARY Plat Informasi Tower

Tangga Panjat

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 62 4. Functional Failures dan Failures Modes SUTT / SUTET

a. Primary

1. Current Carrying (Pembawa Arus)

Tabel 7 : FMEA Sub Sistem Current Carrying (Pembawa Arus)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 63 2. Insulation (Isolasi)

Tabel 8 : FMEA Sub Sistem Insulation

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 64 Tabel 10 : FMEA Sub Sistem Junction

3. Structure (Struktur)

Tabel 9 : FMEA Sub Sistem Structure

4. Junction (Penghubung)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 65 b. Secondary

1. Protection

Tabel 11 : FMEA Sub Sistem Secondary

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 66 2. Monitoring

Tabel 12 : FMEA Sub Sistem Monitoring

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 67 BAB II

PEDOMAN PEMELIHARAAN SUTT / SUTET

Pemeliharaan SUTT / SUTET memegang peranan sangat penting dalam menunjang kualitas dan keandalan penyediaan tenaga listrik kepada konsumen.

Pemeliharaan SUTT / SUTET adalah proses kegiatan yang bertujuan mempertahankan atau menjaga kondisi SUTT / SUTET, sehingga dalam pengoperasiannya SUTT / SUTET dapat selalu berfungsi sesuai dengan karakteristik desainnya dan mencegah terjadinya gangguan yang merusak. Jadi, efektifitas dan efisiensi dari pemeliharaan SUTT / SUTET dapat dilihat dari :

- Peningkatkan reliability, avaibility dan efficiency SUTT / SUTET - Perpanjangan umur SUTT / SUTET

- Perpanjangan interval overhaul (pemeliharaan besar) pada SUTT / SUTET - Pengurangan resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan pada SUTT / SUTET - Peningkatan safety

- Pengurangan lama waktu padam - Waktu pemulihan yang efektif.

- Biaya pemeliharaan yang efisien/ekonomis.

Gambar 77 : Metode Pemeliharaan SUTT/SUTET

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 68 Adapun jenis-jenis pemeliharaan yang dilaksanakan meliputi :

II.1

PEMELIHARAAN PREVENTIF (PREVENTIVE MAINTENANCE)

Adalah pemeliharaan yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kerusakan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja yang optimal sesuai umur teknisnya, melalui inspeksi secara periodik dan pengujian fungsi atau melakukan pengujian dan pengukuran untuk mendiagnosa kondisi peralatan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berpedoman kepada : instruction manual dari pabrik, standar-standar yang ada ( IEC, IEEE, CIGRE, ANSI, dll ) dan pengalaman serta observasi / pengamatan operasi di lapangan.

Pemeliharaan ini dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

II.1.1 PEMELIHARAAN RUTIN (ROUTINE MAINTENANCE)

Adalah pemeliharaan secara periodik / berkala dengan melakukan inspeksi dan pengujian fungsi untuk mendeteksi adanya potensi kelainan atau kegagalan pada peralatan dan mempertahankan unjuk kerjanya. Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan rutin pada SUTT / SUTET terdiri dari :

- Ground Patrol : Pemeliharaan mingguan dan triwulan

- Climb Up Inspection : Pemeliharaan yang dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam 5 Tahun atau lebih sesuai kebutuhan operasional yang mengacu pada peta kerawanan instalasi (polusi tinggi, rawan petir dan tegakan) serta setelah gangguan yang memerlukan investigasi lanjutan dilapangan.

Secara garis besar, ruang lingkup pemeliharaan rutin meliputi : II.1.1.1 In Service Visual Inspection

Adalah pekerjaan pemantauan / pemeriksaan secara berkala / periodik kondisi peralatan saat operasi dengan hanya memanfaatkan indera penglihatan dan alat ukur bantu sederhana sebagai pendeteksi. Tujuan In Service Visual Inspection untuk mendapatkan indikasi awal ketidaknormalan peralatan (anomali) sebagai bahan untuk melakukan Evaluasi Level 1 serta sebagai informasi bagi pengembangan atau tindakan pemeliharaan.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 69 Pada SUTT / SUTET, In Service Visual Inspection terbagi menjadi :

II.1.1.1.1 Ground Patrol

Ground patrol adalah jenis pekerjaan pemantauan / pemeriksaan secara berkala / periodik terhadap jalur transmisi (SUTT / SUTET) tanpa memanjat tower, yang dilakukan oleh Line walker (Petugas Ground Patrol). Hasil pemeriksaan Ground patrol merupakan input yang dijadikan acuan tindak lanjut untuk Planned Corrective Maintenance.

Uraian kegiatan yang dilaksanakan meliputi : Tabel 13 : Ground Patrol

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN & TRIWULAN

KEADAAN : OPERASI

PELAKSANA : PETUGAS GROUND PATROL

PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN

CURRENT CARRYING / PEMBAWA ARUS

Bare Conductor OHL

(termasuk ACSR , TACSR & ACCC)

▪ Periksa kondisi konduktor penghantar apakah normal, rantas, putus atau mekar.

▪ Periksa andongan konduktor apakah masih dalam keadaan normal.

▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal, korosi, bergeser, bengkok, lepas atau hilang.

▪ Periksa kondisi Spacer apakah normal, bergeser, kendor, patah, klem lepas atau hilang

▪ Periksa apakah ada benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) yang tersangkut dikonduktor.

Conductor joint (midspan joint) ▪ Periksa kondisi midspan joint apakah normal, bengkok, pecah.

Conductor jumper (konduktor penghubung)

▪ Periksa kondisi konduktor penghubung apakah normal, mekar, lepas, rantas.

▪ Periksa kondisi Counter weight apakah normal atau ada kelainan (lepas klemnya) Jumper joint ▪ Periksa kondisi jumper joint apakah normal,

rantas, putus atau mekar.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 70 INSULATION /ISOLASI

Ceramics Isulations ▪ Periksa kondisi Insulator apakah normal, kotor atau pecah, menggunakan teropong (Binocular)

▪ Periksa apakah ada benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) atau tersangkut insulator.

Non Ceramics Isulations ▪ Periksa kondisi Insulator apakah normal, kotor, pecah, retak atau sobek menggunakan teropong (Binocular)

▪ Periksa apakah ada benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) atau tersangkut insulator.

Isolasi udara (Ground Clearence ) ▪ Periksa jarak bebas SUTT / SUTET (fasa ke fasa & fasa ke tanah) apakah sesuai

ketentuan yang berlaku (Lampiran Peraturan Menteri Pertambangan & Energi Nomor : 01.P/47/MPE/1992 Tanggal : 7 Februari 1992) dan peliharalah

STRUCTURE/STRUKTUR

Halaman tower

▪ Periksa kondisi Halaman tower apakah normal, kotor, ada pohon / semak belukar atau dimanfaatkan orang lain

▪ Periksa kondisi Patok batas apakah normal, tertimbun atau hilang.

▪ Periksa kondisi Halaman tower apakah normal, ada jalan longsor atau banjir

Stub ▪ Periksa kondisi Stub apakah normal, korosi,

tertimbun tanah, tergenang air, bengkok

Pondasi

▪ Periksa kondisi Kopel pondasi apakah normal, patah, bengkok, retak, amblas atau tertimbun tanah

▪ Periksa kondisi Chimney / kepala pondasi apakah normal, tertimbun tanah, tergenang air, amblas, bergeser atau retak

Bracing(Leg, Common body, Body, Traverse)

▪ Periksa kondisi Konstruksi tiang apakah normal, korosi, bengkok atau hilang.

▪ Periksa kondisi Plat sambungan rangka apakah normal, korosi, hilang atau bengkok

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 71

▪ Periksa kondisi Mur & baut plat sambungan rangka apakah normal, korosi atau hilang

▪ Periksa kondisi Bracing / member / besi diagonal pakah normal, korosi, hilang, tidak terpasang, bengkok atau patah

▪ Periksa apakah ada benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) yang tersangkut

JUNCTION (PENGHUBUNG)

▪ Periksa kondisi konduktor tanah apakah normal, korosi, hilang, rantas atau putus

▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal, korosi, lepas atau hilang

▪ Periksa kondisi Dead end compression joint apakah normal korosi atau bengkok

▪ Periksa kondisi Dead end compression joint apakah normal korosi atau bengkok

Dokumen terkait