• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TABAYYUN DALAM AJARAN ISLAM

C. Ayat-ayat Tabayyun dalam al-Qur’an

Kata fatabayyanū di dalam al-Qur’an disebutkan dua kali, yakni pada QS. al-Nisā’/4: 94 dan QS. al-Ḥujurāt/49: 6. Namun disebutkan dengan derivasi yang berbeda sebanyak sebelas kali dengan lafadz tabayyana, tiga kali dengan lafadz yatabayyana, satu kali dengan lafadz tibyanan dan satu kali juga disebutkan dengan lafadz tabayyanati.

Adapun disebutkan dengan lafadz tabayyana di antaranya:

1. QS. al- Baqarah/2: 109

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Baqarah/2: 109).

2. QS. al-Baqarah/2: 256

sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.

Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul

20

tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. al-Baqarah/2: 256).

3. QS. al-Baqarah/2: 259

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata:

"Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. al-Baqarah/2: 259).

4. QS. al-Nisā’/4: 115

ِهِّلَوُ ن َينِنِمْؤُمْلا ِليِبَس َْيرَغ ْعِبَّتَ يَو ىَدُْلَا ُهَل ََّينَبَ ت اَم ِدْعَ ب نِم َلوُسَّرلا ِقِقاَشُي نَمَو اًيرِصَم ْتَءاَسَو ٌَۚمَّنَهَج ِهِلْصُنَو َّلََوَ ت اَم

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. al-Nisā’/4: 115).

21 5. QS. al-Anfāl/8: 6

ِداَُيُ

َنوُرُظنَي ْمُهَو ْمُهَو ِتْوَمْلا َلَِإ َنوُقاَسُي اََّنََّأَك ََّينَبَ ت اَمَدْعَ ب ِّقَْلحا ِفِ َكَنوُل

“Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu)”. (QS.

al-Anfāl 8]: 6).

6. QS. al-Taubah/9: 113

ِدْعَ ب نِم ٰۙ

َبْرُ ق ِلِوُأ اوُناَك ْوَلَو َينِكِرْشُمْلِل اوُرِفْغَ تْسَي نَأ اوُنَمآ َنيِذَّلاَو ِِّبَّنلِل َناَك اَم ِمي ِحَْلْا ُباَحْصَأ ْمَُّنََّأ ْمَُلَ ََّينَبَ ت اَم

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam”. (QS. al-Taubah/9: 113).

7. QS. al-Taubah/9: 114 diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun”. (QS. al-Taubah/9: 114).

8. QS. Ibrāhīm/14: 45

اَنْ بَرَضَو ْمِِبِ اَنْلَعَ ف َفْيَك ْمُكَل ََّينَبَ تَو ْمُهَسُفنَأ اوُمَلَظ َنيِذَّلا ِنِكاَسَم ِفِ ْمُتنَكَسَو َلاَثْمَْلِا ُمُكَل

“Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”. (QS. Ibrāhīm/14: 45).

22

“Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam”. (QS. al-Ankabūt/29: 38).

10. QS. Muhammad/47: 25

َطْيَّشلا ىَدُْلَا ُمَُلَ ََّينَبَ ت اَم ِدْعَ ب نِّم مِهِرَبَْدَأ ىَلَع اوُّدَتْرا َنيِذَّلا َّنِإ ْمَُلَ َلَّوَس ُنا

ْمَُلَ ىَلْمَأَو

“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka”. (QS. Muhammad/47: 25).

11. QS. Muhammad/47: 32

ُمَُلَ ََّينَبَ ت اَم ِدْعَ ب نِم َلوُسَّرلا اوُّقاَشَو َِّللَّا ِليِبَس نَع اوُّدَصَو اوُرَفَك َنيِذَّلا َّنِإ ْمَُلَاَمْعَأ ُطِبْحُيَسَو اًئْ يَش ََّللَّا اوُّرُضَي نَل ىَدُْلَا

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka”. (QS. Muhammad/47: 32).

Selanjutnya disebutkan dengan lafadz yatabayyana sebanyak tiga kali di antaranya sebagai berikut:

23

َكْلِت ِِۗد ِجاَسَمْلا ِفِ َنوُفِكاَع ْمُتنَأَو َّنُهوُرِشاَبُ ت َلََو ٌِۚلْيَّللا َلَِإ َماَيِّصلا اوُِّتَِأ َُّثُ ُِّۖرْجَفْلا َِّللَّا ُدوُدُح َنوُقَّ تَ ي ْمُهَّلَعَل ِساَّنلِل ِهِتَيَآ َُّللَّا ُِّينَبُ ي َكِل َذَك ِۗاَهوُبَرْقَ ت َلََف

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa”. (QS. al-Baqarah/2: 187).

2. QS. al- Taubah/9: 43

َينِبِذاَكْلا َمَلْعَ تَو اوُقَدَص َنيِذَّلا َكَل ََّينَبَ تَ ي َّتََّح ْمَُلَ َتنِذَأ َِلَ َكنَع َُّللَّا اَفَع

“Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?” (QS. al- Taubah/9: 43).

3. QS. Fuṣilāt/41: 53

ِسُفنَأ ِفَِو ِقاَف ْلْا ِفِ اَنِتَيَآ ْمِهيِرُنَس َكِّبَرِب ِفْكَي َْلََوَأ ِۗ

ُّقَْلحا ُهَّنَأ ْمَُلَ ََّينَبَ تَ ي َّتََّح ْمِه

ديِهَش ٍءْيَش ِّلُك ىَلَع ُهَّنَأ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al-Qur’an itu adalah benar.

Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fuṣilāt/41: 53).

Selanjutnya disebutkan dengan lafadz fatabayyanu sebanyak dua kali yakni pada QS. al-Ḥujurāt/49: 6 dan QS. al-Nisā/4: 94, sebagai berikut:

24

اوُحِبْصُتَ ف ٍةَلاَهَِبِ اًمْوَ ق اوُبيِصُت نَأ اوُنَّ يَ بَ تَ ف ٍإَبَ نِب قِساَف ْمُكَءاَج نِإ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّ يَأَيَ

َينِمِدَنَ ْمُتْلَعَ ف اَم ىَلَع

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. al-Ḥujurāt/49: 6).

ِفِ ْمُتْ بَرَض اَذِإ اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّ يَأَيَ

mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salām" kepadamu:

"Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

(QS. al-Nisa/4: 94).

Terakhir disebutkan dengan lafadz tibyanān sebanyak satu kali pada QS. al-Nahl/16: 89 dan dengan lafadz tabayyanāti sebanyak satu kali pada QS. Sabā/34: 14, sebagai berikut: datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (QS. al-Naḥl/16: 89)

25 2. QS. Sabā/34: 14

اَّمَلَ ف ُّۖ

ُهَتَأَسنِم ُلُكَْتَ ِضْرَْلِا ُةَّباَد َّلَِإ ِهِتْوَم ىَلَع ْمَُّلََد اَم َتْوَمْلا ِهْيَلَع اَنْ يَضَق اَّمَلَ ف ِينِهُمْلا ِباَذَعْلا ِفِ اوُثِبَل اَم َبْيَغْلا َنوُمَلْعَ ي اوُناَك ْوَّل نَأ ُّنِْلْا ِتَنَّ يَ بَ ت َّرَخ

“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan”.

(QS. Saba/34: 14).