• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memutuskan “Dia Orang Yang Tepat”, Anda Terlambat

Bab 12 merupakan bab ketiga dari bagian tiga. Bab 9, 10 dan 11 tidak dilakukan analisa karena didalamnya tidak ditemukan adanya representasi dominasi maskulin. Maka penelitian akan langsung dilanjutkan pada bab 12. Pada bab ini Steve memberikan kasus bagaimana memperkenalkan pasangan jika wanita telah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Selama ini wanita selalu memperkenalkan anak mereka di tengah hubungan, karenanya banyak pria kemudian tidak bertanggungjawab. Menurut Steve yang terbaik adalah dengan memperkenalkan mereka di awal hubungan.

3.3.10.1. Define problems

Yang dianggap sebagai masalah dalam bab ini adalah penggambaran pria sebagai pemilik keputusan absolut. Dalam hubungan romantic relationship, wanita dan pria memiliki hak untuk melanjutkan atau memutuskan sebuah hubungan. Namun Steve menggambarkan pria sebagai pemilik tunggal keputusan itu dan wanita hanya

bergantung padanya. Dalam kasus memperkenalkan anak – anak pada pasangan di tengah hubungan sering muncul kasus pria meninggalkan mereka karena tidak siap dengan tanggungjawab sebagai seorang ayah.

Maka Steve memberikan saran wanita untuk memperkenalkan anak dengan pasangan di awal hubungan. Paragraf 2 menjelaskan apa pertimbangan pria jika ia mengetahui seorang wanita telah memiliki anak. Ia akan mengevaluasi kemampuan dirinya sebagai breadwinner, apakah ia mampu menghadapi persoalan yang lebih kompleks dengan latar belakang hubungan yang demikian terutama dengan ayah kandung si anak. Dalam paragraf 13, ia menggambarkan dua reaksi dari pria yakni yang pertama, dia mengambil langkah seribu menjauhi wanita dan yang kedua, mencoba memikirkan bagaimana mewujudkan semua ini. Yang digambarkan Steve adalah pria memiliki keputusan akan masa depan hubungan. Jika ia tidak suka maka ia dapat dengan leluasa meninggalkan, jika ia setuju dengan anak maka ia yang dapat mewujudkan.

3.3.10.2. Diagnose Causes

Penyebab dari keputusan absolut tersebut jika dalam hubungan terdapat anak adalah karena anak tidak menjadi pertimbangan pria. Dalam penggambaran Steve, wanita digambarkan sebagai mahluk seksual dan hanya itu yang dianggap sebagai hal penting di mata pria. Dalam paragraf 1 digambarkan apa yang menarik dari wanita. Wanita telah lama menjadi simbol seksual. Anaphora wanita sebagai mahluk seksual muncul dalam beberapa bab seperti bab 6, dilepas vs disimpan. Seringkali wanita dalam bab 6 digambarkan sebagai obyek seksual dan Steve memilih kata pasif bagi wanita.

Dalam iklan yang ditargetkan pada pria, secara sebagain atau sepenuhnya menunjukan wanita telanjang dengan kutipan seksual yang kuat. Muncul implikasi bahwa wanita yang ditunjukan adalah bentuk hadiah bagi pria yang menggunakan produk. Wanita juga serin digambarkan sebagai obyek seksual dalam iklan yang tidak memiliki hubungan apapun dengan seks ( Richmond-Abbott, 1992: 103).

Iklan menjadi salah satu media yang kuat dalam menyapaikan pesan kepada pemirsanya. Seperti yang terdapat dalam teori kultivasi. Dengan terus – menerus terpapar iklan dengan penggambaran wanita sebagai obyek seksual maka pria membangun pikiran wanita sebagai entitas yang demikian. Telah dijelaskan sebelumnya dalam bab 6 tentang Equality of Power. Bahwa sumber daya menentukan dominasi. Semakin banyak sumber daya yang dimiliki maka semakin ia mendominasi dalam sebuah hubungan.Sumber yang dimiliki wanita tradisional salah satunya adalah daya tarik fisik (Richmond-Abbott, 1992: 187 – 188), ini merupakan daya tarik yang masih dinilai berharga oleh pria. Dibandingkan karier, status sosial dan uang, ternyata sumber daya wanita yang dinilai lebih oleh pria hanya daya Tarik fisiknya, ini kemudian yang menyebabkan pria hanya memikirkan wanita dari sisi seksual saja. Wanita sebagai seorang ibu tidak dipandang sebagai sebuah kriteria wanita yang pantas dipertimbangkan. Pria tidak mempedulikannya, karenanya meskipun seorang wanita berhasil menjadi ibu yang baik, nilai satu- satunya yang ia miliki hanya daya Tarik seksualnya.

3.3.10.3. Make Moral Judgement

menghargai аaktu’ seperti dalam paragraf 3. Single-parent mother harus bergelut dengan stigma dan kesendirian. Banyak wanita golongan ini mengalami pandangan curiga dan ketakutan dari pernikahan yang masih berjalan. Dalam banyak kasus, sangat sulit untuk wanita ini berbaur dalam situasi sosial dimana ia dapat bertemu dengan pria tanpa adanya indikasi akan munculnya kegiatan seksual lebih lanjut. Banyak dari mereka merasa tidak atraktif dan tertolak akibat pernikahan lamanya (Richmond-Abbott, 1992: 235).

Dapat dipahami mengapa kemudian sulit bagi wanita untuk membuka keluarganya kepada pasangan barunya. Stigma yang kuat dalam masyarakat banyak mengatur wanita sehingga mereja tidak dapat sembarangan bertindak. Jika ia dengan mudah memperkenalkan pasangan kepada anak, lalu si pasangan mengambil langkah meninggalkan sang wanita karena tidak bisa menerima tanggungjawab sebagai ayah dan wanita menuruti nasihat Steve untuk melakukan hal itu di awal hubungan, maka ia akan tampak kurang baik di mata masyarakat.

3.3.10.4. Treatment Recommendation

Treatment recommendation yang dianjurkan adalah agar wanita memperkenalkan pasangan terlebih dahulu kepada anak – anaknya. Merujuk pada bab 5 (tidak dianalisa dalam penelitian ini) bahwa pria mendekati wanita selalu karena alasan tertentu dan dengan pertimbangan tertentu. Saat mengenal wanita itulah saat ia menimbang – nimbang berapa pengorbanan yang harus ia keluarkan untuk dapat berkencan dengan seorang wanita. Atau merujuk pada bab 6, saat wanita dianalogikan dengan ikan olahraga dan ikan makanan. Pria memiliki keputusan akan melanjutkan permainan atau tidak. Pria lebih senang jika

pengorbanan yang perlu ia tunjukkan lebih sedikit untuk memperoleh wanita. Upaya menimbang – nimbang jumlah pengorbanan tersebut dilakukan di masa awal pendekatan. Jika sesuai maka ia akan lanjut, jika tidak sesuai maka ia akan berhenti. Demikian dalam kasus wanita dengan anak. Jika wanita memperkenalkan anak di awal hubungan, maka memeprmudah permainan pria untuk dapat menimbang biaya yang harus dikeluarkan. Dengan memperkenalkan anak, artinya hanya mempermudah permainan pria untuk lanjut atau walk out dalam kehidupan si wanita.