• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I’RAB

Dalam dokumen Terjemah Matan Kitab Al-jurumiyyah (Halaman 31-63)

1. Pengertin I’rab (

ﻓللراهيدلﻋﺕف لﺧﺍدلﺍﻞﱠ ف مﺍﻭرﻌﺍﻑف لر ﺗﺧﻹﻢف لكللﺍرفﺧﺍﻭرﺃر ﺭيديدغﺗﻭرﻫبظﺍررﻋﻻفﺍ ﺍريددفﻘﻔﺘولﺃر اﻅ )

Artinya : Perubahan akhir kalimat karena perbedaan amil yang memasukinya baik secar lafadz ( nampak atau secara takdir diperkirakan keberadaannya)

Conth perubahan secara lafadz (nampak) : a. ( ديدﺯرﺀراج )

Berubah akhir kalimat dari dun ( ) jadi b. ( ﺍديدﺯرﺕظ يدﺍررر )

Dan ( ﺍدل ) dan jadi din ( دﺀ )

- Semua itu terjadi karena berbeda amilyang memasukinya.

- Yang pertama amil yang memesukinya adalah ( ﺀراج ) dia fi’il dan dia berkehendak kepada fail yang marfu’ maka rofa ’lah zaidun (ديدﺯر )

- Yang kedua amil yang memasukinya adalah (ﺕيدﺃررر ) dia fi’il dan fail. Dan dia berkehendak kepada fail yang maf’ul yang mansub. Dan bi (ب) dia huruf jar dan dia berkehendak mengajarkn isim yang sesudahnya maka jarlah Zaidun ( ديدﺯر )

- Contoh perubahan secara takdir (diperkirakan keberadaannya)

( ﻰﺗﻓلﺍلﺀراج ) ( ﻰﺗﻓلﺍﺕظ يدﺃر رر ) ( ﺕﻓلافﺒﺕظ رررم )

(ﻰﺗﻓلﺍر) yang pertama marfu’ karena dia menjadi fail. Tanda rofa’ tidak dinampakan (ditakdirkan) karena alif uzur (kesulitan menerima harkat)

(ﻰﺗﻓلﺍر) yang kedua mansub karena dia maf’ul, tanda nasabnya tidak dinampakan ( ditakdirkan ) karena alif uzur menerima harkat.

(ﻰﺗﻓلﺍر) yang ketika majrur karena masuk biف ) huruf jar tanda jarnya tidak dinampakkan (ditakdirkan) karena alif uzur menerima harkat.

- Perubahan akhir kalimat dari rofa’ kepada nasab dan kepada jar itulah dinamakn denganI’rab .

2. Pembagian I’rab

- I’rab terbagi kepada empat pembagian : a. Rofa’ (ع (ﺾﻓﺨ ) dan d. Jazam

(ﻢﺰج)

- I’rab yang ada pada isim hanya rofa’ – nasab – khofad.

- I‘rab yang ada pada fi’il hanya rofa’ – nasab – jazam.

- Isim tidak pernah jazam dan fi’il tidak pernah khofad.

3. Tanda – tanda I’rab

a. Tanda yang asli bagi rofa’ adalah dhommah (ﺔمﻀ ) atau baris epan.

. Penganti dri dhommah adalah : 1) ( وﺍورلﺍر) ( huruf waw ) 2) (ﻒلﺃر) ( huruf alif ) 3) (ﻥوﻧلﺍر) ( huruf nun )

b. Tanda asli bagi nasab adalah fatah ( ﺔحﺗﻓ ) Baris di atas.

Pengganti dari fthah adalah : 1) (ﻒلﺃر) ( alif ) 2) (ﺓرﺴكل) ( kasrah ) 3 ) (ﺀاﻳللﺍر) ( huruf ya ) 4) (فوﻨﻴلللس اا )ن (membuang huruf nun )

c. Tanda asli bagi khofad adalah kasrah (ةرﺳﮔ ) baris dibawah :

Pengganti dari kasrah adalah : 1) ( ﺀظلﺍر ) ( huruf ya )

2) (ﺢﺗﻓ ) ( baris di atas )

d. Tanda asli dari jazam adalah sukun ( نﻛﻭﺳ ) tanda mati.

Pengganti dari sukun adalah (فظ ﺬﺣر ) ( membuang )

Hazaf terbagi kepada dua yaitu : 1 ) ( نف ولﻨﻴسل١فظ ﺬففﺣر ) ( membuang nun )

2 ) ( رفﺨلر١فظ ﺬل ﺣر ) ( membuang huruf yang di akhir )

4. Tempat-tempat tanda I’rab’ 4.1 Tanda-tanda rofa’

a. Dhommah

Dhommah menjadi tanda bagi rofa’ pada empat tempat :

1. Pada isim mufrad ( دفررفلمظل١لﻢظ ﺳل ١ف )

Isim mufrad yaitu (سر يدلﺄرم نﺛم ﻻر و اﻋومجم ) Artinya : Kalimat yang bukan dua dan bukan banyak dan bukan pula yang di samakan denagn dua dan jamak.

( satu ) contoh : (بﻫذﻦ ﺬاﺘﺴﻻظ ﺃ) telah berfatwa satu orang guru. ( ذﻦظاﺘﺴﻻظ ﺃر ) menjadi fail hukumnya mrfu tanda rofa’nya adalah dhommah karena dia isim mufrad.

2. Pada jamak ta’sir (ﺍع

Jamak taksir yaitu (ﻩدﺍرﻓمﺀظاﻧﺒﻪفﻳﻓرريدغﺗام ) Artinya : Kalimat yang berubah dari bentuk mufradnya. ( berubah dari satu menjadi banyak )

Contoh (ﻞاجرلﺍﺀراجﱢ ) Telah datang beberapa orang laki – laki.

(ﻞاجرلﺍ) menjadi fa’il, hukumnya marfu’ tanda rofa’ nya dhommah karena dia jamak taksir.

Perubahan jamak taksir ada 6 yaitu :

1. Berubah dengan bertambah saja contoh ( وﻨﻴﺼ )→ satu orang sepupu jadi

(ﻥﺍورﻨﻴﺼ ) Beberapa orang sepupu.

2. Berubah dengan berkurang saja contoh : (ﺔمﺧﺘ )→ satu pembatas jadi

( ﻢﺧﺘ ) beberapa pembatas.

3. Berubah dengan berubah baris / harkat saja (دﺴﺍ) → satu singa jadi (دﺴﺍ)

beberapa singa.

4. Berubah denan bertambah serta berubah baris (ﻞجرر) → satu laki-laki

5. Berubah dengan berkurang serta beruah baris contoh (ﻞوﺴرر ) → satu orang rasul jadi (ﻞﺴر ) beberapa orang rasul

6. Berubah dengan berkurang dan bertambah serta berubah baris contoh (ﻢلر ﻏ)→ Satu orang budak jadi (ﻥاملﻏ) →

beberapa orang budak.

3. Pada jamak muannas yang salim( menunjukan banyak perempuan yang bentuk mufradnya tidak berubah yaitu: (ﻥيدﺗدريدﺰفمﺀاﺗورﻑلﺄر ﺒع

Artinya : Kalimat yang dijamakan denan alif dan ta, yang tambahan keduany.

Maksudnya. Ma’nanya menjadi banyak kalau sudah di tambahkan alif dan ta di akhirnya. Contoh (دﻨﻴﻫ ) satu orang Hindun kalau (ﺕﺍدﻨﻴﻫ ) banyak si Hindun,

( ﻢلﺴم ) satu orang muslim dan (ﺕاملﺴم ) banyak msulim.

- Muannas ada yang alam ada yang sifat. - Muannas yang alam bisa dijamakkan

denan alif dan ta tanpa syarat.

- Muannas yang sifat bisa dijamakkan dengan ditambah alif dan ta kalau muddzakarnya dijamakkan denan waw dan nun (ﻢلﺴم )

4. Pada fi’il mudhari’ yang shohih akhr dan tidak berhubungan dengan alif tasniah atau waw jamak atau ya mu’annast mukhotobah contoh : (ﺭﺼﻧيد )

(بﺭفﻀيد )

Kalau fi’il mudhari’ dihuungi oleh waw jamak alif tasniyah atau ya mu’ anats mukhotobah maka tanda rofa’nya adalah tetap ( menuliskan nun ) diakhirnya.

Contoh : (_ ﻥف اﺒﺭفﻀﺗ _ ﻥر ولﺒﺭفﻀيد _ ﻥر ولﺒﺭفﻀﺗ ﻥر يدﺒﺭفﻀﺗ ﻥاﺒﺭفﻀيد )

- Fi’il ketika dinamakn dengan fi;il yang lima.

b. Waw

Waw menjadi tanda bagi rofa’ penganti dari dhommah pada dua tempat :

1. Pada jamak muzakar yang salim ( menunjukan banyak laki-laki ) yaitu : ﺓفدراﻳﺰفﺒﻥفﻳﻧﺛﺍﻥفﻣﺭرﺛكلﺍرﻰلﻋﻞداﻣ ﺔفلاحﻰفﻥفولﻧلﺍوروفﺍولﺍ )

(ف ولﻧلﺍورﺀفاﻳلﺍورع ﺭجلﺍورﺏف ﺼﻧلﺍﻰﺘلاحﻰل ﻓ

Artinya : jamak muzakar yang salim adalah : kalimat yang menunjukan lebih banyak dari dua dengan tambahan waw dan nun pada ketika rofa’ dan tambahannya dan nun pada ketikan nasab dan jar.

Jamak muzakar salim ada dua macam. a. Berupa isim contoh (ﻥوديدﺰلﺍﺀراج), I’rabnya (ﺀراج) adalah fi’il madhi, hukumnya dibina atas fathah (ﻥر وديدﺰلﺍﱠ ) menjadi fa’il hukumnya marfu’ tanda rafa’nya adalah waw karena dia jamak muzakar yang salim. Tanda jamaknya adalah tambahan waw dan nun karena mufradnya adalah ( ديدﺰر)

b. Berupa sifat contoh (ﻥوملﺴملﺍﺀراج) I’rabnya: sama dengan di atas

- Syarat jamak muzakar dirofa’kan dengan waw bahwa ada muzakar berakal dan kosong dari ta.

2. Pada isim yang enam (6) (ﺔﺗﺴلﺍﺀفامﺴﺍر) yaitu (ﻚوﺒﺃ _ ﻚﺨﺃر _ ﻚوﻣح _ ﻚوف_ ﻞﺀ اﻣوﺬ _ ﻚوﻧﻫ )

- Isim yang enam : di rofa’kan dengan waw : dinasabkan dengan alif

: dikhofadkan dengan ya. Syaratnya ada 3 :

1. dia harus mufrad ( menunjukkan satu ) 2. Dia mukabbarah (ﺓرﺒﻛم ) besar,

maksudnya tidak dimasuki oleh ya tasqir (رﻲغﺻﺗ) yang menunjukkan makna kecil contoh yang ya tasgir (ﻚيدبﺃظ ) makna ya adalah ya tasgir artinya bapak kecil engkau.

Maka apabila masuk ya tasgir dia diI’rabkan dengan harkat yang zohir diakhirnya. Contoh : ( ﻚيدبﺍﺕيدﺍررر _ ﻚيدبابﺕررﻣ ﻚيدبﺃﺀاج _ )

3. Dia diidofatkan kepada selain yang mutakallim (ﻢلكلﺗﻣلﺍلﺀظايد)artinya ya menunjukan orang yang berbicara arti ya itu adalah saya atau aku.

- Kalau diifotkan kepada ya mutakallim maka dia di’irabkan denan harkat yang ditakdirkan pada hurf yang seelum ya mutakallim.

Contoh : (ﻰبﺃرﺀراج) I’rab (ﻰبﺃر ) adalah fail hukumnya adalah marfu’ tanda rofa’nya dhommah yang ditakdirkan ( tidak dintampakkan ) pada huruf ba ( ب ) karena berebutan harkat dengan ya. Karena kehendak ya adalah kasrah.

(ﻰبﺃﺕيدﺃرر) maka (ﻰبﺃر ) majrur tanda jarnya adalah kasrah yang ditakdirkan atas ba (ب )

c. Alif

Alif menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu : - Pada mutsana ( tasniyah ) yang

Tasniyah adalah (ﺓفﺩراﻳﺯفﺒﻥفيدﻧﺜﺍﻰلﻋﻞﺩراﻣﻑف لﻻر ﺍ

Artinya : Kalimat yang menunjukkan dua dengan tambahan alif dan nun ketika rofa’ dan tambahan ya dan nun ketika nasob dan jar.

Contohnya : (ﻞر اﻘﻔ نﻶﺨرر)

I’rabnya : ( ﻞر اﻗر) fiil madhi hukumnya dibina atas fathah (نﻶجرر) fail hukumnya marfu’ tanda rofa’nya adalah alif penggani dari dhommah karena dia tasniyah . Artinya : Telah datang dua orag laki-laki. - Tanda dia Tasniyah adalah alif dan nun diakhirnya : karena mufradnya adalah

(ﻞجرر) d. NUN

Nun menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu pada fiil yang lima.

- Fiil yang lima adalah

ﺍﻭﻭلﺃر نفﻳﻧﺛﺍﻑلﺃرﻪفﺒﻞرﺼﺘﺍفﻉرﺀفاﻀﻣﻞﻌفﻞكل ﺔﺒﻃاﺨمﺀظاﻳﻭﺃرع

- Artinya : Fiil yang lima adalah : tiap-tiap fiil mudhorik yang berhubungan dengan alif tasniyah atau waw jamak atau ya muannats mukhotobah.

Contoh : ( )

Keseluruhannya fiil mudhori hukumnya marfu’ karena ia kosong dari huruf nawasib ( yang menasabkan ) dan huruf jawazim ( yang manjazamkan ).

4.2 Tanda-tanda nasab Tanda nasab ada lima : a.Fathah

Fathah menjadi tanda bagi nasob pada tiga empat :

1 ) Pada isim mufrad. Telah berlalu penjelasan tentang isim mufrad pada halaman 16.

Contoh : (ﺩدﻋﺃر بﻛﺍوﻛلﺍﺖ)

Artinya : Aku telah membilang bintang. Ira’bnya (ﺩدﻋﺃر) fiil madhi, hukumnya dibina atas sukun, karena dihubungi oleh dhommir rofa’ yang berharkat. (ﺖ) Isim dhommir dibina atas

dhommah pada tempat rofa’ menjadi fail.

(بﻛوﻛلﺍر) menjadi maful bih hukumnya mansub, tenda nasabnya fathah karen isim mufrad.

2 ) Pada jamak taksir telah berlalu pada halaman sebelumnya.

Contoh : ( ﻰراﺴﻻﺍوﻞاﺨرلﺍﺖيدﺃرر )

3 ) Pada fiil mudhrik yang dimasuki oleh salah satu nawasib dan tidak berhubungan dengan akhirnya alif tasniyah atau waw jamak, ya muannats mukhotbah. Contohnya : (- ففعل ل سر لجيدنل ل)

- Kalau akhirnya dihubungi oleh alif tasniyah atau wawjamak atau ya muannats mukhotobah maka tanda nasabnya adalah haaf nun (membuang nun).

Contoh : (اﺴلجيدنل) asalnya (ناﺴجيدر) dan ( اوﺴلجيدنل ل) asalnya

(ناوﺴلجيد) dan (يدﺴلجيدنل ) asalnya (نيدﺴلجيد ).

Alif tanda bagi nasob pengganti dari fathah pada isi yang enam, telah terdahulu penjelasan serta syarat-syaratnya pada halaman seelumnya.

Contoh : (ﻙابﺃر- ﻙاجﺃر- ﻙاﻣح- ﻙاﻓ- ﻞامﺍﺫﻦ-ر ﻙاﻨﻴﻫ ر) c. Kasroh

kasroh tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada jamak muannast yang salim. Telah terdahulu penjelasan jamak muannats yang salim pada halaman sebelumnya. Contoh : ( تف ﺍدﻥﻫلﺍتظ ﻳﺃر رر)

I’ronya (ﻲﺃر) fiil madhi hukumnya dibina aras sukun karena dihubungi oleh dhomir rofa’ menjadi fail. (تل ﺍدﻧهلﺍر) menjadi maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya adalah kasroh, karena jamak muannats yang salim.

Ya menjadi tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada dua tempat.

1) Pada mutsanna yang mansub

Telah terdahulu penjelasan mutsanna pada halaman sebelumnya.

Contoh : (نف ﻳدﻳﺯرلﺍتظ ﻳﺃر رر ) I’robnya ( نف ﻳدﻳﺯرلﺍر) adalah maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya adalah ya, karena ia tasniyah. Artinya aku telah melihat dua orang Zaid.

2) Pada jamak muzakar yang salim yang mansub

Contoh : (نف ﻳدفﻳﺯلﺍﺖظ ﻳﺃر رر) Irabnya ( نرﻳدفﻳﺯرلﺍر ) menjadi maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya ya karena ia jamak. Artinya aku telah bertemu beberapa orang Zaid.

- Perbedaan tasniyah dengan jamak ketika nasab

- Kalau tasniyah di fathahkan harkat huruf yang sebelumnya ya dan di kasrahkan harkat yang sesudah ya, contoh : (نف ﻳملﻘﻔ ) dua pena.

- Kalau jamak dikasrahkan harkat yang sebelum ya dan di fathahkan harkat huruf yang sesudah ya. Contoh : (نر ﻳملﻘﻔ ) beberapa pena.

e. Hazaf nun ( membuang nun )

Hazaf nun tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada fiil yang lima :

Contoh : (احﺗفﻳنل ل ) asalnya ( نف احﺗفﻳ ) ( نل ل احﺗفﺗ) asalnya ( نف احﺗفﺗ )ل ل وحﺗفلﻳ ) asalnya ( نر وحﺗفﻳ ) ( نر وحﺗفﺗنل ل ) asalnya ( نر وحﺗفﺗ )

( ىحﺗفﺗنل ل ) asalnya ( نر ﻳحﺗفﺗ ) 4.3 Tanda tanda jazam

Tanda jaam ada dua : a. Sukun

Sukun tanda bagi jazam pada fi’il mudhori’ yang shahih akhir. Fi’il mudhori’ yang shohih akhir adalah : (ةﺀلرﻋﻒرحهفرفﺨﺃر ىﻓ سﻳلام )

Artinya : Fiil yang tidak ada akhirnya huruf ilat

Contoh : (ﺢﺘﻒل يدﻢل ل - برفﻀيدﻢلل ) B. Hazaf

Hazaf tanda bagi yang jazam pada dua tempat :

!) Fi’il mudhorik yang mu’tal akhir yaitu : ﺀاﻳولﺍروﺍورولﺍرﻒلﺃر ﻰفﻉرفاضمﻞﻌفﻞﻛ

Artinya : Tiap – tiap fi’il mudhori’ yang diakhirnya alif, atau waw, atau ya.

Contoh : (ﻰﺷﺨﻳ ) diakhirnya alif ketika jazam (ﺵﺨﻳﻢل ل )

(ﻰﻣرﻳ ) diakhirnya ya ketika jazam (ﻢرﻳﻢل )

(وﺯغيد ) diakhirnya ada waw ketika jazam (ﺯغيدﻢل ل )

2) Pada Fi’il yang lima Contoh : (ﻢل ل ﺍرﺼﻧيد )

(ﺍرﺼﻧﺗﻢل ل ) (ﺍورﺼﻧﻳﻢل ل ) (ورﺼﻧﺗﻢل ل ) (ﻰرﺼﻧﺗﻢل ل ) 4.4 Tanda – tanda khofad

a. Kasroh tanda bagi khofad pada tiga tempat :

!) Pada isim mufrad yang munshorif (yang bertanwin )

Contoh : (دﻳﺯرﺒﺖظ رررﻣ )

- Kalau isim mufrad yang tidak bertanwin ( isim allazi la yansarif ), maka tanda khofadnya fatnah contoh: (دمحارﺒﺖظ ررﻣ ) 2) Pada jamak taksir yang munshorif ( yang bertanwin ).

Contoh : (ﻞاجرفﺒﺖظ ررﻣ )

Kalau Jamak taksir yang tidak bertanwin ( isim allazi la yan sarif ). Maka tanda khofadnya fathah. (دجاﺳﻣﻰفﺖظ ﻳلرﺼ )

3) Pada jamak muannats yang salim yang masih kekal jamaknya, contoh :

(ﺖظ ررﻣ ﺍدﻧهﺒ ﺖ ) Aku telah bertemu dengan beberapa orang si Hindun.

- Kalau hilang makna jamaknya yang dijadikan ia isim alam ( nama orang atau nama negeri ) boleh bertanwin dan boleh tidak bertanwin tanda khofadnya kasrah dan kalau tidak bertanwin tanda khofadnya fathah. b. Ya

Ya tanda bagi ganti bagi kasroh pada tiga tempat yaitu :

1) Pada mustasna yang dikhafadkan contoh ; (ﺖرررﻣ نﻳدرﻳﺯلﺍاﺒ )

2) Jamak mudzakar yang salim contoh : ( ﺖررﻣ نﻳدفﻳﺯلﺍاﺒ )

3) Pada isim yang enam

Contoh (ﻚﻳﺒﺃر _ ﻚﻳﺨﺃر _ ﻚﻳمح _ ﻚﻳف _ ﻝاﻣﻲﺬ _ ﻚﻳﻧﻫ )

- Telah berlaku penjelasan semuanya pada isim ybg marfu’.

c. Fathah.

Fathah tanda bagi Khofad pengganti kasroh pada isim allazi la yan sarif ( ﻒﺭﺼﻧﻳﻻر ﻰﺬلﺍ ﻡﺳﺍف ) isim yang tidak bertanwin

yaitu :

ف ﻳﺘﻳﻋﺭﻓ ﻥﻳﺘﻓلﺘﺧم ( ﻥف ﻳﺘلﻋﻰﻓﻞر ﻌﻓلﺍﻪربﺷﺃرام ﺔيدﻌﺭفولﺃر ﻰﻨﻴﻌملﺍﻰﺭرﺧﻻﺍع (ﻥيدﺘيدﻋﺭلفلﺍ ﻢر اﻗمﻢظ ولﻗﺘ Artinya : Isim yang menyerupai fi’il dengan dua alasan yang furu’ keduanya, berbeda keduanya yang kembali salah satu keduanya pada lafadz dan kembali yang lain pada ma’na atau satu furu’ yang menempati dua furu’.

- Isim Allazi la yan sarif dua :

1. Terlarang bertanwin dengan satu furu’ yang menempati tempat dua furu’

2. Terlarang bertanwin dengan dua furu’

1.1 Kalimat yang ada atas setimbangan sighat muntahal jumu’. (ﻉومﺟلﺍﻰهﺘﻧملﺍﺔغيدﺼ ) Yaitu :

عر ﺛوﺍر

(

ﻥكلاﺳ)

Artinya : Tiap- tiap jamak yang sesudah alif taksirnya dua huruf atau tiga huruf yang pertengahan sakin. Contoh : Yang sesudah alif taksirnya dua huruf

(دﺟاﺴم _ ع

Contoh : Yang sesudah alif taksirnya tiga huruf (ﺢيدﺒاﺼم _ ﻞيددفاﻨﻴﻘﻔ )

- Shigat muntahal jumu’ terlarang bertanwin karena dia menempati dua

furu’ / dua kali jamak. Yaitu : 1. Jamak adalah furu’ dari mufrad

2. Kemudian jamak di jamakkan lagi.

Atau 1. 1. Mufrad – 2. Jamak takrir – 3. shighat muntahal jumu’

3. Kalimat yang diakhiri dengan alif ta’nis maksurah.Yaitu alif yang

( رةفدرفمﻑل) Menunjukkan mufradah ( satu perempuan ) biarpun masuknya pada nakirah.

Ex : ىرکل ذﻦ atau pada marifah ex : ع ﻰجرج : ex katau jama

4. Kalimat yang diakhiri alif ta’nis mamdudah yaitu ( اهلﺒﻘﻔﻑلﺃرﻑع لﺃر )

Artinya : alif ta’nis yang mamdudah ialah alif yang sebelumnya ada alif kemudian di tukar dia dengan hamzah biarpun masuknya pada nakirah ex : ﻢر ﺍررحﺼ atau pada morifah ex : اﻳرﻛﺰر

- Alif ta’nis maksurah dan alif taknis mamdudah melarang tanwin karena dia menempati dua furu’ / dua kali ta’nis.

1. Taknis yang laim (yang sudah ada

2. Menempati taknis pada taknis yang lazim berarti sudah dua kali taknis.

Atau 1. Takrir 2. Taknis 3. Alif ta’nis. 3. Terlarang bertanwin dengan dua furu’ ini terbagi dua.

4. Terlarang bertanwin beserta alamiah

5. Terlarang bertanwin beserta wasfiah

2.1. Yang terlarang bertanwin beserta alamiah ada 6 yaitu:

1. Alamiah serta tambahan alif dan nun contoh ( نﺍرمﻋ )

- dua furu’ yang melarang tanwinnya adalah alamiyah furu’ dari nakirah dan tambahan alif dan nun furu’ dari mazid alaih / yang tambahan.

2. Alamiah serta tarkib majzi, contoh : (ﻚبلﻌﺒ )

- Dua furu’nya : alamiyah furu’ nakirah, dan tarkib furu’ dari mufrad.

3. Alamiyah serta taknis contoh : (ﺔحلﻃ )

- Alamiyah furu’ nakirah, taknis furu’ dari tazkir.

1) Ta’nis lafadz dan ma’na contoh : ( ﺔمﻄاف )

2) Ta’nis lafadz tidak ma’na contoh : ( ﺔحلﻄ ) untuk nama laki-laki.

3) Ta’nis ma’na tidak lafadz contoh : ( بﻧيدﺰ )

- Syarat taknis melarang tanwin ada : salah satu dari 4 :

1) Bahwa ada hurufnya lebih dari tiga contoh yang diatas.

2) Kalau tiga huruf berharkat ditengahnya. Contoh : (رﻗﺴ )

3) Atau ‘ajam ( bukan bahasa Arab) contoh :(ﻯﺼمح)

4) Perpindahan dari muzakar kepada muannats contoh : (ديدﺰر) untuk nama perempuan.

- Kalau tidak terdapat salah satu syarat di atas boleh bertanwin. Kalau bertanwin di khofatkan dengan kasrah contoh : ( ﺖررم دﻨﻴهﺒ )

4. Alamiyah serta wazan fi’il ( setimbangan fi’il ) conth : (رﻛشيد دمحﺃر )

- Alamiyah furu’ nakirh wazan fi’il adalah furu’ dari isim.

- Syarat wazan fi’il harus ada timbangan fi’il.

5. Alamiyah serta ‘udul contoh (رمﻋ) pada taqdiri.

Alamiyah furu’ nakirah dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih( yang dipalingkan )

- (رمﻋ ) di palingkan dari (رماﻋ ) karena di kahwatirkan sama degan sifat.

Alamiyah furu’ dari nakirah ajam furu’ dari arab.

- Syarat ajam adalah :

1. Harus alam (nama orang atau nama negeri) dalam bahasa ajam.

2. Lebih dari tiga huruf

- kalau tidak terdapat salah satu dua syarat diatas boleh bertanwin dan boleh juga tidak bertanwin.

4.2. Yang terlarang bertanwin serta wasfiyah ada:

1) Wasfiyah serta ‘udul contoh: ( ررﺨﺍظ ) dipalingkan dari (ررﺨﺁ ) pada hakiki ( tahqiqi).

- Wasfiyah furu’dari mausuf alaih ( yang diberi sifat dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih yang dipalingkan)

2) Wasfiyah serta tambahan alif dan nun contoh : ( نﺍرﻛﺴ ) ( mabuk )

- Wasfiyah furu’ dari mausuf tambah (ziadah) furu’ dari mazid alaih (yang ditambah)

3) Wasfiyah serta wazan fi’il furu’ dari isim.

- Syarat wasaf : a. Keadaannya asli b. Tidak menerima ta.

Dalam dokumen Terjemah Matan Kitab Al-jurumiyyah (Halaman 31-63)

Dokumen terkait