BAB KALAM
1.
دظفففيدففمللا
ب
ظ فففک
ل
ررفففمظلال
ظ
ظ ففففلللل
ا
م لكلللا
ع
ل ورللافب
Kalam diartikan dalam bahasa Indonesia : “ungkapan kata-kata (kalimat), dalam definisi: Lafadz yang disusun yang memberi faedah lagi disengaja.
ﻌلﺍﺭﻀﺣ=وﺣﻧ.ﺔﻳﺋاﺟﻫلﺍﻑوﺭﺭﺣلﺍﺾﻌبﻰلﻋﻞﻣﺗﺷملﺍﺖوﺻلﺍﺍ بﺋا ﻅفل 2. Lafadz adalah suara yang mengandung
atas sebagian dari huruf hijaiyah,
Contoh ( ررﻀر ﺣر بظ ﺋفاغرلار ) = telah hadir orang yang ghaib (jauh)
Huruf hijaiyah adalah mulai dari alif sampai ya (ﺍ– ﻱ )
ﻢلﺴلﺍﻲﺛﻓﺃوﺣﻧرﺘکﺄﻓﻥيدﺘملکﻥﻣبکﺭﺗامبکرملﺍ
3. Murakab adalah kata-kata yang disusun dari dua kata atau lebih banyak (susunan kata demi kata ) contoh ( م رلر ﺴر لار ش ﻓلأر ف) dari lafadz ( ش ف ﻓلأر ) dan lafadz ( م رلر ﺴر لار )
Yang disusun dari tiga kalimat. Contoh ( ﺖظ ﺴل لرﺟر عر ررشرﻋر للﺟظرر) = Saya
duduk beserta sebelas orang laki-laki. Ini disususun dari lafadz ( سل لرﺟر ) dan ( تظ ) dan ( عر ﻋر ) dan ( لل ﺟظرر ) اففﺴل لا ور ﻢف للکر ﺘلظال نر ﻣف تظ ولکظ ﺴس لا نظ ﺴظ حل ﻳر ةل در ﺋفارﻓ دراﻓأرارﻣ دظ يدففمظللار اهريدللرﻋر ع ٠ وظحلﻧر ۰ ׃ ع
4. Mufid adalah perkataan yang memberi faedah dengan sebenar-benar faedah yang lebih baik diam dari orang yang berbicara dan orang yang mendengarkan pembicaraan itu (tidak menimbulkan pembicaraan atau pertanyaan lagi).
Contoh ( ع سﺭﻓلﺍﺭﻓﺴوﺣﻧﺔيدبرﻌلﺍع 5. Wadha’ artinya menyengaja dengan bahasa arab. Contoh ( سﺭفلﺍﺭﻓﺴ )= Telah berjalan
kuda. Yang dimaksud menyengaja memakai lafadz ( سﺭفلﺍ ) yang
di dalam bahasa Arab yang bermakna kuda. Pembagian kalam
Kalam terbagi kepada tiga = Isim, fi’il, dan huruf
I, Isim atau kata benda → ( nomina/ nominal )
Tanda ( ciri-ciri ) isim ada delapan 8 : a.1. Khofad ( ﺾفﺨ )
ﺾفﺧلﺍﻞماﻋﻞوﺧددﻧﻋﺚدﺣﺗﻰﺘلﺍﺓرﺳکلﺍﺾفﺧلﺍ Khofad adalah : kasrah yang muncul ketika masuk amil ( yang bekerja ) mengkhofadkan.
Kashroh adalah baris di bawah. Penganti dari kasroh ada 2:
1. Ya ( ﻲ ) 2. Fatah ( ﺢﺗﻓ )
Amil yang menkhofadkan ada 2:
1. Huruf. Yaitu huruf jar ada sembilan 9: ( برظ_ ﱞ ﻰف _ ﻰلﻋ _ نل ﻋ _ ﻰلﺍف ﺀظاﺒلﺍر _ ﻑظ اﮎلﺍر _ ﻢظ ﻶلﺍر _ نل م _ _ ) Contoh : ( ﺔففولﮎر لﺍلﻰلﺍفﺓفررﺼﺒلﺍنرم )
2. Isim yaitu mengidhofatkan mudhof kepada mudhofun ilaih.
Contoh: ( ﺖﷲﷲظ يدﺒ ) = Rumah allah ( ﺖظ يدﺒ ) mudof menjarkan ( ﺍﷲﷲ ) dalam bahasa Indonesia disebut kata majemuk.
a.2 Tanwin (نﻳوﻧﺗ)
افﻘﻔوروراﺎﻄﺨﻒل ﺬﺣﺘورلل ﺻورﺖظ ﺒﺛﺘﺭرﺨﻻرل ﺍﻖظ ﺣلﺗﺔعﻧكلاﺴنع ولﻧنظ ﻳوفﻧﺗلﺍر Tanwin adalah nun yang sakin yang menghubungi akhir kalimat ditetapkan ketika bersambung dan dihazafkan pada tulisan dan ketika waqaf (baris dua ).contoh :
( _ ﺖرلررم ﺓﺃرماﺒ ﺍرلمﺘﺖظ ﻳررﺗشﺍف دومﺣمﻞر ﺨدر_) a.3 Alif dan lam ( ﻞﺃ )
Contoh: (ﺔظﺒﻌكللﺃر _ ﻢظلر غلﺃ )
a.4 Huruf Qosam ( huruf yang dipakai untuk sumpah ) Yaitu (ورﺃظ ور , ﺀظاﺒلﺃر )
waw, ba, ta, contoh ( ﺍور _ ﺍاﺒ _ اﺗﷲﷲ ﷲﷲ ﷲﷲ ) = Demi Allah
a.5 Huruf jar. Telah berlalu pada nomor satu a.6 Musnad yaitu : a. Menyandarkan fi’il pada fa’il, contoh: ( ﺬظ اﺗﺴﻻظ ﺍلﻞر ﺨدر ) =
Telah masuk Ustaz.
b. Menyandarkan Khabar pada Mubtada. Contoh:
( رعﻗافﻞظﻫاﺨللﺍر )
= Orang yang bodoh miskin.
a.7 Idhofat ( telah terdahulu pada nomor satu bagian dua )
a.8 Munada ( panggilan ) dengan memasukkan huruf nida yaitu ( ايد _ ﺍو ) contoh:
( ﻲل ﻣاﻋﻢر لر ﻏايد ) = Wahai anak pamanku dan ( ﻲ
ل ﻣﺃظ ﻥرﺒايد ) = Wahai anak ibuku.
B. Fi’il (kata kerja) → verba / (verbal) Fi’il terbagi 3 :
1. Fi’il Madhi yaitu (
ﺾ
ف املﺍر : ﻢف لكلﺗلﺍنف مﺰرﻞر ﺒﻘﻔﺾر مﺀﺀﻲل شﺚف دظ حﻰلﻋﻞدظيدامﱞ ) = Kata kerja untuk masa yang telah lewat
Fi’il Madhi yaitu fi’il yang menunjukan artinya pekerjaan yang telah berlalu sebelum waktu pembicaraan. Contoh ( ﺃرررﻘﻔ) = telah membaca.
Pekerjaan membaca telah berlalu sebelum mengatakannya.
Tanda tanda ( Ciri-ciri ) Fi’il Madhi : Fi’il Madhi yaitu bisa menerima ta taknis yang sakin atau “ ta
( ﺔﻧکاﺴلﺍﺚﻳﻧاﺘلﺍﺀاﺗ )
yang mati “, contoh (ﺃررﻘﻔ ﺖل ) = telah membaca perempuan .
Hukum Fi’il Madhi dibina atas fatah selama tidak berhubungan dengan waw jamak dan dhamir rofa’ yang berharkat. Contoh (ﺖل ﺒررﻀ _ بر ررﻀ ). Kalau sdah dihubungi waw jamak hukumnya dibina atas dhommah contoh (ولﺒررﻀ ﺍ ). Dan kalau sudah di hubungi dhomir rofa ‘ yang berharkat hukumnya dibina atas sukun. Contoh : (اﻧﺒررﻀ ﺖظ ﺒررﻀ _ )
Fi’il madhi terbagi kepada dua :
1) Fi’il madhi bina bagi fa’il ( kalimat aktif ) memakai awalan me, contoh
2) Fi’il madhi bina bagi maf’ul ( kalimat pasif ) memakai awalan di, contoh :
(ﺢرﺗف )= Telah dibuka
3) Fi’il Mudhorii yaitu : ( ﺍرﻢف لكلﺘلﺍنف مﺰرﻰفﺀﺀﻲل شﺚف در حﻰلﻋﻞدظيدامﻉﱞ ظ رفاﻀملﺍرﻩظدرﻌﺒ ﻭ )
( kata kerja untuk waktu – waktu sekarang / yang akan datang ).
Fi’il mudhari’ yaitu fi’il yang menunjukan kejadian sesuatu pada waktu berbicara atau sesudahnya.
Tanda (ciri-ciri) fi’il mudhari’ mau menerima (ﻢل) contoh:
(بل رفﻀيدﻢلل) dan untuk menunjukan makna yang akan datang dengan memasukan ( _ نل ل _ ﻒر ﻭلﺴ _ س _ نل ﺇف _ نل ﺃر ).
Dan wajib didahului oleh salah satu huruf mudhoro’ah yaitu (ﺕظ يدﻨﻴﺃر )
Dan bisa dimasuki ( دل ﻘﻔ) ini pun berlaku pada fi’il madhi.
Hukum fi’il mudhori’ adalah di Irabkan dengan rofa’ selama belum masuk huruf nasab dan huruf jazam. Contoh (سر لفجلﻳر). Kalau sudah masuk huruf nasab hukumnya berubah menjadi mansub. Contoh (نل ففلر سر ففلفجلﻳر ). Kalau sudah masuk huruf jazam hukumnya berubah menjadi majzum. Contoh (ﻢل لر سل لفجلﻳر ).
Huruf yang menasbakan ada 10: (_ ﻢظ ﻻر ﻭفﺍﻭرلاب _ نلﺃر ﻭﺄرببظﺍﻭرج _ نلل _ نلﻨﻴرﺍف _ ﻰكل _ ﻰلكلﻢظﻻر دفحجلﺍ _ ﻰﺘح _ بظ ﺍﻭرج )
Huruf yang sepuluh ini terbagi kepada dua bagian yaitu:
1. Menasbakan fi’il mudhori’ dengan dirinya sendiri.
2. Menasbakan fi’il mudhori’ dengan (نل ﺍر) yang ddhamarkan (disembunyikan). 1.1. Yang menasbakan dengan dirinya
a. (نل ﺃر ) dinamakan dia huruf nasab karena dia menasakan fi’il mudhari contoh: بر رﻀﺘنل ﺃر
(نل ﺃر ) dinamakan huruf masdar karena dia menghancur kalimat yang sesudahnya jadi masdar, contoh: ر
برضﺘﻥﺍ
يﻧﺒجﻌيد menjadi ﻚر ﺒرلﻀﻰﻧﺒجﻌﻳ (نل ﺃر ) dinamakan huruf istiqbal karena dia mengkhususkan makana fi’il mudhari’ untuk masa yang akan datang. Contoh (نل ﺍر ففنر ولكلﻳ) artinya bahwa akan ada.
b. (ﻥل ل ) dinamakan huruf nasab sebagaimana yang terdahulu
(ﻥل ل ) dinamakan huruf nafi (ﻰفاﻧ) karena dia menafikan (menidakkan) ma’na fi’il mudhari.
( نل ل ) dinamakan huruf istiqbal sebagaimana yang terdahulu contoh (نل ل ﻡرلكلﺘﻳ )
Artinya tidak akan pernah bicara dia. ( dia tidak akan pernah bicara )
c.( نل ذﻦﺇف ) dinamakan huruf nasab sebagaimana yang terdahulu.
( نل ذﻦﺇف ) dinamakan huruf jawab atau jazak karena dia berfungsi sebagai
jawab dan karena bahwa
sesungguhnya sesuatu yang
setelahnya izan balaran
(jawab) bagi orang sebelumnya (izan) Contoh : ( در ﺼﻘﻔلﺍﻎرلﺒﺘنل ﺬر ﺇﺭرفﺒﺼلﺍﻖر ﻌلﺗﻰﺘحدرﺣﺒلﺍ
ﻎرلﺒﺘ نل ل)
Artinya : kamu tidak akan mencapai kemuliaan hingga kamu mencicipi Kepahitan kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan.
Contoh yang lain : ( ﻙر مﺭفكلﺍظنلﺬرﺍف ) pada jawaban (ﺍﺭلﻏﺭظولﺰظﺍر)
d. ( ﻰكل ) dinamakan huruf nasab sebagaimana yang terdahulu
( ﻰكل ) dinamakan huruf masdhar sebagaimana yang terdahulu.
Artinya : agar kamu tidak sedih terhadap apa yang sudah hilang dari kamu.
2.1 Yang menasobkan dengan (نل ﺃر ) yang diidhramkan terbagi pada dua :
1. Harus mengidhmarkan (نل ﺃر ) dan menuliskan (نل ﺃر ) sesudah lam ta’lil
( ﻲل كلﻢظ ﻻر / ﻞف ﻳلﻌﺗلﺍﻢظ ﻻر )
Contoh : (عر ﺖظف ﺭلضﺣ) dengan membunyikan (نل ﺃر ) dan boleh juga ( عل ﻻر ﺖظف ﺭلضﺣ ) dengan menuliskan (نل ﺃر )
2. Wajib mengidhmarkan (نل ﺃر ) ini ada lima (5) :
a. Sesudah lam juhud ( دفﺣجلﺍلﻢظﻻر )
Yaitu kalimat yang didahului oleh ( نر اكل ) atau (نظ ولكلظ ﻳ ) yang menafi
( yang dinafikan karena dengan ma (اﻣ ) dan dinafikan (وللﻳ ) oleh lam ( ﻢل ل )
(ada ma’na menidakan) contoh : (
د
ر هﻌلﺍﺾر ﻗﻧﺗلﻥل كلﺗﻢل لوردرﻋورلﺍﻒر لفﺨﻻظ ﺖظف ﻧكلام ) ﺍنف كلﻳﻢل لورﻢلهﺒﺬﻌﻳل ﺍنﱢ ﷲﷲ ر اكلامﻭر ﻢهلﺭرفغﻳلﷲﷲ
Artinya : Aku tidak akan menyalahi janji dan engkau tidak akan merusak janji.
( ف ﻒر لﺨﻻظ ) asalnya (ﻒر لﺨﺍظﻥل ﻻر ) , (ﺾر ﻗﻧﺗل) asalnya (فﺾﻗﻧﺗﻥل ﻻر ر)
b. Sesudah ( ولﺃ ) yang berarti (ﻰلﺇف ) hingga atau yang berarti (ﻻﺍفﱠ ) kecuali.
Contoh: ( ولﺃر ) dengan ma’na (ﻰلرﺇف ) hingga
(رﻰﻧملﺍلﻙر رفدلﺃظولﺍربر ﻌﺼلﺍﻥلهﺴﺗﺴﻻﱠ ر )
Artinya : Sesungguhnya akan aku anggap mudah segala kesukitan hingga aku mencapai cita-cita.
Contoh : ( ولﺃر ) dengan makna (ﻰلﺇف ) kecuali.
(ﻞر مهيدولﺃرﻪظﻧﺋفاركلﻻرظ ﺃر)
Artinya : Sesungguhnya akan kuberikan dia kecuali kalau kurang memperhatikannya.
(ﻞر مهيدولﺃر ) asalnya (ﻞظمهيدﻥلﺃرولﺃر )
c. Sesudah ( ﻰﺘح ) yang dengan arti (ﻰلﺇف ) atau ( ﻞف يدلﻌﺗلﺍﻢظ ﻻر ) (lam dengan arti karena )
Contoh: ( ﻰﺘح ) dengan arti (ﻰلﺇف ) hingga.
(
ﻂيدﺨلﺍﻥمﺾيدﺒﻻﺍﻂيدﺨلﺍﻢکلنيدﺒﺘيدﻰﺗحﺍﻭﺒﺭشوﺍولک دوﺴﻻﺍ )
Artinya : Makanlah dan minumlah kamu hingga jelas bagi kamu benang putih dari benang hitam.
( ﻥر يدﺒﺘيدﻰﺘح ) asalnya ( ﻰﺘح ﻥل ﺃر ﻥريدﺒﺘيد ) Contoh: ( ﻰﺘح ) dengan arti (ﻢظ ﻻر ﻞف يدلﻌﺘلﺍ )
supaya.
Artinya : Berjaga – jagalah supaya kamu selamat.
(ﻰﺘح ورجﻧﺘ ) asalnya (ﻰﺘح ﻥلﺃر ورجﻧﺘ )
d. Sesudah ( ﺀظاف ﺔفيدببﺴ ) ( fasababiyah fa dengan arti sebab ) yang didahului oleh nafi (yang menidakkan), atau didahului oleh (بل لﻄ ) tuntunan.
Contoh fasababiyah yang didahului oleh nafi :
( دجيد دجيدفﱠ ﱠ ﻢل ل )
Artinya : dia belum mendapati sebab akan mendapat dia.
( دجيدفﱠ ) asalnya ( ﻥل ارف دجيدﱠ ) (بل لﻄ ) ( tuntunan ) mencakupi : 1. Amar ( perintah ) ( ﺍر ﻻر ﺭظم ) 2. Nahi ( larangan ) ( ﻰﻫﻧ ) 3. Irid ( anjuran ) ( ﺾظ ﺭلﻌلﺍر ) 4. Tahdid ( dorongan ) ( دظ يددفحﺘلﺍر )
5. Tamany ( Angan – angan ) ( ﻰﻨﻴمﺘلﺍرﱠ ) 6. Taraji (harapan ) ( رﺘلﺍر ﻰج )
Contoh Amar ( ولج ﺍودظ ولﺴﺘف ﺍودظ ) asalnya ( ﺍودظ نل ارف وﺴﺘ )
Artinya : Dermawan maka karenanya kamu akan jadi ikutan
Contoh Nahi ( ﻢلﺴﺘفدفﺴﻻر ﺍنر مﻥظ دﺘﻻر ) asalnya ( ﻥاف ﻢلﺴﺘ )
Artinya : Janganlah kamu dekati srigala maka karenanya kamu selamat.
Contoh Irid ( ﻢر رركلﺘفاﻧيددراﻧﺒﻞحﺘﻻﱡ ر ﺃر ) asalnya ( ﻢر رركلﺘﻥل ارف )
Artinya : Sebaiknya kamu bayar hutang pada kami maka karenanya kamu akan dihormati.
Contoh tahdid ( ﺭرضحﻳفﻚر ﻳﺨﻻر ﺘفﺒﺗكللر ﻫ ) asalnya ( ﺭرضحيدﻥلارف )
Artinya : Cobalah kamu berkirim surat pada saudaramu maka karena akan datang dia Contoh Tamany ( اهمﻅﻨﻴاظفﻰلﻭلﻨﻴدﺗبر كلﺍﻭركلر لﺍﺖر ﻳل ) asalnya ( اهمﻅﻨﻴﺃظﻥل ارف )
Artinya : Wahai kiranya bintang – bintang itu dekat pada ku maka aku akan menyusunnya
Contoh Taraji (اﺒﺴﻻر ﺍﻎرلﺒﺃرﻰلﻌل عف ﺍﻭرمﺴلﺍبر ) asalnya ( ع
Artinya : Semoga aku samapi kepintu langit maka karenaya aku akan melihat.
Contoh Istifham (ﻙﺜدحاظﻓﻰغﺼﺘﻞﻫ) asalnya ( ﻙﺜدحﺃرﻥارﻓ )
Artinya : Adakah akan kamu dengarkan maka karenanya aku akan menceritakannya padamu.
e.Sesudah (ةﺀيدﻌموظﺍو) ( artinya serta ) yang didahului oleh nafi atau ( tholab )
seperi yang terdapat pada nomor d. Contoh : (ﻢهﺴفﻧﺃرﺍوﺴﻧيدورريدﺨلاﺒﺍﻭﺭمﺄيدﻢلل ) asalnya
(وﺴﻧيدنﺍرو ﺍ )
Artinya : Mereka belum menyuruh berbuat baik beserta mereka melapakan diri mereka.
Ma’na – ma’na huruf nasob
1. ( نل ﺃر ) Kalau masuk pada fi’il madhori’ menjadikan ma’na madhori’ jadi ma’na masdar
Contoh : ( ﺍوموﺼﺘنل ﺍر ) artinya bahwa memuasakan kamu berubah menjadi
( ﻢﻛمايدﺼ) Puasa kamu.
Dari kata kerja berubah menjadi kata dasar.
( نل ) Kalau masuk pada fi’il mudhori’ memfaedah nafi fi’il madhori’ pada masa yang akan datang serta takkid ( ﻲفﻨﻴ ففدكلﺄلﺘلﺍع artinya tidak akan pernah. Contoh :
( ﺍوغﺼﺗﻰﺘحﺬاﺘﺴﺍلﻡﻣلكلﺘيدرﻥل ل )
Artinya : Tidak akan pernah bicara
ustadz hingga kamu
memperhatikannya.
( ﻥﺬﺇ ) masuk kepada fii’l mudhori’ memfaedahkan untuk jawab dan jazak
( ﺇفﺍﺰرجلﺍوبﺍورجلل ) untuk jawaban sebagai akibat dari perbuatan yang sudah atau yang akan dilakukan artinya kalau begitu :
Contoh : (ﻎلبﺘ دحﺒلﺍ ﻰﺘح ﻖﻌلﺗ رﺒﺼلﺍ نﺫﻦﺇف ﻎلﺒﺗ دﺼﻘﻔلﺍ نل )
Artinya : Tidak akn pernah kamu mencapai kemuliaan hingga kamu mencicipi kepahitan. Kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan.
(ﻰل كل ) merubah ma’na fi’il mudhori’ menjadi berpengertian agar.
Contoh : (نﺯحﺗﻻر ﻰكل ﻚل نيدﺒﺍ)
Artinya : aku jelaskan pada kamu agar kamu mengerti.
(ﻰل كلﻢل ) merubah makna fi’l mudhori’ menjadi berpengertian untuk
(ﻞيدلﻌﺗ )
Contoh : (ﻢلﻌﺘﺃرﻲل كللﺖظ ﺋج)
Artinya : Saya datang untuk belajar.
JAZAM FI’IL MUDHORI’
Yang menjazamkan fi’il mudhori ada 18 yaitu :
( _ ﻢظ ل رﻣﺃر _ ﺔيدﻫاﻧﻻر _ نلﺇف _ اﻣﺬﺇف _ ﻥﻣ _ ام _ امهم _ ﻰﺗم ﻢل ل _ امل _ ﻢل لﺃر _ امﺛﻳح _ ﻱﺃر _ امفﻳكل _ ﻥر يدﺃر _ ﻰﻧﺃر _ اﻣلﺃر _
Huruf yang 18 ini terbagi pada dua bagian yaitu :
1. Menjazamkan satu buah fi’il 2. Menjazamkan dua buah fi’il
1.1 Yang menjazamkan satu fi’il ada 6 yaitu huruf :
(اﻣلﺃر_ ﻢل_ اﻣل _ ﻢلﺃر _ رﺀمﺃر ﻢلل _ ﺔﻳﻫاﻧﻻر )
a. (ﻢل) dinamakna huruf naïf karena dia menafikan ( menidakkan ) arti fi’il mudhori’.
Contoh : ( برفﻀيدﻢلل ) tidak memukul.
( ﻢل ) dimanakan huruf jazam karena dia menjazamkan fi’il mudhori :
Contoh : ( ﻢﻘﻔﻳﻢل ل )
( ﻢل ) Dinamakan huruf qolab ( بلﻘﻔ ) karena dia membalikkan aman fi’il mudhori’ ke zaman madhi / masa yang lewat.
b. ( امل ) sama dengan (ﻢل ل ) pada segi nama
Bedanya pada segi makna. Kalau (ﻢل ) menafikan ( menidakkan ) masa yang lewat saja.
Contoh : (رﻀحيدﻢل ل ) belum hadir.
Dia belum hadir sebelum bicara dan mungkin saja ketika bicara dan selesai bicara dia hadir.
Dan kadang – kadang ada juga untuk (ﻢﺍود dan رﺀﺍررﻣﺗﺴﺇف ) berkekalan dan berkelanjutan.
Contoh : ( دل وليدﻢللور دللفيدرﻢلل )
Artinya : “ Dia tidak beranak dan tidak di peranakkan, selama – lamanya.
Sedangkan (امل ) maknanya menafikan perbuatan di masa yang lewat tapi juga berlaku untuk zaman hal / zaman bicara. Contoh : (ردحيدرامل )
Belum hadir pada masa yang lewat dan juga pada waktu bicara.
c. (ﻢلﺃر ) adalah dasarnya (ﻢل ) dimasukkan ke dalamnya hamzah istifham, maka
berubah artinya menjadi takrir (رﻳرفﻗﺘ ) artinya tetap. Contoh :
(ﻚرردﺼﻚر لﺡلرﺴﻧﻢللﺃر ) Artinya : Adakah tidak aku lapangkan dada kamu.
Pengertiannya : Aku sudah melapangkan dada kamu.
d. ( امللرأر ) adalah (امللر ) yang dimasukkan hamzah istifham sama dengan no c.
Contoh : (ديدﺯرﻢلﻗيداملﺃر )
Artinya : Adakah tidak berdiri si Zaid. Pengertiannya : Si Zaid telah berdiri. e. (ﺀفاﻋ دلﺍوررفمﻻر ﺍﻢظل ) : Faedah /
kegunaannya menjadikan arti fi’il mudhori’ berupa tuntutan yang datang dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah.
Contoh : (ﺍرلﻳﺨﻝلﻗظﻳﻞلف )
Artinya : Maka hendak katakanlah akan yang baik.
f. ( ﺀفاﻋدلﺍوﻲف هﻨﻴلﻻر ) : Faedah / kegunaannya melarang dari isi kalimat yang sesudah.
Contoh : (ﻄﻧﻗﺘﻻر )
Artinya : Janganlah kamu putus asa. 2. Yang menjazamkan dua fi’il, yaitu yang tinggal.
Fi’il yang pertma dinamakan fi’il syarat dan yang kedua di namakan jawab / jaza’ syarat. Contoh : (بﻫﺬﺍبل ﻫﺬل ﺘنل ﺍف ) Artinya : Jika kamu pergi, saya pergi.
(ﺏﻫﺬﺗ ) fi’il syarat (ﺏﻫﺬﺍر ) jawab / jazak syarat.
Yang menjazamkan dua fi’il terbagi pada dua, yaitu huruf dan isim.
2.1. Yang huruf adalah :
a) ( نﺍف ) dinamakan huruf syarat dan huruf jazam,
Contoh : (ﻢحرلﺗنﺍف)
Artinya : Jika kamu mengasihi, engkau dikasihi.
b) ( امﺫﻦﺍف ) dinamakan huruf syarat dan huruf jazam
Artinya : Jika kamu bertaqwa, kamu meningkat.
Fiil yang dijazam adalah ( ﻖف ﺘﺗ ) dan ( ﻖف ﺘرلﺘ ) tanda jazamnya adalah hazaf ya (ير ) karena dia fi’il yang mu’tal akhir.
Faedah (ﻥﺍ ) dan (امﺫﻦﺍف ) masuk kepada fi’il mudhori hanya semata-mata menunjukkan keterkaitan fi’il syarat dan jawab syarat.
2.2. Yang isim adalah
a) (ﻥم ) di pakai untuk yang berakal. Contohnya : (ﻪفﺒﺰرجيدﺀرﻭلﺴﻞمﻌيدﻥلم )
Artinya : Orang – orag yang mengerjakan kejahatan di balasi dengan kejahatan.
(ﻞمﻌيد) Fi’il syarat tanda jazamnya sukun (ﺰرجيد ) jawab syarat tanda jazannya hazaf karena fi’il yang u’takhir.
b) (ام ) dipakai untuk yang tidak berakal contoh: (اﻣ ﻭلﻌفﺘ ﻥر ﻥﻣ رﺀيدﺨ ﻪﻣلﻌيد ﺍ ﷲﷲ)
Artinya : Apa – apa yang yang kamu perbuat dari kebaikan, mengetahui Allah
akan kebaikan itu. (ﻥر ﻭللﻌفﺗ ) fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima. (ﻢلﻌيد) jawab syarat tanda jazamnya sukun karena dia fi’il yang shohih akhir. c) (اﻣهم ) dipakai untuk yang tidak berakal.
Contoh ( بر لﻘﻔلﺍﻱل رفﻣﺄل ﺘاﻣهمﻚرﻨﻴﺍرﻭر ﻞﻌفيد )
“ Sesungguhnya apa – apa yang kamu perintahkan terhadap hati pasti dia memperbuatnya”
( ﻱرفﻣﺄﺘ ) Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena fi’il yang lima.
(ﻞﻌفيد ) jawab syarat tanda jazamnya sukun karena fi’il yang shohih akhir.
d) (ﻰﺗﻣ ) dipakai untuk zaman contoh : ( ﻞﻣﻻرل ﺍﻎفلﺒﺗﻞرﻣﻌللﺍﻥفﻘﻔﺗﺗﻰﺗﻣ)
artinya : Bila kamu meyakini pekerjaan, kamu meyakini pekerjaan, kamu akan mencapai cita – cita. (نﻘﻔﺗﺗ) fi’il syarat tanda jazamnya sukun yang ditakdirkan atas ghain diberi harkat kasrah pada nun untuk bertemu dua sakin.
(ﻎلﺒﺗ ) jawab syarat tanda jazamnya sukun yang ditakdirkan atas ghain diberi harkat kasrah karena pelepas bertemu dua yang sakin.
e) (ﻥايدﺃر) dipakai untuk zaman, Contoh : ( ﻞمﻻر ﺍﻎفلﺒلﺘﻞرﻣﻌلﺍنﻗﺘﺘﻥرايدﺃر ) artinya kapan kami melindungi kamu, kamu akan aman dari selain kami.
( ﺋلﻧ نم) Fi’il syarat tanda jazamnnya sukun. ( نمﺄلﺘ ) jawab syarat tnda jazamnya sukun f) (نيدﺃر ) dipakai untuk tempat (ﻥاكلم) contoh (
ﺕوﻣلﺍﻢكلكلرفديدﺍولﻧولكلﺘاﻣﻧيدﺃر )
artinya : dimana saja kamu berada, kematian akan menemukanmu.
(ﻥوكلﺘ ) Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima.
(ﻙردليد ) Jawab syarat tanda jazamnya sukun karena dia fi’il yang shahih akhir.
g) (ﻰﻧلأر) dipakaikan untuk tempat. Contoh (اﻣ د
ر ﺨﺘابﻫﺫﻦلﺘرﻰﻧﺃر ) Artinya : kemana saja kamu berdua pergi kamu akan dilayani.
( ﻰﻧﺃر ) fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun karena fi’il yang lima.
( ابﻫﺫﻦﺗ ) Jawab syarat tanda jazamnya hazah nun karena dia fi’il yang lima.
h) ( اﻣﺛيدﺣ ) dipakaikan untuk makan (tempat). Contoh : (اﻣركلﺗﻻر ﺯﻧﺘاﻣﺛيدﺣ)
artinya : Dimana saja kamu singgahkamu dimuliakan.
( ﻻﺯﻧﺗ ) Fi’il syarat tanda jazamnya haaf nun karena dia fi’il yang lima.
( اﻣركلﺗ ) jawab syarat tanda jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima.
i) ( اﻣفيدكل ) dipakaikan untuk keadaan keadaan (ﻞاحلﺍر ) contoh
( ﺱلجﺃرﺱل لجﺗاﻣفيدكل )
artinya : Bagaimana saja kamu duduk saya duduk.
j) ( ﻲﺍرﱡ ) Pantas untuk keseluruhan keadaan, melihat kemana dia diidafakan.
Contoh: ( ﺃلرﻘﻔﺗبﺀ اﺗكلﻲﺍر دفﺗﺳﺘﱡ )
Artinya : mana saa buku yang kamu baca. Kamu akan mendapatkan faedah.
( ﺃرﻘﻔﺗ ) fi’il syarat tanda jazamnya sukun karena fi’il shohih akhir.
(دفﺘﺳﺘ ) Jawab syarat tanda jazamnya sukun karena shohih akhir.
Keseluruhan diatas adalah huruf atau izim
yang mengandung syarat dan
menjazamkan fi’il mudhari’
Adalagi huruf yang mengandung syarat tapi tidak menjazamkan fi’il yaitu:
(ﺍﺫﻦرﺇف _ اﻣﺃر _ اﻣﻭلل _ ﻭل _ اﻣلكل _ اﻣل )
(اﻣل ) dan (اﻣلكل) hanya bisa masuk pada fi’il madhi.
Kalimat yang akan menjadi jawab harus fi’il boleh fi’il madhi dan juga boleh fi’il mudhori.
Kalau kalimat itu tidak bisa menjadi jawab karena dia jumlah ismiah atau karena dia fi’il yang mengandung arti tholab ( tuntunan ) atau karena dia jamid atau karena disertai
( ﻥل ل ) atau ( دل ﻘﻔ ) atau ( س ) atau ( ﻒﻭﺳ ) maka wajib memasukan
( ﻒ ) kedalam. Contoh :
Contoh jawab jumlah ismiyah ( ريددفﻘﻔرﺊﺀ يدﺷﻞﻛﻰلﻋورهفرﺀيدﺨﺒﻚﱢ ر ﺳﺳميد )
Contoh jawaban disertai (اﻣ) ﻡكلﺗلﺄرﺴامفﻢل ﺘيدلورﺗنل ﺄفف
Contoh jawaban yang mengandung tholah :
( وفﻌﺒﺘﺄر ف ﺍنرﺍوﺒحﺘﻢلﺗﻧﻛنلﺇف ﺍﻢﻛﺒﺒحيدﻱلﻧﷲﷲ ﷲﷲ ) Contoh jawaban fi’il Jamid
(ﺍريدﺨنف يدﺘﺅلﺘنل ﺃر ﻰبرﻰﺳﻌف ﺍدلورﻻاﻣﻚر ﻧﻣﻞﻗﺍراﻧﺍرنف ررﺗنل ﺍف )
Contoh jawaban yang disertai (نل) ( ﻩظﺍولرفركلﺗﻥللفرﺀيدﺨﻥلمﺍوللﻌرفﺘامور )
Contoh jawaban disertai ( دﻗ ) ( ﻞﺒﻘﻔنل ﻣﻪظلﺥعﺃر ﻖررﺴﺩﻘﻔفﻖلرفشيدنلﺇف )
Kita boleh menghazafkan fi’il syarat kalau dia terletak sesudah (نﺇف ) yang diidghamkan pada ( ﻻر ) contoh ( ﺖكلﺴاﻓﻻﺍوريدلﺨﺒﻢرلكلﺗﱠ ) asalnya
(ﻢر لكلﺗﺗﻻر نل ﺍوريدﺨﺒﻢر لكل ﺖكلﺴاﻓريدلﺨﺒ )
Dan boleh juga menghafakan jawab syarat kalau di dahului oleh sesuatu yang pantas menjadi jawab. Conth (ﺕمدر ﻘﻔﺍرنل ﺇفﻒظ ﺰفاجمﺖر ﻧﺍر ) asalnya
( ﺕﻓﺰراجﺕر مدر ﻘﻔﺍرنل ﺇﻑظ ﺰفاجمﺕر ﻧﺍر ) ketentuan fi’il syaratnya harus fi’il madhi.
3. Fi’il Amar ( kata kerja perintah / kalimat perintah )
Yaitu : (ﻢلكلﺗلﺍﻥف ﻣﺰردﻌﺒﺉﺀ يدﺷﻞظ ﻭﺼحﻪفﺒبظ لﻄيداﻣرظمﻷر ﺃرل )
Artinya : Amar adalah fi’il yang dituntut hasil pekerjaan sesudah masa bicara .
Contoh : (سلجﺍف ) duduklah kamu. Tanda fi’il amar
1. Bisa menerima ya muannats mukhotobah contoh (ﺏرفﻀﺇف ) jadi
(ﻰﺒرفﻀﺇف)
2. Bisa menerima nun taukid contoh ( ﺏرفﻀﺇف ) jadi ( ﻥﺒرفﻀﺇف )
- Hukum fi’il amar adaadalah dibina dengan apa mudhari nyu dijazamkan.
- Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan sukun contoh (رﺼﻧﻳﻢل ل ) maka Amarnya dibina atas sukun yaitu (رﺼﻧﺃظ )
- Kalau mudhari’ dijazamkan dengan hazaf nun contoh (ﺍرﺼﻧﻳﻢل ل ) maka Amarnya dibina atas hazaf nun yaitu (ﺍرﺼﻧﺃظ )
- Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan hazaf akhir contoh (ﻢرﻳﻢل ) maka Amarnya dibina atas haaf akhir yaitu (ﻢرﺇف )
2.3 Huruf ( Kata penghubung ) yaitu : ( ﺔيدموهفملﺍاﺒﻞﻘﻔﺗﺴيدﻻر امﻑظ رلحلﺍلور )
Artinya : Huruf yaitu kalimat yang tidak mempunyai pemahaman tersendiri
Contoh (ﻢل ) – tidak. Ini tidak biaa dipahami tanpa ada kalimat yang lain.
- Tanda bagi huruf adalah tidak ada padanya tanda isim dan tanda fi’il perbandingannya sama dengan ( ﺡ _ ﺥ ﺝ _ )
Tanda bagi jim adalah titik satu dibwah Tanda bagi kho adalah titk satu diatas . Tanda bagi ha adalah tidak ada titik diatas dan tidak ada titik dibawah
BAB I’RAB
1. Pengertin I’rab (
ﻓللراهيدلﻋﺕف لﺧﺍدلﺍﻞﱠ ف مﺍﻭرﻌﺍﻑف لر ﺗﺧﻹﻢف لكللﺍرفﺧﺍﻭرﺃر ﺭيديدغﺗﻭرﻫبظﺍررﻋﻻفﺍ ﺍريددفﻘﻔﺘولﺃر اﻅ )
Artinya : Perubahan akhir kalimat karena perbedaan amil yang memasukinya baik secar lafadz ( nampak atau secara takdir diperkirakan keberadaannya)
Conth perubahan secara lafadz (nampak) : a. ( ديدﺯرﺀراج )
Berubah akhir kalimat dari dun ( ) jadi b. ( ﺍديدﺯرﺕظ يدﺍررر )
Dan ( ﺍدل ) dan jadi din ( دﺀ )
- Semua itu terjadi karena berbeda amilyang memasukinya.
- Yang pertama amil yang memesukinya adalah ( ﺀراج ) dia fi’il dan dia berkehendak kepada fail yang marfu’ maka rofa ’lah zaidun (ديدﺯر )
- Yang kedua amil yang memasukinya adalah (ﺕيدﺃررر ) dia fi’il dan fail. Dan dia berkehendak kepada fail yang maf’ul yang mansub. Dan bi (ب) dia huruf jar dan dia berkehendak mengajarkn isim yang sesudahnya maka jarlah Zaidun ( ديدﺯر )
- Contoh perubahan secara takdir (diperkirakan keberadaannya)
( ﻰﺗﻓلﺍلﺀراج ) ( ﻰﺗﻓلﺍﺕظ يدﺃر رر ) ( ﺕﻓلافﺒﺕظ رررم )
(ﻰﺗﻓلﺍر) yang pertama marfu’ karena dia menjadi fail. Tanda rofa’ tidak dinampakan (ditakdirkan) karena alif uzur (kesulitan menerima harkat)
(ﻰﺗﻓلﺍر) yang kedua mansub karena dia maf’ul, tanda nasabnya tidak dinampakan ( ditakdirkan ) karena alif uzur menerima harkat.
(ﻰﺗﻓلﺍر) yang ketika majrur karena masuk bi (بف ) huruf jar tanda jarnya tidak dinampakkan (ditakdirkan) karena alif uzur menerima harkat.
- Perubahan akhir kalimat dari rofa’ kepada nasab dan kepada jar itulah dinamakn denganI’rab .
2. Pembagian I’rab
- I’rab terbagi kepada empat pembagian : a. Rofa’ (ع (ﺾﻓﺨ ) dan d. Jazam
(ﻢﺰج)
- I’rab yang ada pada isim hanya rofa’ – nasab – khofad.
- I‘rab yang ada pada fi’il hanya rofa’ – nasab – jazam.
- Isim tidak pernah jazam dan fi’il tidak pernah khofad.
3. Tanda – tanda I’rab
a. Tanda yang asli bagi rofa’ adalah dhommah (ﺔمﻀ ) atau baris epan.
. Penganti dri dhommah adalah : 1) ( وﺍورلﺍر) ( huruf waw ) 2) (ﻒلﺃر) ( huruf alif ) 3) (ﻥوﻧلﺍر) ( huruf nun )
b. Tanda asli bagi nasab adalah fatah ( ﺔحﺗﻓ ) Baris di atas.
Pengganti dari fthah adalah : 1) (ﻒلﺃر) ( alif ) 2) (ﺓرﺴكل) ( kasrah ) 3 ) (ﺀاﻳللﺍر) ( huruf ya ) 4) (فوﻨﻴلللس اا )ن (membuang huruf nun )
c. Tanda asli bagi khofad adalah kasrah (ةرﺳﮔ ) baris dibawah :
Pengganti dari kasrah adalah : 1) ( ﺀظلﺍر ) ( huruf ya )
2) (ﺢﺗﻓ ) ( baris di atas )
d. Tanda asli dari jazam adalah sukun ( نﻛﻭﺳ ) tanda mati.
Pengganti dari sukun adalah (فظ ﺬﺣر ) ( membuang )
Hazaf terbagi kepada dua yaitu : 1 ) ( نف ولﻨﻴسل١فظ ﺬففﺣر ) ( membuang nun )
2 ) ( رفﺨلر١فظ ﺬل ﺣر ) ( membuang huruf yang di akhir )
4. Tempat-tempat tanda I’rab’ 4.1 Tanda-tanda rofa’
a. Dhommah
Dhommah menjadi tanda bagi rofa’ pada empat tempat :
1. Pada isim mufrad ( دفررفلمظل١لﻢظ ﺳل ١ف )
Isim mufrad yaitu (سر يدلﺄرم نﺛم ﻻر و اﻋومجم ) Artinya : Kalimat yang bukan dua dan bukan banyak dan bukan pula yang di samakan denagn dua dan jamak.
( satu ) contoh : (بﻫذﻦ ﺬاﺘﺴﻻظ ﺃ) telah berfatwa satu orang guru. ( ذﻦظاﺘﺴﻻظ ﺃر ) menjadi fail hukumnya mrfu tanda rofa’nya adalah dhommah karena dia isim mufrad.
2. Pada jamak ta’sir (ﺍع
Jamak taksir yaitu (ﻩدﺍرﻓمﺀظاﻧﺒﻪفﻳﻓرريدغﺗام ) Artinya : Kalimat yang berubah dari bentuk mufradnya. ( berubah dari satu menjadi banyak )
Contoh (ﻞاجرلﺍﺀراجﱢ ) Telah datang beberapa orang laki – laki.
(ﻞاجرلﺍ) menjadi fa’il, hukumnya marfu’ tanda rofa’ nya dhommah karena dia jamak taksir.
Perubahan jamak taksir ada 6 yaitu :
1. Berubah dengan bertambah saja contoh ( وﻨﻴﺼ )→ satu orang sepupu jadi
(ﻥﺍورﻨﻴﺼ ) Beberapa orang sepupu.
2. Berubah dengan berkurang saja contoh : (ﺔمﺧﺘ )→ satu pembatas jadi
( ﻢﺧﺘ ) beberapa pembatas.
3. Berubah dengan berubah baris / harkat saja (دﺴﺍ) → satu singa jadi (دﺴﺍ)
beberapa singa.
4. Berubah denan bertambah serta berubah baris (ﻞجرر) → satu laki-laki
5. Berubah dengan berkurang serta beruah baris contoh (ﻞوﺴرر ) → satu orang rasul jadi (ﻞﺴر ) beberapa orang rasul
6. Berubah dengan berkurang dan bertambah serta berubah baris contoh (ﻢلر ﻏ)→ Satu orang budak jadi (ﻥاملﻏ) →
beberapa orang budak.
3. Pada jamak muannas yang salim( menunjukan banyak perempuan yang bentuk mufradnya tidak berubah yaitu: (ﻥيدﺗدريدﺰفمﺀاﺗورﻑلﺄر ﺒع
Artinya : Kalimat yang dijamakan denan alif dan ta, yang tambahan keduany.
Maksudnya. Ma’nanya menjadi banyak kalau sudah di tambahkan alif dan ta di akhirnya. Contoh (دﻨﻴﻫ ) satu orang Hindun kalau (ﺕﺍدﻨﻴﻫ ) banyak si Hindun,
( ﻢلﺴم ) satu orang muslim dan (ﺕاملﺴم ) banyak msulim.
- Muannas ada yang alam ada yang sifat. - Muannas yang alam bisa dijamakkan
denan alif dan ta tanpa syarat.
- Muannas yang sifat bisa dijamakkan dengan ditambah alif dan ta kalau muddzakarnya dijamakkan denan waw dan nun (ﻢلﺴم )
4. Pada fi’il mudhari’ yang shohih akhr dan tidak berhubungan dengan alif tasniah atau waw jamak atau ya mu’annast mukhotobah contoh : (ﺭﺼﻧيد )
(بﺭفﻀيد )
Kalau fi’il mudhari’ dihuungi oleh waw jamak alif tasniyah atau ya mu’ anats mukhotobah maka tanda rofa’nya adalah tetap ( menuliskan nun ) diakhirnya.
Contoh : (_ ﻥف اﺒﺭفﻀﺗ _ ﻥر ولﺒﺭفﻀيد _ ﻥر ولﺒﺭفﻀﺗ ﻥر يدﺒﺭفﻀﺗ ﻥاﺒﺭفﻀيد )
- Fi’il ketika dinamakn dengan fi;il yang lima.
b. Waw
Waw menjadi tanda bagi rofa’ penganti dari dhommah pada dua tempat :
1. Pada jamak muzakar yang salim ( menunjukan banyak laki-laki ) yaitu : ﺓفدراﻳﺰفﺒﻥفﻳﻧﺛﺍﻥفﻣﺭرﺛكلﺍرﻰلﻋﻞداﻣ ﺔفلاحﻰفﻥفولﻧلﺍوروفﺍولﺍ )
(ﻥف ولﻧلﺍورﺀفاﻳلﺍورعﱠ ﺭجلﺍورﺏف ﺼﻧلﺍﻰﺘلاحﻰل ﻓ
Artinya : jamak muzakar yang salim adalah : kalimat yang menunjukan lebih banyak dari dua dengan tambahan waw dan nun pada ketika rofa’ dan tambahannya dan nun pada ketikan nasab dan jar.
Jamak muzakar salim ada dua macam. a. Berupa isim contoh (ﻥوديدﺰلﺍﺀراج), I’rabnya (ﺀراج) adalah fi’il madhi, hukumnya dibina atas fathah (ﻥر وديدﺰلﺍﱠ ) menjadi fa’il hukumnya marfu’ tanda rafa’nya adalah waw karena dia jamak muzakar yang salim. Tanda jamaknya adalah tambahan waw dan nun karena mufradnya adalah ( ديدﺰر)
b. Berupa sifat contoh (ﻥوملﺴملﺍﺀراج) I’rabnya: sama dengan di atas
- Syarat jamak muzakar dirofa’kan dengan waw bahwa ada muzakar berakal dan kosong dari ta.
2. Pada isim yang enam (6) (ﺔﺗﺴلﺍﺀفامﺴﺍر) yaitu (ﻚوﺒﺃ _ ﻚﺨﺃر _ ﻚوﻣح _ ﻚوف_ ﻞﺀ اﻣوﺬ _ ﻚوﻧﻫ )
- Isim yang enam : di rofa’kan dengan waw : dinasabkan dengan alif
: dikhofadkan dengan ya. Syaratnya ada 3 :
1. dia harus mufrad ( menunjukkan satu ) 2. Dia mukabbarah (ﺓرﺒﻛم ) besar,
maksudnya tidak dimasuki oleh ya tasqir (رﻲغﺻﺗ) yang menunjukkan makna kecil contoh yang ya tasgir (ﻚيدبﺃظ ) makna ya adalah ya tasgir artinya bapak kecil engkau.
Maka apabila masuk ya tasgir dia diI’rabkan dengan harkat yang zohir diakhirnya. Contoh : ( ﻚيدبﺍﺕيدﺍررر _ ﻚيدبابﺕررﻣ ﻚيدبﺃﺀاج _ )
3. Dia diidofatkan kepada selain yang mutakallim (ﻢلكلﺗﻣلﺍلﺀظايد)artinya ya menunjukan orang yang berbicara arti ya itu adalah saya atau aku.
- Kalau diifotkan kepada ya mutakallim maka dia di’irabkan denan harkat yang ditakdirkan pada hurf yang seelum ya mutakallim.
Contoh : (ﻰبﺃرﺀراج) I’rab (ﻰبﺃر ) adalah fail hukumnya adalah marfu’ tanda rofa’nya dhommah yang ditakdirkan ( tidak dintampakkan ) pada huruf ba ( ب ) karena berebutan harkat dengan ya. Karena kehendak ya adalah kasrah.
(ﻰبﺃﺕيدﺃرر) maka (ﻰبﺃر ) majrur tanda jarnya adalah kasrah yang ditakdirkan atas ba (ب )
c. Alif
Alif menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu : - Pada mutsana ( tasniyah ) yang
Tasniyah adalah (ﺓفﺩراﻳﺯفﺒﻥفيدﻧﺜﺍﻰلﻋﻞﺩراﻣﻑف لﻻر ﺍ
Artinya : Kalimat yang menunjukkan dua dengan tambahan alif dan nun ketika rofa’ dan tambahan ya dan nun ketika nasob dan jar.
Contohnya : (ﻞر اﻘﻔ نﻶﺨرر)
I’rabnya : ( ﻞر اﻗر) fiil madhi hukumnya dibina atas fathah (نﻶجرر) fail hukumnya marfu’ tanda rofa’nya adalah alif penggani dari dhommah karena dia tasniyah . Artinya : Telah datang dua orag laki-laki. - Tanda dia Tasniyah adalah alif dan nun diakhirnya : karena mufradnya adalah
(ﻞجرر) d. NUN
Nun menjadi tanda bagi rofa’ pengganti dari dhommah pada satu tempat yaitu pada fiil yang lima.
- Fiil yang lima adalah
ﺍﻭﻭلﺃر نفﻳﻧﺛﺍﻑلﺃرﻪفﺒﻞرﺼﺘﺍفﻉرﺀفاﻀﻣﻞﻌفﻞكل ﺔﺒﻃاﺨمﺀظاﻳﻭﺃرع
- Artinya : Fiil yang lima adalah : tiap-tiap fiil mudhorik yang berhubungan dengan alif tasniyah atau waw jamak atau ya muannats mukhotobah.
Contoh : ( )
Keseluruhannya fiil mudhori hukumnya marfu’ karena ia kosong dari huruf nawasib ( yang menasabkan ) dan huruf jawazim ( yang manjazamkan ).
4.2 Tanda-tanda nasab Tanda nasab ada lima : a.Fathah
Fathah menjadi tanda bagi nasob pada tiga empat :
1 ) Pada isim mufrad. Telah berlalu penjelasan tentang isim mufrad pada halaman 16.
Contoh : (ﺩدﻋﺃر بﻛﺍوﻛلﺍﺖ)
Artinya : Aku telah membilang bintang. Ira’bnya (ﺩدﻋﺃر) fiil madhi, hukumnya dibina atas sukun, karena dihubungi oleh dhommir rofa’ yang berharkat. (ﺖ) Isim dhommir dibina atas
dhommah pada tempat rofa’ menjadi fail.
(بﻛوﻛلﺍر) menjadi maful bih hukumnya mansub, tenda nasabnya fathah karen isim mufrad.
2 ) Pada jamak taksir telah berlalu pada halaman sebelumnya.
Contoh : ( ﻰراﺴﻻﺍوﻞاﺨرلﺍﺖيدﺃرر )
3 ) Pada fiil mudhrik yang dimasuki oleh salah satu nawasib dan tidak berhubungan dengan akhirnya alif tasniyah atau waw jamak, ya muannats mukhotbah. Contohnya : (- ففعل ل سر لجيدنل ل)
- Kalau akhirnya dihubungi oleh alif tasniyah atau wawjamak atau ya muannats mukhotobah maka tanda nasabnya adalah haaf nun (membuang nun).
Contoh : (اﺴلجيدنل) asalnya (ناﺴجيدر) dan ( اوﺴلجيدنل ل) asalnya
(ناوﺴلجيد) dan (يدﺴلجيدنل ) asalnya (نيدﺴلجيد ).
Alif tanda bagi nasob pengganti dari fathah pada isi yang enam, telah terdahulu penjelasan serta syarat-syaratnya pada halaman seelumnya.
Contoh : (ﻙابﺃر- ﻙاجﺃر- ﻙاﻣح- ﻙاﻓ- ﻞامﺍﺫﻦ-ر ﻙاﻨﻴﻫ ر) c. Kasroh
kasroh tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada jamak muannast yang salim. Telah terdahulu penjelasan jamak muannats yang salim pada halaman sebelumnya. Contoh : ( تف ﺍدﻥﻫلﺍتظ ﻳﺃر رر)
I’ronya (ﻲﺃر) fiil madhi hukumnya dibina aras sukun karena dihubungi oleh dhomir rofa’ menjadi fail. (تل ﺍدﻧهلﺍر) menjadi maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya adalah kasroh, karena jamak muannats yang salim.
Ya menjadi tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada dua tempat.
1) Pada mutsanna yang mansub
Telah terdahulu penjelasan mutsanna pada halaman sebelumnya.
Contoh : (نف ﻳدﻳﺯرلﺍتظ ﻳﺃر رر ) I’robnya ( نف ﻳدﻳﺯرلﺍر) adalah maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya adalah ya, karena ia tasniyah. Artinya aku telah melihat dua orang Zaid.
2) Pada jamak muzakar yang salim yang mansub
Contoh : (نف ﻳدفﻳﺯلﺍﺖظ ﻳﺃر رر) Irabnya ( نرﻳدفﻳﺯرلﺍر ) menjadi maful bih hukumnya mansub tanda nasabnya ya karena ia jamak. Artinya aku telah bertemu beberapa orang Zaid.
- Perbedaan tasniyah dengan jamak ketika nasab
- Kalau tasniyah di fathahkan harkat huruf yang sebelumnya ya dan di kasrahkan harkat yang sesudah ya, contoh : (نف ﻳملﻘﻔ ) dua pena.
- Kalau jamak dikasrahkan harkat yang sebelum ya dan di fathahkan harkat huruf yang sesudah ya. Contoh : (نر ﻳملﻘﻔ ) beberapa pena.
e. Hazaf nun ( membuang nun )
Hazaf nun tanda bagi nasab pengganti dari fathah pada fiil yang lima :
Contoh : (احﺗفﻳنل ل ) asalnya ( نف احﺗفﻳ ) ( نل ل احﺗفﺗ) asalnya ( نف احﺗفﺗ ) (نل ل وحﺗفلﻳ ) asalnya ( نر وحﺗفﻳ ) ( نر وحﺗفﺗنل ل ) asalnya ( نر وحﺗفﺗ )
( ىحﺗفﺗنل ل ) asalnya ( نر ﻳحﺗفﺗ ) 4.3 Tanda tanda jazam
Tanda jaam ada dua : a. Sukun
Sukun tanda bagi jazam pada fi’il mudhori’ yang shahih akhir. Fi’il mudhori’ yang shohih akhir adalah : (ةﺀلرﻋﻒرحهفرفﺨﺃر ىﻓ سﻳلام )
Artinya : Fiil yang tidak ada akhirnya huruf ilat
Contoh : (ﺢﺘﻒل يدﻢل ل - برفﻀيدﻢلل ) B. Hazaf
Hazaf tanda bagi yang jazam pada dua tempat :
!) Fi’il mudhorik yang mu’tal akhir yaitu : ﺀاﻳولﺍروﺍورولﺍرﻒلﺃر ﻰفﻉرفاضمﻞﻌفﻞﻛ
Artinya : Tiap – tiap fi’il mudhori’ yang diakhirnya alif, atau waw, atau ya.
Contoh : (ﻰﺷﺨﻳ ) diakhirnya alif ketika jazam (ﺵﺨﻳﻢل ل )
(ﻰﻣرﻳ ) diakhirnya ya ketika jazam (ﻢرﻳﻢل )
(وﺯغيد ) diakhirnya ada waw ketika jazam (ﺯغيدﻢل ل )
2) Pada Fi’il yang lima Contoh : (ﻢل ل ﺍرﺼﻧيد )
(ﺍرﺼﻧﺗﻢل ل ) (ﺍورﺼﻧﻳﻢل ل ) (ورﺼﻧﺗﻢل ل ) (ﻰرﺼﻧﺗﻢل ل ) 4.4 Tanda – tanda khofad
a. Kasroh tanda bagi khofad pada tiga tempat :
!) Pada isim mufrad yang munshorif (yang bertanwin )
Contoh : (دﻳﺯرﺒﺖظ رررﻣ )
- Kalau isim mufrad yang tidak bertanwin ( isim allazi la yansarif ), maka tanda khofadnya fatnah contoh: (دمحارﺒﺖظ ررﻣ ) 2) Pada jamak taksir yang munshorif ( yang bertanwin ).
Contoh : (ﻞاجرفﺒﺖظ ررﻣ )
Kalau Jamak taksir yang tidak bertanwin ( isim allazi la yan sarif ). Maka tanda khofadnya fathah. (دجاﺳﻣﻰفﺖظ ﻳلرﺼ )
3) Pada jamak muannats yang salim yang masih kekal jamaknya, contoh :
(ﺖظ ررﻣ ﺍدﻧهﺒ ﺖ ) Aku telah bertemu dengan beberapa orang si Hindun.
- Kalau hilang makna jamaknya yang dijadikan ia isim alam ( nama orang atau nama negeri ) boleh bertanwin dan boleh tidak bertanwin tanda khofadnya kasrah dan kalau tidak bertanwin tanda khofadnya fathah. b. Ya
Ya tanda bagi ganti bagi kasroh pada tiga tempat yaitu :
1) Pada mustasna yang dikhafadkan contoh ; (ﺖرررﻣ نﻳدرﻳﺯلﺍاﺒ )
2) Jamak mudzakar yang salim contoh : ( ﺖررﻣ نﻳدفﻳﺯلﺍاﺒ )
3) Pada isim yang enam
Contoh (ﻚﻳﺒﺃر _ ﻚﻳﺨﺃر _ ﻚﻳمح _ ﻚﻳف _ ﻝاﻣﻲﺬ _ ﻚﻳﻧﻫ )
- Telah berlaku penjelasan semuanya pada isim ybg marfu’.
c. Fathah.
Fathah tanda bagi Khofad pengganti kasroh pada isim allazi la yan sarif ( ﻒﺭﺼﻧﻳﻻر ﻰﺬلﺍ ﻡﺳﺍف ) isim yang tidak bertanwin
yaitu :
ﻥف ﻳﺘﻳﻋﺭﻓ ﻥﻳﺘﻓلﺘﺧم ( ﻥف ﻳﺘلﻋﻰﻓﻞر ﻌﻓلﺍﻪربﺷﺃرام ﺔيدﻌﺭفولﺃر ﻰﻨﻴﻌملﺍﻰﺭرﺧﻻﺍع (ﻥيدﺘيدﻋﺭلفلﺍ ﻢر اﻗمﻢظ ولﻗﺘ Artinya : Isim yang menyerupai fi’il dengan dua alasan yang furu’ keduanya, berbeda keduanya yang kembali salah satu keduanya pada lafadz dan kembali yang lain pada ma’na atau satu furu’ yang menempati dua furu’.
- Isim Allazi la yan sarif dua :
1. Terlarang bertanwin dengan satu furu’ yang menempati tempat dua furu’
2. Terlarang bertanwin dengan dua furu’
1.1 Kalimat yang ada atas setimbangan sighat muntahal jumu’. (ﻉومﺟلﺍﻰهﺘﻧملﺍﺔغيدﺼ ) Yaitu :
عر ﺛوﺍر
(
ﻥكلاﺳ)
Artinya : Tiap- tiap jamak yang sesudah alif taksirnya dua huruf atau tiga huruf yang pertengahan sakin. Contoh : Yang sesudah alif taksirnya dua huruf
(دﺟاﺴم _ ع
Contoh : Yang sesudah alif taksirnya tiga huruf (ﺢيدﺒاﺼم _ ﻞيددفاﻨﻴﻘﻔ )
- Shigat muntahal jumu’ terlarang bertanwin karena dia menempati dua
furu’ / dua kali jamak. Yaitu : 1. Jamak adalah furu’ dari mufrad
2. Kemudian jamak di jamakkan lagi.
Atau 1. 1. Mufrad – 2. Jamak takrir – 3. shighat muntahal jumu’
3. Kalimat yang diakhiri dengan alif ta’nis maksurah.Yaitu alif yang
( رةفدرفمﻑل) Menunjukkan mufradah ( satu perempuan ) biarpun masuknya pada nakirah.
Ex : ىرکل ذﻦ atau pada marifah ex : ع ﻰجرج : ex katau jama
4. Kalimat yang diakhiri alif ta’nis mamdudah yaitu ( اهلﺒﻘﻔﻑلﺃرﻑع لﺃر )
Artinya : alif ta’nis yang mamdudah ialah alif yang sebelumnya ada alif kemudian di tukar dia dengan hamzah biarpun masuknya pada nakirah ex : ﻢر ﺍررحﺼ atau pada morifah ex : اﻳرﻛﺰر
- Alif ta’nis maksurah dan alif taknis mamdudah melarang tanwin karena dia menempati dua furu’ / dua kali ta’nis.
1. Taknis yang laim (yang sudah ada
2. Menempati taknis pada taknis yang lazim berarti sudah dua kali taknis.
Atau 1. Takrir 2. Taknis 3. Alif ta’nis. 3. Terlarang bertanwin dengan dua furu’ ini terbagi dua.
4. Terlarang bertanwin beserta alamiah
5. Terlarang bertanwin beserta wasfiah
2.1. Yang terlarang bertanwin beserta alamiah ada 6 yaitu:
1. Alamiah serta tambahan alif dan nun contoh ( نﺍرمﻋ )
- dua furu’ yang melarang tanwinnya adalah alamiyah furu’ dari nakirah dan tambahan alif dan nun furu’ dari mazid alaih / yang tambahan.
2. Alamiah serta tarkib majzi, contoh : (ﻚبلﻌﺒ )
- Dua furu’nya : alamiyah furu’ nakirah, dan tarkib furu’ dari mufrad.
3. Alamiyah serta taknis contoh : (ﺔحلﻃ )
- Alamiyah furu’ nakirah, taknis furu’ dari tazkir.
1) Ta’nis lafadz dan ma’na contoh : ( ﺔمﻄاف )
2) Ta’nis lafadz tidak ma’na contoh : ( ﺔحلﻄ ) untuk nama laki-laki.
3) Ta’nis ma’na tidak lafadz contoh : ( بﻧيدﺰ )
- Syarat taknis melarang tanwin ada : salah satu dari 4 :
1) Bahwa ada hurufnya lebih dari tiga contoh yang diatas.
2) Kalau tiga huruf berharkat ditengahnya. Contoh : (رﻗﺴ )
3) Atau ‘ajam ( bukan bahasa Arab) contoh :(ﻯﺼمح)
4) Perpindahan dari muzakar kepada muannats contoh : (ديدﺰر) untuk nama perempuan.
- Kalau tidak terdapat salah satu syarat di atas boleh bertanwin. Kalau bertanwin di khofatkan dengan kasrah contoh : ( ﺖررم دﻨﻴهﺒ )
4. Alamiyah serta wazan fi’il ( setimbangan fi’il ) conth : (رﻛشيد دمحﺃر )
- Alamiyah furu’ nakirh wazan fi’il adalah furu’ dari isim.
- Syarat wazan fi’il harus ada timbangan fi’il.
5. Alamiyah serta ‘udul contoh (رمﻋ) pada taqdiri.
Alamiyah furu’ nakirah dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih( yang dipalingkan )
- (رمﻋ ) di palingkan dari (رماﻋ ) karena di kahwatirkan sama degan sifat.
Alamiyah furu’ dari nakirah ajam furu’ dari arab.
- Syarat ajam adalah :
1. Harus alam (nama orang atau nama negeri) dalam bahasa ajam.
2. Lebih dari tiga huruf
- kalau tidak terdapat salah satu dua syarat diatas boleh bertanwin dan boleh juga tidak bertanwin.
4.2. Yang terlarang bertanwin serta wasfiyah ada:
1) Wasfiyah serta ‘udul contoh: ( ررﺨﺍظ ) dipalingkan dari (ررﺨﺁ ) pada hakiki ( tahqiqi).
- Wasfiyah furu’dari mausuf alaih ( yang diberi sifat dan ‘udul furu’ dari ma’dul alaih yang dipalingkan)
2) Wasfiyah serta tambahan alif dan nun contoh : ( نﺍرﻛﺴ ) ( mabuk )
- Wasfiyah furu’ dari mausuf tambah (ziadah) furu’ dari mazid alaih (yang ditambah)
3) Wasfiyah serta wazan fi’il furu’ dari isim.
- Syarat wasaf : a. Keadaannya asli b. Tidak menerima ta.
BAB ISIM-ISIM YANG MARFU’
- Isim yang marfu’ adalah isim yang dirofa’kan dengan salah satu tanda
rofa’ yang empat ( 4 ) yaitu dhommah, waw, alif, dan nun.
- Isim – isim yang dirofa’kan itu ada tujuh (7) :
1. Fail (pelaku pekerjaan)
2. Naibul fail (pengganti pelaku) 3. Mubtada (subjek)
4. khabar (prediket)
5. Isim kana (ﻥﺂرک ) dan isim saudara – saudara kana (ﺂﻛ ن )
6. Khabar inna ( اف ن) dan isim saudara – saudara inna ( اف ن)
7.Tabi’ ( yang mengikut kepada yang marfu’ ).
1) Naat ( sifat )
2) Ataf ( kata penghubung ) 3) Taukid ( penguat/penegas ) 4) Badal ( pengganti )
- Kalau da isim yang marfu’ I’rabnya adalah salah satu dari ism yang 7 :
1.1 BAB FAIL ( PELAKU PEKERJAAN )
Fail adalah :
Artinya : Fail adalah yang didahului oleh fi’il ( yang dibina bagi fail ) atau yang menyerupai fi;il dengan cara melekat fi’il dengan fail atau dengan cara terjadi fi’il dari fail.
- Isim terbagi dua :
1) Sharih ( benar – benar isim )
2) Muawwal ( Fi’il yang dipalingkan ma’nanya kepada isim )
- Fi’il terbagi dua :
1) Lazim ( yang hanya berkehendak kepada fail ) instransitif.
2) Mut’addi ( yang berkehendak kepada fail ) transitif.
- Sabah fi’il terbagi empat : 1) Isim fail
2) Amtsilah muballagah 3) Sifat masyabahah 4) Isim tafdhil
Contoh : menyandarkan fi’il kepada fail atas cara melekat fi’il pada fail :
Telah mengetahui si Zaid (ﻢلﻋ) fi’il madhi ( ديدﺰر) Fail
- Pengetahuan itu melekat pada diri si Zaid.
Contoh : Menyandarkan fi’il kepada fail atas cara terjadi fi’il dan fail
ديدﺰرﻡاﻗ: telah berdiri si zaid (ﻡاﻗ) fi’il madhi (ديدﺰر )fail.
- Perbuatan berdiri itu terjadi dari si Zaid - Contoh fail dari isim fail (ﻪﻧﺍﻭلﺍرﻒلﺗﺨم )
I’rabnya (ﻒلﺗﺨ ) isim fail (ﻥﺍﻭرلﺍر) fail dari ( ﻒلﺗﺨم ) dan ( ﻩظ ) mudhofun ilaih.
- Contoh Fail dari amtsilah mubalagah ( ديدﺰربﺍرضﺍر ) artinya adalah bersangatan memukul si Zaid.
I’rabnya ( أر ) istifamnya ( kalimat tanya ) ( بﺍرض ) amtsilah mubalagah
( ديدﺰر ) fail dari ( بﺍرضﱠ )
- Contoh fail sifat musyabhah (ﻥﺴح ﻪهجﻭر ) artinya yang baik wajahnya.
I’rabnya (ﻥﺴح)sifat musyabahah (ﻪجﻭر) fail dari (ﻥﺴح ) dan (٥ظ ) mudhofun ilaih.
- Contoh fail dari isim tafdhil
( ﻪفﻨﻴيدﻋﻰفﻥر ﺴحﺃر للجررﺖظيدﺍررراﻣ ديدﺯرﻥفيدﻋﻰفﻪظﻧﻣﻞظحكللﺍ ) Artinya : Aku tidak melihat seorang laki – laki yang lebih baik dimatanya celak dari celak yang ada pada mata si Zaid.
- I’rabnya (اﻣ) huruf nafi ( huruf yang berarti tidak ) ( ﻱل ﺃر ﺭر ) fi’il madhi ظﺕ
Fail ( لﺟﺭر ) maf’ul bih (ﻥﺴحﺃر ) isim tafdhil, menjadi naat dari (ر ﻸﺟ ) dan
(فف ) hurif jar ( ﻥيدﻋ ) dijarkan oleh (فف ) dan (ﻩف ) mudhofun ilaih
- Contoh fail yang berasal dari fiil yang ditakwilkan ( yang diplingkan ma’nnya kapada isim ) ( ﻢهﺒعل ﺃر ﺍوﻨﻴمﺃرﻥريدﺬفللﺖفﺄليدﻢللﺃر ) Artinya : Apakah belum datang waktunya bagi orang – orang yang beriman untuk tunduk hati mereka.
I’rabnya : (ﺃ) huruf istifam ( ﻡﺁ ) huruf nafi (فاﯿ ﻥ ) fi’il mudhori’
( ﻥر يدلﺬفللفﱠ )jar dan majrur (ﺍوﻨﻴمﺃر) fi’il madhi (و ) fail (ﺃ ﻥ) huruf masdar dan huruf nasab ( عظ ولظﻘﻔ ) fail ( ﻢﻫ ) mudhofun ilaih.
- ( ﻢهﺒﺍولﻘﻔعل ﺍر ) ditakwilkan / dipalingkan kepada isim yang menjadi fail dari (ﻥﺄيد ) takwilnya adalah
(ﻢل لﺃر ﺍولﺷﺨﺍوﻧمﺃرﻥيدﺬللﻥفﺄليد ﻢهﺒﺍولﻗﻉظ )
PEMBAGIAN FAIL
Fail terbagi dua : 1. Zahir ( tampak )
2. Mudhmar ( tersembunyi ) Zhohir ada delapan (8)
a. Isim mufrad contoh ( ﺾاﻗﻞر اﻗ ) telah berkata qdhi / ديدﺯﺀاج
b. Mutsanna muzakar ( ﻞغﺗﺷيد ﻥﺍدلﺍو ) sedang sibuk kedua orang tua / ﻥﺍديدﺯلﺍﺀراج
c. Jamak muzakar (ﻥﻣلﺴﻣلﺍﻰلﺼ) telah shalat orang yang muslim / ﻥر ولدظيدلﺯلﺍﺀراجﱠ yang salim.
d. Jamak taksir muzakar ( بلر ﻁلﺍﻢظلﻌﺗيد ) sedang belajar siswa – siswa / ﻝاجﺭلﺍﺀاج / untuk muakkar
e. Mufrad mu’annast ( ﺔظمﻄافﺖل ﺄر ج ) telah datng fatimah / دﻧﻫﺖﺄرج
f. Mutsana mu’annast (ﻥاﺘﻧرمﺆملﺍﻰلﺼﺘ) sedang shalat dua perempuan ﻥف ﺍدﻧهلﺍﺖﺀاج / mukmin
g. Jamak mu’snnast yang salim ( ﺖاملﺴملﺍﺖف ماﻘﻔ) telah berdiri banyak perempuan muslim / ﺖﺍدﻧهلﺍﺖﺀاج
h. Jammak taksir mu’annast (ﺖﺋاج دوﻧهلﺍ) telah datang beberapa si hindun / دظ ولﻧظهظللﺍﺖف ﺀراجر / untuk muannas
MUDHAMAR ADA 14
a. Murfad muzakkar ghaib (رﻢركلﺃ ) failnya (وﻫ ) yang ditakdirkan.
b. Mussana muzakkar ghaib ( ر امرركلﺃ ) failnya alif ( ﺍ )
c. Jamak muzakar ghaib ( ر ﺍومركلﺃ ) failnya waw (و )
d. Mufrad mu’annast ghaibah ( ر ﺖمرركلﺃ) failnya ( ﻰﻫ ) yang ditakdirkan.
e Mutsanna mu’annast ghaibah ( ر ركلﺃ ﺖام ) failnya alif ( ﺍ )
f. Jamak mu’annast ghaibah ( رﻥمرركلﺃ ) failnya nun ( ﻥ )
g. Mufrad mukhotob muzakkar ( ر ﺖمركلﺃ ) failnya ta ( ﺖ )
h. Mutsana mukhotob muzakkar ( ر امﺘمرركلﺃ ) failnya ta ( ﺖ )
i. Jamak mukhotob muzakkar (ركلﺃ ﻢﺘم ) failnya ta ( ﺖ )
j. Mufrad mu’annast mukhotobah ( ر ﺖمرركلﺃ ) failnya ta ( ﺖ )
k. Mutsana muannats mukhotobah ( ررامﺘمركلﺃ ) failnya ta ( ﺖ )
l. Jamak muannast mukhotobah ( ر ﻥﺗمرركلﺃ ) failnya ta (ﺖ )
m. Mutakallim wahdah ( رﺖمرركلﺃ ) failnya tu ( ﺖ )
n. Mutakallim ma’ghair ( راﻧمرركلﺃ )failnya na ( اﻨﻴ )
- Huruf yang menghubungi ta ( ﺖ ) bukan bagian dari fail, yang fail adalah ta satu – satunya.
Bagi Fail ada tujuh (7) ketentuan. 1. Fail wajib rofa’
2. Fail wajib terlekat sesudah fi’il 3. Fail tidak boleh dibuang, apa saja
bentuk fi’il wajib pakai fail baik madhi, maupun mudhori’ dan amar
4. Fi’il harus dalam bentuk mufrad sekalipun failnya mustanna atau jamak.
5. Harus ditaknis fi’il bila failnya muannast dan tidak terbatas dengan fi’il dengan cara menambahkan ta ta’nis pad fi’il madhi.
Contoh : (ﺔبلاﻂلﺍﺖف ﻌجرر )
Telah pulang murid perempuan dan dengan memakaikan huruf mudhoro’ah ta pada fi’il mudhori’.
Contoh : (ﺖاﺒلاﻂلﺍﺖﻌجر ) ( sedang atau akan pulang murid – murid perempuan )
- Kalau antara fi’il dan fail ada yang membatasi maka boleh menta’niskan fi’il boleh juga tidak. Contoh :
- (ع
telah pulang setelah selesai muhadharah murid – murid.
I’rabnya (ع ﺀفاهﺗﻧﺇ ) mazruf
(ﺓرﻀاحمﺍل) mudhofun ilaih (ﺕاﺒلاﻂ ) fail dari (ع
(ع muannats. Dan kalau dikatakan
(ﺕﻌجرر ) boleh juga.
6. Kalau fi’ilnya muta’addi sesudah fi’il ada fail kemudian maf’ul.
Contoh : (اﺴرﺩﺫﻦيدﻣلر ﺗلﺍبل ﺗكليد) sedang menulis murid – murid akan pelajaran.
I’rabnya (بﺘكل ) fi’il mudhari’ (ﺫﻦﻧﻣلر ﺗلﺍ ) fail ( اﺴرﺩ ) maful.
- Tapi sering juga mafulnya didahului dari fail.
Contoh : ( ﺍﻢكلرﺼﻧﺩﻗﷲ ) Sungguh telah menolong akan kamu allah.
I’rabnya : (ﺩﻗ ) huruf tahqiq (رﺼﻧ ) fi’il madhi (ﻢكل ) maful bih ( ﺍﷲ ) fail.
7. Boleh membuang fi’il bila ia menjadi jawab
Contoh : (؟ﺝرﺧﻥﻣ ﻰلﻋ ) Siapa yang keluar ?. Ali
Takdirnya ( ﻰلﻋﺝرﺧﺝرﺧﻥﻣ ) siapa yang keluar ?. yang keluar Ali.
BAB NAIBUL FAIL
Naibul fail adalah
فﻪظماﻗمﻭرﻫﻢرﻳﻗﺍظﻭلﻋافﻪﻌمركلﺬﻳﻢلﻯﺬلﺍﻉﻭفرملﻢﺴﻻف ﺍوﻫ ﺔلضفﻥاكلﻥﺃدﻌﺒﺓلدمﻋﻭاﺒﻭﺼﻧمﻥر اكلﻥﺃدﻌﺒاﻋﻭفرمرراﺼ ﻞﻌفلﺍﻰلﻋﻪميددفﻗﺘﻻﻭﻪظفحﺰﻭجيدلر ف Artinya : Isim yang marfu’ yang tidk disebutkan failnya dan ditempatkan dia pada tempat fail, maka jadi isim itu marfu’ sesudah mansub dan jadi dia umdah ( pokok atau bagian dari fi’il ) sesudah ada dia fudhlah ( pelengkap ), tidak boleh dibuang dan tidak boleh terdahulu dari failnya.
Naib fail hanya ada pada fi’il yang muta’addi ( transitif )karena yang akan menjadi naibul fail itu pada asalnya adalah maful. Contoh :
( بلكللﺍديدﺰبرض ) Artinya : Telah memukul si Zaib akan anjing.
I’rabnya : (برض ) fi’il madhi (ديدﺰر) fail ( بلكللﺍر) maful bih
Caranya :
a. Dihazafkan fail yaitu ( ديدﺰ )
b. Diletakan maful pada tempat fail yaitu ( بلكللﺍ )
c. Dirubah fi’ilnya jadi dibina bagi maful ( kalimat pasif ) dengan cara
mendhommahkan awalnya dan
mengkhasrahkan huruf yang sebelum akhirnya.
Maka jadi dia ( بلكللﺍبرض ) artinya telah dipukul anjing
I’rabnya : (برض) fi’il dibina bagi maful / bina bagi majhul ( kalimat pasif ).
(بلكللﺍ ) Naib fail ( pengganti pelaku ). Cara membuat fi’il dibina bagi maful
pada fi’il mudhori’ yaitu
mendhommahkan huruf mudhoro’ah dan memfathahkan huruf yang sebelum
akhir, contoh (رﺼﻧيد ) Sedang / akan menolong menjadi (رﺼﻧيد) sedang / akan ditolong.
- Naibul fail juga ada dari isim maful contoh : (ﻪﻗلﺧ دومحمورﻫ) Artinya dia yang dipuji akhlaknya
- I’rabnya (وﻫ) mubtaba (ردومحم ) khabar sigatnya isim maf’ul dan
(ﻖلﺧ ) naib fail dari (دومحم ) dan (ﻩ ) mudhafun laih.
Alasan menghazafkan fail.
1. Karena sudah kenal dengan fail contoh ( ﻥاﺴﻧﻻف ﺍﻖلﺧ) telah diciptakan manusia. Semua orang tahu bahwa yng menciptakan adalah Allah mka dihazafkan failnya yaitu Allah asalnya adalah (ﻥاﺴﻧﻻف ﺍل ﺍﻖلﺧﷲ )
2. Karena tidak tahu dengan si fail contoh ( ﺕﻳﺒلﺍﻖر رﺳ ) telah dicuri rumah kita tidak tahu siapa pelaku pencurian.
3. Ingin menyembunyikan fail supaya orang ragu. Contoh ( ﻥاﺼحلﺍبكلر ) telah dikendarai kuda kita kenal dengan si pengendara tapi tidak mau menyebutkan supaya orang ragu. 4. Karena takut dengan si fail contoh ( دﻳﺰبرض ) telah dipukul si zaid. Kita kenal siapa orang yang memukul tapi takut menyebutkannya, kalau disebutkan mungkin dia akan marah.
5. Untuk memulyakan si fail (ركلﻧمﻞمﻋﻞمﻋ ) telah dikerjakan pekerjaan yang mungkar. Kita tahu orang yang memperbuat yang mungkar, karena selama Ini dia orang yang terpandang untuk memuliakannya dihazafkan supaya jangan jatuh harga dirinya.
6. Karena tidak ada manfaat menyebutkannya ( ﺓروﺒظﺴلﺍﺢﺴم ) telah dihapus papan tulis.
Disebutkan atau tidak disebutkan orang yang menghapuskannya tidak akan ada faedahnya.
- Kalau pada kalimat itu ada beberapa maf’ul maka yang akan dijadikan naib fail adalah maful yang pertama, dan yang lain tetap mansub menjadi maful juga
Contoh : ( امﻫردفﺍدﻳﺰرركلﺒﻰﻂﻋﺍر )
Artinya Telah memberikan aibakar akan sizaid akan uang.
- I’rabnya : ( ﻰﻂﻋﺍر ) fi’il madhi (ركلﺒ ) fail ( ﺍدﻳﺰر ) maful pertama
- Dijadikan bina bagi mafil ( امﻫرددﻳﺰﻰﻂﻋﺍ ) artinya telah diberi sizaid uang
- I’rabnya ( ﻰﻂﻋﺍ ) fi’il madhi bina bagi maful ( دﻳﺰر ) naib fail
( امﻫرد ) mafulbih
- Kalau ingin membuat fi’il bina bagi maful dari fi’il lazim boleh juga syaratnya nibul failnya harus.
1. Jar majrur contoh ( ﻪﺒ ﺡرف ) 2. Zhoraf contoh (ﻝماكلﻢوﻳرﻳﺴ )
3. Masdar contoh (ﻝﺴﻏﻝﺴﺗغﻳ راهﻧلﺍﻰف ) - Ketentuan naib fail sama dengan
ketentuan – ketentuan fail
- Pembagian naib fail sama dengan pembagian fail
- Penentuan muzakar dan muannats fi’il yang dibina bagi majhul tergantu