U Amin.
Penghormatan Kitab Suci
Pemandu mengajak peserta yang hadir untuk memberikan penghormatan pada Kitab Suci. Hal ini dimaksudkan untuk menyadarkan peserta bahwa isi Kitab Suci merupakan sesuatu yang suci karena bersumber dari Allah. Cara: pemandu mengangkat Kitab Suci agak tinggi (lebih tinggi dari kepala). Setelah itu, peserta diajak berdiri atau berlutut untuk memberikan penghormatan terhadap Kitab Suci dengan mengarahkan pandangan terhadap Kitab Suci yang diangkat oleh pemandu. Sambil memberi penghormatan terhadap Kitab Suci, peserta menyanyikan lagu berikut ini sebanyak 3 kali. Lagu dinyanyikan dengan penuh penghayatan.
Sabda-Mu Ya Tuhan, do=f, 2/4 (PS No. 853)
__ ___ ___ ___ ___ ____ ___ __
1 . 2 | 3 1 2 3 | 2 . | 2 2 3 4 | 3 1 2 3 | 2 . 1 | 1 . || Sab-da- Mu ya Tu-han a- dalah Roh dan kehi- du- pan. Setelah hal di atas dilaksanakan, pemandu menurunkan Kitab Suci dan peserta yang hadir dipersilahkan untuk duduk guna mendengarkan bacaan Kitab Suci.
LECTIO (MEMBACA)
Bacaan Kitab Suci (Lukas 12: 13-21)
Pemandu menyebut perikop yang akan di dalami bersama kemudian meminta petugas yang telah ditentukan untuk membacakan dengan jelas. Selama pembacaan, peserta dalam suasana hening dan mengikuti di dalam hati.
Lektor: Bacaan dari Injil Lukas bab 12, ayat 13 sampai dengan ayat 21.
13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus, "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 14Tetapi Yesus berkata kepadanya, "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 15Kata-Nya lagi kepada mereka, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu." 16Kemudian Ia menyampaikan kepada mereka suatu perumpamaan, "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat;
83 aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan
yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya semua gandum dan barang-barangku. 19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, engkau memiliki banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil darimu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Lektor: Demikianlah sabda Tuhan. Umat: Terpujilah Kristus.
Mendalami Perikop
Peserta diminta untuk membaca perikop sekali lagi di dalam hati (2-3 menit). Setelah itu pemandu mengajak peserta untuk mendalami kutipan. Pemandu dapat menggunakan pertanyaan panduan yang telah disediakan di bawah ini. Jawaban dari setiap pertanyaan sudah dicantumkan. Mohon agar pemandu tidak langsung membacakannya. Pemandu harus memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan terlebih dahulu. Jika ternyata peserta tidak mampu menjawab barulah pemandu menyampaikan jawaban yang sebenarnya.
1. Apa yang melatarbelakangi Yesus sehingga ia menceritakan kisah perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh? Jawab: Ada orang
yang meminta Yesus untuk menjadi hakim atas pembagian harta warisan (ayat 14).
2. Mengapa Yesus menolak menjadi hakim atas pembagian harta warisan? Jawab: Karena orang yang meminta Yesus untuk menjadi
hakim atas pembagian harta warisan itu tujuannya bukan demi keadilan melainkan karena ketamakan (ayat 15).
3. Mengapa orang kaya dalam kisah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus disebut bodoh? Jawab: Karena orang kaya mempercayakan
hidupnya pada harta kekayaan, bukan kepada Allah (ayat 20).
4. Apa pesan yang dapat kita petik dari perikop yang kita baca tadi?
Jawab: Kita harus menjadikan Allah sebagai jaminan hidup kita, bukan harta kekayaan duniawi.
MEDITATIO (SAAT HENING)
Permenungan
Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan sabda Allah yang sudah di dalami bersama. Peserta diberikan kesempatan untuk merenungkan pesan
84
sabda Allah bagi dirinya sekitar 2-3 menit. Permenungan dapat dibantu dengan pertanyaan berikut ini:
Apakah saya sudah berusaha untuk memperkaya iman saya? Ataukah saya lebih cenderung hanya berusaha untuk mencari harta duniawi tanpa peduli dengan iman saya? Apakah saya berupaya untuk menyerahkan hidup saya kepada Allah?
Sharing
Pemandu mengajak peserta untuk mensharingkan hasil permenungannya. Jika peserta yang ikut pendalaman di atas 10 orang, sharing dilakukan di dalam kelompok kecil. Pemandu sebaiknya membagi peserta ke dalam kelompok kumbang (2 atau 3 orang per kelompok). Pemandu menghimbau agar sharing peserta tidak bertele-tele. Waktu untuk sharing harus dibatasi. Untuk kelompok besar waktu sharing 20 menit, untuk kelompok kecil 15 menit.
Rangkuman
Orang kaya dalam kutipan disebut bodoh karena ia menimbun harta kekayaannya dan mempercayakan hidupnya pada harta kekayaan yang ditimbunnya, bukan kepada Allah. Padahal sesungguhnya Allah yang menjadi penjamin hidup manusia, bukan harta kekayaan.
Dewasa ini, semakin banyak orang berusaha untuk mengumpulkan harta kekayaan demi menjamin keberlangsungan hidupnya. Banyak orang menganggap bahwa harta bisa mengatasi segala masalah hidupnya sehingga manusia cenderung melupakan Allah. Manusia seharusnya menyadari bahwa Allah merupakan penjamin hidup. Karena itu, manusia seharusnya menggantungkan (menyerahkan) hidupnya pada Allah. Orang yang menggantungkan hidupnya pada Allah akan berusaha untuk mencari harta surgawi. Orang yang mencari harta surgawi akan memusatkan perhatian, pikiran, dan perasaan kepada kehendak Allah. Mari kita berusaha untuk kaya di hadapan Allah.
ORATIO (BERDOA)
Pemandu mengajak peserta untuk menyampaikan doa permohonan seturut apa yang telah di dalami bersama (2-3 orang). Setelah itu, pemandu mengajak peserta untuk mendoakan doa Bapa Kami.
AKSI NYATA
Pemandu mengajak peserta untuk merumuskan aksi yang akan dilakukan oleh kelompok pendalaman seturut pesan kutipan. Aksi sebaiknya didiskusikan
85
bersama oleh kelompok pendalaman. Namun, apabila kelompok mengalami kesulitan dalam merumuskan aksi, kelompok dapat menggunakan tawaran aksi berikut ini:
Tawaran Aksi: 1) Menabung untuk diberikan kepada orang miskin. 2) Berdoa sebelum memulai segala pekerjaan untuk menyerahkan segala aktivitas pada penyelenggaraan Allah.
PENUTUP
Kolekte (fakultatif): MB No. 235/PS No. 383
Atau pilih lagu lain yang sesuai dan dapat dinyanyikan oleh peserta yang ikut dalam kegiatan pendalaman.
Doa Penutup
:
P Marilah kita berdoa (hening sejenak)
Allah Bapa yang mahabaik, kami berterimakasih atas penyertaan-Mu selama pendalaman ini. Bantulah kami kaum muda Gereja-Mu agar senantiasa menyerahkan diri kepada penyelenggaraan-Mu. Semoga kami semakin berusaha untuk menjadi kaya di hadapan-Mu dan tidak tergiur dengan harta kekayaan duniawi. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
: U Amin.
Tanda Salib Dan Salam
:
P Rekan-rekan kaum muda yang terkasih, pertemuan pendalaman Kitab Suci dalam rangka mendalami subtema yang kedua dari tema Bulan Kitab Suci Nasional 2017 ini sudah selesai. Marilah kita bersukacita dan pulang dalam damai Tuhan.
:
U Syukur kepada Allah. :
P Semoga kita sekalian dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
: U Amin.
Lagu Penutup: MB No. 521/PS No. 692
Atau pilih lagu lain yang sesuai dan dapat dinyanyikan oleh peserta yang ikut dalam kegiatan pendalaman.
86
TUJUAN PERTEMUAN
1. Agar peserta semakin berusaha membangun komunitas iman dan ambil bagian secara aktif di dalam komunitas.
2. Agar peserta semakin memiliki sikap perduli terhadap sesama.
PEMBUKA
Lagu Pembuka: MB No. 212/PS No. 365
Atau pilih lagu lain yang sesuai dan dapat dinyanyikan oleh peserta yang ikut dalam kegiatan pendalaman.
Tanda Salib Dan Salam
:
P Rekan-rekan kaum muda yang terkasih, marilah kita mengawali pertemuan pendalaman Kitab Suci ini dengan membuat tanda kemenangan Kristus: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. :
U Amin. :
P Semoga rahmat dan kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus senantiasa menyertai kita.
:
U Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar
Rekan kaum muda yang terkasih, selamat berjumpa kembali dalam pendalaman Kitab Suci dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2017 ini. Pada pertemuan sebelumnya, kita sudah mendalami subtema tentang Harta Duniawi versus Harta Surgawi. Sebagai buah dari permenungan kita pada pertemuan kedua, kita membuat aksi nyata untuk kita lakukan. Apakah kita sudah melaksanakannya? Mari kita membagi pengalaman kita!