BAB III PEMBAHASAN
E. Alokasi Anggaran Pembangunan pada Bidang
4. Badan Ketahanan Pangan
Penyelenggaraan program peningkatan ketahanan pangan selama Tahun 2011-2014 berjalan relatif semakin optimal, yang didukung oleh berbagai pelaksanaan koordinasi lembaga dewan ketahanan pangan secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai SKPD/instansi terkait selaku anggota dewan ketahanan pangan Kota Medan dan peningkatan koordinasi kelembagaan di tingkat provinsi hingga nasional, pembinaan kantin sehat di lingkungan sekolah dasar, publikasi ketahanan pangan melalui publikasi media cetak surat kabar maupun elektronik, pemasangan spanduk, penyebaran poster, dan pemasangan plang ketahanan pangan di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Promosi ketahanan pangan melalui kegiatan penanganan rumah tangga rawan pangan dimaksudkan untuk penanganan rumah tangga rawan pangan yang ditempuh melalui pelatihan kewirausahaan, pemberian bantuan sarana prasarana, pengembangan kelurahan mandiri dalam rangka meningkatkan pemberdayaan
masyarakat untuk mencapai kemandirian pangan rumah tangga, gerakan aksi masyarakat mandiri pangan, pembinaan dan penanganan anak kurang gizi (defisit asupan pangan) melalui kegiatan pemberian makanan tambahan, rapat posko ketahanan pangan Kota Medan yang ditempuh melalui rapat posko dan peninjauan langsung guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.
Selanjutnya dicarikan solusi pemecahan masalahnya dan menyusun rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi dan lintas sektor. Pembinaan dan monitoring penguatan modal usaha kelompok (PMUK) bagi dasawisma, kelompok P2KP, dan kelompok afinitas di Kota Medan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga khususnya bagi masyarakat KK miskin, pelatihan teknologi pengolahan bahan pangan, fasilitasi kegiatan badan ketahanan pangan melalui pengadaan spanduk, banner, backdrop, mobil hias, umbul-umbul, pengawasan mutu dan keamanan pangan, gerakan pemberian makanan B2SA bagi anak SD/MI dan aman.
Peringatan hari pangan sedunia mulai dari tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, tenaga operasional laboratorium mutu dan keamanan pangan dengan mengikuti pertemuan evaluasi percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP), pola konsumsi pangan masyarakat, cerdas cermat pangan B2SA bagi anak SD, pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah dasar melalui pemberian makanan tambahan berbasis sumber daya lokal, gerakan one day no rice untuk penurunan konsumsi beras, pemantauan informasi harga, distribusi dan
akses bahan, home industri pangan olahan, event ketahanan pangan dalam negeri dan luar negeri.
Event-event yang diikuti antara lain pameran APEKSI di Medan, pameran
pangan nusantara di Yogjakarta dan Expo UMKM di Semarang, pameran pekan raya Sumatera Utara, pembinaan bumil/busui rumah tangga rawan pangan, penanganan anak balita rumah tangga rawan pangan, sarana/prasarana pendukung mobil operasional monitoring mutu dan keamanan pangan, kawasan rumah pangan lestari (RPL) ini dilaksanakan dengan pemberian sarana dan prasarana untuk kelompok RPL.
Tabel 3.6
Program Peningkatan Ketahanan Pangan Kota Medan
No Kegiatan Satuan Output
2011 2012 2013 2014
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]
1 Sosialisasi kantin sehat di lingkungan sekolah dasar
Unit 4 4 4 20
2 Publikasi ketahanan pangan Media 5 5 3 5
3 Pelatihan kewirausahaan Orang 55 75 40 60
4 Pemberian makanan tambahan bumil/busui Orang 2100 246 375 150 5 Pemberian makanan tambahan bagi anak SD Orang 355 824 209 595 6 Pemberian makanan bagi anak kurang gizi Orang 161 640 503 175 7 Pelatiahn teknis bagi anggota kelompok Afinitas Orang 140 180 150 60 8 Bantuan sarana/prasarana bagi kelompok Afinitas Orang 220 290 40 190 9 Pelatihan teknologi pengolahan bahan pangan Orang 350 365 380 70 10 Pengawasan mutu dan keamanan pangan Unit 154 168 189 100 11 Gerakan pemberian makanan B2SA bagi anak
SD/MI dan Aman
Anak 275 1000 760 252 12 Pembinaan pola konsumsi pangan masyarakat Orang 120 180 630 3235 13 Pemberian makanan tambahan berbasis sumber
daya local
Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan, 2016 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 3.6, diketahui bahwa capaian kinerja penyelenggaraan program dan kegiatan pada urusan ketahanan pangan sebagaimana diuraikan
sebelumnya memberikan dampak terhadap berbagai perbaikan untuk meningkatkan kinerja bidang ketahanan pangan antara lain:
1. Tersedianya regulasi ketahanan pangan sebagai peraturan tentang kebijakan ketahanan pangan dalam bentuk perda, perkada.
2. Menrunnya ketersediaan pangan utama per 1000 penduduk dari 157.668,018 kg pada tahun 2010 menjadi 118,010 kg pada tahun 2014.
Secara umum angka capaian kinerja urusan pemerintahan umum, Otda dan adm.keuangan bidang ketahanan pangan seperti diuraikan di atas relatif baik bila dibandingkan dengan target sasaran sampai tahun 2015 sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Medan Tahun 2011-2015.
Tabel 3.7
Perbandingan Anggaran dan Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Kota Medan
Nomor Kode dan Nama Kegiatan
Anggaran Tingkat
Capaian Pagu (Rp) Realisasi (%)
(Rp) Tahun 2010
04.03.04: Program Peningkatan Ketahanan Pangan
577.800.000 554.300.000 95.93 1544: Pengembangan Desa Mandiri Pangan 461.800.000 438.300.000 94.91
1596: Diversifikasi Pangan 116.000.000 116.000.000 100
04.03.08: Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
25.000.000 24.918.975 99.68 1579: Penerapan dan Pemantapan Prinsip Good
Govemance, Penyelesaian Daerah Konflik, Bencana Alam
25.000.000 24.918.975 99.68
Jumlah 602.800.000 579.218.975 96.09
Tahun 2011
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat:
1.009.700.000 862.336.500 85.41 1815: Pengembangan Ketersediaan dan
Penanganan Rawan Pangan
420.000.000 348.436.500 82,96 1816: Pengembangan Penganekaragaman
Konsumsi Pangan dan Peningkatan Keamanan Pangan Segar
569.700.000 502.050.000 88.12
1817: Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Badan Ketahanan Pangan
20.000.000 11.850.000 59.25 Jumlah 2.019.400.000 1.724.673.000 85.41
Lanjutan Tabel 3.7 Tahun 2012
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat:
699.800.000 662.871.900 94.72 1815: Pengembanga Ketersediaan dan Penanganan
Rawan Pangan
250.500.000 221.146.900 88.28 1816: Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi
Pangan dan Peningkatan Keamanan Pangan Segar
414.300.000 409.925.000 98.94 1817: Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya
Badan Ketahanan Pangan
35.000.000 31.800.000 90.86 Jumlah 1.399.600.000 1.325.743.800 94.72 Tahun 2013
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat:
1.207.800.000 1.101.500.000 91.17 1815: Pengembanga Ketersediaan dan Penanganan
Rawan Pangan
91.300.000 73.150.000 80.12 1816: Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi
Pangan dan Peningkatan Keamanan Pangan Segar
1.071.500.000 986.400.000 92.06 1817: Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya
Badan Ketahanan Pangan
45.000.000 41.550.000 92.33 Jumlah 2.415.600.000 2.202.600.000 91.17 Tahun 2014
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat:
223.085.000 188.414.500 84.46 1815: Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi 14.900.000 14.200.000 95.00 1816: Pendampingan Percepatan
Penganekaragaman Konsumsi Pangan
169.650.000 135.679.500 80.00 1817: Dukungan Manajemen dan Administrasi 38.535.000 38.535.000 100.00
Jumlah 446.170.000 376.829.000 84.46
Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan, 2016 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 3.7, diketahui capaian realisasi pelaksanaan program dan kegiatan ketahanan pangan Kota Medan selama kurun waktu 2010-2014 relatif cukup tinggi yakni sebesar 96,09 persen pada tahun anggaran 2010, sebesar 85,41 persen pada tahun anggaran 2011, sebesar 94,72 persen pada tahun anggaran 2012, sebesar 91,17 persen pada tahun anggaran 2013 dan menjadi 84,46 persen pada tahun anggaran 2014 mampu melebihi target RPJMD.