SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET
3.2 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat .1 Latar Belakang
Badan Pusat Statistik (BPS) mempunyai tugas menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas: lengkap, akurat, mutakhir, berkelanjutan, dan relevan bagi pengguna data. Data dan informasi statistik yang berkualitas merupakan rujukan bagi upaya perumusan kebijakan dalam menyusun perencanaan, melakukan pemantauan dan mengevaluasi program-program agar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tepat, sehingga tujuan pembangunan, diantaranya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dapat dicapai dengan efektif.
Dalam Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010 ditetapkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2010-2014 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Presiden hasil Pemilihan Umum Tahun 2009. Dengan demikian, Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2010-2014 yang
disusun Kementerian/Lembaga harus mangacu kepada RPJM Nasional 2010-2014. Perpres No.5 Tahun 2010 juga mengatur kewajiban Kementerian/Lembaga untuk menyusun Rencana Strategis 2010-2014 dengan menyusun visi dan misi Kementerian/Lembaga yang diselaraskan dengan visi dan misi RPJMN 2010-2014. Dengan adanya Renstra sebagai dasar menyusun rencana kerja tahunan Kementerian/Lembaga maka pelaksanaan program dan kegiatan akan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien.
3.2.2 Kondisi Umum
Sejalan dengan penerapan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, langkah penguatan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan menjadi pilihan strategis. Proses perencanaan memerlukan data dan informasi statistik yang berkualitas. Oleh karena itu, ketersediaan data dan informasi statistik yang andal
merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan. Data dan informasi statistik berkualitas tidak saja menjadi rujukan pemerintah tetapi juga dibutuhkan oleh kalangan swasta dan masyarakat untuk pengembangan usaha dan beragam kebutuhan lainnya.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan data dan informasi statistik dan amanat UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS telah menerbitkan Surat Keputusan Kepala BPS Nomor 5 Tahun 2000 tentang Sistem Statistik Nasional (SSN). Tujuan diterbitkannya SK Kepala BPS tersebut antara lain:
a) Agar para penyelenggara kegiatan statistik memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal;
b) Menghindari kemungkinan terjadinya duplikasi kegiatan oleh para penyelenggara statistik; dan
c) Agar tercipta suatu Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien.
Salah satu upaya BPS untuk mewujudkan SSN antara lain melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat, baik di pusat maupun daerah, serta dengan lembagalembaga internasional. Koordinasi dan kerjasama dimaksud dilaksanakan atas dasar kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Jejaring tersebut merupakan kekuatan yang terus dikembangkan dalam rangka pembangunan nasional di bidang statistik.
3.2.3 Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Kewenangan
Kedudukan
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah, BPS Kabupaten Langkat merupakan Instansi vertikal yang bertanggung
jawab langsung kepada Kepala BPS dan melaksanakan koordinasi dengan Bupati sebagai Kepala Daerah setempat.
Tugas Pokok
BPS Kabupaten Langkat menurut KepPres Republik Indonesia No. 103 Tahun 2001 Pasal 22, mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas pemerintah di bidang perstatistikan di wilayan Kabupaten Langkat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, BPS Kabupaten Langkat menyelenggarakan fungsi:
Pengkajian, Penyusunan, dan Perumusan kebijakan dibidang statistik; Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional;
Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar;
Pembinaan dan fasilitas terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik; dan
Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan, dan rumah tangga.
Kewenangan
Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat mempunyai kewenangan:
Penyusunan rencana daerah di BPS Kabupaten Langkat secara makro di bidang statistik;
Perumusan kebijakan di bidang statistik untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Langkat;
Penetapan sistem informasi statistik;
Penetapan dan penyelenggaraan Statistik Nasional di Kabupaten Langkat;
Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu perumusan dan pelakasanan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik dan penyusunan pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral.
3.2.4 Landasan Hukum
Dalam menyelenggarakan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat dilindungi oleh perangkat hukum, yaitu:
1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara dan pengguna statistik baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya Undang-undang Statistik maka kepentingan masyarakat pengguna statistik akan terjamin terutama atas nilai infomasi yang diperolehnya.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.
3. Kepututsan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja
Lembaga Pemerintahan Non Departemen yang menetapkan kedudukan BPS sebagai lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.
4. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah.
3.2.5 Struktur Organisasi
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, kewenangan, susunan organisasi, dan tata kerja tersebut, sesuai Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah, telah ditentukan struktur Organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat yang terdiri dari:
1. Kepala BPS Kabupaten Langkat 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha 3. Kepala Seksi Statistik Produksi 4. Kepala Seksi Statistik Sosial 5. Kepala Seksi Statistik Distribusi 6. Kepala Seksi Statistik Nerwilis 7. Kepala Seksi IPDS
8. Staf Administrasi dan Tehnis 9. Tenaga Fungsional/KSK
Jumlah Staf di Kabupaten sebanyak 8 orang terdiri dari 1 orang bendaharawan dan 7 orang staf administrasi dan tehnis. Koordinator Statistik
Kecamatan (KSK) sebanyak 17 orang dan 8 orang di antaranya merupakan pejabat fungsional statistisi.
3.2.6 Wilayah Administrasi Kerja BPS Kabupaten Langkat
Wilayah administrasi kerja BPS Kabupaten Langkat yang menjadi tanggung jawab pengawasan dan pembinaan dalam penyelnggaraan kegiatan statistik sebanyak 23 Kecamatan dan 240 Desa serta 37 Kelurahan. Adapun nama-nama Kecamatan tersebut adalah:
Tabel 3.2: Daftar Desa dan Kelurahan ditiap-tiap Kecamatan di Kabupaten Langkat
No. Kecamatan Desa Kelurahan Jumlah
1. Bahorok 18 1 19 2. Serapit 10 0 10 3. Salapian 16 1 17 4. Kutambaru 8 0 8 5. Sei Bingai 13 1 14 6. Kuala 14 2 16 7. Selesai 12 1 13 8. Binjai 6 1 7 9. Stabat 6 6 12 10. Wampu 13 1 14 11. Batang Serangan 7 1 8 12. Sawit Seberang 6 1 7 13. Padang Tualang 11 1 12 14. Hinai 12 1 13 15. Secanggang 16 1 17 16. Tanjung Pura 18 1 19
17. Gebang 10 1 11 18. Babalan 4 4 8 19. Sei Lepan 9 5 14 20. Brandan Barat 5 2 7 21. Besitang 6 3 9 22. Pangkalan Susu 9 2 11 23. Pematang Jaya 8 0 8 JUMLAH 240 37 277
3.3 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat 2010-2014