MANAJEMEN KEBERSIHAN
5. Bagaimana cara membuang pembalut sekali pakai?
Bungkus pembalut dengan kertas atau kantung plastik dan masukkan ke tempat sampah.
Jangan membuang pembalut di lubang jamban atau kloset karena hal ini dapat menyebabkan lubang jamban atau kloset tersumbat.
Cara menjaga kebersihan dan kesehatan diri selama menstruasi 1. Mandi setiap hari.
2. Makan makanan sehat terutama makanan dengan kandungan zat besi tinggi (lihat sesi Anemia).
3. Gunakan kain bersih, pembalut atau bahan lain yang bersih dan dapat diganti 4. Menggunakan celana dalam atau baju dalam yang menyerap keringat.
5. Ganti pembalut secara rutin sehingga darah menstruasi tidak membekas pada pakaian;
6. Menjaga kebersihan adalah penting untuk mencegah infeksi. Cucilah pakaian dengan sabun dan keringkan di bawah sinar matahari agar bakteri tidak menempel.
7. Usahakan mendapat istirahat yang cukup.
8. Lanjutkan kegiatan secara normal.
9. Jika mengalami kram atau nyeri pada bagian bawah perut atau punggung, lakukan salah satu atau lebih dari kegiatan berikut agar kembali nyaman: mandi air hangat, minum-minuman panas, berjalan-jalan, usap punggung atau perut, berbaring telentang dengan kedua lutut terangkat kemudian gerakkan membentuk lingkaran kecil.
10. Lakukan senam atau olah raga teratur seperti biasa. Olah raga dapat mempercepat sirkulasi dan membantu mengurangi ketegangan atau sakit kepala
11. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung garam untuk mencegah tertahannya cairan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Penting untuk juga diketahui bahwa hilangnya darah setiap bulan saat menstruasi menyebabkan remaja putri memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia dibandingkan remaja putra. Informasi tentang apa itu anemia, gejala, akibat serta cara mencegahnya dijelaskan secara rinci di sesi sebelumnya, yaitu sesi 16.
Pada sesi ini, penekanan diberikan baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki.
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan bisa memahami kondisi yang dialami remaja
TUJUAN
• Meningkatkan pemahaman siswa tentang manajemen kebersihan menstruasi.
• Meningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan cara menjaga kebersihan menstruasi.
• Menumbuhkan kesadaran siswa laki-laki agar mau memahami manajemen kebersihan menstruasi dan berempati kepada siswa perempuan
KETERAMPILAN HIDUP YANg AKAN DIKEMBANgKAN
• Penyelesaian masalah terkait manajemen kebersihan menstruasi.
• Kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan menstruasi.
• Empati oleh remaja laki-laki terhadap remaja perempuan.
WAKTU 30 menit
ALAT BANTU
• Post it dua warna
• Dua poster bergambar laki-laki dan perempuan
• Alat tulis.
LANgKAH PEMBELAJARAN
Persiapan
1. Siapkan post it dua warna dan dua poster bergambar laki-laki dan perempuan 2. Fasilitator menempelkan siluet gambar laki-laki di papan tulis.
3. Fasilitator membagikan post it dengan warna berbeda kepada peserta perempuan dan laki-laki.
Pengarahan (5 menit)
1. Sapa siswa dengan ramah.
2. Bila siswa kurang bersemangat, ajaklah mereka untuk melakukan yel Aksi Bergizi terlebih dahulu sebagai energizer
3. Setelah selesai, deskripsikan kegiatan yang akan dilakukan 4. Jelaskan instruksi untuk melaksanakan kegiatan:
a. Fasilitator meminta siswa menulis di dua post it terpisah mengenai apa yang akan terjadi jika (1) “laki-laki mengalami menstruasi”, (2) “perempuan mengalami menstruasi”
b. Peserta laki-laki diminta menempelkan post it jawaban tersebut di sisi kanan gambar siluet, sementara peserta perempuan diminta menempelkan post it jawaban mereka di sisi kiri.
Aktivitas (15 menit)
1. Dibantu fasilitator sebaya, fasilitator akan memilih beberapa jawaban yang menarik dari jawaban yang diberikan oleh laki-laki saja. Fasilitator akan mengidentifikasi jawaban-jawaban yang sama atau mirip antara siswa laki-laki serta jawaban yang berbeda. Jawaban yang sama menggambarkan bahwa pengetahuan siswa laki-laki cenderung sama pada beberapa situasi yang dialami ketika perempuan menstruasi. Sementara pada beberapa bagian jawaban yang berbeda, bisa jadi hal tersebut menggambarkan beberapa peserta laki-laki tidak mengetahui secara mendalam tentang apa yang dirasakan dan dialami oleh teman perempuan ketika sedang menstruasi.
2. Fasilitator meminta semua peserta laki-laki untuk bertanya secara serentak kepada peserta perempuan dengan menyebutkan kalimat: “Teman-teman perempuan beri tahu aku dong, apa yang kalian alami dan rasakan ketika menstruasi?”
3. Beberapa peserta perempuan diminta untuk menyebutkan secara singkat tentang apa saja yang mereka alami dan rasakan ketika menstruasi.
Diskusi (10 menit)
1. Fasilitator menjelaskan bahwa proses menstruasi merupakan hal yang alamiah dialami oleh perempuan. Karena menstruasi pada perempuan terjadi secara berkala dan mempengaruhi emosi, kebersihan (diri dan lingkungan) dan kesehatan maka manajemen kebersihan menstruasi perlu diketahui oleh perempuan dan laki-laki.
2. Fasilitator kemudian mengajak peserta berdiskusi tentang: (a) bagaimana menjaga kebersihan diri saat menstruasi; (b) apa saja yang perlu disediakan oleh sekolah untuk Manajemen Kebersihan Menstruasi ini (c) mitos-mitos terkait menstruasi 3. Fasilitator menekankan kembali bahwa menstruasi meningkatkan risiko remaja
putri mengalami anemia.
REFERENSI
Manajemen Kebersihan Menstruasi Perlu Dipahami. Diakses melalui
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170526/5821018/manajemen-kebersihan-menstruasi-perlu-dipahami
Modul Gerak Serempak. Plan Internasional Indonesia dan Rutgers WPF Indonesia (2016).
Panduan Manajemen Kebersihan Menstruasi Bagi Guru dan Orang Tua, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (2017)
4. Fasilitator dan siswa bersama-sama membaca pesan kunci
1. Proses menstruasi pada perempuan mempengaruhi emosi, kebersihan, kesehatan dan kadang partisipasi perempuan secara sosial.
2. Manajemen kebersihan menstruasi perlu diketahui siswa perempuan dan laki-laki termasuk pihak sekolah agar kebutuhan spesifik siswa perempuan untuk tetap bersih dan sehat selama menstruasi bisa direspon dengan baik.
3. Menstruasi meningkatkan risiko remaja putri mengalami anemia. Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besinya serta tablet tambah darah untuk mencegah anemia.
5. Kemudian para peserta yang berpartisipasi secara aktif di kelas akan mendapatkan cap dari fasilitator.