• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paska-pubertas, merupakan periode 1 sampai 2 tahun setelah pubertas, ketika pertumbuhan tulang telah lengkap dan fungsi reproduksinya terbentuk dengan cukup baik

jambang, janggut, dan bisa juga di dada

3. Paska-pubertas, merupakan periode 1 sampai 2 tahun setelah pubertas, ketika pertumbuhan tulang telah lengkap dan fungsi reproduksinya terbentuk dengan cukup baik

Apa itu Konsep Diri?

Secara sederhana, konsep diri merupakan gambaran yang dimiliki seseorang mengenai dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari pengetahuan, harapan dan penilaian seseorang tentang diri mereka sendiri baik tentang karakteristik fisik, psikologis, sosial dan emosional.

Dengan demikian, konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri. Konsep diri adalah cara kita memandang/melihat diri kita sendiri sebagai sebuah pribadi yang unik dan berbeda dengan orang lain, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan.

• Pengetahuan tentang diri kita, berkaitan dengan informasi yang kita miliki tentang diri kita, misalnya jenis kelamin, penampilan, kesukaan, dan sebagainya.

• Pengharapan bagi kita, berkaitan dengan gagasan kita tentang kemungkinan menjadi apa kelak.

• Penilaian terhadap diri kita, berkaitan dengan pengukuran yang kita lakukan tentang keadaan kita.

Perbandingan antara ketiga dimensi konsep diri dan gambaran ideal diri yang kita inginkan disebut konsep diri. Misalnya, saya itu anak yang cukup cerdas, banyak teman-teman saya yang mengatakan demikian dan didukung oleh nilai-nilai yang bagus. Kondisi ini sesuai dengan apa yang saya inginkan dari diri saya, yaitu menjadi anak yang cerdas. Hasil pengukuran inilah yang disebut harga diri. Jika kita menilai bahwa kondisi kita sekarang sesuai dengan apa yang kita inginkan, maka kita memiliki harga diri yang tinggi dan begitu pula sebaliknya.

Orang-orang terdekat dan lingkungan sosial yang memberikan umpan balik atau respon-respon yang positif (dukungan, pujian, penerimaan, hadiah) akan menyokong perkembangan konsep diri yang positif. Sebaliknya umpan balik atau respon-respon yang negatif (penolakan, kecaman, hinaan, hukuman), akan menyokong perkembangan konsep diri yang negatif.

Cara membentuk konsep diri yang positif

Bersikap objektif dalam mengenali diri sendiri

Jangan abaikan prestasi dan keberhasilan yang pernah dicapai walaupun menurutmu itu kecil.

Lihatlah bakat yang kamu miliki dan carilah cara untuk mengembangkannya seperti dengan mengikuti les atau ekstrakurikuler di sekolah sesuai minatmu.

Hargailah diri sendiri

Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri.

Jangan memusuhi diri sendiri

Merasa bersalah ketika berbuat salah boleh dilakukan tetapi tidak perlu berlebihan, yang perlu dilakukan adalah segera bangkit dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan, sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan akan membuat diri kita stress.

Tetapkan batasan pribadi

Ini termasuk batasan fisik dan emosional. Jangan mentolerir perilaku orang lain jika itu membuat mu merasa tidak nyaman. Pertahankan kepercayaan dan nilai mu. Lakukan hal-hal untuk menyenangkan diri sendiri, bukan hanya untuk membuat orang lain bahagia.

Berpikir positif dan rasional

Pikiran positif saat menghadapi permasalahan perlu dilakukan agar keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik.

Pada sesi ini, siswa-siswi dibangun kesadarannya mengenai tahap kehidupan yang sedang mereka alami, yakni masa remaja dan diajak untuk melakukan refleksi mengenai berbagai perubahan yang sedang mereka alami dan menyikapinya dengan informasi yang tepat dan

TUJUAN

• Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perubahan yang muncul baik fisik, mental dan sosial ketika memasuki pubertas.

• Mendorong siswa untuk bisa menjelaskan profil seorang remaja yang sehat.

• Mendorong siswa untuk mengidentifikasi tiga kekuatan yang mereka miliki untuk bisa menjadi sehat dan bahagia.

KETERAMPILAN HIDUP YANg AKAN DIKEMBANgKAN

• Kesadaran mengenai perubahan yang dialami selama pubertas.

• Mengelola dan mengenali emosi yang terjadi selama pubertas.

• Empati terhadap lawan jenis yang sama-sama mengalami masa pubertas namun dengan kondisi yang berbeda.

WAKTU 30 menit

ALAT BANTU

• Daftar pertanyaan

• Kertas HVS sebanyak peserta.

LANgKAH PEMBELAJARAN

Persiapan

1. Siapkan daftar pertanyaan sebagai panduan untuk fasilitator

2. Buat tanda untuk remaja lelaki dan perempuan dan posisikan di dua tempat yang berseberangan.

3. Siapkan kertas HVS sebanyak jumlah peserta

Pengarahan (5 menit)

1. Sapa siswa dengan ramah.

2. Bila siswa kurang bersemangat, ajaklah mereka untuk melakukan yel Aksi Bergizi terlebih dahulu sebagai energizer.

3. Setelah selesai, deskripsikan kegiatan yang akan dilakukan.

4. Jelaskan instruksi untuk melaksanakan kegiatan.

5. Jelaskan kepada peserta bahwa Anda akan membacakan beberapa perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada tubuh mereka selama masa pubertas.

6. Beri tahu peserta bahwa setelah pernyataan itu dibaca, mereka harus pindah ke satu sisi ruangan jika mereka menganggap pernyataan itu hanya berlaku untuk anak perempuan, di sisi lain ruangan jika mereka menganggap pernyataan itu hanya berlaku untuk anak laki-laki, dan jika mereka pikir itu sama benarnya untuk anak laki-laki dan perempuan mereka harus tinggal di tengah ruangan.

7. Fasilitator membaca beberapa pernyataan yang berkaitan dengan pubertas (lihat daftar pernyataan terlampir)

8. Para peserta diminta untuk pindah ke sisi ruangan tergantung pada apakah mereka berpikir itu hanya berlaku untuk anak laki-laki atau perempuan atau keduanya diharapkan menjawab sesuai pengalaman dan tidak perlu ikut berdiri atau duduk mengikuti teman.

Aktivitas 1 (5 menit)

1. Fasilitator membacakan pernyataan berikut:

Pernyataan Jawaban (Bacakan di akhir)

Tumbuh rambut di bagian ketiak dan sekitar kelamin

Keduanya

Mengalami perubahan emosi dan mood yang berlebihan

Keduanya

Suara menjadi lebih berat Lelaki

Memilih untuk berkumpul bersama sebaya dibanding keluarga

Keduanya

Wajah menjadi lebih berminyak dan mudah berjerawat

Keduanya

Dimulainya menstruasi Perempuan

Peningkatan ketertarikan terhadap lawan jenis dan keinginan membangun hubungan

Keduanya

Mulai mengalami mimpi basah Keduanya

Payudara menjadi lebih besar Perempuan

2. Saat semua pernyataan selesai dibaca, fasilitator kemudian meminta mereka untuk membuka mata, dan melihat sekelilingnya.

Diskusi1 (5 menit)

1. Fasilitator menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan yang disebutkan tadi adalah ciri-ciri dari pubertas. Beberapa terjadi pada remaja lelaki dan beberapa pada remaja perempuan, tetapi mungkin mereka merasa terkejut mengetahui bahwa beberapa perubahan bisa dialami oleh keduanya.

2. Fasilitator kemudian menjelaskan bahwa pubertas setiap orang terjadi pada waktu yang berbeda, dan itu semua adalah hal yang alami. Selain itu, biasanya lelaki mengalami proses pubertas lebih lambat dari perempuan.

Aktivitas 2 (5 menit)

1. Fasilitator membagikan kertas HVS kepada peserta lalu meminta setiap peserta untuk membuat simbol dari alam (bisa lebih dari satu simbol) contohnya matahari, bunga, langit yang cerah dan sebagainya yang menggambarkan makna menjadi remaja sehat dan bahagia menurut mereka.

2. Tuliskan satu pernyataan yang mempertegas makna simbol tersebut dengan mengikuti kalimat berikut: “Saya ….. (nama panggilan), akan menjadi remaja yang sehat dan bahagia yaitu……. (isikan makna menjadi remaja sehat dan bahagia menurut peserta). Saya punya 3 kekuatan diri untuk mewujudkan cita-cita ini, yaitu….. (tuliskan 3 kekuatan diri).

3. Fasilitator meminta peserta berpasangan dengan teman di sebelahnya dan saling menceritakan makna menjadi remaja sehat dan bahagia menurut mereka. Ingatkan kepada peserta untuk melakukan proses ini secara singkat dan bergantian.

Diskusi 2 (10 menit)

1. Fasilitator menjelaskan bahwa remaja perlu memiliki konsep diri yang positif. Hal ini dapat dimulai dengan mengembangkan konsep diri dari sesi ini.

2. Fasilitator menekankan kembali pentingnya memperhatikan kebiasaan makan yang baik untuk menjadi remaja yang sehat dan bahagia

3. Bacakan pesan kunci tentang pubertas dan konsep diri:

REFERENSI

Rapor kesehatanku: Buku Informasi Kesehatan Siswa Tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20INFORMASI%20KESEHATAN%20SMP.pdf

1. Pubertas adalah hal yang alamiah dan setiap orang akan mengalaminya.

2. Perubahan tubuh (fisik) pada setiap remaja lelaki dan perempuan akan terjadi secara bervariasi oleh sebab itu tidak perlu risau atau atau malu jika berbeda dengan teman.

3. Setiap orang ingin menjalani masa transisi dari anak-anak menuju dewasa secara bahagia dan sehat. Untuk itu kamu perlu melaksanakan perilaku makan sehat dan fokus pada kelebihanmu.

4. Kemudian para siswa yang berpartisipasi secara aktif di kelas akan mendapatkan cap dari fasilitator.