Arum Nisma Wulanjani, Atsani Wulansari, Candradewi Wahyu Anggraeni
FKIP Universitas Tidar
ABSTRAK
Pendidik adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik. Seorang pendidik harus dapat mengupayakan perkembangan peserta didik, baik kognitif, efektif, maupun potensi psikomotorik (Redja, 2010). Didalam meningkatkan perkembangan peserta di-dik, guru yang notabene adalah seorang pendidik harus berperan secara efektif dan efesien. Guru harus memiliki dan memenuhi kompetensi untuk dapat menghantarkan peserta didiknya mencapai tujuan-tujuan pembelajaran di sekolah. Meningkatnya tantangan dalam dunia pengajaran seiring dengan perkembangan di abad 21 ini, menuntut para guru juga meningkatkan kualitasnya dalam pengajar-an. Guru harus senantiasa selalu meningkatkan kompeten-si-kompetensi untuk dapat melaksanakan semua kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang guru pada peserta didiknya.
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengeta-hui persepsi guru-guru SD terhadap implementasi
pembe-lajaran aktif. Untuk menghasilkan data, digunakan angket dan juga lembar observasi. Pengabdian ini dilakukan di 2 SD yang berada di kecamatan Magelang Selatan dan diikuti oleh 20 orang Guru selama 10 kali pertemuan.
Dari hasil lembar obeservasi dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP, dan media ajar sudah tersedia. Namun, sebagian besar guru belum mengimplementasikan pembelajaran aktif di kelas.
Sedangkan dari hasil angket yang diberikan setelah guru-guru mengikuti pelatihan, ditemukan bahwa guru-guru-guru-guru sangat antusias mengikuti dan mengamati model-model pembelajaran aktif. Selain itu, guru-guru juga mensimula-sikan model pembelajaran didepan kelas.
Kata kunci: pembelajaran aktif, guru, persepsi guru
PENDAHULUAN
Guru adalah seseorang yang memiliki pengaruh serta bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik. Seorang guru harus dapat mengupayakan perkem-bangan peserta didik, baik kognitif, efektif, maupun potensi psikomotor (Redja, 2010). Didalam meningkatkan perkem-bangan peserta didik, guru harus berperan secara efektif dan efesien. Guru dituntut untuk memiliki dan memenuhi kompetensi untuk dapat menghantarkan peserta didiknya mencapai tujuan-tujuan pembelajaran di sekolah. Guru ju-ga diharapkan senantiasa selalu meningkatkan kompetensi-kompetensi diri untuk dapat melaksanakan semua kewajib-an dkewajib-an tkewajib-anggung jawab sebagai seorkewajib-ang guru pada peserta didiknya. Selain itu, guru juga harus memperhatikan mutu belajar siswa, karena apabila mutu belajar siswa kurang
baik maka tujuan dari suatu pembelajaran tidak akan tercapai sesuai apa yang dituju. Didalam meningkatkan mutu belajar siswa peranan guru sangat penting, karena apabila seorang guru tidak memiliki kecakapan dalam mengajar, maka proses pembelajaranpun tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa akan dating (Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 1989) . Pelak-sanaan kurikulum dalam sistem intruksional yang telah didesain dengan sistematik membutuhkan tenaga guru yang professional. Guru harus mengemudi persyaratan, profesinya dan berkemauan tinggi untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Kemampuan yang di tuntut dari tiap-tiap guru adalah kemampuan yang sejalan de-ngan peranannya di sekolah. Peran guru dalam arti luas yaitu guru mengeban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai agen moral, sebagai innovator dan koo-peratif (W. Taylor, 1978).
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa guru sangat berperan dalam perkembangan peserta didiknya. Guru harus memiliki dan memenuhi kompetensi untuk dapat menghantarkan peserta didiknya mencapai tujuan-tujuan pembelajaran di sekolah. Guru harus senan-tiasa selalu meningkatkan kompetensi-kompetensi untuk dapat melaksanakan semua kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang guru pada peserta didiknya.
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa guru dituntut menjadi tenaga profesional untuk dapat mewujud-kan tujuan dari sebuah pendidimewujud-kan. Untuk memberimewujud-kan pe-luang kepada guru menjadi tenaga profesional,
pember-dayaan guru melalui pengembangan diri dapat menjadi sa-lah satu cara. Upaya pengembangan diri pada guru seper-tinya juga perlu dilakukan oleh guru-guru SD terutama di wilayah kecamatan Magelang Selatan.
Meningkatnya tantangan dalam dunia pengajaran seiring dengan perkembangan di abad 21 ini, menuntut para guru juga meningkatkan kualitasnya dalam pengajar-an. Banyak dari mereka yang mengeluhkan keterbatasan dalam memaksimalkan pengajaran supaya peserta didik dapat secara maksimal memperoleh pngetahuan dan pengalaman belajar. Oleh karena itu, perlu adanya pro-gram pendampingan yang mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, yaitu pendampingan penerapan pembelajaran aktif bagi guru. Program ini merupakan pro-gram terstruktur untuk meningkatkan kompetensi guru da-lam proses pembelajaran yang lebih bervariasi dan kreatif di kelas.
METODE
Metode yang digunakan meliputi: 1) ceramah, 2) pelatihan, 3) praktek langsung, 4) observasi. Kegiatan cera-mah dilakukan sebagai proses penyampaian materi menge-nai pembelajaran aktif kepada guru-guru SD di Mgelang Selatan. Materi-materi yang disajikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
No yang berisi informasi da-lam satu atau lebih kategori o Peserta berkeliling kelas
un-tuk menemukan kategori yang sama
o Peserta mempresentasikan kategori yang sama di depan kelas
o Memberikan poin-poin pen-ting terkait dengan materi 2. JIGSAW LEARNING o Memilih materi menjadi
be-berapa segmen
o Membagi peserta menjadi beberapa kelompok
o Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan mema-hami materi yang berbeda o Setiap kelompok
mengirim-kan anggotanya ke
o Memberi pertanyaan untuk mengecek pema-haman pe-serta terhadap mater
3. STUDENT
TEAMS ACHIEVEM
o Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang
seca-ENT DIVISIONS (STAD)
ra heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
o Guru menyajikan pelajaran o Guru memberi tugas
kepa-da kelompok untuk dikerja-kan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti da-pat menjelaskan pada anggota lainnya sampai se-mua anggota dalam kelom-pok itu mengerti.
o Guru memberi kuis/per-tanyaan kepada seluruh sis-wa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
o Memberi evaluasi o Kesimpulan
4. . ROLE PLAYING o Guru menyusun/ menyiap-kan skenario yang amenyiap-kan di-tampilkan
o Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skena-rio dalam waktu beberapa hari sebelum KBM
o Guru membentuk kelom-pok siswa yang anggotanya 5 orang
o Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang
ingin dicapai
o Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
o Masing-masing siswa bera-da di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
o Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa dibe-rikan lembar kerja untuk membahas penampilan ma-sing-masing kelompok.
o Masing-masing kelompok menyampaikan 5.hasil ke-simpulannya
o Guru memberikan kesim-pulan secara umum
o Evaluasi o Penutup
5. PICTURE AND
PICTURE
o Guru menyampaikan kom-petensi yang ingin dicapai o Menyajikan materi sebagai
pengantar o Guru
menunjukkan/memperlihat kan gambar-gambar kegiat-an berkaitkegiat-an dengkegiat-an materi o Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan
gambar-gambar menjadi urutan yang logis
o Guru menanyakan alasan/
dasar pemikiran urutan gambar tersebut
o Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai me-nanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
o Kesimpulan/rangkuman HASIL DAN PEMBAHASAN
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilak-sanakan dalam beberapa pertemuan. Program pengabdian ini dilaksanakan di dua Sekolah Dasar yaitu SDN Tidar 4 dan SDN Rejowinangun Selatan 4 di Kecamatan Magelang Selatan. Peserta dari program pengabdian ini adalah para guru kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Pada pertemuan pertama sebelum melaksanakan program pendampingan penerapan pembelajaran aktif bagi guru SD, tim pelaksanan kegiatan pengabdian melakukan survei lokasi dan sosialisasi terlebih dahulu. Kegiatan terse-but merupakan pertemuan pertama dari program pengab-dian ini. Dalam pelaksanaan orientasi, tim menjelaskan mengenai program pengabdian masyarakat yang hendak dilaksanakan pada kedua sekolah tersebut. Kegiatan terse-but dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2018 di SDN Rejowinangun Selatan 4 dan tanggal 6 April 2018 di SDN Tidar 4.
Pada pertemuan pertama tersebut, tim juga melak-sanakan Forum Group Discussion. Kegiatan ini dihadiri
se-lain oleh tim program pengabdian, juga dihadiri oleh para kepala sekolah dan guru-guru yang terlibat dalam program ini. Kegiatan berisi tentang penjelasan dari detail program dan tujuan dari program pendampingan penerapan pembe-lajaran aktif bagi guru SD. Dalam pertemuan ini, selain ada pemaparana mengenai pembelajaran aktif itu sendiri dipa-parkan pula bahwa program akan dilaksanakan dalam be-berapa kali pertemuan. Dalam masing-masing pertemuan tersebut terdiri dari presentasi model-model dalam pembe-lajaran aktif dan dilengkapi dengan simulasi atau mem-praktekan model-model pembelajaran aktif yang telah dipresentasikan sebelumnya. Selain itu, dala pertemuan tersebut guru-guru juga diberikan angket guna mengetahui kondisi awal kelas dari masing-masing guru. Selain itu gu-ru-guru tersebut juga diwawancarai mengenai kesulitan-kesulitan mereka selama proses pembelajaran di kelas ber-langsung.
Dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, yaitu pertemuan yang ketiga hingga pertemuan yang kelima, program inti pendampingan pendampingan penerapan pembelajaran aktif bagi guru SD mulai dilaksanakan. Da-lam pertemuan-pertemuan tersebut, para guru mulai dike-nalkan dengan pembelajaran aktif dan berbagai teknik yang terdapat dalam pembelajaran aktif. Dalam proses pen-dampingan pelatihan pembelajaran aktif tersebut, ada be-berapa aktifitas yang dilakukan oleh para peserta pelatihan.
Aktifitas-aktifitas tersebut yaitu pemberian materi oleh tim, diskusi, yang dilanjutkan dengan simulasi dan praktek pe-nerapan model-model pembelajaran aktif. Dalam dikusi, proses diskusi berjalan secara interaktif. Para guru terlihat antusias terhadap pembelajaran aktif. Sedangkan dalam simulasi, tim mencoba mensimulasikan penerapan
teknik-teknik dalam pembelajaran aktif. Simulasi dilakukan sete-lah diskusi dilaksanakan. Simulasi tersebut dilakukan oleh tim.
Evaluasi Kegiatan
Kegiatan pelatihan pembelajaran aktif ini berlang-sung selama .. pertemuan. Dalam setiap kegiatan, para pe-serta melaksanakan setiap kegiatan dengan aktif dan inter-aktif. Berdasarkan hasil angket mengenai situasi pembe-lajaran di kelas mereka masing-masing yang diberikan pa-da para peserta, pa-dapat disimpulkan bahwa pa-dalam pelaksa-naan pembelajaran di kelas mereka telah dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kuri-kulum yang mereka miliki. Mereka juga telah mengguna-kan berbagai media dalam proses pembelajaran. Namun dari hasil interview, para guru mengungkapkan bahwa me-reka masih kesulitan dalam manajemen kelas. Meme-reka juga mengeluhkan akan keterbatasan teknik-teknik pembelajar-an ypembelajar-ang bisa diaplikasikpembelajar-an bagi siswa SD. Dari hasil inter-view juga ditemukan bahwa para guru masih awam mengenai teknik-teknik dalam pembelajaran aktif.
Saat pelaksanaan pelatihan pembelajaran aktif, para guru mengikuti kegiatan dengan antusias. Banyak dari mereka yang aktif bertanya berkaitan dengan pembelajaran aktif. Selain itu saat kegiatan praktek, para guru sudah mampu menerapkan salah satu teknik dalam pembelajaran aktif. Mereka juga mampu berimprovisasi dan berinovasi dalam mengembangkan teknik pembelajaran aktif. Di akhir pertemuan, salah satu guru mencoba untuk mengaplikasi-kan penggunakaan teknik Picture and Picture dalam pelajar-an IPA. Berdasarkpelajar-an hasil observasi, para siswa terlihat pelajar-
an-tusias dalam pelajaran tersebut. Para siswa juga terlihat bi-sa menikmati proses pembelajaran.
Di sisi lain, ternyata guru tersebut mengalami suatu kendala dalam mengaplikasikan teknik Picture and Picture tersebut. Guru tersebut kesulitan dalam mengatur waktu.
Dalam pelaksanaannya, guru tersebut merasa kesulitan mengatur waktu supaya pembelajaran bisa selsai tepat waktu sesuai dengan RPP yang dimiliki.
PENUTUP
Dalam pelaksanaan program Pendampingan Pelatih-an PembelajarPelatih-an Aktif Bagi Guru SD di MagelPelatih-ang SelatPelatih-an ini menunjukkan bahwa para peserta pelatihan, yaitu para guru-guru di SDN Tidar 4 dan SDN Rejowinangun 4, sangat antusias selama program berlangsung. Selain itu, para guru tersebut juga sudah mampu mangaplikasikan teknik-teknik dalam pembelajaran aktif pada kelas mereka masing-masing. Para guru juga mendapatkan pengalaman dalam mengaplikasikan pembelajaran aktif di dalam kelas mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Bahri Syaiful. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT. Rineka cipta.
Redja, Mudyaharjo. 2001. Pengantar Pendidikan, Jakarta : PT. Radja Gravindo Persada,
Murdin Syafruddin & Basyiruddin. M,. 2001. Guru Profesional, Jakarta : Ciputat Pres.