MATERI AJAR PARAGRAPH WRITING BERBASIS SKILL DAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Profil Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing yang digunakan Dosen
Berdasarkan hasil angket terdapat tiga buku yang digunakan dosen untuk Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing
Table 1 Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing
Dari deskripsi buku-buku teks paragraph writing yang digunakan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar dapat dita-rik kesimpulan bahwa semua buku-buku tersebut hanya membahas secara teknis tentang bagaimana pengem-bangan paragraph dan materi grammar yang mendu-kung materi pembelajaran paragraph writing. Contoh-contoh yang ada dalam buku tersebut masih secara umum belum ada yang mengarah pada materi-materi yang berhubungan dengan entrepreneurship.
b. Kualitas Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing yang digunakan Dosen
Untuk menilai kualitas buku teks (materi ajar) paragraph writing yang digunakan guru, peneliti meng-gunakan teori Tarigan (1991:232-24) mengatakan bahwa materi ajar yang berkualitas memiliki karakteristik:
(1) Sudut pandang
Materi ajar harus memiliki landasan, prinsip, dan sudut pandang tertentu yang menjiwai atau melandasi buku teks secara keseluruhan. Sudut pandang ini dapat beru-pa teori dari ilmu jiwa, bahasa, dan sebagainya.
(2) Kejelasan konsep
Konsep yang digunakan dalam materi ajar harus jelas dan tandas. Keremang-remangan, keabstrakan, dan ver-balisme harus dihindari sehingga buku mudah dipela-jari.
(3) Relevan dengan kurikulum
Materi ajar yang baik harus ditulis berdasarkan kuriku-lum yang sedang berlaku di sekolah.
(4) Menarik minat
Matari ajar ditulis untuk siswa. Oleh karena itu, penulis-annya harus memperhitungkan minat dan karakteristik siswa. Makin sesuai dengan keberadaan siswa, makin tinggi daya tarik materi ajar tersebut.
(5) Menumbuhkan motivasi
Materi ajar yang baik adalah materi yang dapat mem-buat siswa ingin terus mengetahui isinya, mau dan se-nang mengerjakan yang diinstruksikan dalam materi ajar.
(6) Menstimulasi aktivitas siswa
Materi ajar yang berkualitas dapat merangsang dan menggiatkan aktivitas siswa. Dalam hal ini, siswa yang
berkedudukan sebagai subjek pembelajaran bukan sebagai objek pembelajaran dapat terstimulasi untuk melakukan aktivitas belajar dan lebih mandiri.
(7) Ilustratif
Ilustrasi yang sesuai dengan isi, tujuan, bahan, materi ajar membuat materi ajar lebih menarik dan dapat mem-perjelas hal-hal yang dibicarakan.
(8) Mudah dimengerti
Materi ajar harus mudah dipelajari sehingga pembelajar-an bahasa lebih cepat mengerti dpembelajar-an memahami. Faktor yang sangat berperan dalam proses pemahaman ini ada-lah bahasa. Bahasa dalam materi ajar hendaknya: (a) se-suai dengan bahasa siswa (: kemampuan bahasa siswa), (b) menggunakan kalimat efektif, (c) terhindar dari ambiguitas (makna ganda), (d) tidak rumit (sederhana), (e) beradab, (f) tidak mengandung unsur-unsur yang menyinggung SARA (suku,
agama, dan ras), dan (g) menarik. (9) Menunjang mata pelajaran lain Diharapkan keberadaan materi ajar dapat saling menunjang dan saling terkait.
(10) Menghargai perbedaan individu
Materi ajar yang beragam memiliki perbedaan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini semua harus dihargai. Tidak normatif apabila pemakai materi ajar (siswa) yang satu mencela materi ajar lainnya.
(11) Memantapkan nilai-nilai
Materi ajar yang baik berusaha untuk memantapkan ni-lai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Berdasarkan data hasil penilaian Buku Teks Mata Kuliah Paragraph Writing yang digunakan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar, dari 11 indikator materi ajar yang berkualitas, indikator
Menum-buhkan motivasi, Menghargai perbedaan individu dan Meman-tapkan nilai-nilai karakter tidak muncul (tidar ada) pada ke lima buku tersebut. Hampir kesemua buku tersebut di atas hanya memuat materi pembelajaran, perlatihan dan con-toh-contoh.
c. Perlunya Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing yang berbasis Skill dan Entrepreneurship
Data interview dari mahasiswa terhadap atas per-lunya pengembangan materi ajar paragraph writing ber-basis skill dan entrepreneurship diperoleh dengan meng-gunakan instrumen wawancara. Respon sikap siswa pada intinya mengharapkan perlunya penyusunan materi ajar paragraph writing berbasis skill dan entrepreneurship (ke-wirausahaan). Kewirausahaan dimaknai sebagai semangat, sikap dan perilaku atau kemampuan seseorang dalam meli-hat peluang, menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan mening-katkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Kewirausahaan juga merupakan suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai risiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk yang ber-manfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan. (Drucker, 1985)
Ciri-ciri seorang wirausaha meliputi:
1. Memiliki rasa percaya diri dan mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungannya;
2. Berperilaku pemimpin;
3. Memiliki inisiatif, keuletan, kegigihan dan dorongan berprestasi;
4. Kreatif dan inovatif;
5. Mampu bekerja keras;
6. Berpandangan luas dan memiliki visi ke depan;
7. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan;
8. Tanggap terhadap saran dan kritik.
Berdasarkan ciri-ciri seorang wirausaha tersebut di atas, seorang yang memiliki jiwa wirausaha memiliki sikap rasa percaya diri, bersikap positif, berperilaku pemimpin, Memiliki inisiatif, keuletan, kegigihan dan dorongan ber-prestasi, kreatif, inovatif, mampu bekerja keras, berpan-dangan luas dan tanggap terhadap kritik dan saran.
Dengan kata lain kewirausahaan dalam arti luas bisa juga diartikan sebagai suatu sikap atau karakter seseorang se-perti tersebut di atas.
Selaras dengan konsep karakter, Pendidikan karak-ter menurut Lickona mengandung tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaik-an (desiring the good), dkebaik-an melakukkebaik-an kebaikkebaik-an (doing the good) (Lickona, 1991: 51). Frye mendefinisikan pendidikan karakter sebagai, “A national movement creating schools that foster ethical, responsible, and caring young people by modeling and teaching good character through an emphasis on universal values that we all share” (Frye, 2002: 2).
Table 2 Respon Siswa terkait Perlunya Materi Paragraph Writing Berbasis Skill dan Entrepreneurship
Tingkat Persetujuan
Jumlah Respondent
Prosentase (5) Sangat Setuju 21 mahasiswa 77.78 Setuju 4 mahasiswa 14.81 Tidak Setuju 2 mahasiswa 7.41 Total 27 Mahasiswa 100
Dari tabel tersebut di atas dapat digambarkan dalam grafik sebagaimana di bawah ini.
Grafik 1 Respon Siswa terkait Perlunya Materi Paragraph Writing
Berdasarkan hasil angket dan interview dapat di-simpulkan bahwa pengembangan Buku Teks (Materi Ajar) Paragraph Writing yang berbasis Skill dan Entrepreneur-ship sangat diperlukan. EntrepreneurEntrepreneur-ship di sini diartikan sebagai suatu karakter atau sikap rasa percaya diri, ber-sikap positif, berperilaku pemimpin, Memiliki inisiatif, ke-uletan, kegigihan dan dorongan berprestasi, kreatif, inovatif, mampu bekerja keras, berpandangan luas dan
0 50 100 150
Sangat setuju
Setuju Tidak Setuju
Total
Series1
tanggap terhadap kritik dan saran. Jadi kewirausahaan sebagai suatu sikap atau karakter perlu diintegrasikan da-lam materi ajar paragraph writing. Diharapka melalui pendi-dikan yang memuat nilai-nilai karakter mampu membawa peserta didik memiliki nilai-nilai karakter mulia seperti hormat dan peduli pada orang lain, tanggung jawab, memi-liki integritas, dan disiplin. Di sisi lain pendidikan karakter juga harus mampu menjauhkan peserta didik dari sikap dan perilaku yang tercela dan dilarang
SIMPULAN
Berdasarkan temuan penelitian, penulis dapat me-nyimpulkan bahwa ada 5 buku paragraph writing yang di-gunakan dosen pada perkuliahan paragraph writing (Writing 2); yaitu: Genres of Texts, Writing Academic English, Write Well, Writing to Communicate dan Introduction to Academic Writing. Secara kualitas buku-buku tersebut ber-kualitas dan memiliki kriteria pengembangan materi ajar yang baik sesuai teori Tarigan (1991). Namun dari kelima buku tersebut, peneliti tidak menemukan indikator Menum-buhkan motivasi, Menghargai perbedaan individu dan Me-mantapkan nilai-nilai karakter dalam buku-buku tersebut.
Selaras dengan temuan di atas, temuan berikutnya menga-manatkan atau merekomendasikan untuk pengembangan materi paragraph writing berbasis skill dan entrepreneurship (kewirausahaan). Kewirausahaan (Entrepreneurship) di si-ni diartikan sebagai di sisi-ni diartikan sebagai suatu karakter atau sikap rasa percaya diri, bersikap positif, berperilaku pemimpin, Memiliki inisiatif, keuletan, kegigihan dan do-rongan berprestasi, kreatif, inovatif, mampu bekerja keras, berpandangan luas dan tanggap terhadap kritik dan saran.
Jadi kewirausahaan sebagai suatu sikap atau karakter perlu diintegrasikan dalam materi ajar paragraph writing.
DAFTAR PUSTAKA
Borg, W. R. & Gall, M. D. 1983. Educational Research: An Introduction. New York: Longman.
Drucker (1985) dalam Innovation and Entrepreneurship - New York: Harper and Row, 1985
Tarigan, Henry Guntur. 1991. Metodologi Pengajaran Bahasa 1 dan 2. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa II. Bandung:
Angkasa