• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

1.3. Bagi pelayanan kesehatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi pelayanan kesehatan di puskesmas dan bidan desa khususnya agar memberikan informasi mengenai pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI secara Eksklusif.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, H.,Z. (2009). Pengantar keperawatan keluarga. Jakarta: EGC.

Alkatiri S. (1996). Kajian immunoglobulin di dalam ASI. Surabaya: Airlangga University Press.

Agunbiade, M., O., & Ogunleye, V., O. (2012). Constraints to exclusive breastfeeding practice among breastfeeding mothers in Southwest Nigeria: implications for scaling up. Diperoleh tanggal 25 Mei 2013, dari http://www.internationalbreastfeedingjournal.com

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Ayunsari D., Suyatno, & Rahayuningsih D. (2013). Faktor-faktor determinan pemberian kolostrum dan ASI Eksklusif pada baduta (0-24 bulan) di Indonesia berdasarkan data riskesdas tahun 2010. Diperoleh tanggal 1 juli 2013, dari http://ejournals1.undip.ac.id

Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar Offset. Basriludin, H. (2009). Pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap tindakan

pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Diperoleh tanggal 2 juli 2013, dari

Dalimunthe, S., A. (2011). Faktor-faktor kegagalan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Kisaran Barat Kota Kisaran. Diperoleh tanggal 21 Juli 2013, dari

Damayanti, D. (2010). Asyiknya minum ASI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Depkes. (2011). Banyak sekali manfaat asi bagi bayi dan ibu. Diperoleh tanggal

17 September 2012, dari

Depkes. (2012). Direktorat Bina Kesehatan Anak wujudkan ASI Eksklusif dengan Pojok ASI. Diperoleh tanggal 17 September 2012, dari

Depkes. (2012). Kinerja kegiatan pembinaan gizi tahun 2011 menuju perbaikan gizi perorangan dan masyarakat yang bermutu. Diperoleh tanggal 17 September 2012, dari http://gizi.depkes.go.id

Destriatania, S. (2010). Hubungan antara pengetahuan dan sikap ayah terhadap praktik inisiasi menyusu segera dan pemberian ASI Eksklusif di wilayah urban Jakarta Selatan tahun 2007. Diperoleh tanggal 1 Juni 2013, dari http://lontar.ui.ac.id

Efendy, N. (1998). Dasar-dasar kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC.

Elfrida, H., Z. (2003). Pola pemberian ASI dan MP-ASI serta status gizi anak baduta di desa maliwa’a dan desa bobozioliloloana’a kecamatan idanogawo kabupaten nias provinsi sumatera utara. Diperoleh tanggal 24 September 2012, dari http://repository.ipb.ac.id

Elinofia, Doveriyanti, R., & Ulina, R. (2011). Hubungan pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan dukungan keluarga dengan pemberian asi eksklusif di puskesmas sawah lebar kota Bengkulu tahun 2011. Diperoleh tanggal 18 September 2012, dari http://www.saptabakti.ac.id

Elisabeth, A., T., M. (2010). Hubungan dukungan suami dan kemauan ibu memberikan ASI Eksklusif di puskesmas teladan medan. Diperoleh tanggal 25 September 2012, dari

Fadjriah, N,. R., Suriah, Hamzah, A. (2012). Peran Keluarga dalam pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Jeneponto. Diperoleh tanggal 2 Juli 2013, dari http://pasca.unhas.ac.id

Fikawati S. dan Syafiq A. (2010). Kajian implementasi dan kebijakan air susu ibu Eksklusif dan inisiasi menyusui dini di Indonesia. Makara, Kesehatan, Vol. 14, No. 1, Juni 2010; 17-24.

Fitria, Maya. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Diperoleh tanggal 25 September 2012, dari Firanika, R. (2010). Aspek budaya dalam pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan

Bubulak Kota Bogor tahun 2010. Skripsi PSIK-UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta.

Fransiska, H. (2010). Panduan menyusui dan makanan sehat bayi. Jakarta: Pustaka Bunda.

Firmansyah, N., dan Mahmudah. (2012). Pengaruh Karakteristik (Pendidikan, Pekerjaan), pengetahuan Dan Sikap Ibu Menyusui Terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Tuban. Diperoleh tanggal 1 Juli 2013, dari http://journal.unair.ac.id

Gibney, M.J., Margetts, B.M., Kearney, J.M., & Arab, L. (2008). Gizi kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC.

Hermina, Fuada, N., & Hidayat, T., S. (2011). Faktor informasi ASI dam MP-ASI kaitannya dengan praktik pemberian ASI-eksklusif di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, Badan Litbangkes- Kemenkes RI, 39(1),22 – 33

Husna, Asmaul. (2006). Pengaruh karakteristik, pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif di puskesmas garuda kecamatan marpoyan damai pekanbaru tahun 2006. Diperoleh tanggal 25 September

2012, dari

Juherman, N., Y. (2008). Pengetahuan, sikap, dan peranan ayah terhadap pemberian ASI Eksklusif. Diperoleh tanggal 2 Juli 2013, dari http://repository.ipb.ac.id

Kemalasari, S. (2009). Pengaruh karakteristik istri dan partisipasi suami terhadap pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Sitalasari Kota Pematangsiantar tahun 2008. Diperoleh tanggal 2 Juli 2013, dari

Kedang, M., V., Rahmawati, W., & Setijowati, N. (2012). Faktor – faktor yang mempengaruhi prakterk pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat- Nusa Tenggara Timur (Studi Kualitatif). Diperoleh tanggal 1 juli 2013 dari http://lontar.ui.ac.id

Kristina, 2003. Pemberian Asi Ekslusif Kepada Bayi 0-4 Bulan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Indonesia, tesis FKM-UI, Depok.

Munarni. (2012). Pengaruh karakteristik keluarga dan pola asuh terhadap status gizi balita di kompleks taman perumahan setia budi indah II kelurahan asam kumbang kecamatan medan selayang. Diperoleh tangggal 18 September 2012, dari

Murdiyatmoko, J. (2007). Sosiologi: memahami dan mengkaji masyarakat. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Nadeak, M., H. (2011). Gambaran pola makan dan status gizi anak balita berdasarkan karakteristik keluarga di kelurahan pekan dolok masihul tahun 2011. Diperoleh tanggal 25 September 2012, dari

Nadesul, H. (2006). Sehat itu murah. Jakarta: Kompas Media Indonesia.

Novita, Dian. (2008). Hubungan karakteristik ibu, faktor pelayanan kesehatan, immediate breastfeeding dan pemberian kolostrum dengan praktek pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok tahun 2008. Diperoleh tanggal 28 Desember 2012, dari http://lontar.ui.ac.id

Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian ASI Eksklusif. (2012). Presiden Republik Indonesia. Diambil tanggal 22 September 2012, dari http://www.depkes.go.id

Purwanti H.S. (2004). Konsep penerapan asi eksklusif; buku saku untuk bidan. Jakarta: EGC.

Rahayu, Agustin. (2011). Factors affecting infant growth and development in Bogor Municipality. Diperoleh tanggal 18 September 2012, dari

Rahayu, Muji. (2010). Hubungan pendidikan ibu dan pendapatan orang tua dengan lama pemberian asi eksklusif pada anak usia 6-24 bulan di kelurahan pucungan kecamatan kartasura. Diperoleh tanggal 18 September 2012, dari http://etd.eprints.ums.ac.id

Roesli, U. (2000). Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidia. Roesli, U. (2008). Inisiasi menyusui dini. Jakarta: Trubus Agriwidia.

Rohani. (2007). Pengaruh karakteristik ibu menyusui terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas teluk kecamatan secanggang

kabupaten langkat tahun 2007. Diperoleh tanggal 22 September 2012, dari http://repository.usu.ac.id

Saraswati, E. dan Basuki, B. 2000. Pertumbuhan Tulang Anak Umur 12-26 bulan Pasca Intevensi Gizi. Penelitian Gizi dan Makanan. Bogor

Sinaga, P., D. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada balita di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru tahun 2010. Diperoleh tanggal 2 juli 2013, dari Simbolon, P. (2011). Pengaruh dukungan keluarga terhadap pemberian ASI

Eksklusif di wilayah kerja puskesmas Gurilla Pematangsiantar. Diperoleh tanggal 24 September 2012, dari

Soetjiningsih. (1997). ASI; petunjuk untuk tenaga kesehatan. Jakarta: EGC. Soetjiningsih. (1995). Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC.

Tan, L., K. (2011). Factors associated with exclusive breastfeeding among infants under six months of age in peninsular Malaysia. Diperoleh tanggal 27 Mei 2013, dari http://www.internationalbreastfeedingjournal.com

Lampiran 1

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH MENDAPATKAN PENJELASAN

Dokumen terkait