• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsumsi suplemen

METODOLOGI PENELITIAN

10. Asupan Protein

6.4. Faktor Eksternal

7.2.4. Bagi Peneliti Selanjutnya

a. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan suplemen makanan di Indonesia dengan skala yang lebih besar, agar didapatkan gambaran yang lebih mendalam mengenai penggunaan suplemen di Indonesia.

b. Diperlukan juga penelitian lebih lanjut menggunakan variabel-variabel lain yang berbeda seperti indeks masa tubuh (IMT), dosis penggunaan suplemen, efek penggunaan suplemen, dan berbagai variabel lainnya yang dapat memberikan gambaran yang lebih signifikan terhadap penggunaan suplemen makanan terutama suplemen asam amino.

c. Diperlukan penelitian dengan desain studi yang berbeda, seperti desain studi kasus kontrol dan kohort untuk melihat faktor penyebab penggunaan suplemen atau pengaruh penggunaan suplemen terhadap kesehatan.

d. Selain itu juga diperlukan penelitian lain untuk mendeteksi apakah individu-individu yang mengkonsumsi suplemen memang benar-benar membutuhkannya.

129

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Cetakan Keempat. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama

Almuhtaram. 2011. Suplemen Makanan – Food Supplement. Diakses melalui http://www.metris-community.com/suplemenmakanan-foodsupplement/ pada tanggal 11 Mei 2013.

AL Qur’an dan Terjemahnya. Q.S. 7:31. Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta. Bandung: Penerbit Diponegoro

AL Qur’an dan Terjemahnya. Q.S. 20:81. Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta. Bandung: Penerbit Diponegoro

Anggondowati, T. 2002. Gambaran Konsumsi Suplemen Vitamin dan Faktor-Faktor yang Berhubungan pada Mahasiswa Program S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Anggraini, Rian. 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Suplemen Vitamin dan Mineral pada Atlet Renang di Klub Renang Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2009. Depok. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Baecke JAH Burema J Frijters ER. 1982. A Short Questionnaire For The Measurement of Habitual Physical Activity in Epidemiological Studies. Am J Clin Nutr. 1982; 36: 936-942.

Balluz et al. 2000. Vitamin and Mineral Supplement Use in The United States: Results From The Third National Health and Nutrition Examination Survey. American Medical Association 2000;9:258-262

Bender, et.al, 1992. Trends in Prevalence and Magnitude of Vitamins and Mineral Supplement Usage and Correlation with Health Status. Journal of American Dietary Association, 92 : 1096-1101

BPOM, 2004. Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.23.3644 Tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan. Jakarta : BPOM

Budianto, A.K. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Cetakan keempat. Malang : Penerbit UMM Press.

Conner, et.al. 2003. Environmental Influences: Factors Influencing a Woman's Decision to Use Dietary Supplements.School of Psychology, University of Leeds, Leeds, LS2 9JT, UK. [email protected]. Jun;133(6):1978S-1982S.

Dennis, Julie. 2010. Dietary Supplements, Despite Globalization Issues, Scientific Validation Concerns, Potentially Restrictive Regulations, Rocky Economics and An Uneasy Healthcare System, The Dietary Supplement Market

Continues To Grow. Diakses melalui

http://www.nutraceuticalsworld.com/issues/2010-04/view_features/dietary-supplements-2010/ pada tanggal 18 Juni 2013

Departemen Kesehatan RI, 1997. Gizi olahraga untuk Prestasi Depkes RJ. Jakarta Departeman Kesehatan RI, 2000. Pedoman pelatihan Gizi Olahraga untuk Prestasi.

Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Dilapanga, Alfira. 2008. Faktor-faktor yang Behubungan dengan Perilaku Konsumsi Soft Drinks Pada Siswa SMP Negeri 1 Ciputat Tahun 2008. Skripsi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keshatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Efyu. 2010. Pentingkah Fitness dengan Asupan Suplemen?. Diakses melalui http://suplemen.biz pada tanggal 8 April 2013

Franklin, et.al. 2009. Factors Associated with the Use of Dietary Supplements among African-American Adults. Californian Journal of Health Promotion 2009, Volume 7, Issue 1, 67-75

Fatmah. 2010. Gizi Kebugaran dan Olahraga. Bandung: Penerbit Lubuk Agung Bandung

Foote, et al. 2003. Factor Associated With Dietary Supplement Use Among Healthy Adults of Five Ethnicities The Multiethic Cohort Study. American Journal of Epidemiology, 157:888-897

Frankle, et.al. 1993. Nutrition in The Community, The Art of Delivering Service. USA: Mosby Year Book. Inc

Goston, JL dan Correia, MITD. 2009. Applied Nutritional Investigation Intake of Nutritional Supplements Among People Exercising in Gyms and Influencing Factors. Journal Nutrition 26, 604–611

Greger, J.I. 2001. Dietary Supplement Use : Consumer Characteristics and Interest. Journal of Nutrition, 131 ; 13395-13435

Gsianturi. 2003. Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Anak. Diakses melalui http://www.tempo.co.id/kliniknet/artikel/2003/index-isi.asp?file=28072003-1 pada tanggal 30 Agustus 20http://www.tempo.co.id/kliniknet/artikel/2003/index-isi.asp?file=28072003-13

Gunawan. 2013. Bahaya Rokok Bagi manusia. Diakses melalui http://www.pustaka-kampar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=145&Itemi d=182 Pada tanggal 15 Agustus 2013

Gusmali, Desy dkk. 2000. Kajian Keamanan Beberapa Food Supplement yang Beredar di 3 Kota Besar Berdasarkan Informasi dari Penandaan dan Pengalaman Konsumen. Jakarta: Laporan Penelitian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional

Habibi, YN. 2003. Perilaku Suplemen pada Anak Pra Sekolah. Bogor: Skripsi Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Faultas Pertanian IPB Hadits Terjemah, Hadits Riwayat Tirmidzi: 2302, Nasai dari Ibnu Majah

Hardinsyah. 2002. Alasan Wanita Mengkonsumsi Suplemen dan Manfaat yang Dirasakan di Jakarta dan Depok dalam Gizi Seimbang untuk Semua. Kongres Nasional dan Temu Ilmiah XII, Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Jakarta

Harrison, R.A. et.al. 2003. Are Those in Need Taking Dietary Supplement? A Survey of 21.923 Adults. British Journal of Nutrition (2004) 91. 617-623

Hurlock, E.B. 1980. Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatna Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga

Husaini, MA. 2000. Kebutuhan Protein untuk Berprestasi Optimal, dalam: Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga untuk Prestasi. Depkes RI, Dirjen Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. Hal. 35-40

Indriana, Tengku Melani. 2003. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Suplemen Makanan pada Karyawan PT.Bank Negara Indonesia (PERSERO) TBK. KCU Senayan tahun 2003. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok

Ishihara, J. et. al. 2003. Demographics, Lifestyle, Health Characteristics and Dietary Intake Among Dietary Supplement Users in Japan. Internasional Journal of Epidemiology. 32 : 546 -533

Jong, Nynke de, et.al. 2003. Demographic and Lifestyle Characteristics of Functional Food Consumers and Dietary Supplement User. British Journal of Nutrition. 89. 273-281

Karsidi, Ravik. 2005. Sosiologi Pendidikan. Semarang: UNN Press dan LPP UNS Koplan, et al. 1996. Nutrient Intake and Supplementation in The United States

(NHANESS III). American Journal Public Health, 76:287-289

Krumel, Debra A. 1996. Nutrition in Woman’s Health. Maryland: An Aspen Publication, Aspen Publisher, Inc.

Liany. 2012. Doping dalam Fitness dan Binaraga. Diakses melalui http://artikel.binaraga.net/2012/05/23/doping-steroid/ Pada tanggal 15 Agustus 2013

Lyle, B.J,et. Al. 1998. Supplement Users Differ from Nonusers in Demographic, Lifestyle, Dietary and Health Characteristics. The Journal of Nutrition vol. 128 no. 12 December, pp. 2355-2362

Massad, et.al. 1995. High School Athlete and Nutritional Supplement: A Study A Knowledge and Use. International Journal Sport Nutrition, 5: 232-245 McDowall, Jill Anne. 2007. Supplement Use by Young Athletes. Journal of Sport and

Medicine 6 ; 37-342

Medeiros, et.al. 1991. Long Term Supplemenr Users and Dossages Among Adults Wesrerners. Journal of American Dietary Association, 91: 980-982

Messerer, et.al. 2001. Sociodemographig and Health Behavior Factor Among Dietary Supplement and Natural Remedy Users. European Journal of Clinical Nutrition, vol 55 No. 12, 104-110

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Pertiwi, M.A. 2008. Gambaran Konsumsi Suplemen Vitamin dan Mineral dan Faktor-Faktor yang Berhubungan pada Model Remaja Puteri di Empat Agensi Model di Jakarta. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

Pereira, et.al. 2003. Supplement Consumption Among Fitness Center Users in São Paulo, Brazil. Journal of Nutrition, Campinas, 16(3):265-272, jul./set

Putri, Dwi Sisca Kumala. 2004. Konsumsi Suplemen Vitamin dan Mineral dan Faktor-faktor yang Berhubungan pada Orang Dewasa (Studi Kasus di Cilandak Sport Centre Jakarta Selatan Tahun 2004. Skripsi: UI Depok Rai, Ade. 2009. Tingkatkan Fitness IQ Anda!: Rahasia Tuntas Bakar Lemak dan

Gaya Hidup Sehat. Jakarta: Penerbit Libri

Ramadani, Mery. 2005. Konsumsi Suplemen Vitamin dan Mineral dan Faktor-Faktor Yang Berhubungan pada Remaja SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2007, I (2) Universitas Indonesia, Depok.

Rock, Cheryl L. 2007. Multivitamin-Multimineral Supplement: Who Uses Them? The American Journal of Clinical Nutrition 2007: 85

Scofield, D.E. and Unruh, S. 2006. Dietary Supplement Use Among Adolescent Athletes in Central Nebraska and Their Sources Of Information. Journal of Strength and Conditioning Research 220(2), 452-455

Sarjono, Ajeng Hadiati. 2010. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Suplemen Makanan Pada Mahasiswa Rumpun Kesehatan Dan

Non-Kesehatan Di Ui Tahun 2010. Skripsi Fakultas Non-Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok

Supariasa, I Dewa, Noman, dkk. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC

Sutriyanta. 2001. Perilaku Konsumsi Suplemen pada Wanita Dewasa di Kota Banjarmasin. Skripsi Sarjana yang tidak Dipublikasikan. IPB Bogor

Tarnopolsky, et.al. 1995. Evaluation of Protein Requirements For Trained Strength Athletes. J Appl Physiol 73(5): 1986-1995

Vitahealth. 2004. Seluk Beluk Food Supplement. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

White et.al, 2004. Vitamin and Lifestyle Cohort Study : Study Desaign and Characteristics Of Supplement Users. American Journal of Epidemiology 2004; 159; 83-93

Wirakusumah. 2000. Suplemen Vitamin dan Mineral Kapan Diperlukan?. Selera, No.9, tahun XIV, Desember.

Worthington, Robbert. 2000. Nutrition Troughout The Life Cycle. The MacGraw Hill International Edition: USA

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). 2002. Ada Apa dengan Food Supplement?. Jakarta: YLKI bekerjasama dengan Food Foundation. Hal 73-78

Yuliarti, Nurheti. 2008. Food Supplemen, Panduan Mengonsumsi Makanan Tambahan Untuk Kesehatan Anda. Yogyakarta: Penerbit Banyu Media Yuliarti, Nurheti. 2009. A to Z Food Supplement. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Yogyakarta

Yunaeni. 2009. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Konsumsi Suplemen Vitamin dan Mineral Pada Siswa-Siswi SMA Negeri Ragunan (Khusus Olahragawan) Jakarta Selatan Tahun 2009. Skripsi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keshatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Whitney, C, and Gershoff, SW. 1990. Tufft University Guide Total Nutition. Harper

and Row Publisher, New York

Williams M. 2005. Dietary Supplements and Sports Performance: Amino Acids. Journal of The Internationl Society of Sports Nutrition, 2:63-67.

Zainal, Entos. Dkk. 2002. Jenis, Bentuk dan Konsumsi Suplemen pada Pria Dewasa di Jakarta Selatan. Prosiding Kongres Nasional dan Temu Ilmiah XII, Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Jakarta

Zeisel, Steven H, 2000. Is There a Metabolic Basic for Dietary Supplementation ?. American Journal of Clinical Nutrition, 2: 507s-511

PENGANTAR

Dokumen terkait