BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dalam proses penelitian, peneliti mengalami beberapa hambatan yang menjadi keterbatasan pada penelitian ini. Keterbatasan tersebut ialah peneliti kesulitan untuk memperoleh data yang disebabkan karena intensitas subjek untuk datang ke kantor/basecamp tidak pasti sehingga pada penelitian selanjutnya diharapkan peneliti sebaiknya lebih jeli dan banyak mencari informasi terkait jadwal kegiatan organisasi yang akan dituju. Hal ini dilakukan agar peneliti secara pasti dapat memperkirakan seberapa lama penelitian akan berjalan. Selain itu, sebaiknya peneliti secara mandiri dapat lebih aktif lagi untuk melakukan pendekatan pada relawan sebagai subjek penelitian sehingga jalannya penelitian tidak hanya tergantumg pada kedatangan relawan ke kantor saja.
Keterbatasan kedua yang ada dalam penelitian ini adalah fokus (objek) pelayanan organisasi non profit yang beragam sehingga dasar motivasi kerja relawan menjadi cukup beragam. Pada penelitian selanjutnya diharapkan peneliti lebih memperhatikan fokus pelayanan dari tiap organisasi dan mengelompokkannya. Hal ini dilakukan karena motivasi seseorang untuk bergabung sebagai relawan turut dipengaruhi pula atas ketertarikannya terhadap objek pelayanan. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan fokus pelayanan pada tiap-tiap organisasi agar tercipta keseragaman dasar motivasi kerja pada relawan.
Selain itu, keterbatasan yang terakhir ialah keterlibatan pemimpin pada organisasi non-profit yang dituju cukup variatif sehingga persepsi subjek terhadap gaya kepemimpinan situasional menjadi variatif. Sebaiknya peneliti selanjutnya menentukan terlebih dahulu organisasi yang akan dituju dan mencari informasi terkait struktur organisasi terlebih dahulu dan mempelajarinya. Hal ini dilakukan agar peneliti mendapatkan gambaran mengenai struktur organisasi dan kepemimpinan di beberapa organisasi sehingga dapat mempertimbangkan organisasi non-profit mana saja yang sesuai dengan kriteria penelitiannya. Dengan teknik ini, maka diharapkan dapat tercipta pula keseragaman cara pandang relawan dalam mempersepsi gaya kepemimpinan di dalam organisasi.
Agus. 27 Maret 2014. Wawancara “Permasalahan Yang Dihadapi Organisasi Non Profit Terkait Pola Kerja Relawan”. Kantor Victory Plus, Jl. Tunggorono, Mrican Caturtunggal Depok.
Alderfer, Clayton P. & Guzzo, Richard A. 1979. Life Experiences and Adults’ Enduring
Strength of Desires in Organizations. Diunduh 25 Juni 2015, dari
http://www.jstor.org/stable/pdf/2989917.pdf .
Altman, Steven, Valenzi, Enzo, Hodgetts, Richard M. 1985. Organizational Behavior. Theory and Practice. Florida : Academic Press, Inc.
Ardana, Komang, Mujiati, Ni Wayan, Sriathi, Anak Agung Ayu. 2008. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta : Graha Ilmu.
As’ad, Moh. 1978. Psikologi Industri. Yogyakarta : Percetakan LIBERTY.
Azwar, Saifuddin. 1999. Penyusunan Skala Psikologis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 2009. Penyusunan Skala Psikologis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Brahmasari, Ida Ayu & Suprayetno, Agus. 2008. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Serta Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Pei Hai International Wiratama
Indonesia). Diunduh 26 Oktober 2014, dari
http://cpanel.petra.ac.id/ejournal/index.php/man/article/view/17039/17003
Damayanti, Devi. 2001. Hubungan Intensi Prososial Dengan Motivasi Kerja Relawan
Lembaga Swadaya Masyarakat di Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan).
Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Field, Andy. 2013. Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics 4th Edition. Canada : SAGE.
Hersey, Paul & Blanchard, Kenneth H. 1986. Manajemen Perilaku Organisasi : Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga. Hutapea, Bonar & Dewi, Fransisca Iriani R. 2012. Peran Kebermaknaan Hidup dan
Kepemimpinan Melayani Terhadap Kepuasan Hidup Sukarelawan Lembaga
Swadaya Masyarakat. INSAN Vol. 14 No. 03 .
Jansen, Maria Rosaria. 2013. Hubungan Antara Persepsi Karyawan Terhadap Gaya Kepemimpinan dan Dampak Stres Kerja di PT. Primagraphia Digital Jakarta. Jurnal Psiko-Edukasi Vol. 11 No.2 .
Madianto, Ignasius. 2003. Hubungan Antara Kondisi Kerja dan Gaya Kepemimpinan
Dengan Kepuasan Kerja Staf Administrasi Unika Atma Jaya Jakarta. Jurnal
Psiko-Edukasi Vol. 1 No.1 .
McMurray, A.J., Sarros, J.C., Merlo, A. Pirola, Islam, M.M. 2010. Leadership, Climate, Psychological Capital, Commitment, and Wellbeing In A Non-Profit Organization. Leadership & Organization Development Journal, Vol. 31 No. 5.
Munandar, Ashar Sunyoto. 2014. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS).
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Northouse, Peter G. 2013. Kepemimpinan. Teori dan Praktik. (Terjemahan). Jakarta : PT. Indeks.
Purnomo, Agung. 1 September 2014. Wawancara “Motivasi Relawan Untuk Bergabung Kembali Menjadi Relawan Aktif”. Kantor Perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia - DIY (PKBI-DIY),Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705.
Puspita, Wilhelmina Reny. 2012. Status Keikutsertaan Mahasiswa Pada Organisasi Nirlaba Ditinjau Dari Sikap Altruisme.Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Putranto, Matheus Andre Priyono. 2004. Hubungan Antara Persepsi Kepemimpinan Demokrasi Dengan Loyalitas Kerja Anggota Dalam Sebuah Organisasi Industri. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Putu, Prayanto, Natajaya, N., Yudana, M. (tanpa tahun). Kontribusi Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah, Pendekatan Supervisi Akademik Kepala Sekolah, dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Guru PNS Pada SMP Negeri di
Kecamatan Gerokgak. Diunduh pada 31 Oktober 2014, dari
http://pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/jurnal_ap/article/view/1213/945
Rahadyani, Yohana R. A. 2005. Hubungan Antara Persepsi Guru Terhadap Gaya Kepemimpinan Dengan Motivasi Kerja Guru SMK Karya Guna Bekasi. Jurnal Psiko-Edukasi Vol. 3 No. 2 .
Riggio, Ronald E. 2009. Introduction To Industrial/ Organizational Psychology. Fifth Edition.United States of America : Pearson Education.
Robbins, Stephen P. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
http://www.jstor.org/stable/pdf/2838446.pdf
Salusu, J. 1996. Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit. Jakarta : Grasindo.
Santrock, John W. 2002. Life-Span Development : Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid I (terjemahan). Jakarta : Erlangga.
Santoso, Agung. 2010. Statistik Untuk Psikologi dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sarwono, Jonathan. 2009. Statistik Itu Mudah : Panduan Lengkap untuk Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Andi Offset, Yogyakarta.
Schneider, Benjamin & Alderfer, Clayton P. 1973. Three Studies of Measures of Need
Satisfaction in Organizations. Diunduh 25 Juni 2015, dari
http://www.jstor.org/stable/pdf/2392201.pdf .
Sheila. 21 April 2015. Wawancara “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Relawan”. Kantor PLU Satu Hati, Jl. Sidomulyo, Tegalmulyo.
Siadari, Juliana. 2010. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja
Karyawan Departemen Housekeeping Hotel Santika Premiere Jakarta. Jurnal
Psiko-Edukasi Vol. 8 No. 2 .
Siagian, Sondang P. 1989. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta : Bina Aksara. Sopiah. 2008. Perilaku Organisasional. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Steers, R. M. dan Porter, L. W. 1983. Motivation and Work Behavior. Third Edition. New York : McGraw Hill Book Company.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : ALFABETA, cv.
Suharsih. 2001. Hubungan Antara Persepsi Kepemimpinan Demokratis Dengan Penilaian Diri Karyawan Terhadap Disiplin Kerja. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Suparlan, Y. B. 1997. Kualifikasi Kepribadian, Kemampuan Teknis Pelayanan, Sumbangan Nonteknis Pelayanan, Durasi, dan Dampak Pengabdian Relawan Sosial Teladan : Suatu Penelitian Kualitatif di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial.
Suseno, Miftahun Ni’mah & Sugiyanto. 2010. Pengaruh Dukungan Sosial dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Organisasi Dengan Mediator
Motivasi Kerja. Diunduh pada 22 Oktober 2014, dari
http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/42
Taniredja, Tukiran & Mustafidah, Hidayati. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung : ALFABETA, cv.
Tawale, Efa Novita, Budi, Widjajaning, Nurcholis, Gartinia. 2011. Hubungan Antara Motivasi Kerja Perawat Dengan Kecenderungan Mengalami Burnout Pada Perawat
Di RSUD Serui-Papua. Diunduh pada 26 Oktober 2014, dari
http://210.57.222.46/index.php/JIMP/article/view/667/667
Thoha, Miftah. 1988. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta : CV. Rajawali.
Thomas, Kennedy Andrew. 2010. Work Motivation and Job Satisfaction of Teachers.
Diunduh 16 September 2014, dari
http://web.a.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?sid=2cacae0b-5072-46d2-adbd-7733c43e9297%40sessionmgr4003&vid=0&hid=4209
Topatimasang, R., Dilts, Rust, Junaidi, Arifin. 1988. Manajemen Organisasi Nirlaba Bacaan
Utama. Jakarta : Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
Varela, Laura Lee. 2013. Volunteer Followership In Nonprofit Organizations. Academic Research International,Vol. 4 No. 5.
Vina. 21 April 2015. Wawancara “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Relawan”. Kantor SOS Children’s Village, Jl. Timoho II No. 107 B Yogyakarta. Wahjosumidjo. 1985. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Wahjosumidjo. 1987. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Wijono, Sutarto. 2010. Psikologi Industri & Organisasi : Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Wirawan. 2013. Kepemimpinan. Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Wolf, Thomas. 1984. The Nonprofit Organization. United States of America : Prentice-Hall Inc
Wuri. 19 Juni 2014. Wawancara “Permasalahan Yang Dihadapi Organisasi Non Profit Terkait Pola Kerja Relawan”. Sekretariat Perkumpulan Keluarga Berencana
98
Lampiran 1
Skala Uji Coba
99
SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS
Digunakan Untuk Penyelesaian Tugas Akhir
Disusun oleh : Esti Maryunani
109114063
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
100
Yogyakarta, ... Kepada
Yth. Teman-teman relawan yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini
Dengan hormat, dengan ini saya
Nama : Esti Maryunani
Fakultas : Psikologi
Universitas : Sanata Dharma Yogyakarta
Dalam rangka penyusunan tugas akhir untuk menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa, maka saya mohon kesediaan teman-teman untuk memberi tanggapan pada pernyataan-pernyataan yang telah saya susun dalam skala penelitian ini. Tanggapan yang teman-teman berikan akan dijaga kerahasiaannya sehingga teman-teman diharapkan untuk mengisi skala berikut sesuai dengan keadaan teman-teman yang sesungguhnya.
Saya ucapkan terima kasih atas kesediaan teman-teman untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.
Hormat saya,
101
PERNYATAAN KESEDIAAN
Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini tidak dalam keadaan terpaksa dari pihak manapun, akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini.
Semua jawaban yang saya berikan merupakan keadaan yang benar-benar saya alami sendiri, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga mengijinkan bahwa dengan tidak mencantumkan nama sebenarnya maka jawaban saya dapat dipergunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini.
Menyetujui,
102
DATA IDENTITAS
Inisial :
Usia :
Jenis kelamin : Perempuan / Laki-laki *
Lama bergabung dalam organisasi : 6 bulan < / 6 bulan – 2 tahun / > 2 tahun * Pernah mengikuti organisasi sosial sebelumnya : Ya / Tidak *
103
PETUNJUK PENGERJAAN SKALA I, II, III, DAN IV
Baca dan pahamilah pernyataan-pernyataan berikut kemudian nyatakan apakah pernyataan tersebut sesuai dengan diri teman-teman relawan. Berilah
tanda centang ( √ ) pada salah satu jawaban yang telah disediakan. Adapun pilihan jawaban tersebut adalah :
SS : Sangat Sesuai S : Sesuai
TS : Tidak Sesuai
STS : Sangat Tidak Sesuai
Teman-teman bebas untuk menentukan jawaban karena dalam hal ini tidak ada jawaban benar atau salah. Jawaban yang teman-teman relawan berikan merupakan cerminan dari diri teman-teman sendiri.
Contoh cara pengisian skala :
Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
Saya merasa terhibur saat pergi bersama teman.
√
Apabila teman-teman merasa jawaban teman-teman kurang mencerminkan diri teman-teman dan ingin mengganti jawaban, maka teman-teman dapat mengganti pilihan jawaban dengan cara memberikan tanda garis dua pada
jawaban sebelumnya (=) kemudian memberikan tanda centang ( √ ) pada jawaban
yang sesuai. Contoh koreksi :
Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
Saya merasa terhibur saat pergi bersama teman.
104 SKALA I
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
1. Saya merasa segan apabila orang lain harus direpotkan untuk membantu saya.
2. Saya terpacu untuk terus melatih kemampuan yang mendukung kinerja saya. 3. Saya tertantang untuk dapat menyelesaikan
tugas yang diberikan kepada saya.
4. Saya lelah menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan.
5. Prestasi kerja bukan menjadi prioritas saya sebab saya memandang bahwa prestasi kerja tidak dibutuhkan dalam organisasi ini.
6. Saya yakin bahwa program pengembangan diri berguna untuk mendukung karir saya. 7. Saya memiliki keyakinan bahwa suatu
masalah akan selesai dengan sendirinya. 8. Lingkungan kerja yang aman membuat hati
tenang dan semakin meningkatkan
motivasi saya dalam bekerja.
9. Saat saya merasa terancam dalam bekerja, tidak seorang pun peduli pada perasaan yang saya rasakan.
10. Sikap yang ditunjukkan atasan kepada saya tidak memiliki pengaruh apa pun pada kinerja saya.
105
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
11. Bekerja sama dengan orang lain merupakan hal tersulit dalam hidup saya. 12. Bagi saya, prestasi kerja merupakan sebuah
pembuktian bahwa saya adalah pribadi yang dapat diandalkan.
13. Saat saya menemukan kesulitan, saya akan menyerahkan tugas saya pada orang lain yang lebih unggul dari saya.
14. Ketika berada di lingkungan kerja, saya berharap rekan-rekan kerja dapat memahami apa yang saya alami dan rasakan.
15. Saya gemar mencari berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan pekerjaan disela kesibukan saya.
16. Saya memiliki kemampuan yang
mendukung tugas saya sehingga saya tidak tertarik mengikuti program pengembangan diri.
17. Saat mengalami kesulitan dalam tugas, saya akan meminta bantuan orang lain. 18. Menurut saya, fasilitas yang disediakan
organisasi membuat anggota semangat bekerja.
19. Menurut saya, hubungan yang terjalin dengan rekan kerja harus dijaga.
106
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
20. Mendapatkan pujian sebagai pribadi yang berpretasi dan berdedikasi tinggi merupakan impian saya.
21. Terkadang saya cenderung malas untuk bekerja karena lokasi kerja saya cukup jauh dan rawan dari tindak kejahatan.
22. Organisasi selalu menyediakan layanan kesehatan, seperti kotak P3K bagi tiap anggotanya.
23. Suasana di sekitar lingkungan kerja membuat saya merasa takut dan terancam. 24. Menurut saya, bobot kerja yang
berbeda-beda di setiap tugasnya mempersulit saya untuk meraih prestasi kerja.
25. Saya memilih untuk tidak terlalu ‘ngoyo’
dalam bekerja agar saya tidak menyesal bila saya gagal.
26. Rekan kerja selalu berusaha menenangkan saya ketika saya merasa kondisi di lingkungan kerja kurang nyaman.
27. Saya merasa senang apabila saya dapat berbincang dengan orang-orang di sekitar saya.
28. Saya cenderung suka menutup diri dari lingkungan sekitar, termasuk lingkungan kerja.
107
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
29. Perhatian yang diberikan oleh atasan membuat saya terpacu untuk bekerja lebih baik lagi.
30. Saya merasa mampu untuk bekerja sama dalam tim saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
31. Saya jarang bercengkrama dengan rekan kerja.
32. Dalam bekerja, saya dan rekan-rekan kerja
selalu memberikan semangat dan
dukungan satu sama lain.
33. Fasilitas yang disediakan organisasi tidak
berpengaruh pada performa kerja
anggotanya.
34. Saya percaya bahwa orang yang tidak mudah putus asa akan mendapatkan hasil yang maksimal.
35. Menurut saya, informasi yang ada di media massa tidak cukup relevan sehingga saya tidak tertarik untuk mencari sumber informasi.
36. Asuransi kesehatan tiap anggota bukan merupakan hal yang penting bagi organisasi tempat saya bekerja.
37. Berbagai tantangan dalam pekerjaan tidak menyurutkan semangat kerja saya.
108
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
38. Saya sering mempertanyakan kemampuan yang dimiliki rekan kerja saat kami dituntut bekerjasama.
39. Ada kepuasan tersendiri saat saya dapat menyelesaikan suatu masalah.
40. Saya merasa aman berada di lingkungan tempat saya bekerja.
41. Saya tidak mempedulikan sikap orang lain terhadap saya.
42. Menurut saya, kemampuan dalam diri tidak perlu dilatih lagi.
-109 SKALA II
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
1. Pemimpin meminimalisir tugas yang diberikan kepada tiap anggota sehingga seluruh anggota tidak merasa tertekan. 2. Saya bingung kemampuan mana yang
seharusnya saya perbaiki sebab tidak ada penilaian dari pemimpin mengenai perkembangan kinerja saya.
3. Selalu ada target tertentu yang direncanakan oleh pemimpin organisasi untuk dicapai setiap bulannya.
4. Pemimpin menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif dalam bekerja. 5. Pemimpin memberikan informasi yang
berbeda pada tiap anggota sehingga
masing-masing anggota menerima
informasi yang tidak seragam.
6. Pemimpin tampak kesulitan untuk mengakses lokasi kerja lapangan yang terus berubah.
7. Pemimpin mengesampingkan target yang harus dicapai agar relawan tidak merasa terbebani.
8. Setelah memberikan tugas, pemimpin akan
terus mendampingi dan mengawasi
110
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
9. Pemimpin menuntut seluruh tugas yang diberikan dapat selesai tepat waktu.
10. Pemimpin selalu memberikan respon verbal terhadap kinerja anggota sebagai bentuk penilaian kerja.
11. Saya akan bekerja sesuai dengan kemampuan yang saya miliki karena tidak ada target khusus yang ditentukan pemimpin.
12. Pemimpin memberikan penjelasan kepada saya hingga saya paham akan tugas saya. 13. Saat situasi di lapangan tidak
memungkinkan, pemimpin akan fleksibel pada waktu yang dibutuhkan tiap anggota untuk menyelesaikan tugas.
14. Saya dan rekan-rekan dapat bekerja sama dengan baik karena kami memperoleh pemahaman yang sama mengenai tugas kami.
15. Pemimpin enggan menentukan batasan waktu kepada anggota organisasi agar seluruh anggota dapat bekerja secara maksimal.
16. Laporan kemajuan organisasi bukan merupakan hal yang penting bagi pemimpin.
111
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
17. Pemimpin acuh pada hasil kerja saya. 18. Saya mendapatkan penjelasan mengenai
deskripsi pekerjaan yang saya jalani. 19. Pemimpin memberikan kesempatan kepada
seluruh angota untuk mengembangkan diri sehingga pemimpin tidak memberikan pengawasan yang intensif.
20. Target yang ditentukan oleh pemimpin selalu memacu semangat kerja saya.
21. Pemimpin menetapkan adanya laporan mengenai kemajuan organisasi.
22. Kebanyakan anggota organisasi terlihat frustasi dalam melaksanakan target yang ditentukan pemimpin.
23. Menurut pemimpin, waktu tidak menjamin keberhasilan suatu tugas sehingga pemimpin tidak membatasi waktu kerja relawan.
24. Faktor keselamatan relawan dalam lingkungan kerja kurang diperhatikan oleh pemimpin sehingga relawan merasa was-was saat bekerja.
25. Seringkali pemimpin enggan untuk mengulang penjelasannya kembali.
26. Saya mendapatkan penilaian mengenai hasil kerja yang saya peroleh.
112
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
27. Pemimpin melakukan pengawasan pada tiap anggota yang bertugas di lapangan sehingga lingkungan kerjanya tetap kondusif.
28. Pemimpin selalu menentukan batasan waktu yang berbeda-beda pada tiap tugas sesuai dengan porsinya.
29. Saya cenderung santai dalam bekerja sebab tidak ada batasan waktu yang jelas untuk menyelesaikannya.
30. Saya seringkali ragu untuk memulai suatu pekerjaan karena pemimpin enggan menjelaskan batasan peran yang saya miliki.
113 SKALA III
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
1. Pemimpin kurang memberi perhatian pada semangat kerja anggotanya.
2. Pemimpin tidak ragu untuk memberikan apresiasi kepada saya terkait kinerja saya. 3. Keluh kesah yang saya sampaikan
diperhatikan dan ditanggapi oleh pemimpin.
4. Pemimpin menjadi fasilitator bagi dua divisi atau lebih dalam berkomunikasi. 5. Saat tugas saya terselesaikan dengan baik,
pemimpin akan memuji saya.
6. Pemimpin seringkali merancang acara santai untuk merekatkan tali bersaudaraan seluruh anggota organisasi.
7. Pemimpin tidak pernah melibatkan anggotanya dalam rapat organisasi.
8. Organisasi tidak memiliki sosok penengah saat antar anggota organisasi mengalami kesalahpahaman dalam bekerja.
9. Pemimpin selalu menyalurkan semangat kerjanya pada tiap anggota organisasi. 10. Pemimpin acuh pada situasi dan kondisi
yang saya alami di lingkungan kerja.
11. Saat saya mengalami kesulitan, pemimpin selalu ada untuk membantu.
114
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
12. Pemimpin tidak memandang kinerja relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
13. Seringkali saya merasa tertekan oleh tuntutan yang diberikan pemimpin.
14. Pemimpin selalu membatasi jalinan komunikasi antar anggota organisasi selama bertugas.
15. Kurangnya dukungan dan perhatian dari rekan kerja dan pemimpin membuat saya kehilangan semangat kerja.
16. Saat tugas yang saya kerjakan gagal, pemimpin akan memberikan nasehat agar hal tersebut menjadi acuan saya untuk tetap semangat.
17. Pemimpin merupakan sosok penting dalam organisasi sehingga ia kurang memiliki
waktu untuk berinteraksi dengan
anggotanya.
18. Prestasi kerja adalah hal yang biasa bagi pemimpin.
19. Pemimpin merupakan sosok yang terbuka sehingga saya tidak segan untuk mengutarakan gagasan demi kemajuan organisasi.
20. Pemimpin kerap membagi anggota
organisasi ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas.
115
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
21. Saya dan rekan-rekan kerja selalu diajak
berdiskusi mengenai perkembangan
organisasi.
22. Pemimpin tidak memberikan respon apapun pada hasil kerja saya.
23. Jika saya memberikan ide, pemimpin akan mempertimbangkannya dengan matang. 24. Keluh kesah yang saya utarakan terkadang
kurang diperhatikan oleh pemimpin.
25. Pemimpin membuat keputusan secara individual dalam organisasi.
26. Pemimpin memberikan berbagai macam tugas pada saya tanpa meragukan kemampuan saya.
27. Anggota organisasi terkesan bekerja secara individual tanpa ada satu kesatuan.
28. Saya tidak ragu untuk berkeluh kesah kepada pemimpin.
29. Saya menepis keraguan dalam bekerja karena pemimpin begitu menginspirasi tiap anggota untuk mau bekerja.
30. Pemimpin enggan menyimak ide/ gagasan dari orang lain.
116 SKALA IV
No. Pernyataan
Jawaban
SS S TS STS
1. Saya berpendapat bahwa informasi yang ada di media massa tidak cukup menambah pengetahuan saya.
2. Tidak pernah terlintas keinginan saya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ini.
3. Sebelum bergabung dalam organisasi ini, saya tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang melatih kemampuan saya untuk berdinamika dalam masyarakat.
4. Saya berusaha menyibukkan diri agar pemimpin tidak memberikan tugas pada saya.
5. Saya pernah terlibat dalam kegiatan yang serupa dengan kegiatan saya saat ini. 6. Saya berusaha untuk bekerja lebih baik
dari rekan-rekan kerja saya.
7. Saya berpendapat bahwa sekecil apa pun pengalaman kerja yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi kinerjanya.
8. Bagi saya, prestasi kerja bukanlah hal yang