BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
5.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti yang ingin meneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini :
1. Peneliti hendaknya menempuh perijinan untuk ijin pra-penelitian dan penelitian jauh-jauh hari sebelum waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan. Waktu idealnya untuk mengurus perijinan tersebut adalah 3 bulan sebelum pelaksanaan penelitian dimulai. 2. Peneliti harus mencari dan bekerjasama dengan guru mitra yang
sudah kenal baik dengan peneliti. Hal ini harus dilakukan oleh peneliti supaya pada saat penelitian dilaksanakan akan lebih mudah untuk mengkomunikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tersebut.
3. Peneliti hendaknya memilih sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian yang tidak jauh dari tempat tinggal peneliti. Hal ini harus dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta untuk meminimalisir biaya transportasi yang dikeluarkan oleh peneliti.
4. Hendaknya peneliti tidak menunda-nunda mengetik laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maksimal sebelum 24 jam setelah penelitian selesai dilaksanakan, peneliti segera mengetik hasil laporan penelitian tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir momentum-momentum yang hilang yang terjadi
pada saat pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari memori kita. Sehingga momentum-momentum yang terjadi pada saat penelitian dilaksanakan dan terekam dalam memori peneliti bisa terdeskripsikan dengan baik.
5. Hendaknya peneliti memberikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan dipakai pada saat penelitian dilakukan maksimal 1 hari sebelum pelaksanan penelitian akan dilaksanakan. Supaya guru mitra bisa mempelajari skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan 1 hari sebelumnya.
6. Hendaknya peneliti datang 20 menit sebelum pelaksanaan penelitian dimulai. Hal ini harus dilakukan supaya peneliti memiliki waktu untuk melakukan briefing singkat terlebih dahulu dengan guru mitra untuk menyelaraskan kenginan peneliti dengan skenario pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru mitra pada saat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Hal ini harus dilakukan oleh peneliti untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan teknis dalam langkah- langkah pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dilakukan oleh guru mitra pada saat tindakan siklus berlangsung.
7. Peneliti hendaknya mengecek peralatan elektronik yang akan digunakan dalam penelitian. Agar peneliti bisa mempersiapkan peralatan elektroniknya tersebut dengan baik, sehingga ketika penelitian dilakukan bisa berfungsi secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Agustiani, S.(2010). Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Teknik Kepala Bernomor Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Koperasi Mata Pelajaran IPS. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan
Anggoro, M.T.(2007). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka
Arends, R.(1997). Classroom Instructional Management. New York: The Mc Graw-Hill Company
Arikunto, S.(2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Clemes,H. dan Bean, R. (2012). Bagaimana Mengajar Anak Bertanggung Jawab. Tangerang Selatan: Binarupa Aksara Publisher
Hamalik, O.(2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
_________.(2007). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Hasan, S.H. dkk.(2010). Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Bahan Pelatihan. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum
Hopkins, D.(2011). Panduan Guru Penelitian Tindakan Kelas. Terjemahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Huda, M.(2011). Cooperative Learning, Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Jacobsen, et all.(2009).Methode for Theaching. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Kunaedi, J.(2006). Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Kooperatif. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Kunandar.(2011). Langkah Mudah Penelitian Tindakan kelas sebagai pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Lie, A.(2008). Cooperative Learning, Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Mabroer, A. (2006). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan
Margono.(2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Moleong, L.J.(2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Rahmi.(2008).Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Matematika. Jurnal Percikan: Pemberitaan Ilmiah
[online], Vol 89, 5 halaman. Tersedia
:http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/89JUN088589.pdf [20 Desember 2011]
Riyanto, Y.(2001). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC
Riyanto, Y.(2010). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Romdiani, A.D. (2010). “Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa Pada
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan” Penelitian Tindakan Kelas VII B di SMP Lab School UPI”. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan
Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran, Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sanjaya, W.(2008). Strategi Pembelajaran, Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Slavin, R.E.(2009). Cooperative Learning, Teori, Riset dan Praktik. Terjemahan. Bandung: PT. Nusa Media
Solihatin, E. dan Raharjo.(2008). Cooperative Learning, Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara
Sudirman. (2010). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) untuk meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika pada Siswa MA Kelas X. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan
Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta
Sukardi.(2007). Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sukidin, dkk.(2010).Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Penerbit Insan Cendikia
Sukmadinata, N.S.(2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Suprijono, A.(2012). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Trianto.(2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka
______.(2011a). Model-Model Pembelajaran Inovatif-Progresif Konsep, Landasan, dan Implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana
_______.(2011b). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas, Classroom Action Research. Jakarta : Prestasi Pustakaraya.
Wardhani, IGAK, et.al.(2007).Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka
Wiriaatmadja, R.(2012). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : PT Remaja Rosda karya