• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

6.2.4 Bagi Peneliti Selanjutnya

Perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang karakteristik, pengetahuan, sikap, dan persepsi dari pengasuh bayi. Karena pengasuh bayi adalah orang yang menggantikan tugas ibu selama ibu bekerja dan berperan penting dalam pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.

118

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Giri Inayah dan Dian Ayubi, 2013, Determinan Perilaku P emberian Air Susu Ibu Eksklusif pada Ibu Pekerja, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol 7 No 2.

Agunbiade, Ojo M, dan Opeyemi V.O, 2012, Constraints to Exclusive Breastfeeding Practice Among Breastfeeding Mothers In Southwest Nigeria: Implications For Scaling Up, International Breastfeeding Journal, Vol 7 No 5.

Aisyah, Dewi, 2009, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja (Studi Kealitatif di Tempat Penitipan Anak Dian Dharma Putra Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009, Skripsi, Semarang : Universitas Diponegoro.

Al-Binali, Ali Mohamed, 2012, Breastfeeding Knowledge, Attitude And Practice Among School Teachers In Abha Female Educational District, South Western Saudi Arabia, International Breastfeeding Journal , 7:10.

Anggraeni, Intan Agustina, dkk, 2015, Keberhasilan Ibu Bekerja Memberikan ASI Eksklusif, Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, Vol.3 No.2, hlm : 69-76. Anggraeni, Marisa F, dkk, 2015, Pemberian Asi Eksklusif Berdasarkan Status

Bekerja Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 6-11 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangawen 1 Kabupaten Demak, Jurnal Kebidanan, Volume 4 No 1, hlm : 50-56.

Aprilia, Gita, 2012, Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di desa harjobinangun purworejo, Jurnal Komunikasi Kesehatan (Edisi 5), vol 3 no 2.

Arlinda, Zuhfi, dkk, 2014, Hubungan Persepsi Ibu Tentang Menyusui Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Bawen Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, Skripsi, Semarang : Akbid Ngudi Waluyo.

Azwar, Saifuddin, 2011, Perhitungan Sampel dan Skala Psikologi, Jakarta : Salemba Medika.

Ayton, Jennifer dan Emily Hansen, 2016, Complex young live : a collective qualitative case study analysis of young fatherhood and breastfeeding, International Breastfeeding Journal, 11 : 6.

Banu, Bilkis, dan Khursida Khanom, 2012, Effects of Education Level of Father and Mother on Perceptions of Breastfeeding, Journal of Enam Medical College, Vol 2, No 2, hlm : 67-73.

Cahyani, Ni Wayan Wiwin, dan I Ketut Tangking Widarsa, 2014, P enerapan Analisis Jalur Dalam Analisis Faktor Determinan Eksklusivitas Pemberian ASI Di Wilayah Kerja P uskesmas Payangan, Gianyar, Community Health, Volume II, No 1, Januari 2014, hlm : 96-106

Candriasih, Putu, 2010, Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambu Kabupaten Donggala, Jurnal Media Gizi Pangan, Vol IX, Edisi 1.

Cai, Xiaodong, et al, 2012, Global Trends In Exclusive Breastfeeding, International Breastfeeding Journal, 7:12.

Dahlan, Sopiyudin, 2008, Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Edisi 3, Jakarta, Salemba Medika

Damayanti, Diana, 2013, Asyiknya Minum ASI, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Destriatania, Suci, dkk, 2013, Sikap Ayah dan Jumlah Anak serta Praktik Air Susu Ibu Eksklusif, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol. 8, No. 5, Desember 2013, hlm 229-234.

Evareny, Lisma, dkk, 2010, Peran Ayah Dalam Praktik Menyusui, Berita Kedokteran Masyarakat, Vol 26 No 4, hlm : 187-195.

Fikawati, Sandra dan Ahmad Syafiq, 2012, Status Gizi Ibu dan Persepsi Ketidakcukupan ASI, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasiona l, Vol 6, No 6, Juni 2012, hlm : 249-254.

Haryani, 2014, Alasan Tidak Diberikan ASI Eksklusif Oleh Ibu Bekerja di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Tesis, Denpasar : Universitas Udayana. Helda, 2009, Kebijakan Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif, Jurnal Kesehatan

Masyarakat Nasional, Vol.3 No.5.

Hidayati, Hajaroh, 2013, Hubungan Sosial Budaya Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui di Posyandu Wilayah Desa Srigading Sanden Bantul Yogyakarta, Naskah Publikasi, Yogyakarta : STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Hidayanti, Lilik dan Nur Lina, 2014, Kontribusi Persepsi dan Motivasi Ibu dalam Meningkatkan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Pedesaan, Tasikmalaya : Universitas Siliwangi.

Ida, 2012, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif 6 bulan di Wilayah Kerja di Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok Tahun 2011, Depok : Universitas Indonesia.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), 2010, Indonesia Menyusui, Jakarta : Badan Penerbit IDAI.

---, 2015, P ekan ASI Dunia 1-7 Agustus 2015 “Breastfeeding And Work : Lets Make It Work", diakses pada 13 Januari 2016 di http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pekan-asi-dunia-1-7-agustus-2015-breastfeeding-and-work-lets-make-it-work

Kemenkes RI, 2004, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/Menkes/Sk/Iv/2004 Tentang Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Secara Eksklusif Pada Bayi Di Indonesia, Jakarta : Sekretariat Negara

Kemenkes RI, 2013, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui Dan/Atau Memerah Air Susu Ibu, Jakarta : Sekretariat Negara

Kemenkes RI, 2015, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014, Jakarta : Sekretariat Negara

Madjidi, Arina, dan Sri Adiningsih, 2013, Hubungan Karakteristik Ibu, Dukungan Keluarga, Dukungan Layanan Kesehatan, dengan Pola Pemberian ASI, Media Gizi Indonesia, Vol 9 No 1, hlm : 28-35.

Megasari, Miratu, dkk, 2014, Panduan Belajar Asuhan Kebidanan I, Yogyakarta : Deepublish.

Miguel, A, et al, 2015, Prevalence And Determinants Of Exclusif Breastfeeding Among Adolescent Mothers From Quito, Equador : A Cross-Sectional Study. International Breastfeeding Journal, 10 : 33.

Nor'aini, Yuni, dkk, 2013, Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asi Perah Dengan Pemberian Asi Eksklusif 0-6 Bulan Di Desa Singorojo Mayong Jepara, Jurnal Kesehatan dan Budaya HIKMAH, Vol. 4 No 2, hlm : 24-29. Novayelinda, Riri, 2012, Telaah Literatur : Pemberian ASI dan Ibu Bekerja,

Nugraheni, dkk, 2012, P engaruh Karakteristik Ibu dan Sosial Budaya Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 bulan di desa pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Laporan Penelitian, Bengkulu : Universitas Bengkulu.

Oktora, Rasti, 2013, Gambaran Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja di Desa Serua Indah, Kecamatan Jombang, Tangerang Selatan, Jurnal Kesehatan Reproduksi, Vol 4 No 1.

Pawenrusi E,P, 2011, Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberia n ASI Eksklusif Di Kelurahan Tamamaung Kota Makassar, Media Gizi Pangan, Vol. XI, Edisi 1.

Perinasia (Perkumpulan Perinatologi Indonesia), 2011, Bahan Bacaan Manajemen Laktasi Cetakan Ke-5, Jakarta : Perinasia.

Permatasari, Putri, 2015, Gambaran Data Demografi Pemberian ASI Pada Wanita P ekerja Swasta di Desa Jetis, Wilayah Kerja Puskesmas Baki 1 Kabupaten Sukoharjo, Naskah Publikasi, Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Prasetyono, Dwi Sunar, 2012, Buku Pintar ASI eksklusif, Jogjakarta : DIVA Press. Pratiwi, Dwi Mukti, 2016, Analisis Faktor Penghambat Pemanfaatan Ruang Menyusui di Tempat Kerja Pada Pekerja Wanita di PT. Daya Manunggal, Unnes Journal of Public Health, 5 : 2.

Priyoto, 2014, Teori sikap dan Perilaku dalam Kesehatan Dilengkapi Contoh Kuesioner, Yogyakarta : Nuha Medika.

Putri, Anun Indiana Marisa, 2013, Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Bekerja Tentang Manajemen Laktasi Dan Dukungan Tempat Kerja Dengan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura, Naskah Publikasi, Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Putri, Natasha Annisa, dkk, 2015, Pemberian ASI Eksklusif pada Wanita Pekerja Pabrik Lebih Sedikit Daripada Ibu Rumah Tangga, Prosiding Pendidikan Dokter, Bandung : Universitas Islam Bandung.

Raharjo, Herlina RP, 2012, Hubungan Support System Keluarga dengan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo, Naskah Publikasi, Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, Sri dan Nelly Apriningrum, 2013, Faktor - Faktor Yang Berhubungan Pemberian Asi Ekslusif Pada Karyawati Unsika Tahun 2013, Jurnal Ilmiah Solusi, Vol. 1 No.1, Januari – Maret 2014: 55-63.

Rahmawati, Meiyana Dianning, 2010, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, Jurnal KesMaDaSka, Vol 1 No. 1. Republik Indonesia, 2003, Undang-Undang No. 20 Tentang Sistem Pendidikan

Nasional, Jakarta : Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2003, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tentang Ketenagakerjaan, Jakarta : Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2004, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tentang Praktik Kedokteran, Jakarta : Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2008, Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Dan Menteri Kesehatan Nomor 48/Men.PP/XII/2008, P er.27/Men/XII/2008, Dan 1177/Menkes/PB/IIi/2008 Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja Di Tempat Kerja , Jakarta : Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2009, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Jakarta : Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2012, Peraturan P emerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, Jakarta : Sekretariat Negara.

Rizkianti, Annisa, Dkk, 2014, Analisis Faktor Keberhasilan Praktik Pemberian Asi Eksklusif Di Tempat Kerja Pada Buruh Industri Tekstil Di Jakarta, Buletin Penelitian Kesehatan, Vol 42 No 4, Hlm : 237-248.

Sari, Putri Nilam, 2015, Meningkatkan Kesuksesan Program Asi Eksklusif Pada Ibu Bekerja Sebagai Upaya Pencapaian MDGs, Studi Literatur, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, Vol. 9, No. 2, Hal. 88-92.

Setegn, Tesfaye, et al, 2012, Factors Associated With Exclusive Breastfeeding Practices Among Mothers In Goba District, South East Ethiopia : A Cross-Sectional Study, International Breastfeeding Journal, Vol 7 No 17.

Setyawati, Irni, dan Emi Sutrisminah, 2012, Pentingnya Motivasi dan Persepsi Pimpinan Terhadap Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja.

Sholeye, Oluafolahan O, et al, 2015, Exclusive Breastfeeding and Its Associated Factors among Mothers in Sagamu, Southwest Nigeria, Journal of Health Science 2015, 5 (2), hlm : 25-31.

Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung : Alfabeta.

Suyes, Kathryn, et al, 2008, Breastfeeding in The Workplace : Other Employees' attitudestoward service for lactating mother, International Breastfeeding Journal, 3 : 25.

Syamsianah, Agustin, dkk, 2010, Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Tentang Asi Dengan Lama Pemberian Asi Eksklusif Pada Balita Usia 6 24 Bulan Di Desa Kebonagung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur, Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Vol 6 No 2, hlm : 69-78.

Tan, Kong Leon, 2011, Factors Associated With Exclusive Breastfeeding Among Infants Under Six Months Of Age In Peninsular Malaysia, International Breastfeeding Journal, Vol 6 No 2.

Tarigan, Ingan Ukur dan NK. Aryastami, 2012, Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Bayi Terhadap Pemberian ASI Eksklusif, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, Volume 15, No,4, Oktober 2012, hlm : 390-397.

Tasnim, Saria, et al, 2014, Nutritional Status And Breastfeeding Practice Among Mothers Attending Lactation Management Centre, Pediatrics Research International Journal, Vol. 2014 (2014), Article ID 790373, 8 pages, DOI: 10.5171/2014.790373.

Warille, Elizabeth B, 2015, Knowledge And Practice Of Exclusive Breastfeeding Among Women With Children Between 9 And 12 Months Of Age In El Sabbah Hospital Juba-South Sudan, Tesis, Nairobi, University of Nairobi. Widayanto, Subur, dkk, 2012, Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu

tentang ASI Eksklusif dengan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif, Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, Volume 1 Nomor 1, hlm : 25-29. Widyastuti, Erlina, 2011, Motivasi Wanita Bekerja dalam Memberikan Susu

Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan, Jurnal KesMasDaSka, Vol. 2, No.2, Juli 2011, hlm : 6-11.

Weber, Danielle, et al, 2011, Female Employees’ Perceptions of Organisational

Support for Breastfeeding at Work : Findings F rom a n Australian Health Service Workplace, International Breastfeeding Jounal, 6:19.

Wulandari, Anestesia, dkk, Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Air Susu Ibu Perah (Asip) Dengan Praktik P emberian Asip Pada Ibu Bekerja Di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kebidanan, Vol 2 No 2.

Yulianti, Fitri, 2014, Hubungan Antara Karakteristik, Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2014, Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, Vol 1 No 1.

Zakiyah, 2012, Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Tahun 2012, Skripsi, Depok : Universitas Indonesia.

125

126 Lampiran 2. Surat Ijin Pengambilan Data

127 Lampiran 3. Ethical Clearence

128

Lampiran 4. Surat Ijin Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

129

Lampiran 5. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

130

131

Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian Dari Kesbangpol Kabupaten Semarang

132

133

134

Lampiran 10. Surat Keterangan Selesai Penelitian

135

Lampiran 11. Lembar Permohonan Menjadi Responden

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

PENGANTAR Selamat Siang,

Saya mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai “F aktor-F aktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja Di PT. Apac Inti Corpora (Kajian Teori Health Belief Model Dalam Manajemen Laktasi) ”.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sedikitnya jumlah pemberian ASI secara eksklusif terutama pada ibu yang bekerja di luar rumah. Oleh karena itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi penentu kebijakan untuk terus mempromosikan pemberian ASI eksklusif terutama pada ibu yang bekerja.

Semua informasi yang saudara berikan akan bermanfaat khususnya bagi mahasiswa. Oleh karena itu kami mengharapkan kesukarelaannya untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Semua jawaban yang saudara berikan akan dijaga kerahasiaannya, serta saudara juga mempunyai hak untuk mengajukan pertanyaan sehubungan dengan penelitian ini.

Atas kesediaannya berpartisipasi dalam penelitian ini, kami menyampaikan terimakasih.

Salam, Peneliti

136

Lampiran 12. Lembar Persetujuan Menjadi Responden

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa saya bersedia untuk berperan serta sebagai responden dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang yang bernama Ave Alyatalaththova Mahabay Aryotochter, dengan judul

“F aktor-F aktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja Di PT. Apac Inti Corpora (Kajian Teori Health Belief Model Dalam Manajemen Laktasi) ”.

Saya memahami bahwa penelitian ini tidak akan berdampak buruk bagi saya karena hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Oleh karena itu, saya menyatakan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.

Dengan menandatangani formulir ini, saya setuju untuk ikut serta dalam penelitian ini.

Tandatangan subjek Tanggal

(Nama jelas :...)

Tandatangan saksi

137 Lampiran 13. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA

IBU BEKERJA DI PT. APAC INTI CORPORA

(Kajian Teori Health Belief Model Dalam Manajemen Laktasi) Nomor Responden : Tanggal Penelitian : I. IDENTITAS RESPONDEN Nama Responden : Umur : tahun Alamat :

Pendidikan Terakhir : 1. SD/sederajat 4 SMP/sederajat 5 SMA/sederajat 6 S1/S2/S3

Jumlah Pendapatan Keluarga : Rp………../bulan Jumlah keluarga yang tinggal satu rumah : orang Status Tempat Tinggal: 1. Rumah sendiri

2. Rumah Orang Tua 3. Kontrakan/Kos/Lainnya Jumlah anak :

Umur Anak Terakhir : …….. Bulan ……… Hari Bidang Kerja :

II. PERSEPSI TERHADAP MANAJEMEN LAKTASI PETUNJUK PENGISIAN:

1. Berikut disajikan sejumlah pernyataan, bacalah pernyataan ini dengan teliti dan jawablah sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya.

2. Pilihlah salah satu jawaban dari 5 alternatif jawaban yang tersedia dengan tanda centang (√)

3. Kriteria jawaban terdiri dari :

SS : jika Anda Sangat Setuju dengan pernyataan tersebut S : jika Anda Setuju dengan pernyataan tersebut

R: jika Anda Ragu-Ragu dengan pernyataan tersebut TS : jika Anda Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut

STS : jika Anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut

No Pernyataan Jawaban Skor

SS S R TS STS

1. Menurut saya, memberikan ASI

eksklusif atau tidak, tidak

mempengaruhi kesehatan bayi saya

2. Bayi saya akan rentan terserang penyakit jika saya tidak memberikan ASI eksklusif

3. Bayi saya rentan terserang infeksi dan alergi jika saya tidak memberikan ASI eksklusif

4. Sistem kekebalan tubuh bayi saya tidak dipengaruhi pemberian ASI eksklusif

5. Jika sistem kekebalan bayi saya lemah, maka dia akan mudah terserang berbagai penyakit

6. Saya beranggapan bahwa penyakit

yang muncul karena bayi tidak diberikan ASI eksklusif hanya penyakit yang ringan saja seperti batuk, pilek, dan diare

7. Jika anak saya mudah sakit, maka akan membuat saya repot dan pekerjaan saya terganggu

8. Jika saya tidak menyusui/tidak memberikan ASI eksklusif, maka saya berisiko lebih besar terserang kanker payudara.

9. Memberikan ASI eksklusif tidak

memberikan keuntungan kepada saya, justru akan membuat saya repot.

No Pernyataan Jawaban Skor

SS S R TS STS

10. Dengan melakukan manajemen laktasi, saya dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi saya meskipun saya bekerja.

11. Melakukan ASI perah dapat menghemat pengeluaran keluarga saya.

12. Memberikan ASI eksklusif membuat saya merasa lebih senang dan sangat dekat dengan bayi saya

13. Memberikan ASI eksklusif

membuat saya lemas ketika

bekerja

14. Saya merasa puas ketika saya dapat memberikan ASI eksklusif meskipun saya bekerja

15. Saya tidak akan merasa rugi jika saya tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi saya

16. Melakukan perawatan payudara akan memudahkan saya dalam proses menyusui

17. Memberikan ASI eksklusif tidak dapat dilakukan oleh ibu bekerja seperti saya

18. Memberikan ASI atau susu

formula sama saja. Keduanya memiliki kandungan gizi yang sama

19. Saya merasa manajemen laktasi

itu susah untuk dilakukan

20. Saya merasa tidak nyaman ketika melakukan ASI perah

21. Informasi yang saya dapatkan membuat saya ingin melakukan ASI perah.

22. Saya merasa tidak dapat

memberikan ASI eksklusif karena ukuran payudara saya kecil

23. Menurut saya menyusui akan

No Pernyataan Jawaban Skor

SS S R TS STS

24. Saya melakukan manajemen laktasi karena bayi saya berhak mendapatkan ASI eksklusif.

25. Saya merasa cuti melahirkan 3

bulan itu kurang. Sehingga

membuat saya tidak dapat

memberikan ASI eksklusif

26. Saya melakukan ASI perah karena ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayi saya

27. Teman kerja saya tidak ada yang melakukan ASI perah, sehingga saya tidak melakukan juga

28. Saya akan melakukan perawatan payudara dan ASI perah jika petugas kesehatan di tempat kerja menyarankan saya melakukan itu. 29. Saya mempraktikkan ASI perah

karena tetangga saya menyarankan untuk memberikan ASI perah

30. Saya merasa ASI perah tidak

layak diberikan kepada bayi

karena tidak terjamin

kebersihannya.

III. PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN LAKTASI

PETUNJUK PENGISIAN : Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang dianggap benar.

1. Apa yang dimaksud dengan ASI eksklusif?

a. ASI yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan

b. ASI yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan tanpa tambahan makanan c. ASI yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan tanpa tambahan makanan

atau cairan lainnya.

2. Kapan waktu untuk memulai memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi?

a. Ketika bayi berusia > 6 bulan b. Ketika bayi berusia 3-6 bulan

c. Ketika bayi berusia < 3 bulan 3. Apa yang dimaksud dengan kolostrum?

a. Cairan yang keluar dari payudara yang mampu memberikan rasa kenyang pada bayi

b. Cairan yang pertama kali keluar dari payudara yang berwarna kekuningan yang mengandung banyak protein dan antibody yang baik untuk bayi c. Cairan yang keluar dari payudara yang berjumlah sedikit dan berwarna

kekuningan yang berbahaya bagi bayi 4. Apa saja komposisi yang terdapat pada ASI?

a. Karbohidrat, lemak, protein

b. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin

c. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral 5. Perhatikan pernyataan di bawah ini

ii. ASI meningkatkan kecerdasan iii. ASI meningkatkan daya tahan tubuh iv. ASI meningkatkan penglihatan

v. ASI meningkatkan risiko penyakit vi. ASI menunjang perkembangan pada bayi

Manakah diantara pernyataan tersebut yang merupakan keunggulan ASI? a. i, ii, iii, dan iv

b. i, ii, iii, dan v c. semua benar

6. Perhatikan gambar di bawah ini

Yang merupakan gambar areola ditunjukkan oleh nomor?

a. 1 b. 2 c. 3 7. Apa saja macam-macam bentuk puting?

b. Pendek, panjang, terbenam

c. Normal, pendek, panjang, terbenam

8. Bagaimana cara merawat payudara selama kehamilan dan menyusui? a. Dibasahi, dibersihkan, dan dikompres

b. Dibasahi, dibersihkan, dan dipijat

c. Dibasahi, dibersihkan, dipijat , dan dikompres

9. Apa tujuan dari pengompresan air hangat pada payudara? a. Melebarkan pembuluh darah

b. Mengerutkan pembuluh darah c. Semuanya salah

10.Apa tujuan dari pengompresan air dingin pada payudara? a. Melebarkan pembuluh darah

b. Mengerutkan pembuluh darah c. Semuanya salah

11.Apa yang dimaksud dengan manajemen laktasi?

a. Upaya yang dilakukan untuk membantu ibu mencapai keberhasilan menyusui.

b. Upaya yang dilakukan untuk membantu ibu mendapatkan informasi ASI eksklusif

c. Jawaban a dan b salah

12.Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam proses menyusui i. Bayi diletakkan menghadap perut/payudara

ii. ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting dan areola iii. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh

pipi dengan puting susu

iv. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah menekan puting susu atau areola.

v. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, bagaimana urutan yang benar dalam proses menyusui?

a. i – ii – iii – iv – v b. ii – i – iv – iii – v c. i – ii – iv – iii – v

13.Kapan ibu harus menyusui bayinya? a. Sesuai kebutuhan bayi

b. Setiap 1 jam sekali c. Setiap 2 jam sekali

14.Kapan waktu untuk memulai melakukan manajemen laktasi pada ibu bekerja? a. Selama kehamilan

b. Menjelang ibu bekerja c. Selama ibu bekerja

15.Apa yang dimaksud dengan ASI perah?

a. ASI perah yaitu ASI yang di perah dan disimpan untuk diberikan kepada bayinya selama ibu berada di luar rumah

b. ASI perah yaitu ASI yang sudah tidak layak diberikan kepada bayi dan harus dibuang

c. ASI perah yaitu ASI yang keluar dan berwarna bening

16.Upaya yang paling tepat untuk dilakukan ibu selama ibu bekerja ialah …… a. Memerah ASI dan memberikan ASI perah

b. Memberikan susu formula/susu botol

c. Memberikan air putih atau minuman lainnya agar bayi tidak haus 17.Bagaimana cara untuk memerah ASI?

a. Memerah ASI dapat diilakukan dengan menggunakan tangan

b. Memerah ASI dapat dilakukan dengan menggunakan alat (breastpump) c. Memerah ASI dapat dilakukan dengan menggunakan tangan dan/atau alat

(breastpump)

18.Wadah apa yang dapat digunakan untuk menyimpan ASI perah? a. Plastik besar

b. Botol plastik besar

c. Botol kaca ukuran sedang untuk ukuran sekali minum 19.Apa yang harus dilakukan sebelum menyimpan ASI perah?

a. Memberikan kode tanggal dan jam pemerahan b. Mengocok ASI yang telah ditampung

c. Mendiamkan ASI yang telah diperah selama 1 jam 20.Bagaimana cara untuk menyajikan ASI perah?

Dokumen terkait