• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

2. Bagi Pengguna Smartphone

Dizaman yang modern ini, perkembangan teknologi akan berkembang begitu cepat termasuk smartphone. Aplikasi dan fitur-fitur didalamnya pun akan semakin dibuat semenarik mungkin supaya dapat menarik minat para penggunanya. Dalam hal ini, dibutuhkan pengendalian diri yang kuat dan kepandaian untuk mengatur waktu supaya tidak ketergantungan pada smartphone.

81

Pada Siswa Di Smk Negeri 1 Kalasan Yogyakarta. E-Journal Bimbingan dan Konseling Edisi 3 Tahun ke-5. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. (EdisiRevisi).

Jakarta : Rineka Cipta

Bachri, S. Bachtiar. (2010). Menyakinkan Validasi Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif.. E-Jurnal Teknologi Pendidikan,Vol. 10 No. 1, April 2010 (46-62). Surabaya: Unesa.

Drennan & James. (2005). Modeling habitual and addictive smartphone behavior - The role of smartphone usage types, emotional intelligence, social stress, self-regulation, age, and gender. Computer In Human Behaviour Volume 45, April

2015, pages

411-420.(http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0747563214007626) Available online 19 January 2015.

Dunn, D. S., Uswatte, G., & Elliott, T. R. (2009). Happiness, resilience, andpositive growth following physical disability: Issues for understanding,119 research, and therapeutic intervention. Oxford Handbook of PositivePsychology, 2(62), 651-664.

Definisi Ketergantungan Smartphone. (http://kbbi.web.id/) diakses pada tanggal 30 agustus 2014.

Definisi Smartphone. (http://www.macmillandictionary.com/dictionary/british/ smartphone) diakses 3 Mei 2015.

Erlangga. (2014). GfK: Pertumbuhan Penjualan Smartphone Di Indonesia Tertinggi Di Kawasan Asia Tenggara. (https://dailysocial.net/post/gfk-pertumbuhan-smartphone-indonesia-tertinggi-asia-tenggara)

Handoko, Hani. (2000). Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal Manajemen & Bisnis Vol 11 No. 02 Oktober 2011 Issn 1693-7619.

Harian Surabaya Post. (2014). Penggunaan Smartphone Pada Anak : Be Smart Parent. (http://repository.ubaya.ac.id/3477/1/Penggunaan%20smartphone.pdf)Diakses Pada Tanggal 24 Februari 2014.

Hasibuan, (2007). Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal Manajemen & Bisnis Vol 11 No. 02 Oktober 2011 Issn 1693-7619.

Hovart, T. Arthur. (1989). Hubungan Antara Kecanduan Game Online Dengan Ketrampilan Sosial Pada Remaja. Skripsi. Universitas Indonesia

Indonesia, Android. (2013). Fakta-Fakta Tentang Kecanduan Smartphone.

(http://www.android-indonesia.com/trend-market/item/462-fakta-fakta-tentang-kecanduan-smartphone) diakses pada tanggal 12 September 2013 20:00.

Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2007).Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung : Penerbit PT Remaja Rosdakarya.

Mowen’s. (2000). I Need My Smartphone: A Hierarchical Model Of PersonalityAnd

Cell-Phone Addiction. Personality and Individual Differences 79 (2015) 13–19. Noviana, Erna. (2015). Peran Wali Kelas Dalam Menghadapi Pengaruh Negatif Smartphone Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP N 15 Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Sunan Kalijaga

Nugraha, F. (2012).Jumlah Pelanggan Seluler di Indonesia Hampir Mendekati Jumlah Penduduk Indonesia. (http://teknojurnal.com/jumlah-pelanggan-seluler-di-indonesia-hampir-mendekati-jumlah-penduduk-indonesia).

Oulasvirta, Antti. Rattenbury, Tye . Ma, Lingyi. Raita, Eeva. (2012). Habits Make Smartphone Use More Pervasive. Springer-Verlag London Limited 2011, 16:105–114. Received: 22 September 2010 / Accepted: 10 May 2011 / Published online: 16 June 2011.

Permatasari, D. (2013). “Hubungan ketergantungan smartphone dengan insomnia

pada mahasiswa”. Skripsi. Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Prayudi, S. (2014). Fenomena Penggunaan Smartphone Di Kalangan Pelajar (Studi

Kasus Di SMP Islam Athirah I Makassar). (http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/10322)

Poerwandari, K. (2005). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian PerilakuManusia. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran danPendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Putri, Amalia Virnanda. (2013). Dampak Negatif Penggunaan Smartphone 26 November. diakses pada tanggal 16 februari dari

Rahadi, Dedi Riyanto,. Zainal. (2015). Perilaku Pengguna Smartphone di Kalangan Kota Palembang. Palembang : Pascasarjana Universitas Bina Dharma.

Santrock, John W. (1995). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup(Edisi Kelima). Alih bahasa oleh Achmad Chusairi dan juda Damanik. Jakarta: Erlangga.

Sarwar, Muhammad., Soomro, Tariq Rahim. (2013). Impact of Smartphone’s on

Society. Vol. 98 No 2. pp.216-226.

(http://www.europeanjournalofscientificresearch.com).

Shiraisihietal. (2010). Perbedaan Tajam Penglihatan Antara Pengguna TeleponPintar Dengan Yang Tidak Menggunakan Telepon Pintar Pada Siswa SMA St.Thomas 1 Medan. Skripsi. Universitas Sumatra Utara.

Siagian, S. (1993). Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Surakarta. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Simanjuntak, P. J. (1983). Produktivitas kerja: Pengertian dan ruang lingkupnya. LP3ES. Jakarta.

Smith, A Jonathan. (2009). Psikologi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Soetjipto, Helly P. Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. Volume

32, No. 2, 74-91 ISSN: 0215-8884

(jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7072/5524)

SulIer, J. 1996. Computer and Cyberspace Addiction. http://www.rider.edu/index. html. Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. Volume 32, No. 2, 74-91 ISSN: 0215-8884 (jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7072/5524) Supratiknya, A. (1995). Komunikasi antarpribadi (Tinjauan

Psikologis).Yogyakarta:Kanisius

Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana

www.kompas.com.Seberapa Sering Ponsel Ditengok Dalam Sehari. (http://tekno.kompas.com/duniaoppo/read/2013/10/10/1022047/Seberapa.Serin g.Ponsel.Ditengok.dalam.Sehari). Diakses tanggal 23April 2015.

Young. (1996 dan 1999). Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet.

Volume 32, No. 2, 74-91 ISSN: 0215-8884

Smartphone (Penelitian Terhadap Konsumen pengguna Apple iphone, RIM Blackberry, dan Smartphone Berbasis google Android). Skripsi. Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20318232-S-Yodsa%20Rienaldo.pdf

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Sebelumnya terima kasih untuk mas NN yang sudah bersedia untuk membantu menyelesaikan penelitian saya. Jadi ini nanti mas tinggal menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan.

Ya..

Masnya pakai smartphone?

Pakai..

Udah berapa lama?

Sejak 2009..

2009?

Iya 2009...Lupa mbak..

Kenapa kok pakai smartphone?

Pakai smartphone soalnya....pakai smartphone itu soalnya kita bisa tahu dunia lebih luas dan aksesnya lebih mudah. Kita agak gampang tinggal browsing, googling, searching, apalagi ada sosmed juga. Terus mereka juga rata-rata punya smartphone...mereka juga punya aplikasi sosmed gitu kan..

Jadi ngelihat karena ada yang punya terus ikutan punya, gitu ya?

Ho oh...jadi sebetulnya kayak apa ya..yang make smrtphone itu njamur gitu lho, yang satu punya entar sekitarnya ikut punya semuanya gitu lho..

Terus kalau masnya sendiri smartphone untuk apa?

Saat ini smartphone buat kerjaan adalah...terus buat hiburan juga ada..

Kan sekarang aplikasi semakin berkembang, jaman semakin berkembang juga, banyak juga aplikasi yang ditawarkan. Masnya tertarik engga dengan aplikasi-aplikasi itu?

Eeee....pasti penasaran yaa...ada aplikasi baru itu pasti ada penasaran. Pertamanya nyoba dulu ni..make..terus nanti kalau temen-temen banyak yang make terus keterusan, tapi kalau aplikasinya ga pernah berkembang, gitu-gitu terus lama-lama jenuh. Kayak

Subjek menggunakan smartphone sejak tahun 2009

Subjek menggunakan smartphone dengan alasan dapat mengetahui dunia lebih luas, mudah mengakses segala sesuatu dan banyak yang menggunakan.

Subjek menggunakan smartphone karena banyak yang menggunakan

Subjek menggunakan smartphone untuk kepentingan pekerjaannya dan hiburan

Subjek merasa tertarik dengan aplikasiyang ditawarkan

smartphonme trutama yang menarik dan tidak membosankan dan akan menggunakan ketikan teman-teman lain juga menggunakan

Pemakaian smartphone - - Motivasi awal memiliki smartphone - - extraversion - Alasan menggunakan smartphone -materialisme -Faktor eksternal Fungsi smartphone untuk responden Ketertarikan responden pada aplikasi smartphone

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 aja?

Aplikasi sosmed ada path, facebook, twitter, instagram, udah itu aja. Kalau sosmednya itu aja..

Masnya tadi kan bilangnya kalau sekarang lebih pada pekerjaan, lalu aplikasi yang digunakan apa aja?

Kalau pekerjaan itu ada instagram. Instagram itu untuk media iklan, terus kita tahu referensi-referensi dari instagram itu. Yang masih sering dipakai itu aja..

Terus seharian rata-rata berapa jam makainya?

Kebetulan ga begitu tergila-gila sama smartphone, paling totalnya itu 5-6 jam tapi ga terus-terusan. Jadi buka sebentar terus taruh lagi..buka sebentar taruh lagi. Cuma gitu doang..

Terus kalau misalnya pas make smartphone itu mbuka apa aja?

Untuk smartphone eee....yang sering tak buka itu sampai sekarang nomer satu instagram, yang kedua facebook terakhir path. Twitter jarang banget..

Berarti 3 tadi yang paling sering?

Iya..

Lalu kan sekarang tren banget aplikasi smartphone. Banyak yang baru, tertarik enggak masnya?

Eeeee...ada sih, lihat beberapa aplikasi-aplikasi baru gitu, tapi belum tertarik..

Belum tertarik?

Iya..

Kenapa kok ga tertarik mas?

Soalnya kayak path aja. Itu sekarang saya bsa mbuka 3 hari sekali. Jadi udah mulai jenuh sama sosmed yang gitu-gituuuu terus udah mulai jenuh. Kecuali kalau instagram ya. Kalau instagram itu gambarnya selalu ada yang baru terus. Dia udah pas, untuk kerjaan juga pas..

Subjek menggunakan aplikasi sosial media seperti path, facebook dan instagram

Aplikasi penunjang pekerjaan yaitu instagram yang digunakan sebagai media iklan dan mencari referensi baru

Subjek menggunakan smartphone menghabiskan waktu lima sampai enak jam dalam sehari

Aplikasi yang sering dibuka oleh subjek yaitu instagram, facebook dan path

Subjek mengetahui aplikasi-aplikasi baru yang ditawarkan dan tidak tertarik

Subjek tidak merasa tertarik pada aplikasi baru karena mudah bosan seperti path dan akan cenderung tertarik dengan aplikasi yang lebih berkembang (ter-update) seperti instagram Aplikasi smartphone yang digunakan responden Instagram sebagai aplikasi penunjang pekerjaan Waktu pemakaian smartphone Aplikasi smartphone yang sering dibuka

Ketidaktertarikan responden pada aplikasi baru

Kebosanan terhadap aplikasi yang tidak update

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Eeee...rasanya ya kalau batre habis ee... ya udah deh. Ya udah entar lagi bukanyanya. Jadi ga terlalu gitu banget....ga ngerubah mood kalau batre sama paket habis..

Terus kalau misalnya pulsanya yang habis?

Kalau pulsanya habis ya tergantung duitnya..kalau ga ada ya sedih. Hahaha. Kalau adapasti langsung dibeli..

Apa bingung atau gimana maksudku

Ya..pasti kalau ada quota habis gitu ada rasa kayak bingung gitu. Ga ada wifi lah. Jadi tetep kebingungan kalau ga ada pulsa. Pengen cepet-cepet cari pulsa.

Itu pun kalau ada wifi ya? Terus kalau ga ada?

Kalau ga ada ya mati gaya..

Lalu kalau mas disuruh mengutamakan atau memilih, lebih milih pulsa dulu atau beli makan?

Lebih milih pulsa smartphone dulu..

Kenapa kok lebih milih itu dulu?

Kalau makan sih ee saya entar dulu gapapa. Tapi kalau kerjaan itu saya butuh smartphone itu saya selalu butuh untuk update kerjaan itu. Kalau engga yang serius sih saya bisa minta tolong temen anterin makan kan bisa..

Lalu ketika bersosialisasi dengan teman-teman, masnya sendiri lebih milih menggunakan smartphone atau //bersosialisasi langsung?

Kalau untuk bersosialisasi lebih enak ketemu langsung. Tergantung jarak sih mba, kebetulan temen-temen akrab kan satu kota, jadi enak ketemu langsung. Kebetulan saya dan temen-temen itu

mengalami perubahan secara berlebihan ketika batre dan pulsa habis.

Ketika pulsa habis subjek akan langsung membeli pulsa jika mempunyai uang yang cukup

Subjek merasa kebingungan ketika kuota dan baterai habis. Terlebih ketika tidak menemukan wifi

Subjek akan merasa mati gaya ketika tidak menemukan wifi

Subjek lebih memilih membeli pulsa smartphone daripada membeli makan

Subjek menuturkan bahwa untuk membeli makan dapat ditunda atau meminta tolong teman untuk diantarkan, sedangkan pulsa smartphone lebih diutamakan karena berkaitan dengan pekerjaan yang selalu update

Menurut subjek, bersosialisai lebih efektif ketika bertemu langsung jika jarak dapat dijangkau. Jika harus menggunakan smartphone, subjek

ketika smartphone tidak dapat digunakan

-faktor situasional

-Perasaan bingung responden ketika quota habis

-emotional instability

-Sikap mati gaya -emotional instability

Pemilihan hal yang diprioritaskan

Pulsa smartphone sebagai hal yang diprioritaskan

Pandangan subjek terhadap keefektifan sosialisai

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57

itu lebih enak, lebih canggih gitu

Soalnya kalau lewat chat atau sosmed itupenulisan kalimat itu kendalanya banyak, ada kesalahan penulisan, nada bicaranya ga ada, terus kadang sering salah paham gitu..

Terus sekarang kalau berkaitan dengan hiburan banyaakk banget tawaran game-game yang semakin canggih, makin seru gitu. Apalagi kalau aku denger dari temen-temen cowok. Lalu kalau mas sendiri, lebih enak main game atau main smartphone gitu, atau lebih seru keluar ketempat temen-temen atau ke tempat hiburan gitu?

Itu juga kondisional sih sebetulnya. Kalau temen-temen ada yang bisa saya ajak pergi, saya ajak main, ya saya pergi. Tapi kalau engga ya saya main game..

Lalu kalau main game itu bisa menghabiskan waktu berapa lama?

Kalau misalnya bener-bener ga ada pekerjaan, yaa sejam ada lah main game itu, sejam ga putus-putus..

Sering berarti ya mas?

Eeeee...kadang-kadang. Lihat

kesibukan juga..

Lalu kalau di kantor itu ada peraturan untuk tidak menggunakan hape saat jam kerja atau tidak?

Jadi kalau di kantor, pas lagi ada kerjaan itu ga boleh disambi main handphone. Tapi kalau memang lagi

kosong, di kantor boleh

mengoperasikan smartphone..

Apakah masnya nyaman dengan peraturan itu?

Nyaman sih, soalnya kalau dibuat ga boleh main smartphone pas di kantor gitu malah nyolong-nyolong..

Menurut subjek, sosialisasi menggunakan chat atau sosial media memiliki banyak kendala dan bisa terjadi salah paham

Subjek lebih memilih untuk pergi bersama dengan teman-teman dibandingan bermain game

Subjek bermain game dapat menghabiskan waktu satu jam tanpa berhenti ketika tidak ada pekerjaan

Subjek tidak terlalu sering bermain game dan menyesuaikan dengan kesibukan

Peraturan dikantor menetapkan bahwa tidak boleh menggunakan smartphone ketika bekerja dan hanya boleh diakses ketika ada waktu luang

Subjek merasa nyaman dengan peraturan kantor menggunakan

Penilaian subjek terhadap keefektifan sosialisasi

Pilihan subjek terhadap sesuatu hal

-Waktu yang digunakan bermain game

Peraturan penggunaan smartphone

58 59 60 61 62 63 64 65

smartphonennya bunyi terus gitu, itu kan bisa seperti mengganggu konsentrasi.

Eeee....kalau smartphone bunyi ni, jadi istilahnya sama aja kayak pas kerja ada telepon gitu. Ya ga begitu mengganggu..

Tapi kalau bukan dari telepon, tapi dari sosmed gitu, apakah terpengaruh untuk membuka atau ‘ah..nanti dulu’?

Eeee...liat pekerjaannya sih. Biar

pekerjaannya cepet selesai,

smartphonenya diabaikan dulu. Kan kalau smartphone itu muncul notifikasi, jadi lihat juga tingkat prioritas gitu.

Jadi kalau urgent banget ya

ditanggepin. Terus dilihat lagi kalau ga terlalu penting ya kerjaan dulu..

Ooo...jadi melihat kepentingan ya mas? Apakah memang ga mengganggu konsentrasi?

Engga pernah mbak..

Ga pernah? Sedikitpun ga pernahkah?

Eee..teralihkan sih iya, tapi kalau menggangu sih engga..

mengakses smartphone

Subjek tidak merasa terganggu ketika smartphone berbunyi saat jam kerja

Subjek lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu jika smartphone berbunyi tetapi tidak ada

kepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan

Subjek tidak merasa terganggu dengan bunyi smartphone disaat kerja

Subjek hanya merasa teralihkan dengan bunyi smartphone saat jam kerja

Prioritas terhadap hal yang lebih penting

Subjek merasa tidak terganggu

Subjek merasa teralihkan

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

ya mas, karena sudah mau bersedia untuk membantu aku..

iya.. sama-sama mbak...

Sudah mau diwawancarai untuk keperluan tugas akhir ini.. jdi ini nanti aku mau memberikan pertanyaan-pertanyaan trus nanti masnya tinggal menjawab aja.

oh ya mbak.. siap!

Mas pake smartphone?

he’em.. make mbak..

Udah lama?

udaaahhh 4 tahunan..

4 tahunan?

he’em..4 tahunan.. sejak SMA kelas 2

Kenapa kok pake smartphone ?

Pertama karena dia... emmm... smartphone itu bentuk android ya mbak?

Bisa mas... bisa berbentuk android atau blackberry gitu..

Bisa..

pertama karena aplikasinya

banyak.. untuk sosial media juga

berguna sekali.. khususnya

komunikasi individu atau antar kelompok mereka bisa lewat group juga. Dan.. alhamdulilah

bisnis sekarang juga bisa

berjalan dengan smartphone itu makai aplikasi-aplikasi sosial media mapun chatting

Kan banyak aplikasi-aplikasinya ya mas.. trus yang biasanya diakses itu aplikasinya apa aja mas?

emm.. pilih salah satu atau...

Terserah.. apapun yang mas pake..

yang paling sering itu Line..

He’em..

yang kedua itu bbm, trus whatt’s up.. trus kalo buat sosial media

Subjek menggunakan

smartphone sejak SMA kelas 2

Subjek menggunakan smartphone karena memiliki aplikasi yang sangat banyak, dapat digunakan sebagai komunikasi antar individu ataupun kelompok dan untuk penunjang pekerjaan

Aplikasi yang sering digunakan oleh subjek yaitu Line, bbm, whatt’s up,

-Motivasi awal

menggunakan smartphone - extraversion

- faktor eksternal -faktor sosial

Aplikasi smartphone yang digunakan

23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Yang lebih sering?

yang lebih sering chattingan line.. kalo sosial media lebih sering instagram..

Trus, kira-kira berapa jam makenya mas?

waduh... sehari?

He’em.. sehari..

sehari? Sehari sekiranya sih 15 jam..

15 jam?

tapi gak continue..

Kok bisa sampe 15 jam gitu biasanya dipake untuk apa.. yang lebih sering gitu..

lebih sering instagram sih..

Istagram?

he’e.. aku nge’share-ngeshare foto.. ngliat-ngliat foto juga diisntagram itu.. kalo chattingnya ya Line paling sering..

Oh gitu.. kalo make instagram gitu nyamannya gimana?

kalo diinstagram sendiri dia simple sih.. tool-tool’s nya simpel mulai dari cara ngeshare, bisa nglike foto langsung, bisa comment juga.. apa lagi untuk istilahnya discover foto-foto oranglag.. gitu.. misalnya kita penasaran sama foto-foto artis siapa gitu..dengan mudah tinggal search namanya aja trus nanti tinggal keluar fotonya.. gitu..

Oh gitu.. trus gini mas, kan sekarang teknologi semakin berkembang, zaman makin modern trus banyak aplikasi-aplikasi yang baru.. trus masnya sering make?

aplikasi-aplikasi yang baru..aku ngliat gunanya dulu..

Oh liat gunanya dulu..

Aplikasi yang paling sering digunakan yaitu line dan instagram

Subjek menggunakan smartphone dapat

menghabiskan waktu 15 jam dalam sehari

Subjek lebih banyak mengakses instagram yaitu menshare foto atau lihat foto dan chatting menggunakan line

Subjek merasa nyaman menggunakan instagram karena aplikasinya sederhana, menarik dan mudah digunakan

Penggunaan waktu pemakaian smartphone

Aktivitas yang dilakukan responden

Kenyamanan menggunakan aplikasi yang dipilih responden

Pemilihan aplikasi berdasarkan fungsi

40 41 42 43 44 45 46 47 48

kenyamanannya aja sih sama fungsinya.. trus aku keseringan diline.. trus aktivitas kebanyakan di line kalo untuk chatting ya.. memilihnya lebih milih line gitu.. daripada be talk atau we chatt

Emm.. berarti liat dari fungsinya yaa..

iya.. dari fungsinya..

kenyamanan juga lagi-lagi.. hahaha

Kembali ke kenyamanan juga ya..

he’e...

Kalo misalnya smartphone kan harus diisi pulsa tuh.. tiap bulan atau mungkin kalo masnya make 15 jam sehari gitu kan lebih cepet habis.. kalo misalnya habis gitu.. rasanya gimana ?

bener-bener bete! Kalo abisnya cepet.. ah.. bener-bener bukan kecewa ya.. tapi lebih ke.. apa yaa.. kayaa..bingunglah bisa dibilang.. apalagi kalo gak nemu wifi.. itu badmood sekali.. hahaha..

Trus, kalo mas diminta untuk memilih gitu.. kalo kehabisan pulsa smartphone.. lebih milih beli pulsa atau beli makan dulu?

aku lebih milih beli pulsa smartphone dulu.. kalo gak ada

pulsa smartphone gak bisa

makan aku.. hahahah.. kalo beli

pulsa smartphone kan bisa

nelpon temen-temen,, kalo beli makanan bisa siapin bareng temen-temen..

Trus, kalo misalnya mau bersosialisasi atau interaksi gitu.. kan ada yang make group-group gitu di smartphone.. nah enaknya gimana ? ketemu langsung atau lebih enak pake smartphone?

Selain berdasarkan fungsi, subjek juga mengutamakan kenyamannya

Subjek merasa kebingungan dan mood akan menjadi buruk ketika pulsa habis dan tidak menemukan wifi

Subjek lebih memilih membeli pulsa smartphone karena hal tersebut berkaitan dengan pekerjaan

Pemilihan aplikasi berdasarkan fungsi dan kenyamanan

Perasaan bingung yang dialami subjek

Emotional instability Faktor situasional

protitas terhadap suatu hal yang penting

49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59

waktu ya lewat smartphone.. nanti kalo bisa dijangkau.. yaa..katakanlah dari sini trus tetanggaku ada dideket sini ya aku samperin aja.. kan skalian silaturahmi..

Tapi lebih seringnya?

smartphone..

Trus kalo misalnya butuh hiburan gitu.. lebih enak internetan pake smartphone atau keluar gitu?

oh.. kalo hiburan lebih enak keluar.. kalo smartphone sekedar denger musik itu juga jarang sekali.. biarpun banyak musik dihandphone tapi gak terlalu banyak denger musik..

Kan banyak mas, hiburan kayak game..

untuk games,, aku bener-bener yang aku srekk gitu.. kalo ga srek abis itu langsung tak hapus.. tak delete..

Kalo misalnya ada games yang srekk gitu, bisa ngabisin sampe berapa jam mainnya?

paling seminggu lah bosen-bosennya.. setelah itu di delete.. tapi untuk yang bener-bener hiburan itu enak diluar.. entah nongkrong.. entah yaa kayak gini jalan-jalan sama temen-temen.

Trus, kalo make smartphone sendiri lebih bisa membangun hubungan sosial gak sih?

kalo menurutku ya.. selagi itu gak mendewa-dewakan smartphone sih bisa mbak.. maksudnya dalam

arti biarpun pengguna

smartphone aktif gitu yaa.. tapi diluar itu kalo masih bisa bersosialisasi secara langsung

Untuk bersosialiasi, subjek menyesuaikan situasi. Jika jarak dapat dijangkau subjek memilih bertemu langsung

Tetapi subjek lebih sering berkomunikasi via smartphone

Subjek memilih keluar rumah untuk mencari hiburan/refreshing

Subjek lebih menyukai bermain game yang benar-benar disukainya

Subjek merasa bosan dengan game-game hiburan yang ditawarkan smartphone dan memilih menghabiskan waktu refreshing diluar rumah

Menurut subjek pengguna smartphone aktif pun dapat

dengan teman-temannya

Cara yang disukai responden berkaitan dengan hiburan

Pandangan subjek terhadap pengguna aktif smartphone

60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 temen? lancar..

Lancar? Lebih lancar pake

Dokumen terkait