• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian–bagian Alat Pensontir Telur yang perlu dirawat

BAB IV PERAKITAN DAN PERAWATAN ALAT

4.5 Perawatan Alat

4.5.1 Bagian–bagian Alat Pensontir Telur yang perlu dirawat

Perawatan yang direncanakan adalah suatu usaha perawatan yang dilakukan dengan pertimbangan ke masa depan, yaitu perawatan secara terkontrol dan tercatat sehingga jika ada kerusakan dapat segera diketahui dan diatasi. Perawatan ini dapat dilakukan dengan melakukan perawatan berkala yaitu tindakan perawatan yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah mesin digunakan. Berikut bagian-bagian alat pensortir telur yang memerlukan perwatan:

a. Conveyor

Conveyor adalah suatu alat mekanik yang berfungsi untuk memindahkan bahan atau barang yang biasanya dipakai dalam dunia perindustrian untuk mengantarkan suatu hasil produk dari satu tempat ke tempat yang lainnya (Raharjo, 2013). Conveyor tidak dapat berjalan tanpa adanya penggerak yaitu rantai roller.

Rantai roller adalah suatu logam berbentuk gelondongan yang beputar secara terus-menerus untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Roller pada conveyor yang terus berputar tentunya akan mengalami kerusakan jika tidak diimbangi oleh perawatan yang dilakukan secara rutin. Disamping itu roller juga akan mengalami pengikisan lapisan karena gesekan antara logam dengan logam lainnya yang mengharuskan perusahaan mengganti penggerak tersebut dengan yang baru dalam jangka waktu dekat.

b. Gear dan Rantai

Pelumas adalah zat kimia yang berwujud cairan yang di berikan pada dua atau lebih benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek dan panas yang berakibat berkurangnya umur dari benda tersebut. Pelumas juga bertujuan untuk melindungi permukaan dua benda yang berhubungan. Pada umumnya pelumas mengandung 90% minyak pelumas dasar dan 10% zat tambahan yg di racik sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk pelumasan. Sebagai

contoh penggunaan pelumas adalah pada rantai mesin. Berikut merupakan tujuan dan fungsi dari pelumasan antara lain:

1. Meminimalisir gesekan guna mencegah kerusakan dan panas dengan membentuk lapisan pada permukaan yang terkena filming oil untuk mengurangi gesekan.

2. Sebagai pendingin dari kontak logam dengan logam.

3. Untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel sehingga kotoran tersebut akan terbawa pelumas ketika penggantian pelumas dilakukan.

4. Mencegah mesin agar tidak mudah berkarat.

Seperti yang dikatakan oleh Catur dan Djunaidi, pelumasan menggunakan gemuk pada bagian bantalan peluru tepatnya pada as atau poros dari sebuah penggerak, tetapi penggunaan oli pelumas lebih tepat digunakan pada mesin yang berjalan dengan kecepatan rotasi putar yang tinggi (Catur &

Djunaidi, 2008).

c. Motor Listrik 1. Current Check

Ketika motor dalam keadaan berjalan kita dapat me monitor keadaan motor dengan melakukan pengecekan atas arus listrik yang bekerja pada motor. Pastikan arus listrik yang bekerja pada motor masih dibawah arus maksimal yang tertera pada nameplate motor.

2. Insulation resistance Check

Jika motor dalam keadaan mati (standby) kita dapat melakukakan pengecekan berapa tahanan isolasi yang ada pada motor sekarang dengan menggunakan insulation tester atau lebih dikenal dengan megger.

50 5.1 Kesimpulan

Hasil perancangan alat pensortir telur berfungsi sebagai alat bantu proses pensortiran telur memperoleh hasil:

1. Dalam merencana alat pensortir telur yang dilakukan pertama membuat desain dalam bentuk gambar, menetukan putaran dan daya motor penggerak.

2. Telur yang akan disortir disimpan dilintasan yang sudah ada.

Untuk memastikan telur tidak jatuh, maka letakan telur dengan posisi memanjang. Setelah posisi telur benar hidupkan saklar ON supaya proses pensortiran dapat berjalan. Motor penggerak yang digunakan adalah motor wiper DC, daya pada motor wiper akan diteruskan dari putaran roda gigi rasio ke sprocket melalaui rantai.

3. Berdasarkan hasil uji coba waktu yang dibutuhkan untuk proses pensortiran telur adalah: persiapan 60 detik, pensortiran telur 10 butir dalam waktu 20 detik, sehingga kapasitas mensortiran per jam adalah 1.800 butir/jam.

4. Jenis perawatan yang baik dan tepat untuk konstruksi Alat Pensortir Telur adalah perawatan yang mengupayakan pencegahan kerusakan atau perawatan preventif. Perwatan yang dilakukan pada bagian – bagian Alat Pensortir Telur meliputi:

poros dan bantalan, rantai dan puli, motor wiper, dan rangka alat.

5.2 Saran

Saran untuk perancangan alat pensortir telur dimasa yang akan datang agar menjadi lebih baik:

1. Sebagai langkah awal pengoperasian sebaiknya dilakukan pengecekan bagian Alat Pensortir Telur sebelum beroperasi,

2. Alat Pensortir Telur ini membutuhkan perawatan berkala agar dapat berfungsi dengan baik dan umur alat yang lebih lama,

3. Memperhatikan keselamatan kerja pada saat pengoprasian Alat Pensortir Telur.

4. Perlu dipasang bantalan pada garpu pensortir.

5.3 Implikasi

Untuk menyempurnakan aalat pensortir telur yang sudah dirancang dan dibuat untuk lebih sempurna pada alat itu makan penyusun memberikan masukan kelebihan dan kekurangan pada alat pensortir telur sebagai berikut:

A. Kelebihan Alat Pensortir Telur Pada Saat ini

1. Mekanisme pensortiran menggunakan system conveyor yang dapat mengefisinkan waktu yang lebih tepat.

2. Pengelompokan ukuran telur dengan berat yang akurat.

3. Menggunakan system penggerak roda gigi yang mudah untuk dilakukan perawatan.

4. Bersumber tenaga dari motor wiper.

B. Kekurangan Alat Pensortir Telur Pada Saat ini

1. Masih ada getaran pada saat alat pensortir telur melakukan pensortiran.

2. Tempat pensortiran kurang pas pada saat telur masuk kedalam pensortiran sehingga menyebabkan telur terjepit atau pecah.

C. Harapan Alat Pensortir Telur di Masa yang Akan datang

1. Peningkatan pada sistem pensortiran agar lebih akurat dan lebih tepat.

2. Tidak adanya getaran pada saat alat pensortir bekerja.

3. Kepraktisan alat pada saat digunakan dan untuk dipindahkan ke tempat lain.

DAFTAR PUSTAKA

Afifah Nurul. 2013. Uji salmonella-shigella pada telur ayam yang disimpan pada suhu dan waktu yang berbeda.Jurnal Ilmiah Edu Research. 2(1): 36-38.

Billatos, S. B. & N. A. Basaly. 1997. Green Technology and Design for The Environment, Taylor & Francis

Catur, S. 2008. Kegiatan Pelumasan Pada Peralatan Reaktor Serba Guna. [Jurnal].

Lampung (ID). Universitas Lampung.

Granjean, 1982. Etienne, Fitting the Task to the Man : An Ergonomic Approach.

London: Taylor and Francis Limited.

Hadi Miftahul. 2019. Perancangan prototype penyortiran barang otomatis di gudang peralatan alat tulis. [skripsi]. Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hartono Adi, dkk. 2019. Rancang bangun alat pengupas kelapa muda ramah lingkungan untuk usaha mikro distri busi kelapa muda. [Tugas Akhir].

Yogyakarta (ID). Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

Haryoto. 1993. Pengawetan telur segar. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Muhib Zainuri. 2006. Jenis-jenis coveyor. [Jurnal]. Semarang (ID). Universitas Negeri Semarang.

Pryantara Dandi. 2007. Umur Ekonomis Alat. [Jurnal]. Jakarta (ID). Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Raharjo, R. 2013. Rancang Bangun Belt Conveyor Trainer Sebagai Alat Bantu Pembelajaran. [Jurnal].

Saidah Andi. 2017. Kajian teknik mesin. [Jurnal]. Jakarta (ID). Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

Sarwono, B. 1995. Pengawetan dan Pemanfaatan Telur. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Soedarmanto. 1977. Motor Bakar Jilid I. Bandung: Penerbit Karya Remaja.

Shaumi. 2019. Rancang Bangun Alat Pensortir Tomat. [Jurnal]. Lampung (ID).

Universitas Lampung.

Sudaryani. 2003. Kua litas Telur. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Sularso, Suga. 2004. Dasar perencanaan dan pemilihan elemen mesin. Jakarta:

penerbit Pradnya Paramita.

Swanson. 2001. Linking Maintenance Strategies To Performance. [Jurnal].

Winjosoebroto, Sritomo, 2000. Evaluasi Ergonomi dalam Proses Perancangan Produk. Surabaya. Seminar Nasional Ergonomi, Jurusan TI-ITS.

Zarwani Hayu. 2019. Rancang bangun alat penyortir buah tomat berdasarkan ukuran menggunakan metode segmentasi HSV berbasis raspberry PI 3B+

[skripsi]. Lampung (ID): Universitas Lampung.

LAMPIRAN

Rangka alat pensortir telur

Pemotongan plat

Rangka tempat roda gigi

Susunan motor listrik dan roda gigi

Pensortir dan box penutup

Alat pensortir telur yang sudah siap dipakai

Proses penyusunan telur pada rel sebelum dilakukan proses pensortiran

Proses pensortiran