Bab 5 : Tema-tema Besar Fiqih
B. Bagian Bangunan Islam
rutinitas tahunan.
5. Fiqih Haji
Ibadah haji adalah ibadah tertua yang dilakukan oleh makhluk Allah di muka bumi. Ibadah ini bukan hanya disyariatkan sejak masa Nabi Ibrahim alaihissalam yang konon diperkirakan hidup sekitar tahun 1997 – 1822 sebelum masehi. Itu berarti sejak hampir 40 abad yang lalu.
Tetapi di dalam satu riwayat disebutkan bahwa Allah SWT telah membangun Ka’bah sebagai tempat untuk ibadah sejak belum diturunkannya Nabi Adam alaihissalam dan istrinya ke muka bumi.
ﹶﻝﻭﹶﺃ ﱠﻥِﺇ
ﻯﺪﻫﻭ ﺎﹰﻛﺭﺎﺒﻣ ﹶﺔﱠﻜﺒِﺑ ﻱِﺬﱠﻠﹶﻟ ِﺱﺎﻨﻠِﻟ ﻊِﺿﻭ ٍﺖﻴﺑ
ﲔِﻤﹶﻟﺎﻌﹾﻠﱢﻟ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran : 96)
Dalam kitab tafsir Al-Jami’ li-Ahkamil Quran, AL-Imam Al-Qurthubi menukil pendapat Mujahid yang menyebutkan bahwa Allah SWT telah menciptakan tempat untuk ka’bah ini
2000 tahun sebelum menciptakan segala sesuatu di bumi. 9
Sedangkan Al-Imam Thabari dalam kitab tafsir Ath-Thabari, menukil pendapat Qatadah yang mengatakan bahwa Ka’bah adalah rumah pertama yang didirikan Allah, kemudian Nabi Adam alaihissalam bertawaf di sekelilingnya, hingga seluruh manusia berikutnya melakukan tawaf seperti
beliau.10
B. Bagian Bangunan Islam
9 Tafsir Al-Qurthubi jilid 3 hal. 58
Bab 5 : Tema-tema Besar Fiqih Seri Fiqih Kehidupan (1) : lImu Fiqih
82
Bagian yang kedua dari Islam adalah bagian bangunan itu sendiri, yang berdiri tegak di atas pondasi-pondasinya. Inilah yang merupakan batang tubuh dan esensi agama Islam, yaitu segala ketentuan Allah SWT di dalam seluruh aspek kehidupan mencakup tema Fiqih Muamalat, Fiqih Pernikahan, Fiqih Makanan (kuliner), Fiqih Pakaian, Fiqih Rumah, Fiqih Sembelihan, Fiqih Masjid, Fiqih Kedokteran, Fiqih Seni dan Hiburan, serta termasuk juga tentang bagaimana cara pembagian harta warisan, atau Fiqih Mawaris.
1. Fiqih Muamalat
Fiqih muamalat mencakup harta kekayaan dan akad-akad pertukaran antara sesama pemilik harta. Ada banyak bentuk-bentuk transaksi muamalat.
Yang paling utama adalah semua hal yang terkait dengan proses jual-beli dan semua bentuknya, seperti ketentuan tentang jual-beli, riba, kredit, gadai, akad salam, akad istishna', akad penyewaan, bai` bits-tsaman ajil, hawalah, uang muka, future komoditi, multi level marketing, dan termasuk juga hukum tentang bursa saham.
Selain itu fiqih muamalat juga mencakup hal-hal yang terkait dengan kerjasama dalam usaha, seperti syarikah, mudharabah, muzara'ah, mukhabarah, musaqat. Termasuk juga mengatur segala hal yang terkait dengan harta milik bersama yang disebut syuf'ah, dan juga tentang ketentuan tentang mewakilkan kepada pihak lain yang disebut dengan akad wakalah.
Fiqih muamalat juga berbicara tentang pemberian hak kepada pihak lain tanpa pengganti atau pembayaran, seperti pinjaman, titipan, kafalah, waqaf, hingga bagaimana ketentuan bila seserang menemukan barang milik orang lain yang tercecer, yaitu luqathah, atau bila seorang anak yang hilang dari orang tuanya lantas ditemukan (laqith).
Dan terakhir, fiqih muamalat terkait dengan praktek-praktek permainan keuangan yang bermasalah, seperti judi, kuis & undian berhadiah, merampas, suap atau sogok, reksadana, asuransi, dan juga tentang hak cipta.
2. Fiqih Nikah
Di dalam ilmu fiqih klasik, wilayah ini sering disebut juga dengan masalah al-ahwal asy-syakhshiyah. Namun disini kita membatasinya dengan istilah fiqih nikah yang terdiri dari masalah pernikahan dengan segala ketentuannya, seperti hukum, syarat, rukun, khitbah, wanita yang haram dinikahi, kewajiban dan hak yang terdapat baik pada suami atau pun pada istri.
Selain itu juga terkait dengan berbagai macam bentuk pernikahan yang bermasalah, seperti nikah mut’ah, nikah dengan niat talak, nikah siri, nikah muhallil, nikah jahiliyah, menikahi mantan pezina, hukum berpoligami serta masalah pembatasan kelahiran.
Dan tentu dalam fiqih nikah harus dibahas hal-hal yang terkait dengan terurainya ikatan pernikahan, seperti talak dengan segala ketentuan dan jenisnya yaitu khulu’, ilaa’, li’an, dan dzhihar. Serta hal-hal yang terkait dengan talak seperti iddah dan rujuk.
3. Fiqih Kuliner
Fiqih Kuliner adalah kajian tentang apa yang halal dan haram dimakan bagi seorang muslim. Masalah makanan ini penting lantaran terkait dengan ancaman Allah SWT tentang orang yang tumbuh dagingnya dengan makanan haram, doanya tidak diterima dan tubuhnya hanya akan menjadi santapan api neraka.
Berdasarkan sumbernya, apa yang masuk ke dalam mulut kita terbagi menjadi dua macam, yaitu makanan yang terbuat dari hewan dan yang bukan. Sedangkan berdasarkan
Bab 5 : Tema-tema Besar Fiqih Seri Fiqih Kehidupan (1) : lImu Fiqih
84
illatnya, ada makanan yang haram secara dzatnya, dan ada yang haram karena cara mendapatkannya.
4. Fiqih Pakaian & Rumah
Fiqih pakaian mencakup tentang segala ketentuan Allah SWT dalam hal berpakaian, mulai dari hukum, ketentuan serta syarat-syarat berpakaian. Dan jenis-jenis pakaian apa saja yang termasuk dilarang dalam agama.
Selain itu fiqih pakaian juga juga mencakup tentang hukum-hukum yang terkait dengan perhiasan yang dikenakan dengan segala macam jenis dan coraknya, seperti hukum yang terkait dengan rambut, misalnya tentang masalah mewarnai, mengecat, memotong, mengeriting, merebonding, dan seterusnya. Urusan hiasan juga terkait dengan hukum membuat tato, tahi lalat palsu, kerok wajah, memangkur gigi, tindik dan lainnya.
Sedangkan masalah yang terkait dengan fiqih rumah adalah segala hal yang terkait dengan hukum-hukum dalam penataan rumah dan perabotannya sesuai dengan hukum fiqih. Di antaranya masalah konsep rumah islami dan pernik-perniknya, seperti hukum kredit pembelian rumah yang terkadang mudah terjebak riba.
Kemudian juga terkait dengan masalah hiasan interior dan eksterior rumah, dimana ada berbagai ketentuan fiqih yang boleh dan tidak boleh, seperti adab masuk dan keluar rumah hingga masalah hiasan patung dan gambar makhluk bernyawa. Ada juga masalah hukum memelihara anjing di dalam dan di luar rumah.
5. Fiqih Sembelihan 6. Fiqih Masjid 7. Fiqih Kedokteran 8. Fiqih Seni
9. Fiqih Mawaris