• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian Perencanaan BMN

BAB III HASIL ANALISIS BEBAN KERJA SEKRETARIAT JENDERAL

G. Biro Perlengkapan

1. Bagian Perencanaan BMN

Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

a. Penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek

dan strategis di lingkungan Kementerian.

b. Penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan,

evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan.

c. Penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja

Kementerian.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Perencanaan dapat dilihat pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Perencanaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Perencanaan 1,520.15 1 orang 1 orang 0 1.01 A Sangat Baik

2 Kepala Subbagian Perencanaan I 1,435.05 1 orang 1 orang 0 0.95 B Baik

3 Kepala Subbagian Perencanaan II 1,508.05 1 orang 1 orang 0 1 B Baik

4 Kepala Subbagian Perencanaan III 1,365.60 1 orang 1 orang 0 0.91 B Baik

5 Kepala Subbagian Evaluasi dan Pelaporan 1,387.84 1 orang 0 orang -1 0.92 B Baik

6 Kelompok Jabatan Fungsional Bagian Perencanaan 1,386.00 1 orang 1 orang 0 0.92 B Baik

7 Pelaksana Bagian Perencanaan 33,890.13 22 orang 23 orang 1 0.98 B Baik

42,492.83 28 orang 28 orang 0 1.01 A Sangat Baik Jumlah

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Dari Tabel 3.5 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Perencanaan memiliki beban kerja unit sebesar 42.492,83 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1,01. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Perencanaan. Selain itu, dari form FP2 diketahui bahwa Bagian Perencanaan menghasilkan output sebanyak 144 produk yang terdiri dari 25 Form A dan 119 Form B. Adapun produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kementerian Keuangan. b. Laporan triwulanan pelaksanaan kegiatan.

c. Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan. d. Penyusunan Laporan Pengarusutamaan Gender (PUG). e. Laporan Kinerja Kementerian Keuangan.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut:

a. Rapat persiapan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(LAKIP), Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK) tingkat Biro Perencanaan dan Keuangan.

b. Rapat pembentukan Tim Sosialisasi dan Asistensi penyusunan renstra di lingkungan

c. Rapat pembentukan Tim Monitoring Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan.

d. Rapat pembahasan penyusunan LAKIP, RKT, dan PK Setjen dan Kementerian.

e. Rapat pengajuan usulan PHLN Kementerian Keuangan.

2. Bagian Penganggaran

Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian.

b. Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian.

c. Pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Penganggaran dapat dilihat pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Penganggaran

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Penganggaran 1,472.82 1 orang 1 orang 0 0.98 B Baik

2 Kepala Subbagian Penganggaran I 1,493.40 1 orang 1 orang 0 0.99 B Baik

3 Kepala Subbagian Penganggaran II 1,466.56 1 orang 1 orang 0 0.97 B Baik

4 Kepala Subbagian Penganggaran III 1,471.50 1 orang 1 orang 0 0.98 B Baik

5 Kepala Subbagian Tata Usaha Biro 1,421.52 1 orang 1 orang 0 0.94 B Baik

6 Pelaksana Bagian Penganggaran 61,416.88 41 orang 41 orang 0 0.99 B Baik

68,742.67 46 orang 46 orang 0 0.99 B Baik Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.6 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Penganggaran memiliki beban kerja unit sebesar 68.742,67 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,99. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Penganggaran.

Berdasarkan form FP2 diketahui bahwa Bagian Penganggaran menghasilkan output sebanyak 89 produk terdiri dari 49 Form A dan 40 Form B. Adapun produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Penyampaian revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 200x Bagian Anggaran 15.

b. Penyusunan dan penyampaian RKA-KL Departemen Keuangan berdasarkan Pagu Sementara tahun 200x+1 kepada DJA dan Komisi XI DPR.

c. Penyusunan dan penyampaian RKA-KL Kementerian Keuangan berdasarkan Pagu APBN-P tahun 200x kepada Direktur Jenderal Anggaran.

d. Inventarisasi data anggaran Kementerian Keuangan.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut: a. Sosialisasi Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan.

b. Rapat pembinaan kepegawaian. c. Laporan lulus Sekolah/Kuliah. d. Penerusan Surat.

e. Penyusunan Daftar Usul Kepangkatan (DUK).

3. Bagian Perbendaharaan

Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi:

a. Pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis

pelaksanaan anggaran Kementerian.

b. Penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti

rugi dan penagihan.

c. Penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Perbendaharaan dapat dilihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Perbendaharaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Perbendaharaan 1,522.49 1 orang 1 orang 0 1.01 A Sangat Baik

2 Kepala Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I 1,355.50 1 orang 1 orang 0 0.9 B Baik

3 Kepala Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II 1,381.75 1 orang 1 orang 0 0.92 B Baik 4 Kepala Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan 1,528.25 1 orang 1 orang 0 1.01 A Sangat Baik 5 Kepala Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus 1,516.58 1 orang 1 orang 0 1.01 A Sangat Baik

6 Pelaksana Bagian Perbendaharaan 45,132.17 30 orang 32 orang 2 0.94 B Baik

52,436.74 35 orang 37 orang 2 0.94 B Baik Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.7 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Perbendaharaan memiliki beban kerja unit sebesar 52.436,74 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,94. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa kebutuhan pegawai pada Bagian Perbendaharaan secara keseluruhan berjumlah 35 orang, sementara pegawai yang ada berjumlah 37 orang, dengan demikian terdapat kelebihan dua orang pegawai pelaksana. Berdasarkan form FP2 diketahui bahwa Bagian Perbendaharaan menghasilkan output sebanyak 131 produk yang terdiri dari 36 Form A dan 95 Form B, dengan produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Penelaahan atas KMK tentang penunjukan pejabat pelaksanaan anggaran di lingkungan Kementerian Keuangan. Produk ini memiliki beban kerja besar karena jumlah KMK yang ditelaah mulai dari level Kantor Pusat unit eselon I sampai dengan level satker vertikal di lingkungan Kementerian Keuangan dan proses yang dilakukan meliputi

penelitian KMK, sinkronisasi dengan peraturan terkait sampai dengan koreksi KMK membutuhkan koordinasi yang baik antar unit eselon I.

b. Perhitungan rampung TKPKN. Produk ini memiliki beban kerja besar karena menyajikan penyaluran dana TKPKN secara rinci mulai dari tingkat satker, tingkat Kanwil, tingkat Pusat unit eselon I dan tingkat Kementerian Keuangan sehingga dapat mengetahui jumlah TKPKN yang dibayarkan kepada pegawai, jumlah PPh yang dibayarkan, dan sisa saldo TKPKN dalam satu tahun anggaran.

c. Penyelesaian kerugian negara melalui surat keterangan tanggung jawab. Produk ini memiliki beban kerja besar karena berdasarkan prinsip dasar penyelesaian kerugian Negara, diupayakan optimalisasi penyelesaian kerugian negara secara damai dan sedini mungkin.

d. Pembuatan Surat Edaran Menteri Keuangan tentang Pelaksanaan Anggaran TA 2012 di lingkungan Kementerian Keuangan. Produk ini memiliki beban kerja yang besar karena membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menghasilkan suatu Surat Edaran, dikarenakan harus memperhatikan banyak aturan-aturan yang berlaku dan harus melalui kajian terlebih dahulu.

e. Penatausahaan atas KMK tentang penunjukan Pejabat Pelaksana Anggaran di lingkungan Kementerian Keuangan. Produk ini memiliki beban kerja besar karena dalam tahun anggaran 2012 terdapat banyak Keputusan Menteri Keuangan yang harus disusun dan prosesnya harus melewati prosedur yang cukup panjang.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut:

a. Pengelolaan ADK TKPKN Kementerian Keuangan. Beban kerja tersebut rendah

dikarenakan aktivitasnya hanya melakukan pengarsipan berkas data komputer dan ADK dilakukan hanya di Kantor Pusat unit eselon I dan di Kanwil.

b. Sosialisasi perubahan-perubahan Peraturan Pelaksanaan Anggaran. Produk ini memiliki

beban kerja yang rendah karena di tahun anggaran 2012 frekuensi sosialisasi tidak banyak mengingat untuk diseminasi aturan juga dilakukan melalui mekanisme website dan melalui korespondensi/surat.

c. Pemeliharaan Database TKPKN. Beban kerja rendah dikarenakan pemeliharaan

database tidak memerlukan waktu yang banyak karena aktivitas yang dilakukan hanya meng-up date data hasil kompilasi berdasarkan data yang dikirim oleh satker.

d. Surat pelimpahan penagihan piutang, Surat Menteri Keuangan meminta rekomendasi

kepada BPK, Surat Menteri Keuangan tentang penghapusan piutang. Proses penghapusan atas piutang TGR tidak bersifat rutin dan sangat tergantung pada proses penerbitan PSBDT pada DJKN dan persetujuan penghapusan piutang dari BPK.

e. Rekonsiliasi data realisasi dan tahapan status penagihan piutang TGR/TP yang telah

diserahkan pengurusannya ke PUPN. Produk ini memiliki beban kerja yang rendah karena rekonsiliasi kerugian negara yang pengurusannya telah dilimpahkan ke PUPN bukan merupakan aktivitas rutin dan hanya dilakukan dua kali dalam setahun, yang digunakan untuk penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan.

4. Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal. b. Penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan.

c. Penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

d. Pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi.

e. Penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian.

f. Penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dapat dilihat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

No. Unit Organisasi Beban

Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan 1,496.81 1 orang 1 orang 0 0.99 B Baik

2 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I 1,463.19 1 orang 1 orang 0 0.97 B Baik

3 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II 1,463.19 1 orang 1 orang 0 0.97 B Baik

4 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III 1,463.19 1 orang 1 orang 0 0.97 B Baik

5 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV 1,442.82 1 orang 1 orang 0 0.96 B Baik

6 Pelaksana Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan 43,729.28 29 orang 29 orang 0 1 B Baik

51,058.48 34 orang 34 orang 0 1 B Baik

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.8 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan memiliki beban kerja unit sebesar 51.058,48 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, diketahui bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Selain itu, dari form FP2 diketahui bahwa Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menghasilkan output sebanyak 63 produk yang terdiri dari 41 Form A dan 22 Form B. Adapun produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Laporan Keuangan Bagian Anggaran (BA) 015 Tahunan UAPA Kementerian Keuangan. Produk ini merupakan tugas dan fungsi utama Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan sebagai kompilator Laporan Keuangan dari tiap unit eselon I Kementerian Keuangan untuk disajikan menjadi Laporan Keuangan (BA) 015 Kementerian Keuangan. Dalam rangka penyusunan laporan keuangan ini dibutuhkan koordinasi dengan semua unit eselon I Kementerian Keuangan secara intensif dan berkesinambungan.

b. Laporan Keuangan Bagian Anggaran (BA) 015 Semester I UAPA Kementerian Keuangan. Produk tersebut memiliki beban kerja tinggi dikarenakan dalam proses

pengerjaannya juga dibutuhkan koordinasi dengan unit eselon I di lingkup Kementerian Keuangan secara intensif dan berkesinambungan.

c. Tugas belajar. Produk tersebut juga memiliki beban kerja tinggi mengingat pelaksanaan tugas belajar untuk pegawai yang melaksanakan tugas belajar yaitu satu tahun penuh. d. Laporan Keuangan BA 999 Triwulan I UAPA Kementerian Keuangan, karena volume

kerja tersebut sangat besar dan diperlukan koordinasi dengan unit lain di lingkup Kementerian Keuangan.

e. Pelayanan pelaksanaan reviu Inspektorat Jenderal atas Laporan Keuangan. Produk ini memiliki beban kerja tinggi karena frekuensi pelaksanaannya dalam setahun sesuai dengan Laporan Keuangan yang diselesaikan.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut: a. Pembahasan Tri Partit memiliki beban kerja rendah karena pembahasan tripartit (antara

Unit Eselon I, Biro Perencanaan dan Keuangan, dan Badan Pemeriksa Keuangan) hanya dilakukan satu kali dalam setahun.

b. Monitoring dan Evaluasi Program Percepatan (dalam Kota) memiliki beban kerja rendah karena waktu yang diperlukan untuk monitoring dan evaluasi tidak terlalu lama.

c. Rapat peraturan perundang-undangan memiliki beban kerja rendah karena produk tersebut bersifat kondisional, dilaksanakan jika terdapat Peraturan Perundang-undangan yang baru terbit atau mengalami perubahan.

d. Rapat Entry Meeting dengan Tim Pemeriksa BPK memiliki beban kerja rendah karena frekuensi pelaksanaannya hanya satu kali dalam setahun.

e. Pelatihan di Kantor sendiri memiliki beban kerja rendah karena frekuensinya tidak banyak dan waktu pelaksanaannya tidak lama.

B. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan

Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi:

1. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

2. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja.

3. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional. 4. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja untuk masing-masing bagian di lingkungan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan dapat dilihat pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan 2,033.83 1 orang 1 orang 0 1.35 A Sangat Baik

2 Bagian Organisasi I 22,134.21 15 orang 14 orang -1 1.05 A Sangat Baik

3 Bagian Organisasi II 20,224.88 14 orang 14 orang 0 0.96 B Baik

4 Bagian Ketatalaksanaan I 27,095.08 20 orang 20 orang 0 0.9 B Baik

5 Bagian Ketatalaksanaan II 15,983.50 11 orang 11 orang 0 0.96 B Baik

6 Bagian Jabatan Fungsional 14,274.61 10 orang 13 orang 3 0.73 C Cukup

101,746.11 71 orang 73 orang 2 0.92 B Baik

Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.9 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan memiliki beban kerja unit sebesar 101.746,11 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,92. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa kebutuhan pegawai pada Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan secara keseluruhan berjumlah 71 orang, sementara pegawai yang ada berjumlah 73 orang, dengan demikian terdapat kelebihan dua orang pegawai. Kelebihan pegawai ini terdapat pada Bagian Jabatan Fugsional. Hal ini dikarenakan pada tahun 2012 beban kerja yang dilaksanakan sebagian besar merupakan kegiatan persiapan pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan berupa kegiatan sosialisasi untuk mendorong inisiasi pengembangan jabatan fungsional dari setiap unit eselon I sehingga volume beban kerja pada Bagian Jabatan Fungsional belum optimal.

Berdasarkan form FP2 dapat diketahui bahwa Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menghasilkan output sebanyak 303 produk yang terdiri dari 90 Form A dan 213 Form B. Adapun produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

1. Penataan Organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan. 2. Surat Rekomendasi Standard Operating Procedures (SOP). 3. Laporan Sementara Tim Evaluasi PMPM.

4. Verifikasi Uraian Jabatan.

5. Laporan Monitoring dan Evaluasi SOP.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut: 1. Rapat terkait dengan pengembangan website Sekretariat Jenderal.

2. Penyusunan bahan workshop peringkat jabatan pelaksana. 3. Usulan formasi pegawai.

4. Rapat dinas tingkat Sekretariat Jenderal. 5. Pemantauan capaian realisasi anggaran.

Untuk lebih memahami analisis beban kerja di masing-masing unit eselon III Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, berikut akan dijelaskan lima bagian yang ada di Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan.

1. Bagian Organisasi I

Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan

evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. b. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis

dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Organisasi I dapat dilihat pada Tabel 3.10.

Tabel 3.10

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Organisasi I

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Organisasi I 1,854.54 1 orang 1 orang 0 1.23 A Sangat Baik

2 Kepala Subbagian Organisasi IA 1,363.75 1 orang 1 orang 0 0.9 B Baik

3 Kepala Subbagian Organisasi IB 1,562.71 1 orang 1 orang 0 1.04 A Sangat Baik

4 Kepala Subbagian Organisasi IC 1,032.00 1 orang 1 orang 0 0.68 D Sedang

5 Pelaksana Bagian Organisasi I 16,321.21 11 orang 10 orang -1 1.08 A Sangat Baik

22,134.21 15 orang 14 orang -1 1.05 A Sangat Baik

Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.10 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Organisasi I memiliki Beban Kerja unit sebesar 22.134,21 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1,05. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, diketahui bahwa jumlah kebutuhan pegawai pada Bagian Organisasi I sebanyak 15 orang, sementara pegawai yang ada sebanyak 14 orang, sehingga Bagian Organisasi I mengalami kekurangan pegawai sebanyak satu orang. Selain itu, form FP2 diketahui bahwa Bagian Organisasi I menghasilkan output sebanyak 83 produk yang terdiri dari 9 Form A dan 74 Form B. Dari 83 produk tersebut terdapat beberapa produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Penataan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

b. Rapat pembahasan usulan penyempurnaan organisasi dengan unit terkait. c. Verifikasi uraian jabatan.

d. Konsinyering dalam rangka analisis beban kerja. e. Rapat pembahasan penunjang tugas pokok dan fungsi.

Kelima produk tersebut melibatkan seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan dalam bentuk pertemuan secara intensif.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut: a. Mengikuti pelantikan.

b. Rapat terkait dengan pengembangan website Sekretariat Jenderal.

c. Penyusunan standar norma waktu di lingkungan Kementerian Keuangan. d. Rapat Kerja Kementerian Keuangan.

e. Seminar implementasi sistem pengawasan lembaga keuangan di Indonesia pasca disahkannya Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan.

2. Bagian Organisasi II

Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. b. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis

dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Organisasi II dapat dilihat pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Organisasi II

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Organisasi II 1,720.13 1 orang 1 orang 0 1.14 A Sangat Baik

2 Kepala Subbagian Organisasi IIA 936.71 1 orang 1 orang 0 0.62 D Sedang

3 Kepala Subbagian Organisasi IIB 1,446.96 1 orang 1 orang 0 0.96 B Baik

4 Kepala Subbagian Organisasi IIC 932.63 1 orang 1 orang 0 0.62 D Sedang

5 Pelaksana Bagian Organisasi II 15,188.46 10 orang 10 orang 0 1.01 A Sangat Baik

20,224.88 14 orang 14 orang 0 0.96 B Baik

Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.11 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bagian Organisasi II memiliki beban kerja unit sebesar 20.224,88 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,96. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Organisasi II. Selain itu, dari Form FP2 dapat diketahui bahwa Bagian Organisasi II menghasilkan 93 produk yang terdiri dari 8 Form A dan 85 Form B, dengan produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Verifikasi Uraian Jabatan.

b. Konsinyering dalam rangka analisis beban kerja. c. Tugas Kesekretariatan Bagian.

d. Verifikasi standar norma waktu eselon I. e. Undangan rapat dari unit lain.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut: a. Penyusunan bahan workshop peringkat jabatan pelaksana.

b. Rapat dinas Sekretariat Jenderal.

c. Penyusunan standar norma waktu di lingkungan Kementerian Keuangan.