• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik

BAB III HASIL ANALISIS BEBAN KERJA SEKRETARIAT JENDERAL

J. Pusat Pembinaan Akuntan dan Penilai Publik

3. Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik

Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisis persyaratan perijinan penilai publik dan usaha jasa penilai, pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, sistem pelaporan usaha jasa penilai, perumusan rancangan kebijakan pembinaan penilai dan hubungan kelembagaan profesi penilai, serta penyajian informasi penilai publik. Dalam

melaksanakan tugas tersebut Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik menyelenggarakan fungsi:

a. Jasa penilai, pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta tindak lanjut atas laporan penilaian dan laporan hasil pemeriksaan usaha jasa penilai publik.

b. Pengembangan dan pemantauan, standar penilaian, pendidikan dan pelatihan penilai, ujian profesi penilai serta perumusan rancangan kebijakan pembinaan penilai dan hubungan kelembagaan profesi penilai publik.

c. Pengumpulan, pengolahan, dan pengembangan sistem pelaporan kegiatan dan keuangan usaha jasa penilai serta penyajian informasi penilai publik.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik dapat dilihat pada Tabel 3.57.

Tabel 3.57

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik 1,565.33 1 orang 1 orang 0 1.04 A Sangat Baik 2 Kepala Subbidang Kelembagaan Usaha dan Penilai Publik 1,533.25 1 orang 1 orang 0 1.02 A Sangat Baik 3 Kepala Subbidang Pengembangan Penilai Publik 1,589.73 1 orang 1 orang 0 1.05 A Sangat Baik 4 Kepala Subbidang Laporan Usaha dan Penilai Publik 1,843.17 1 orang 1 orang 0 1.22 A Sangat Baik 5 Pelaksana Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik 24,550.98 16 orang 11 orang -5 1.48 A Sangat Baik

31,082.46 20 orang 15 orang -5 1.38 A Sangat Baik Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.57 dapat diketahui bahwa pada tahun 2012, Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik memiliki beban kerja unit sebesar 31.082,46 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1,38. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, diketahui bahwa jumlah pegawai yang ada adalah 15, namun kebutuhan pegawai sejumlah 20 orang sehingga Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik memiliki kekurangan pegawai sebanyak lima orang dengan kualifikasi pendidikan S1 Matematika (dua orang), S1 Hukum (satu orang), S1 Akuntansi (satu orang), dan S1 Teknik Sipil (satu orang).

Dalam menjalankan tugas dan fungsi terdapat beberapa hambatan yang terjadi, diantaranya adalah:

a. Subbidang Kelembagaan Usaha dan Penilai Publik (KUPP):

1) Peraturan perundang-undangan yang mengatur jasa penilai masih setingkat Menteri, untuk itu perlu ditingkatkan sehingga mempunyai jangkauan yang lebih luas;

2) Peraturan asosiasi profesi penilai yang tidak fleksibel sehingga mempersulit penilai untuk mengajukan permohonan izin menjadi Penilai Publik.

b. Subbidang Pengembangan Penilai Publik (PPP):

1) Belum adanya pendidikan formal setara strata 1 di bidang penilaian dan masih terbatasnya tenaga pengajar baik dari segi jumlah maupun kualitas, untuk itu perlu adanya kesadaran dan kemauan dari pihak-pihak yang terkait di bidang pendidikan

khususnya instansi pemerintah untuk segera dapat menyelenggarakan pendidikan formal di bidang penilaian sekurang-kurangnya setara strata 1;

2) Peraturan perundang-undangan yang mengatur jasa penilai masih setingkat Menteri, untuk itu perlu ditingkatkan sehingga mempunyai jangkauan yang lebih luas;

3) Masih kurangnya pemahaman pengguna jasa terhadap profesi Penilai Publik, akibatnya jasa yang disediakan oleh Penilai Publik tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh pengguna jasa, sehingga perlu adanya pengenalan profesi Penilai Publik terhadap pengguna jasa.

c. Subbidang Laporan Usaha & Penilai Publik (LUPP):

1) Standar laporan kegiatan usaha masih banyak kelemahan dan validitas laporan kegiatan usaha diragukan, hal ini disebabkan ketidaksadaran Penilai Publik untuk menyampaikan informasi dengan benar dan ketakutan akan ketidakbenaran penggunaan informasi oleh pihak lain yang menggunakan informasi;

2) Peraturan perundang-undangan yang mengatur jasa penilai masih setingkat Menteri, untuk itu perlu ditingkatkan sehingga mempunyai jangkauan yang lebih luas;

3) Sistem dan aplikasi laporan tahunan KJPP sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan kegiatan penilaian dan permintaan informasi oleh PP, KJPP dan pengguna jasa.

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsinya, Bidang Pembinaan

Usaha dan Penilai Publik telah mengikuti beberapa program yang berkaitan dengan

pengembangan SDM, yaitu:

a. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Analisis Hightest and Best Use; b. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Seminar Nasional Integrasi

Manajemen Pertanahan dan Kebijakan Penataan Ruang untuk Optimalisasi Fungsi dan Nilai;

c. Pendidikan dan pelatihan Tata Naskah; d. Pendidikan dan pelatihan Legal Drafting;

e. Pendidikan dan pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa;

f. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Analisis dan Implementasi Perhitungan Teknis Tingkat Diskonto;

g. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Chartered Financial Analyst (CFA);

h. Pendidikan dan pelatihan TOEFL Preparation; i. Pendidikan Dasar Penilaian 1 Properti; j. Pendidikan Dasar Penilaian 2 Properti; k. Pendidikan Dasar Penilaian 1 Bisnis;

l. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Workshop Penilaian Aset Tak Berwujud;

m. Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dengan materi Workshop Penilaian Commercial Property;

n. Ujian Sertifikasi Penilai Tahun 2012.

Berdasarkan form FP2 Bidang Pembinaan Usaha dan Penilai Publik, produk yang memiliki beban kerja tertinggi adalah sebagai berikut:

a. Kegiatan Konsinyering.

Salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan Konsinyering adalah untuk melakukan pembahasan secara internal maupun berkoordinasi dengan asosiasi (MAPPI) mengenai revisi Peraturan Menteri Keuangan dan Standar Penilaian Indonesia.

b. Penyusunan Buku Laporan Kegiatan Kantor Jasa Penilai Publik.

Kegiatan Penyusunan Buku dimaksud memerlukan waktu dalam hal penginputan maupun ketelitian dalam review.

c. Tutorial Aplikasi Laporan Tahunan KJPP.

Kegiatan Tutorial Aplikasi Laporan Tahunan KJPP mengalami peningkatan volume sebesar 112,5% dari tahun 2011 sebesar 8 KJPP menjadi 17 KJPP pada tahun 2012.

d. Pendidikan Penilaian P1-P2, dan P3-P4.

Pendidikan dimaksud diminati oleh pegawai di lingkungan Pembinaan Usaha dan Penilai Publik untuk meningkatkan kompetensi yang menunjang pelaksanaan tugas.

e. Analisis Laporan Tahunan KJPP.

Meningkatnya pelanggaran terhadap ketentuan menyampaikan Laporan Tahunan KJPP mengakibatkan penambahan volume laporan tahunan yang perlu ditindaklanjuti.

Sementara itu, produk yang memiliki beban kerja terendah adalah sebagai berikut:

a. Permohonan Legalisir.

Permohonan legalisir yang diterima jumlahnya tidak banyak.

b. Membuat surat undangan rapat dan permintaan data/tanggapan dari asosiasi dalam

rangka pembinaan Penilai Publik.

Rapat-rapat reguler telah termasuk dalam kegiatan lain sehingga hanya sedikit frekuensi rapat yang bersifat lainnya.

c. Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan Cabang

KJPP.

Volume yang kecil diakibatkan oleh sedikitnya pelanggaran yang dilakukan oleh KJPP dan Cabang KJPP.

d. Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Penilai Publik.

Volume yang kecil diakibatkan oleh sedikitnya pelanggaran yang dilakukan oleh Penilai Publik.

e. Pengunduran Diri Izin Penilai Publik.

Volume yang kecil diakibatkan oleh sedikitnya pengajuan pengunduran diri izin yang dilakukan oleh Penilai Publik.