• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia

BAB III HASIL ANALISIS BEBAN KERJA SEKRETARIAT JENDERAL

E. Biro Sumber Daya Manusia

1. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia

Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

a. Penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek

dan strategis di lingkungan Kementerian.

b. Penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan,

evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan.

c. Penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja

Kementerian.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Perencanaan dapat dilihat pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Perencanaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Perencanaan 1,463.83 1 orang 1 orang 0 0.97 B Baik

2 Kepala Subbagian Perencanaan I 1,372.63 1 orang 1 orang 0 0.91 B Baik

3 Kepala Subbagian Perencanaan II 1,381.47 1 orang 1 orang 0 0.92 B Baik

4 Kepala Subbagian Perencanaan III 1,415.40 1 orang 1 orang 0 0.94 B Baik

5 Kepala Subbagian Evaluasi dan Pelaporan 1,391.19 1 orang 1 orang 0 0.92 B Baik

6 Kelompok Jabatan Fungsional Bagian Perencanaan 1,411.67 1 orang 1 orang 0 0.94 B Baik

7 Pelaksana Bagian Perencanaan 34,016.05 23 orang 23 orang 0 0.98 B Baik

42,452.24 29 orang 29 orang 0 0.97 B Baik

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.5 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Perencanaan memiliki beban kerja unit sebesar 42.452,24 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,97. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Perencanaan. Selain itu, dari form FP2 diketahui bahwa Bagian Perencanaan menghasilkan output sebanyak 98 produk. Adapun produk yang memiliki beban kerja terbesar adalah sebagai berikut:

a. Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kementerian Keuangan memiliki beban kerja tinggi karena dalam tahapan/prosesnya melibatkan semua unit eselon I lingkup Kementerian Keuangan dan di luar Kementerian Keuangan c.q. Bappenas dalam bentuk pertemuan-pertemuan secara intensif.

b. Laporan Sosialisasi dan Asistensi Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki beban kerja tinggi karena pada proses pelaksanaannya melibatkan seluruh unit eselon I lingkup Kementerian Keuangan hampir di semua satker di seluruh Indonesia dalam bentuk monitoring dan evaluasi serta survei secara sampling.

c. Penyusunan Laporan Pengarusutamaan Gender memiliki beban kerja tinggi karena melibatkan semua unit eselon I lingkup Kementerian Keuangan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam bentuk pertemuan secara intensif.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut:

a. Pengajuan Usulan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri.

b. Laporan Monitoring Kegiatan yang Dibiayai Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri.

c. Laporan Triwulanan Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Keuangan.

2. Bagian Penganggaran

Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian.

b. Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Penganggaran dapat dilihat pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Penganggaran

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Penganggaran 1,767.29 1 orang 1 orang 0 1.17 A Sangat Baik 2 Kepala Subbagian Penganggaran I 1,448.32 1 orang 1 orang 0 0.96 B Baik 3 Kepala Subbagian Penganggaran II 1,623.12 1 orang 1 orang 0 1.08 A Sangat Baik 4 Kepala Subbagian Penganggaran III 1,533.73 1 orang 1 orang 0 1.02 A Sangat Baik 5 Kepala Subbagian Tata Usaha Biro 1,349.23 1 orang 1 orang 0 0.9 B Baik 6 Pelaksana Bagian Penganggaran 57,342.68 38 orang 37 orang -1 1.03 A Sangat Baik

65,064.37 43 orang 42 orang -1 1.03 A Sangat Baik

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.6 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Penganggaran memiliki beban kerja unit sebesar 65.064,37 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1,03. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa kebutuhan pegawai pada Bagian Penganggaran secara keseluruhan berjumlah 43 orang, dan pegawai yang ada berjumlah 42 orang sehingga terdapat kekurangan satu orang pegawai. Kekurangan pegawai tersebut dikarenakan terdapat satu orang pegawai (pelaksana) yang sedang mengikuti tugas belajar dan direncanakan akan menyelesaikan pendidikan pada tahun 2012. Berdasarkan analisis kebutuhan, kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk kekurangan pegawai tersebut adalah Diploma III spesialisasi Akuntansi atau Kebendaharaan Negara.

Berdasarkan form FP2 diketahui bahwa Bagian Penganggaran menghasilkan output sebanyak 66 produk. Adapun produk yang memiliki beban kerja terkecil diantaranya sebagai berikut:

a. Penyusunan daftar urut kepangkatan.

b. Laporan lulus sekolah/kuliah serta Laporan perkawinan/pertambahan anak pegawai. Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terbesar antara lain sebagai berikut: a. Pemrosesan DIPA kantor pusat di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan

pagu APBN-P tahun 200x.

b. Pemrosesan DIPA kantor pusat di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan pagu definitif tahun 200x+1.

c. Surat Keluar.

3. Bagian Perbendaharaan

Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi:

a. Pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis

pelaksanaan anggaran Kementerian.

b. Penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti

rugi dan penagihan.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Perbendaharaan dapat dilihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Perbendaharaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Perbendaharaan 1,801.03 1 orang 1 orang 0 1.2 A Sangat Baik 2 Kepala Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I 1,244.25 1 orang 1 orang 0 0.83 C Cukup 3 Kepala Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II 1,177.75 1 orang 1 orang 0 0.78 C Cukup 4 Kepala Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan 1,602.50 1 orang 1 orang 0 1.06 A Sangat Baik 5 Kepala Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus 1,595.28 1 orang 1 orang 0 1.06 A Sangat Baik 6 Pelaksana Bagian Perbendaharaan 48,728.75 32 orang 32 orang 0 1.01 A Sangat Baik

56,149.56 37 orang 37 orang 0 1.01 A Sangat Baik

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.7 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Perbendaharaan memiliki beban kerja unit sebesar 56.149,56 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 1,01. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Perbendaharaan.

Untuk Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I dan II mulai efektif sejak tanggal 2 Mei 2011, hal ini dikarenakan sebelum tanggal dimaksud Bagian Perbendaharaan masih menjalankan tugas dan fungsi Verifikasi Perbendaharaan (PPSPM), sehingga mempengaruhi capaian beban kerja Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I dan II. Berdasarkan form FP2 diketahui bahwa Bagian Perbendaharaan menghasilkan output sebanyak 69 produk, dengan produk yang memiliki beban kerja terbesar adalah sebagai berikut:

a. Perhitungan Rampung Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) memiliki beban kerja tinggi disebabkan jumlah satker yang ditangani dalam perhitungan verifikasi Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan (LPP) TKPKN sangat banyak, yaitu sejumlah 834 Satker di lingkungan Kementerian Keuangan termasuk pemberian TKPKN ke-13.

b. Verifikasi LPP TKPKN lingkup Kementerian Keuangan memiliki beban kerja tinggi dikarenakan pelaksanaan pembayaran dan pertanggungjawaban TKPKN Tahun Anggaran 2011 masih memberlakukan SR-315 tahun 2007 sebagai Standard Operasional

Procedures (SOP), dimana setiap Satker langsung mempertanggungjawabkan

pembayaran TKPKN berupa LPP TKPKN kepada KP unit eselon I masing-masing dan dengan pengantar dari Kantor Pusat Unit Eselon (KP UE) I masing-masing kepada Biro Perencanaan dan Keuangan. Sehingga dalam hal ini Subbagian TKPKN memverifikasi berkas LPP TKPKN dari seluruh Satker sejumlah 384 Satker yang menerima droping TKPKN lingkup Kementerian Keuangan setiap bulannya termasuk TKPKN bulan ke-13. c. Penyelesaian Kerugian Negara melalui Surat Keterangan Tanggung Jawab memiliki

beban kerja tinggi dikarenakan pada prinsipnya pemulihan kerugian negara itu adalah ”secepat-cepatnya dipulihkan”. Sementara itu yang menjadi berat adalah meyakinkan pihak yang bermasalah untuk segera menerima putusan membayar secara langsung melalui Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) supaya ada kepastian hukum. Pada tahun 2011 terdapat 33 kasus kerugian negara yang statusnya dalam tahap penyelesaian melalui SKTJM.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut:

a. Capacity Building dan Pelatihan di Kantor Sendiri terkait dengan Materi TKPKN

memiliki beban kerja rendah karena hanya dilaksanakan 2 kali dalam kegiatan PKS yang dilaksanakan di lingkungan Biro Perencanaan dan Keuangan.

b. Penyusunan himpunan peraturan terkait dengan pelaksanaan pembayaran dan

pertanggungjawaban TKPKN memiliki beban kerja rendah karena himpunan peraturan terkait dengan pelaksanaan dan pertanggungjawaban TKPKN selesai disusun cukup dengan 3 kali kegiatan.

c. Penelaahan atas usulan tarif PNBP yang diajukan oleh unit eselon I di lingkungan

Kementerian Keuangan memiliki beban kerja rendah karena pada tahun 2011 volume usulan tarif PNBP yang dilaksanakan pada Bulan Oktober s.d. Desember relatif sedikit.

4. Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal. b. Penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan.

c. Penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

d. Pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi.

e. Penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian.

f. Penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dapat dilihat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan 1,549.89 1 orang 1 orang 0 1.03 A Sangat Baik 2 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I 1,366.11 1 orang 1 orang 0 0.91 B Baik 3 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II 1,366.11 1 orang 1 orang 0 0.91 B Baik 4 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III 1,366.11 1 orang 1 orang 0 0.91 B Baik 5 Kepala Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV 1,433.73 1 orang 1 orang 0 0.95 B Baik 6 Pelaksana Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan 42,959.95 29 orang 29 orang 0 0.99 B Baik

50,041.90 34 orang 34 orang 0 0.98 B Baik

Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.8 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan memiliki beban kerja unit sebesar 50.041,90 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,98. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak diketahui bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Selain itu, form FP2 diketahui bahwa Bagian

Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menghasilkan output sebanyak 42 produk. Adapun produk yang memiliki beban kerja terbesar adalah sebagai berikut:

a. Laporan Keuangan Bagian Anggaran (BA) 015 Tahunan UAPA Kementerian Keuangan memiliki beban kerja tinggi dikarenakan Laporan Keuangan BA 015 Tahunan mendapatkan opini langsung dari BPK sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Kementerian Keuangan selama 1 (satu) tahun anggaran serta berdampak material dalam mempengaruhi opini Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. b. Laporan Keuangan Bagian Anggaran (BA) 015 Semester I UAPA Kementerian Keuangan

memiliki beban kerja tinggi dikarenakan waktu yang dibutuhkan dalam penyusunan Laporan Keuangan BA 015 Semesteran sangat singkat dibandingkan dengan Tahunan, padahal proses dan jumlah data yang diolah hampir sama besarnya dengan LK BA 015 Semesteran.

c. Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan memiliki beban kerja tinggi dikarenakan asistensi yang dilakukan bersifat menyeluruh mulai tingkat Satker sampai tingkat eselon I meliputi pengecekan validitas data, pencegahan dan penyelesaian masalah, dan sebagainya sehingga diperlukan sumber daya yang tidak sedikit.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut: a. Pembahasan Tri Partit memiliki beban kerja rendah karena pembahasan tripartit (antara

Unit Eselon I, Biro Perencanaan dan Keuangan, dan Badan Pemeriksa Keuangan) sifatnya final, artinya pembahasan temuan dan tindak lanjut antara auditor dan auditee telah dilakukan secara berkesinambungan sebelum dilaksanakannya pembahasan tersebut.

b. Monitoring dan Evaluasi Program Percepatan (dalam Kota) memiliki beban kerja rendah karena monitoring dan evaluasi yang dilakukan hanya sebatas DKI Jakarta dan sifatnya sampling, sehingga tidak terlalu membutuhkan sumber daya yang banyak.

c. Rapat peraturan perundang-undangan memiliki beban kerja rendah karena kegiatan rapat dilakukan secara intern dengan mengundang beberapa narasumber untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan peraturan perundang-undangan terkini.

B. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan

Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Dalam melaksanakan tugas tersebut Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi:

1. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

2. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja.

3. Pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional. 4. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja untuk masing-masing bagian di lingkungan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan dapat dilihat pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan 1 Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan 1,778.67 1 orang 1 orang 0 1.18 A Sangat Baik 2 Bagian Organisasi I 20,383.04 14 orang 14 orang 0 0.97 B Baik 3 Bagian Organisasi II 19,645.42 14 orang 14 orang 0 0.93 B Baik 4 Bagian Ketatalaksanaan I 28,680.86 20 orang 20 orang 0 0.95 B Baik 5 Bagian Ketatalaksanaan II 18,328.25 13 orang 13 orang 0 0.94 B Baik 6 Bagian Jabatan Fungsional 14,212.00 9 orang 13 orang 4 0.73 C Cukup

103,028.23 71 orang 75 orang 4 0.91 B Baik Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.9 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan memiliki beban kerja unit sebesar 103.028,23 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,91. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa kebutuhan pegawai pada Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan secara keseluruhan berjumlah 71 orang, sementara pegawai yang ada berjumlah 75 orang, dengan demikian terdapat kelebihan empat orang pegawai. Kelebihan pegawai ini terdapat pada Bagian Jabatan Fugsional. Hal ini dikarenakan pada tahun 2011 beban kerja yang dilaksanakan masih sebatas pada kegiatan penyempurnaan jabatan fungsional belum mencakup jabatan fungsional di seluruh unit eselon I Kementerian Keuangan sehingga volume beban kerja pada Bagian Jabatan Fungsional belum optimal. Beban kerja yang dilaksanakan masih sebatas kegiatan penyempurnaan Pemeriksa Pajak, Bea dan Cukai, monitoring dan evaluasi Pranata Komputer, serta pelaksanaan tugas Kormonev Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Namun demikian, di masa depan tugas, fungsi dan peran pada jabatan fungsional beban kerjanya akan meningkat sesuai dengan arahan Menteri Keuangan dalam rangka pengembangan jabatan fungsional pada semua unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan form FP2 dapat diketahui bahwa Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menghasilkan output sebanyak 328 produk yang terdiri dari 100 Form A dan 228 Form B. Adapun produk yang memiliki beban kerja terbesar diantaranya sebagai berikut:

1. Surat Rekomendasi Standard Operating Procedures (SOP). 2. Laporan Sementara Tim Evaluasi PMPM.

3. Verifikasi Uraian Jabatan.

4. Laporan Monitoring dan Evaluasi SOP.

5. Penyusunan Keputusan Menteri Keuangan mengenai Pelimpahan Wewenang. Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut: 1. Pembahasan IKU.

2. Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan.

Untuk lebih memahami analisis beban kerja di masing-masing unit eselon III Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, berikut akan dijelaskan lima bagian yang ada di Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan.

1. Bagian Organisasi I

Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. b. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis

dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Organisasi I dapat dilihat pada Tabel 3.10.

Tabel 3.10

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Organisasi I

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Organisasi I 1,689.17 1 orang 1 orang 0 1.12 A Sangat Baik

2 Kepala Subbagian Organisasi IA 1,425.42 1 orang 1 orang 0 0.95 B Baik

3 Kepala Subbagian Organisasi IB 1,471.67 1 orang 1 orang 0 0.98 B Baik

4 Kepala Subbagian Organisasi IC 1,448.83 1 orang 1 orang 0 0.96 B Baik

5 Pelaksana Bagian Organisasi I 14,347.96 10 orang 10 orang 0 0.95 B Baik

20,383.04 14 orang 14 orang 0 0.97 B Baik

Jumlah Kebutuhan

Pejabat/Pegawai Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.10 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Organisasi I memiliki Beban Kerja unit sebesar 20.383,04 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,97. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Organisasi I. Selain itu, form FP2 diketahui bahwa Bagian Organisasi I menghasilkan output sebanyak 70 produk. Dari 70 produk tersebut terdapat beberapa produk yang memiliki beban kerja terbesar diantaranya sebagai berikut:

a. Verifikasi Uraian Jabatan.

b. Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penataan Organisasi. c. Rapat Koordinasi Dalam Rangka Analisis Beban Kerja, dan d. Penyusunan Standar Norma Waktu Analisis Beban Kerja.

Keempat produk tersebut melibatkan seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan dalam bentuk pertemuan secara intensif.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut: a. Penyusunan IKU.

b. Mengajar Diklat ABK dan Analisis Jabatan, dan c. Rapat Pembahasan IKU.

2. Bagian Organisasi II

Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Dalam melaksanakan tugas tersebut Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. b. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis

dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Dengan teknik pengolahan data sebagaimana disebutkan dalam Bab II hasil pengolahan analisis beban kerja pada Bagian Organisasi II dapat dilihat pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11

Rekapitulasi Kebutuhan Pejabat/Pegawai, Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU), Dan Prestasi Kerja Unit (PU) Bagian Organisasi II

No. Unit Organisasi Beban Kerja Selisih EU PU Keterangan

1 Kepala Bagian Organisasi II 1,568.92 1 orang 1 orang 0 1.04 A Sangat Baik 2 Kepala Subbagian Organisasi IIA 1,156.08 1 orang 1 orang 0 0.77 C Cukup 3 Kepala Subbagian Organisasi IIB 1,470.00 1 orang 1 orang 0 0.98 B Baik 4 Kepala Subbagian Organisasi IIC 1,059.50 1 orang 1 orang 0 0.7 C Cukup 5 Pelaksana Bagian Organisasi II 14,390.92 10 orang 10 orang 0 0.95 B Baik

19,645.42 14 orang 14 orang 0 0.93 B Baik

Jumlah Kebutuhan Pejabat/Pegawai

Jumlah Pejabat/Pegawai yang Ada

Jumlah

Dari Tabel 3.11 dapat diketahui bahwa pada tahun 2011, Bagian Organisasi II memiliki beban kerja unit sebesar 19.645,42 orang jam (OJ), dengan tingkat efisiensi sebesar 0,93. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja, tampak bahwa tidak terdapat selisih antara kebutuhan pegawai dan jumlah pegawai yang ada pada Bagian Organisasi II. Selain itu, form FP2 dapat diketahui bahwa Bagian Organisasi II menghasilkan produk sebanyak 79, dengan produk yang memiliki beban terbesar adalah sebagai berikut:

a. Verifikasi Uraian Jabatan.

b. Verifikasi SNW Sekretariat Jenderal, dan c. Tugas Kesekretariatan Bagian.

Sementara itu produk yang memiliki beban kerja terkecil adalah sebagai berikut: a. Rapat dinas Sekretaris Jenderal.

c. Penyiapan bahan masukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pusat. 3. Bagian Ketatalaksanaan I

Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Dalam melaksanakan tugas tersebutBagian Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi:

a. Pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan laporan akuntabilitas kinerja.

b. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan

Dokumen terkait