BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
E. Bagian Produksi
1. Bahan Produksi
Bahan-bahan yang digunakan dalam melakukan proses produksi adalah sebagai berikut:
a. Bahan pokok yang digunakan terdapat 2 jenis, yaitu:
1) Benang katun, merupakan benang yang berasal dari serat kapas. 2) Benang rayon, merupakan benang yang berasal dari serat buatan. b. Bahan penolong, dalam melakukan proses produksinya perusahaan membutuhkan beberapa bahan lagi yang sering disebut dengan bahan penolong, antara lain:
1) Garam, sabun, kanji, minyak tanah, kaustik atau soda ash. 2) Naptol, doskol, reaktif, pigmen, dan direk (untuk warna). 3) Bisulfat yang digunakan untuk menghilangkan bau pewarna.
4) SN untuk mengawetkan bahan agar tidak mudah luntur.
2. Mesin-Mesin Produksi
Mesin-mesin produksi yang digunakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:
1) Mesin Warping
Mesin yang digunakan untuk menggulung kembali benang dalam kons (untuk menggulung benang dalam bentuk kerucut) yang dimasukkan dalam gulungan besar yang disebut boom.
2) Mesin Kelos
Mesin kelos digunakan dalam memproses kembali benang yang putus dalam proses mesin warping, sehingga benang tersebut dapat digunakan untuk proses produksi kembali.
3) Mesin Palet
Mesin palet digunakan untuk menggulung benang pakan ke dalam palet yang selanjutnya benang ini dimasukkan dalam teropong dan melintang pada kain grey/ prima.
4) Mesin Tenun
Mesin tenun digunakan untuk menenun benang lusi dan benang pakan untuk selanjutnya dijadikan kain grey/ prima.
5) Mesin Kanji
Mesin kanji digunakan untuk mengkanji benang lusi, sehingga benang menjadi kuat dalam proses penenunan dan merupakan proses menghaluskan bulu-bulu yang ada pada benang.
6) Mesin Inspecting
Mesin ini digunakan untuk mengontrol kain yang telah jadi dari hasil proses produksi.
7) Mesin Lipat
Mesin ini digunakan untuk melipat kain yang telah ditenun dengan ketentuan aturan lipatan.
8) Mesin Printing
Mesin ini digunakan untuk memberikan corak pada kain sesuai pesanan yang diterima oleh perusahaan.
9) Ketel Uap
Mesin ini digunakan sebagai alat pemanas. 10)Mesin Diesel
Digunakan sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan mesin-mesin yang beroperasi di perusahaan.
11)Mesin Folding
Mesin folding digunakan untuk melipat sekaligus menghitung panjang kain yang dapat diproduksi.
Gambar 4.1 Proses Produksi Tenun
Sumber: PT Iskandar Indah Printing Textile
BENANG
PALET
CUCUK PENGANJIAN PENGHANIAN
MESIN TENUN (LOAMING)
FINISHING/ PEMUTIHAN
KAIN GREY BAIK
INSPECTING/ FOLDING MAIN GREY/ ROLL
RRT TOYODA PICANOL
KAIN PUTIH
3. Proses Produksi
Dapat dilihat pada gambar 4.1 yang merupakan gambar proses produksi kain grey pada departemen weaving di PT Iskandar Indah Printing Textile sebagai berikut:
a. Tahap Pembuatan Benang Lusi dan Benang Pakan
Benang lusi adalah benang yang memanjang atau membujur dalam proses penenunan. Benang digulung ke dalam alat yang disebut boom warping, kemudian diadakan penarikan benang untuk menyusun benang yang disesuaikan dengan banyaknya benang pada lebar kain yang akan dibuat.
Benang pakan adalah benang yang menyilang dan menganyam dalam proses penenunan. Benang ini diproses melalui mesin kelos, setelah itu diteruskan ke mesin palet yang akan menggulung benang ke dalam kayu klinting yang telah berisi benang dan dipindahkan ke bagian penenunan bersama-sama.
b. Tahap Penghanian (Warping)
Pada tahap ini, proses menggulung akan dimulai sekaligus menentukan jumlah panjang benang lusi, untuk membuat kain yang lebih halus maka gulungan yang dibuat harus lebih rapat. Demikian pula untuk membuat kain yang semakin lebar maka akan membutuhkan jumlah benang yang semakin banyak.
c. Tahap Penganjian (Sizing)
Proses ini berfungsi untuk memperkuat benang agar tidak mudah putus saat proses produksi. Cara yang digunakan adalah benang yang telah disiapkan dalam proses warping dimasukkan dalam mesin stalk dan dicampur dengan obat yang dapat menguatkan benang, yaitu acrylic, strach, tapioca, lilin dan air.
d. Tahap Cucuk (Racing)
Pada tahap ini benang dimasukkan lewat mata jarum ke sisir/ gun. Jumlah mata sisir sesuai dengan jumlah yang tersedia pada saat penganjian dan selanjutnya dipasangkan ke dalam mesin tenun.
e. Pemaletan
Pada tahap ini dilakukan proses penggulungan benang untuk menentukan panjang benang yang melintang, sehingga dapat menentukan lebar pada kain yang akan ditenun.
f. Tahap Menenun
Tahap ini merupakan proses penenunan benang menjadi kain/ roll yang masih mentah. Di perusahaan ini terdapat tiga jenis mesin yang berbeda, antara lain adalah mesin TOYODA, mesin Picanol, dan mesin RRT. Output dari tahap persiapan yang berupa benang lusi dan benang pakan dimasukkan pada mesin tenun. Para operator akan terus mengawasi kelancaran proses penenunan tersebut. Selain mengawasi, operator juga bertugas menyambung proses penenunan yang putus (mesin otomatis akan berhenti jika
terdapat benang yang putus), selain itu mereka juga bertugas memeriksa serta memasukkan teropong benang dan menggantinya jika harus diganti. Mesin tenun ini otomatis akan menggulung hasil output yang dihasilkan.
g. Tahap Penyelesaian
Fungsi dari tahap ini akan menyempurnakan hasil dari tahap sebelumnya. Beberapa proses yang akan dilakukan pada tahap ini adalah:
a) Inspection
Inspeksi adalah memeriksa kain yang dihasilkan dari mesin tenun, apakah ditemukan kain rusak atau tidak, dan apakah perlu dilakukan perbaikan.
b) Repairing
Repairing adalah memperbaiki hasil anyaman yang rusak.
c) Smashing
Smashing adalah membersihkan sisa-sisa benang pada kain.
d) Folding
Gambar 4.2 Proses Produksi Printing
Sumber: PT Iskandar Indah Printing Textile
Proses selanjutnya adalah proses printing. Proses ini digambarkan pada gambar 4.2, yang terdiri atas lima tahapan, yaitu:
a) Sablon
Sablon merupakan proses pemberian corak dan pemberian warna pada kain.
b) Steaming
Steaming merupakan proses untuk menguatkan warna, sehingga saat pencucian tidak luntur.
c) Pencucian
Pencucian merupakan proses pencucian kain dengan air dingin, kemudian dicuci kembali dengan air panas, lalu dicuci kembali dengan air dingin.
KAIN PUTIH PENGHALUSAN DRYING PENCUCIAN STEAMING SABLON
d) Drying
Drying merupakan proses pengeringan kain yang telah dicuci.
e) Penghalusan
Penghalusan merupakan proses penghalusan dari kain yang telah dikeringkan, sehingga kain yang dihasilkan menjadi halus dan rapi dan siap untuk dijual.
4. Hasil Produksi
PT Iskandar Indah Printing Textile dalam produksinya menghasilkan kain grey dengan berbagai ukuran sesuai jenis pesanan dari pelanggan, selain itu perusahaan juga menghasilkan kain sarung dan macam-macam jenis batik.
5. Penetapan Standar Kualitas
PT Iskandar Indah Printing Textile telah menentukan standar kualitas yang harus dicapai dalam proses produksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas kain yang dihasilkan perusahaan. Penetapan standar kualitas dilakukan selain untuk memenuhi kepuasan konsumen juga untuk menanam dan menjaga kepercayaan konsumen atas produk kain yang dihasilkan oleh perusahaan. Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi antara lain:
a) Putus lusi, yaitu putusnya kain yang memanjang.
b) Putus pakan, yaitu putusnya benang tenun yang melintang.
c) Double lusi, yaitu terdapat dua atau lebih benang lusi yang menempel.
d) Double pakan, yaitu terdapat dua atau lebih benang pakan yang menempel.
e) Penenunan loncat, yaitu terdapat penenunan yang tidak berurutan polanya.
f) Kotor oli, yaitu hasil tenunan yang kotor terkena tumpahan oli pada mesin.
Standar yang telah ditetapkan perusahaan untuk tahap akhir pada proses produksi adalah sebagai berikut:
a) Tepi tidak sobek-sobek b) Tidak putus lusi
c) Tidak putus pakan
d) Tebal lapis sama/ sesuai ukuran
e) Tidak double pakan
f) Dan penenunan urut/ tidak loncat-loncat.