• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar Siswa (BAS)

Dalam dokumen Pengintegrasian Pendidikan Karakter ke D (Halaman 149-153)

DISKUSI HASIL PENELITIAN

A. Perangkat Pembelajaran 1 Silabus

5. Bahan Ajar Siswa (BAS)

Hasil pengembangan terhadap perangkat Bahan Ajar Siswa yang melibatkan beberapa stakeholders dari unsur sekolah maka Bahan Ajar Siswa dari hasil studi awal yang berpedoman pada silabus diintegrasikan nilai-nilai karakternya sehingga masuk dalam Bahan Ajar Siswa. Berikut ini pengertian Bahan Ajar Siswa dari salah satu sumber,

Bahan Ajar atau learning material, merupakan materi ajar yang dikemas sebagai bahan untuk disajikan dalam proses pembelajaran. Bahan pembelajaran dalam penyajiannya berupa deskripsi yakni berisi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip, norma yakni berkaitan dengan aturan, nilai dan sikap, serta seperangkat tindakan/keterampilan motorik. Dengan demikian, bahan pembelajaran pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan dan keterampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasan tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Depdiknas, 2008a)

Hasil perbandingan antara hasil pengembangan dengan teori sudah sesuai, misalnya Bahan Ajar Siswa merupakan bahan yang disajikan kepada peserta didik pada saat pembelajaran, Bahan Ajar Siswa berisi fakta-fakta sesuai pokok bahasan, dan lain sebagainya. Bahan Ajar Siswa hasil pengembangan juga layak digunakan dengan sedikit revisi, masing-

masing validator memberikan penilaian kelayakan terhadap Bahan Ajar Siswa dengan skor rata-rata masing-masing komponen adalah isi 4.10 dengan kriteria baik, dan bahasa 3.82 dengan kriteria baik.

Harapan Peneliti terhadap guru, yaitu untuk memperbanyak informasi seputar bahan ajar siswa baik di media cetak, online, dan lain-lain. Agar bahan ajar siswa lebih variatif dan penilaian terhadap siswa lebih valid serta guru bisa lebih mandiri lagi dalam penyusunan bahan ajar siswa (BAS).

Proses pembuatan perangkat Bahan Ajar Siswa dilakukan beberapa guru kelas dengan berkoordinasi dengan rekan guru, kepala sekolah, dan pengawas TK/SD Kecamatan pada saat jam kosong atau pada sela-sela istirahat, ini dikarenakan beberapa guru kelas tidak bisa membawa tugas sekolah ke rumah dengan alasan yang beraneka ragam. Sebaiknya beberapa guru kelas mengadakan KKG/MGK pada setiap bulan guna membahas tentang perangkat silabus ini agar lebih seragam atau padu antar kecamatan pada umumnya dan antar gugus pada khususnya.

Implikasi-implikasi selama proses pengembangan perangkat pembelajaran khususnya perangkat silabus ini diantaranya, membutuhkan ketelitian dalam proses pembuatan Bahan Ajar Siswa berkarakter yang sesuai harapan, mulai diskusi dengan rekan guru, memahami karakteristik siswa, serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter tersebut.

Simpulan perangkat Bahan Ajar Siswa di atas bahwa hasil pengembangan sesuai dengan teorinya, guru hendaknya lebih gemar

membaca dan lebih pro aktif dalam menggali informasi di media cetak, online, dan sebagainya. Perlu diadakan kelompok kerja guru (KKG) minimal 1 bulan sekali dan perangkat silabus ini memerlukan proses yang cermat guna mencapai hasil yang maksimal.

B. Nilai-nilai Karakter yang Sesuai diintegrasikan ke Dalam Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas Tinggi Sekolah Dasar

Nilai karakter yang sesuai dengan pembelajaran IPS di kelas tinggi SD dalam penelitian ini berjumlah 11 karakter. Data nilai karakter yang sesuai dengan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial kelas tinggi disekolah dasar diperoleh dengan menggunakan analisis data, dengan cara mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) IPS di kelas tinggi sekolah dasar untuk menentukan apakah nilai-nilai karakter yang tercantum itu sudah tercakup didalamnya, kemudian memilih nilai karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD IPS kelas tinggi sekolah dasar dengan nilai karakter dan indikator dan kemudiaan divalidasi. Sesuai dengan teori dalam menentukan nilai-nilai karakter sebagai berikut,

Pengintegrasian nilai-nilai karakter, yaitu dengan cara mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI), kemudian memilih nilai karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indicator pencapaian kompetensi mata pelajaran IPS di kelas tinggi Sekolah Dasar (Kemendiknas, 2010).

Hasil perbandingan antara hasil pengembangan dengan teori sudah sesuai dan menghasilkan nilai dan deskripsi karakter IPS di kelas tinggi SD yang meliputi: religius, toleransi, disiplin, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, semangat

kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, senang membaca, dan peduli lingkungan.

Harapan peneliti kepada para guru kelas terutama di SDN 8 Karangharjo Kecamatan Glenmore Banyuwagi dalam menentukan nilai karakter yang sesuai dengan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di kelas tinggi sekolah dasar hendaklah dilakukan berulang-ulang dan disesuaikan antara SK/KD dan indikator dengan nilai karakter yang terkandung dalam tujuan pembelajaran, serta divalidasi oleh pakar yang ahli dalam bidang ke SDan.

Berdasarkan masukan dari para pakar dan telah dilakukan penilaian atau validasi sebagaimana dipaparkan dalam bab IV, dapat diketahui bahwa nilai-nilai karakter yang dipilih sesuai dengan SK/KD dan indikator pencapaian kompetensi Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas tinggi sekolah dasar, dengan demikian nilai-nilai karakter yang dipilih telah sesuai dengan syarat-syarat pengintegrasian pendidikan karakter ke dalam pembelajaran. Nilai-nilai karakter yang terpilih dinyatakan sesuai diintegrasikan ke dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di kelas tinggi sekolah dasar.

Implikasi-implikasi selama proses pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran IPS di kelas tinggi SD ini diantaranya, guru kurang teliti dalam menentukan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan SK/KD, atau indikator pencapaian kompetensi, ketidaksesuaian nilai-nilai karakter pada SK/KD, atau indikator pencapaian kompetensi, dan lain-lain.

Simpulan pernyataan di atas bahwa hasil perbandingan antara hasil pengembangan dan analisis data disimpulkan adanya sistematika yang padu. Guru

kelas dalam memasukkan nilai-nilai karakter hendaknya melakukan berulang- ulang dan disesuaikan antara SK/KD dan indikator dengan nilai karakter yang terkandung dalam tujuan pembelajaran, serta divalidasi oleh pakar yang ahli dalam bidang ke SDan, salah satu implikasi yang muncul yaitu ketidaksesuaian nilai-nilai karakter pada SK/KD, atau indikator pencapaian kompetensi, dan lain- lain.

C. Wujud Pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalamPembelajaran IPS

Dalam dokumen Pengintegrasian Pendidikan Karakter ke D (Halaman 149-153)