TEKNOLOGI DAN PRODUKSI BENIH (AGT 225)
PERKECAMBAHAN PADA LINGKUNGAN SUB OPTIMAL
A. Bahan dan Alat
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum acara ini antara lain: benih tanaman padi 3x20 biji, larutan garam nacl dengan konsentrasi 0 ppm,
2500 ppm, dan 5000 ppm, aquadest,petridish, kertas merang. pinset, sprayer.
B. Prosedur kerja
1. Siapkan larutan garam dengan konsentrasi 0 ppm, 2500 ppm, dan 5000 ppm.
2. Siapkan petridish dengan diberi kertas merang dan diberi identitas perlakuan dengan kertas label kemudian semprot dengan menggunakan sprayer sesuai dengan perlakuan sampai lembab. 3. Masing-masing benih dikecambahkan sesuai dengan perlakuan. 4. Lakukan pengamatan selama 8 hari setiap hari, dan hasil ditulis
dan dilakukan penghitungan indeks vigor dan prosentase perkecambahan.
76 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 2 Hasil pengamatan perkecambahan pada lingkungan sub optimum.
Benih Perlakuan % perkecambahan
Padi 0 ppm 100%
2500 ppm 75%
5000 ppm 45%
% perkecambahan = jumlah benih tumbuh / jumlah seluruh benih x 100% 1. perlakuan 0 = 20 / 20 x 100% = 100% 2. Perlakuan 2500 = 15 / 20 x 100% = 75% 3. Perlakuan 5000 = 9 / 20 x 100% = 45% Indeks vigor : 0 ppm = 27,86; 2500 ppm = 13,55; 5000 ppm = 4,815 B. Pembahasan Gambar 7 (penyemprotan 0 ppm)
77 Gambar 8 (penyemprotan 2500 ppm)
78 Lingkungan sub optimal adalah suatu lingkungan/lahan tanaman tumbuh pada kondisi lingkungan cuaca yang bervariasi dan berbagai lahan. Lingkungan merupakan salah satu syarat penting bagi perkecambahan . air, temperatur yang tidak membatasi, dan udara yang cocok diperlukan bagi perkecambahan biji yang tidak mengalami masa dormansi, atau sesudah biji matang. Umumnya, kondisi yang baik bagi pertumbuhan semai, juga baik untuk perkecambahan. Biji pada spesies yang berbeda, mempunyai perbedaan genetis dan lingkungan yang dapat menentukan dormansi. Perkecambahan tidak tidak dapat berlangsung hingga hilangnya masa dormansi melalui pengaruh lingkungan tertentu dalam waktu cukup lama (Kuswanto, 1997).
Kemampuan benih untuk tumbuh normal pada keadaan lingkungan yang sub optimal disebut dengan vigor benih. Adanya keadaan sub optimal yang tidak menguntungkan dapat menambah segi kelemahan benih dan mengakibatkan turunnya persentase serta lemahnya pertumbuhan selanjutnya. Semua benih harus mempunyai kekuatan tumbuh yang tinggi, sehingga bila ditanam pada kondisi lapangan yang beraneka ragam akan tetap dapat tumbuh sehat dan kuat serta berproduksi tinggi dengan kualitas baik (Sutopo, 2002).
Standar metode pengujian vigor yang ada selama ini mengacu pada ketentuan ISTA. Sebagai langkah pertama dalam pengujian benih adalah menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan ISTA. Pengujian benih ditunjukan untuk mengetahui mutu atau kualitas benih. Informasi tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi produsen, penjual maupun konsumen benih. Mereka dapat
79 memperoleh keterangan yang dapat dipercaya, tentang mutu atau kualitas dari suatu benih. Dalam proses pengujian benih yang diujikan antara lain viabilitas, benih atau daya hidup benih, struktur pertumbuhan, uji kesehatan benih. Dalam pengujian benih langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain (1) pengambilan contoh benih, (2) pengujian kemurnian benih, (3) pengujian kadar air, (4) uji daya kecambah (5) uji kekuatan tumbuh benih atau uji kesehatan benih (ISTA. 2010).
Salinitas merupakan keadaan lingkungan yang terakumulasi garam sehingga menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh normal. Salinitas biasanya dipicu kekeringan yang cukup panjang sehingga terjadi pengendapan pada tanah (Belo, S.M., F.C. Suwarno. 2012).
Larutan salin dapat dibuat dengan cara melarutkan garam pada air yang telah disesuaikan kebutuhannya. Tujuannya agar memudahkan pengujian tingkat salinitas yang dapat meningkakan toleransi dari benih atau tanaman itu sendiri.
Kerusakan yang ditimbulkan salinitas pada benih yang peka dapat berupa : a) penghambatan pertumbuhan karena masuknya air dengan potensial larutan tinggi dari larutan kultur, b) gangguan penghambatan metabolism normal akibat akumulasi Na tinngi dan, c) penghambatan penyerapan kation esensial oleh benih (Alam, 1999).
Garam yang ada dalam biji akan menghambat perkecambahan biji, karena dalam pekecambahan hal yang paling utama dan yang pertama adalah air yang masuk ke dalam biji. Dengan adanya air ini proses perkecambahan
80 selanjutnya akan berlangsung. Semakin besarnya konsentrasi garam pada media perkecambahan, berarti makin besar air yang hilang dari dalam biji, sehingga vigor semakin menurun. Konsentrasi air yang rendah di luar biji (konsentrasi larutan di luar biji dinaikkan), yaitu dengan menambahkan sejumlah NaCl ke dalam larutan, maka air akan berkurang atau sama sekali tidak akan masuk ke dalam biji. Jadi bretambah kecil konsentrasi air (bertambah tinggi konsentrasi larutan) di luar biji, bertambah sedikit pula air yang masuk ke dalam biji yang direndamkan ke dalam larutan tadi (Kamil, 1979).
Kecilnya air yang diserap dan daya kecambah suatu benih, dapat diakibatkan tidak adanya penyerapan pada benih bahkan kemungkinan air dalam benih keluar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan penyerapan air oleh biji yaitu berdasarkan peningkatan tekanan hidrostatik. Kecepatan penyerapan air adalah berbanding terbalik dengan jumlah air yang diserap terlebih dahilu oleh benih. Jadi, kecepatan penyerapan pada permulaan tinggi dan kemudian melambat sejalan dengan naiknya tekanan hidrostatik sampai tercapai keseimbangan (Sutopo, 2002).
Praktikum Teknologi dan Produksi Benih acara Perkecambahan pada Lingkungan Sub Optimal dilakukan dengan mengecambahkan benih padi diatas kertas merang yang diletakkan pada 3 buah petridish. Dalam 1 petridish diletakkan masing – masing kertas merang yang dibasahi oleh air steril, larutan NaCl 2500 ppm, dan larutan NaCl 5000 ppm. Benih padi yang dikecambahkan diamati selama 8 hari pertumbuhannya kemudian dihitung benih yang berkecambah. Setelah 8 hari, data yang telah diperoleh lalu dihitung prosentase
81 perkecambahannya. Dari hasil pengamatan diperoleh persen perkecambahan kontrol 100%, perlakuan 2500 ppm 75% dan perlakuan 5000 ppm 45%. Nilai indeks vigor juga menunjukan hasil yang selaras yaitu kontrol 27,86, perlakuan 2500 ppm NaCl 13,55 dan perlakuan 5000 ppm NaCl sebesar 4,815. Hal tersebut menunjukan pengaruh NaCl terhadap perkecambahan padi adalah negatif dimana NaCl di sekitar benih padi menurut Sadjad (1974) bila tanah terlalu Salin dan NaCl yang diserap terlalu banyak maka akan menghambat proses metabolisme dalam benih.
82 V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :
1. Perkecambahan dengan menggunakan konsentrasi NaCl 0 ppm lebih tinggi dibandingkan dengan 2500 dan 5000 ppm
2. Semakin besar konsentrasi garam pada media perkecambahan maka air yang hilang dari dalam biji semakin besar akibat menurunnya tekanan osmotik, sehingga vigor semakin menurun. 3. Tanaman yang ditanam pada kondisi yang sub – optimal akan tetap
dapat tumbuh namun tingkat perkecambahannya lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada kondisi yang optimal.
83 DAFTAR PUSTAKA
Alam, 1999. Nutrient uptake by plants under stress conditions. Marsel Decker, Inc.p. 285- 314
Belo, S.M., F.C. Suwarno. 2012. Peran Mutu Fisiologik Benih dan Pengembangan Industri Benih Tanaman Industri. Jurnal Litbang Petanian, 21 (3) 84-91.
Harrington, J. F. 1972. Seed storage and longevity. p. 145-246., T. T. Kozlowski Ed. Seed Biology. Vol. 111. Academic Press. New York.
Justice, O. L dan Lois, N. Bass. 1990. Praktek dan Penyimpanan Benih. Rajawali Pers: Jakarta.
Kamil, J. 1986. Teknologi Benih 1. Angkasa Raya: Padang.
Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologio Benih, Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. CV Bina Aksara: Jakarta.
Kuswanto, H. 1997. Analisis Banih. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Sadjad, Sjamsoe’oed. 1995. Dari Benih Kepada Benih. PT Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta.
84 LAMPIRAN
85 ACC
86 FOTO ACARA IV
88 BIODATA
Nama : Ahmad Syarif Hidayatullah Alamat lengkap :
Alamat Kos : Jalan Ahmad Jaelani RT 01 RW 04 Nomer 17 Kelurahan Karangwangkal
Kec. Puwokerto utara
Alamat Asal : Desa Kauman RT 08 RW 04 Nomer 50 Kec. Wiradesa Kab. Pekalongan
Fakultas : Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Jurusan : S1 Agroteknologi
Email : [email protected]
Twitter : @hidasya
89
LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI DAN PRODUKSI BENIH (AGT 225)
ACARA V