Kadar glukosa darah
3.7. Bahan dan Cara kerja
Dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada semua murid kelas I–VI dari empat SD yang telah ditentukan, berat badan ditentukan dengan menggunakan alat penimbang Camry yang telah ditera sebelumnya dengan kapasitas sampai 125 kg. Pencatatan dilakukan dalam kg dengan desimal (sensitif sampai 0.1 kg). Semua subyek penelitian ditimbang tanpa sepatu atau alas kaki, hanya pakaian sekolah sehari – hari saja. Tinggi badan diukur dengan menggunakan alat Microtoa 2 M terbuat dari metal, dengan ketepatan 0.5 cm. Tinggi badan di ukur pada posisi tegak lurus menghadap ke depan tanpa alas kaki, tumit dan bokong menempel pada dinding. Untuk melihat angka pada pengukuran tinggi, pembatas microtoa ditarik tegak lurus dan tepat di atas kepala, selanjutnya dihitung nilai IMT ( berat badan / tinggi badan2 = kg/m2 ). Seorang murid dikategorikan obesitas apabila IMT ≥ P95. Pengukuran dilakukan oleh tenaga medis. Formulir catatan masukan makanan dikirimkan pada hari (H) – 7 sebelum hari pengumpulan data. Terdapat 2 macam formulir
yaitu untuk subjek dan orangtua. Subjek dan orangtua mencatat masukan makanan subjek selama 3 hari. Pada hari H orangtua subjek diundang untuk wawancara dan konfirmasi catatan makanan, apabila orangtua tidak bisa hadir maka dilakukan kunjungan rumah. Anak dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I mendapat intervensi diet dan aktifitas fisik sedangkan kelompok II tidak mendapat intervensi. Malam hari sebelum hari pengambilan sampel darah, mulai pukul 23.00 wib subjek tidak boleh makan atau minum lagi kecuali air putih. Pada hari pengambilan sampel setelah puasa 8 jam diambil darah puasa dengan menggunakan alat “Blood glucose test meter” merk Gluco Dr. Buatan Korea Selatan tahun 1999. Sampel darah yang diambil adalah darah kapiler dengan cara menusuk jari dengan hemolet, diteteskan satu tetes (0,05 cc) pada glucose test kemudian ditunggu ± 10 detik untuk dibaca pada alat. Pada penelitian ini dilakukan intervensi diet dengan pengurangan kalori 200 – 500 kkal/hari dengan target penurunan berat badan 0.5 kg/minggu. Dan aktifitas fisik dengan berjalan kaki selama 20 – 30 menit perhari dilakukan sebelum masuk kelas dan bekerjasama dengan guru olahraga di sekolah. Penurunan berat badan ditargetkan sampai mencapai ± 10% diatas berat badan ideal atau cukup dipertahankan agar tidak bertambah karena pertumbuhan linier masih berlangsung. Intervensi ini dilakukan selama satu bulan. Kemudian diperiksa kembali setelah selesai intervensi.
3.8. Definisi Operasional 1. Subjek
Subyek pada penelitian ini adalah murid obesitas di SD kota Medan, mulai kelas I sampai kelas VI dan memenuhi kriteria penelitian.
a. Umur
Umur anak diperoleh dari catatan tanggal lahir pada kuisioner dan didukung data dari sekolah bersangkutan. Umur dinyatakan dalam tahun, 5 tahun adalah 5 tahun 11 bulan 29 hari; 6 tahun adalah 6 tahun 11 bulan 29 hari dan seterusnya.
b. Jenis kelamin
Jenis kelamin ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik. 2. Pengukuran dan intervensi
a. Berat badan
Dipakai alat penimbang Camry yang telah ditera sebelumnya dengan kapasitas sampai 125 kg. Pencatatan dilakukan dalam kg dengan desimal (sensitif sampai 0.1 kg). Semua subyek penelitian ditimbang tanpa sepatu atau alas kaki, hanya pakaian sekolah sehari-hari saja. b. Tinggi badan
Alat pengukur tinggi badan yang digunakan adalah Microtoa 2 M terbuat dari metal, dengan ketepatan 0.5 cm. Tinggi badan di ukur pada posisi tegak lurus menghadap ke depan tanpa alas kaki.
c. Lingkar lengan atas
Pengukuran lingkar lengan atas (LLA) dilakukan dengan alat pengukur terbuat dari pita plastik yang tidak melar. Pita di kalibrasi sampai ukuran 1
mm. Pengukuran dilakukan di lengan kiri atas pertengahan olekranon dan akromion pada keadaan lengan anak tergantung. Hasil disajikan dalam persentil menurut umur dan jenis kelamin.
d. Lingkaran pinggang dan pinggul
Pengukuran lingkaran pinggang dilakukan dengan cara subyek berdiri tegak, kedua lengan disamping,perut relaksasi, lokasi pengukuran setinggi pertengahan tulang iga paling bawah dengan puncak iliaka mid axillary line. Pengukuran lingkaran pinggul adalah melingkar setinggi bagian pantat yang paling menonjol. Perbandingan lingkar pinggang dengan lingkar pinggul (waist to hip ratio) optimal adalah tidak lebih dari 0.8. Indeks tersebut dihubungkan dengan resiko morbiditas yaitu bila didapatkan indeks ≥ 0.8. Dikatakan memiliki bentuk apple shape dan resiko peningkatan tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan diabetes. f. Tekanan darah
Pengukuran tekanan darah dilakukan diruangan yang tenang menggunakan tensimeter air raksa. Digunakan sphygmomanometer air raksa merek Nova mengukur maksimum 300 mm Hg dengan ketepatan 2 mm Hg dan stetoskop merek Litmann. Ukuran manset yang digunakan disesuaikan dengan ukuran tubuh. Setelah anak istirahat, setidaknya 5 menit dalam posisi duduk, pengukuran tekanan darah sisitolik dan diastolik dapat dilakukan. Pengukuran tekanan darah dilakukan dua kali pada masing-masing anak, kemudian diambil rata-rata pengukuran tersebut. Dilakukan pengukuran yang ketiga jika didapatkan perbedaan yang lebih atau sama dengan 5 mmHg. Posisi pasien berbaring telentang
dengan lengan lurus disamping badan,lokasi pengukuran pada lengan atas kanan. Batasan tekanan darah sistolik untuk anak usia 1-13 tahun adalah pertama terdengar bunyi korotkoff I, tekanan darah diastolik adalah bunyi korotkoff IV mulai menghilang. Nilai normal tekanan darah sistolik maupun diastolik adalah ≤ P95 menggunakan kurva persentil tekanan darah untuk anak dan remaja.
g. Pemeriksaan kadar glukosa darah puasa
Darah diambil di sekolah masing-masing setelah anak puasa 8 jam, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan “Blood glucose test meter”. Merk Gluco Dr. Kadar glukosa darah puasa (darah kapiler) dikatakan bukan DM bila kgd <90 mg/dl, belum pasti DM bila kgd 90 – 109 mg/dl dan DM bila kgd ≥ 110 mg/dl.
3. Wawancara dan kuisioner
Data-data tambahan yang diperlukan diperoleh dengan melakukan wawancara kepada subyek dan kuisioner untuk orangtua subyek.
4. Masukan energi
Variabel yang dipakai adalah pola pemberian makanan dan perilaku makan serta kesadaran akan obesitas. Data dikumpul dari catatan makanan subyek, wawancara dan analisis diet. Pencatatan makanan dilakukan selama 3 hari, perkiraan jumlah makanan yang dikonsumsi menggunakan ukuran rumah tangga yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kalori.
5. Aktifitas fisik
Aktifitas sehari-hari (tidur, belajar, bermain, menonton tv, transportasi ke sekolah) dinilai jenis dan lamanya serta disesuaikan jumlah kalori yang digunakan, kemudian dibandingkan dengan standar. Pada penelitian ini dilakukan aktifitas fisik berupa berjalan kaki selama 20-30 menit/hari.
6. Klasifikasi status gizi
Penentuan klasifikasi status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Menurut rekomendasi WHO :
- Obes > P95 - Overweight > P85 - Normal P5 – 85
3. 9. Analisa Data
Pengolahan data dan analisa statistik menggunakan perangkat lunak SPSS for window 10.0. Disain analitik dipakai untuk menganalisis variabel – variabel yang diduga berperan. Uji statistik yang dipakai dalam penelitian ini adalah uji x2dan uji t – dependent. Dikatakan bermakna bila nilai p < 0.05.
BAB IV