• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daur Hidup Pyricularia oryzae

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di lahan persawahan masyarakat Kelurahan

Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan dengan ketinggian ± 28 m diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober

2007 samapai Februari 2008.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih varietas IR 64, Ciherang, Cisanggarung, pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCL, Gliserin

Adapun alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul, garu, meteran, kalkulator dan alat tulis, Deck glass, tiang, haemocytometer, mikroskop, timbangan, sabit, Hygrometer, tali plastik, papan nama..

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan RAK faktorial dengan 2 faktor yaitu:

Faktor I Varietas Padi. V1 : IR 64

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

V2 : Ciherang V3 : Cisanggarung Factor II Jarak Tanam A1 : 15 cm x 15 cm A2 : 25 x 25 cm A3 : 35 x 35 cm

Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan Jumlah ulang : (t-1) (r-1)>15 ( 9 – 1 ) (r-1) >15 8 r-8 >15 8 r >23 r >2,87 Jumlah ulangan = 3

Jumlah unit percobaan = 27 Plot

Adapun kombinasi perlakukan sbb : A1V1 A2V1 A3V1

A1V2 A2V2 A3V2 A1V3 A2V3 A3V3

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus Area Under Diseases Progress Curva AUDPC =

(

i i

)

n i i i t t Y Y −       + + +

1 1 1 2

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

n = Pengamatan akhir

Yi = Intensitas penyakit pada pengamatan ke-i t = Waktu pengamatan

( Sinaga, 2004 )

Dan juga dengan sidik ragam berdasarkan model linier, sebagai berikut : Y ijk =µ + ρI + βk +(αβ)jk + ijk

Yij : hasil pengamatan pada perlakuan pada taraf ke-j dengan beberapa varietas ke-i

µ : nilai tengah sebenarnya ρ1 : pengaruh blok ke-I

βk : pengaruh beberapa varietas pada taraf ke-k (αβ)jk : pengaruh interaksi pada taraf ke-j dan taraf ke-k ∑ijk : pengaruh galat pada unit percobaan.

Pelaksanaan Penelitian

Penyemaian benih

Tanah untuk media semai dibersihkan,diratakan dan dibuat bedengan dengan ketinggian 10 cm dengan ukuran 1,5 m x 1,5 m sebanyak 3 bedengan untuk penyemaian 3 varietas padi. Ditaburkan pupuk urea sebanyak 2 kg dan TSP 200 gram untuk seluruh bedengan tersebut. Sebelum penyemaian benih, benih

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

dimasukkkan kedalam goni dan direndam selama ( 48 jam ), setelah 2 hari benih ditaburkan secara merata diatas bedengan.

Pengolahan Tanah

Pembersihan

Sebelum tanah sawah dibajak harus dibersihkan lebih dahulu dari jerami atau rumput yang ada. Dikumpulkan disuatu tempat dan dibakar atau dijadikan kompos.

Pembajakan

Pembajakan dengan jetor sebanyak 2 kali , yang pertama pembajakan kasar dan setelah seminggu kemudian dilakukan pembajakan halus dengan kedalaman 12 – 20 cm.

Penggaruan

Penggaruan dilakukan berulang – ulang sehingga lahan benar – benar bersih dari sisa jerami.

Penanaman

Bibit yang akan dicabut adalah bibit yang sudah berumur 25 – 30 hari, berdaun 5 – 7 helai. Bibit yang digunakan adalah bibit yang sehat, tingginya

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

± 25 cm, batangnya besar dan kuat, bebas dari serangan hama dan penyakit dan tingginya seragam. Pencabutan bibit dilakukan pada pagi hari. Bibit diikat untuk mempermudah pengangkutan. Penanaman dilakukan dengan berjalan mundur, tangan kiri memegang bibit dan tangan kanan menanam, tiap lubang ditanam 2 atau 3 batang bibit dengan kedalaman ± 3 cm atau 4 cm. Penanaman tegak lurus.

Pemupukan

Pemupukan tanaman dilakukan pada saat tanaman berumur 2 , 5 dan 7 minggu setelah masa tanam (mst) dengan kebutuhan untuk seluruh

tanaman adalah : 1. Urea 2 kg/ 200 m2 TSP 2 Kg/200 m2 KCL 1 kg/200 m2 2. Urea 2 kg/ 200 m2 TSP 1 kg/200 m2 KCL ½ kg/ 200 m2 3. Urea 2 kg/ 200 m2

Pemupukan dengan cara menebarkan keseluruh tanaman secara merata.

Pemeliharaan

Penyulaman dilakukan pada pagi/sore hari bila ada tanaman yang mati atau rusak. Penyulaman dilakukan hingga tanaman berumur 10 hari setelah tanam

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

dilapangan. Tanaman disiangi dari gulma setiap minggunya dan sebelum dilakukan pemupukan.

Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan setelah 100 hari pada tingkat pemasakan 95 % bulir sudah menguning, bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %. Seluruh bagian tanaman sudah berwarna kuning. Batang mulai mengering. Gabah yang diambil sudah sulit pecah apabila dipecah dengan kuku. Dikeringkan sawah seminggu sebelum panen, dipotong dengan sabit dan dipanen dengan mesin. Setelah itu padi dikeringkan dibawah terik matahari.

Parameter Pengamatan

Pengamatan Jumlah Spora.

Pengamatan jumlah spora dilakukan dengan menggunakan objec glass yang telah dilapisi vaselin dan diletakkan diatas tiang yang telah dibuat setinggi 1,2 m dari tanah. Objec glass diletakkan diatas tiang pada sore hari dan diambil pada pagi hari, kemudian diamati jumlah spora yang ada pada objec glass dengan menggunakan haemocytometer dan dihitung laju infeksi menggunakan rumus :

Xo

Xt

t

r = 2,3log

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

r = Laju infeksi

2,3 = Bilangan hasil konversi logaritma alami ke logaritma biasa ( Ln X = 2,3 Log X)

t = Waktu selang pengamatan Xt = Proporsi daun sakit pada waktu t

Xo = Proporsi daun sakit pada awal pengamatan ( Susanto dkk, 1995 )

Pengamatan jumlah spora dilakukan sebanyak 4 kali, 2 kali selama masa vegetatif ( Umur 7 dan 21 hari setelah tanam ) dan 2 kali selama masa generatif ( Umur 65 dan 90 hari setelah tanam). Dengan jumlah objec glass yang digunakan pada setiap pengamatan jumlah spora sebanyak 2 objec glass yang dilakukan dilahan persawahan.

Intensitas Serangan Penyakit P. oryzae

Pengamatan intensitas serangan dilakukan pada saat tanaman terinfeksi pertama kali dilapangan dan diamati setiap 1 minggu sekali. Pengamatan dilakukan sebanyak 12 kali pengamatan. Intensitas serangan penyakit dapat dilakukan dengan rumus :

Rumus: I = ( )x100% NxZ nxv

Keterangan :

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

n : Jumlah daun tanaman yang terserang V : Nilai skala yang terserang

N : Jumlah seluruh daun yang diamati

Z : Skala tertinggi dari kategori skala serangan

Katagori skala serangan pada daun :

Skala Katagori serangan keterangan

1 1 – 5% Serangan dari luas daun Tahan 3 5 – 11% Serangan dari luas daun Ringan 5 > 11 -≤ 25 % Serangan dari luas daun Sedang 7 > 25 - ≤ 75 % Serangan dari luas daun Berat 9 > 75 – 100 % Serangan dari luas daun Puso

Katagori skala serangan pada Malai: Skala Katagori serangan

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

3 5 -10% Serangan dari leher malai 5 > 11 -≤ 25 % Serangan dari leher malai 7 > 25 - ≤ 75 % Serangan dari leher malai 9 > 75 – 100 % Serangan mengenai seluruh

malai ( Anonim, 2005 )

Produksi

Pengamatan produksi tanaman dilakukan pada saat panen. Hal ini dilakukan dengan menghitung produksi masing – masing plot perlakuan ( kg/plot) lalu hasilnya dikonversikan kedalam satuan ton/ha dengan menggunakan persamaan :

Y =

( )

Kg Kg X X m L m 1000 ) ( 000 . 10 2 2 Keterangan : Y : Produksi ( ton/ha )

X : Produksi dalam satu plot (kg ) L : Luas Plot ( m2 )

( Anonim, 2005 )

Data kelembababan diperoleh dari stasiun metereologi setempat berupa curah hujan rata – rata perhari, curah hujan rata – rata perhari, suhu rata – rata, minimum dan maksimum, RH rata – rata perhari, minimum ( 07.00 WIB ) dan maksimum ( jam 12.00 WIB ) ( Sudjadi, 1983)

Octa Nina Sari Br. Sijabat : Epidemi Penyakit Blas ( pyricularia oryzae cav. ) Pada Beberapa Varietas Padi Sawah ( Oryza Sativa L ) Dengan Jarak Tanam Berbeda Dilapangan, 2007.

USU Repository © 2009

Dokumen terkait