Percobaan pot ini dilaksanakan di kebun percobaanFakultas Pertanian USU, Medan pada ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Oktober 2015
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas biji E. indica yang diduga resisten-glifosat dan parakuat yang diambil dari 58 blok
afdeling kebun Adolina PTPN IV Serdang Bedagai.E.indica di kebun Adolina dilaporkan telah resisten terhadap glifosat dan parakuat dan disebut sebagai populasi ESU11(Afdeling 1), ESU12(Afdeling 2), ESU13 (Afdeling 3), ESU14(Afdeling 4), ESU15 (Afdeling 5), ESU16 (Afdeling 6), ESU17(Afdeling7), ESU18(Afdeling 8), ESU19 (Afdeling 9) (E.indica Adolina). Populasi ESU0adalah populasi E.indica dari Lapangan Bola Jl. Dr. Sofyan USUsebagai populasi sensitif herbisida dan disebut juga populasi ESU0 dimana glifosat dan herbisida lain tidak pernah digunakan untuk pengendaliannya yang digunakan sebagai populasi pembanding
Herbisida yang digunakan adalah glifosat (Roundup 486 SL),Parakuat (Gramoxone 276 SL) top soil, pasir, kompos, boks perkecambahan dan pot penelitian berukuran 23 cm x 17 cm
Alat yang digunakan meliputi knapsack sprayer “Solo”, meteran, pacak sampel, label nama, amplop, ember, pot, cangkul, gelas ukur, kalkulator, kamera, alat tulis, timbangan dan oven
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan aplikasi herbisida dengan dosis anjuran herbisida Glyphosat : 480 g.ba./Ha dan Parakuat: 300 g.ba./Ha
Setiap perlakuan dibuat 3 ulangan, Untuk membandingkan gulma resisten- glifosat dan parakuat maka dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
Pengambilan sampel gulma berdasarkan umur tanaman kelapa sawit yang ada di afdeling kemudian umur tanaman kelapa sawit dibagi lagi berdasarkan sejarah penggunaan lahan. Banyaknya jumlah titik sampel adalah 10% dari total blok afdeling. Pada PTPN IV kebun adolina memiliki tanaman Kelapa sawit dengan tahun tanam sebagai berikut: 1993, 1994, 1995, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007 ,2008, 2010, 2011, 2013. Dengan sejarah penggunaan lahan Sawit – kakao – sawit, kakao-sawit, kelapa - sawit dan sawit- sawit (replanting sawit).
Pelaksanaan Penelitian Pengambilan Biji
Pada populasi ESU1(R),biji diambil dari sampel beberapa Blok Afdeling Kebun Adolina PTPN IV Serdang Bedagai,Pada areal tersebut telah disemprot dengan glyphosat dan parakuat secara terus-menerus. Metode pengambilan bijiE. indicapada setiap area blok dilakukan dengan metode Zig zag. Biji yang diambil adalah biji yang telah matang yang ditandai pada bagian buahnya telah berwarna coklat dan biji mudah rontok, diambil sebanyak-banyaknya dari induk minimal 50 induk /blok afedinguntuk dijadikan sumber biji, biji dimasukkan kedalam amplop dan diberi label kemudian dibawa ke lahan Fakultas Pertanian USU untuk proses pengujian.Sedangkan populasi sensitif (S) disebut sebagai ESU0 merupakan
populasi pembanding, biji diambil dari kompleks Universitas Sumatera Utara. Populasi E. indica pembanding ini tidak pernah disemprot dengan herbisida parakuat dan herbisida lainnya. Jumlah populasi ESU0 (S) yang menjadi sumber biji ± 300 induk E. indica.
Blok areal kebun adolina pengambilan biji populasi E.indicadapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Populasi E.indica berasal dari kebun adolina yang di uji resistensinya terhadap herbisida
Populasi Blok Afdeling Tahun Tanam Sejarah Lahan Banyak Populasi
ESU11 93 A 1993 sawit - sawit 1
97 Y 1997 sawit - sawit 1
06A 2006 kakao – sawit 1
05 B 2005 sawit - sawit 1
05 D 2005 kakao – sawit 1
97 V 1997 sawit - sawit 1
94 A 1994 sawit - sawit 1
97 I 1997 sawit - sawit 1
ESU12 03 D 2003 sawit – sawit 1
05 F 2005 kakao - sawit 1 06 J 2006 kakao - sawit 1 97 AD 1997 sawit – sawit 1 98 D 1998 sawit – sawit 1 95 A 1995 sawit – sawit 1 10 D 2010 sawit – sawit 1 99 A 1999 sawit – sawit 1 94 C 1994 sawit – sawit 1
ESU13 08 A0 2008 sawit - kakao - sawit 1
95 F 1995 sawit – sawit 1
08 T 2008 sawit - kakao - sawit 1
10 H 2010 sawit – sawit 1
08 AV 2008 sawit - kakao - sawit 1
K Benih PPKS 2010 sawit – sawit 1
10 M 2010 sawit – sawit 1
08A 2008 sawit - kakao - sawit 1
Populasi Blok Afdeling Tahun Tanam Sejarah Lahan Banyak Populasi
ESU14 08 BB 2008 sawit -kakao - sawit 1
2011 2011 Sawit - sawit 1
07 X 2007 sawit - kakao - sawit 1
07P 2007 sawit - kakao - sawit 1
10 W 2010 sawit – sawit 1
99 P 1999 sawit – sawit 1
98 J 1998 sawit – sawit 1
ESU15 05 H 2005 kakao - sawit 1
99 AG 1999 sawit – sawit 1
99 V 1999 sawit – sawit 1
98 R 1998 sawit – sawit 1
10 AB 2010 sawit – sawit 1
97 AO 1997 Sawit - sawit 1
ESU16 95 0 1995 sawit – sawit 1
98 AE 1998 sawit – sawit 1
97 BC 1997 sawit – sawit 1
2011 2011 sawit – sawit 1
2013 2013 sawit – sawit 1
97 BM 1997 sawit – sawit 1
ESU17 04A 2004 sawit – sawit 1
03 AE 2003 sawit – sawit 1
03 T 2003 sawit – sawit 1
03 AL 2003 kakao - sawit 1
03 R 2003 sawit – sawit 1
ESU18 00 H 2000 kakao - sawit 1
07 AE 2007 kelapa - sawit 1
99 AO 1999 kelapa - sawit 1
01 L 2001 kakao - sawit 1
06 X 2006 kakao - sawit 1
ESU19 07 AY 2007 kakao - sawit 1
07 AZ 2007 kakao - sawit 1
07 AS 2007 kakao - sawit 1
Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan adalah topsoil, pasir, dan kompos berdasarkan volume dengan perbandingan 2:1:1. Media tersebut diaduk merata dan dimasukkan ke dalam pot penelitian yang berdiameter 23 cm dan disiapkan juga untuk media tanam perkecambahan berukuran 30 cm × 20 cm x 5 cm.
Penyemaian
Penyemaian biji dengan tanam – pindah, biji populasi ESU0 dan biji dari 58 blok kebun adolina (Populasi ESU11, ESU12, ESU13, ESU14, ESU15, ESU16, ESU17, ESU18, ESU19), Biji kedua populasi tersebut disemaikan pada hari yang sama di dalam boks perkecambahan berukuran 30 cm × 20 cm x 5 cm secara terpisah dan diberi label untuk setiap boks perkecambahan untuk membedakan sampel gulma yang diambil dari beberapa blok afdeling.
Pindah Tanam
Pindah tanam dari boks perkecambahan ke dalam pot dilakukan pada umur 14 hari setelah tanam (HST) saat tumbuhan pada fase pertumbuhan berdaun 2-3 helai yang dipindahkan dari boks perkecambahan. Penanaman dilakukan dengan menggunakan alat bantu papan yang memiliki pembentuk lubang tanah di dalam pot, penanaman dilakukan secara hati-hati dan terdiri dari 20 bibit untuk tiap pot.
Pemeliharaan Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor setiap hari, yang dilakukan pada pagi dan sore hari, jika hujan penyiramana tidak dilakukan.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan ketika ada gulma lain yang tumbuh pada polybag. penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma lain yang tumbuh di media polybag.
Aplikasi Herbisida
Sebelum aplikasi herbisida dilakukan terlebih dahulu kalibrasi alat semprot untuk menentukan volume semprot. Tanaman disemprotpada fase pertumbuhan berdaun 4-5 helai pada umur 4 minggu setelah tanam (MST). Penyemprotan menggunakan herbisida glifosat dengan taraf dosis 480g b.a/Ha dan herbisida parakuat dengan taraf dosis 300 g b.a/Ha,penyemprotan dilakukan dengan menggunakan alat semprot punggung (knapsack sprayer ‘SOLO’). Ketinggian nozel pada saat penyemprotan ditentukan 40 cm dari tanaman E. indica. Aplikasi herbisida dilaksanakan pada kondisi cuaca hari cerah.Untuk menghindari kemungkinan kena hujan, tanaman yang telah disemprot ditutupi dengan naungan plastik selama satu malam lalu dibuka kembali pada pagi hari berikutnya.
Analisis Data
Penelitian ini dianalisis dengan uji t menggunakan rumus : T hitung =
Sedangkan untuk mencari
Keterangan : t : Nilai t hitung n1: Banyaknya subjek sampel 1 ∑xi : Jumlah data xi n2: Banyaknya subjek sampel 2
x1 : Nilai rata- rata sampel 1
x2 : Nilai rata-rata sampel 2
S12:Varians sampel 1 S22: Varians sampel 2
Pengamatan Parameter
Persentase gulma bertahan hidup
Persentase gulma yang bertahan hidup dihitung untuk masing-masing polybag pada 3 minggu setelah aplikasi (MSA).
Bobot Kering
Gulma yang hidup sampai minggu keenam setelah aplikasi, dipotong tepat pada leher akar (permukaan tanah) dari masing-masing pot. Gulma dari satu pot dimasukkan ke dalam satu amplop. Kemudian diovenkan pada temperatur 70ºC selama 24 jam, untuk memperoleh bobot kering yang konstan. Lalu ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik. Lalu diambil datanya. Pengambilan data untuk tiap parameter diambil dari setiap pot yang kemudian dirata-ratakan.
Kategori/Tingkat Resisten Resisten
Populasi gulma digolongkan sebagai resisten jika 20% atau lebih Persentase populasi bertahan hidup terhadap aplikasi herbisida.
Berkembang resisten (Moderate resistant)
Populasi gulma digolongkan berkembang resisten jika 2-19% Persentase populasi bertahan hidup terhadap aplikasi herbisida
Rentan/Sensitif
Populasi gulma digolongkan sensitif jika kurang dari 2% Persentase populasi bertahan hidupterhadap aplikasi herbisida.