• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Penjemuran Kecamatan Namo Rambe, Deli Serdang dengan ketinggian tempat + 25 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 3 bulan yakni mulai bulan Januari sampai April 2010.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang tanah varietas Landak sebagai objek pengamatan, kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk TSP sebagai perlakuan yang dicobakan, pupuk Urea,KCl sebagi pupuk dasar bagi tanaman , Fungisida Sevin 85 S, Insektisida Dupont Lannate 25 WP dan bahan-bahan lain yang mendukung penelitian ini.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul untuk membersihkan lahan dari gulma dan sampah, gembor untuk menyiram tanaman, meteran untuk mengukur luas lahan dan tinggi tanaman, handsprayer sebagai alat aplikasi fungisida dan insektisida dan alat-alat lain yang mendukung penelitian ini.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Perlakuan pada masing-masing faktor adalah sebagai berikut:

Faktor I : Pemberian Kompos TKKS (K) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : K0 = 0 g/tanaman

K1 = 120 g/tanaman (20 ton/ha) K2 = 240 g/tanaman (40 ton/ha) K3 = 360 g/tanaman (60 ton/ha)

Faktor 2 : Pemberian Unsur Hara P dengan 4 taraf: P0 = Tanpa Unsur Hara P P1 = 0,14 g/tanaman P2 = 0,27 g/tanaman P3 = 0,41 g/tanaman

Sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan yaitu:

K0P0 K1P0 K2P0 K3P0

K0P1 K1P1 K2P1 K3P1 K0P2 K1P2 K2P2 K3P2 K0P3 K1P3 K2P3 K3P3 Jumlah ulangan : 3 ulangan

Jumlah kombinasi : 16 Jumlah plot : 48 plot Jumlah tanaman per plot : 20 tanaman Jumlah sampel per plot : 5 tanaman Jumlah tanaman seluruhnya : 960 tanaman Jumlah sampel seluruhya : 240 tanaman Jarak antar blok : 50 cm

Jarak antar plot : 30 cm

Ukuran plot : 100 cm x 160 cm Jarak tanam : 20 cm x 30 cm Jumlah tanaman per hektar : 166.666 tanaman

Model Analisis Data

Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dengan model linier sebagai berikut:

Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + Σijk

Yijk = Hasil pengamatan pada blok ke-i yang diberi perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit pada taraf ke-j dan unsur hara P pada taraf ke-k

µ = Nilai tengah perlakuan

ρi = Pengaruh blok pada taraf ke-i

αj = Pengaruh pemberian kompos TKKS pada taraf ke-j βk = Pengaruh unsur hara P pada taraf ke-k

(αβ)jk = Pengaruh interaksi kedua perlakuan

Σijk = Pengaruh galat pada blok ke-I yang mendapat perlakuan kompos TKKS pada taraf ke-j dan unsur hara P pada taraf ke-k

Jika analisis data nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda rataan yaitu uji Duncan dengan taraf 5 % (Gomez dan Gomez, 1995).

Pelaksanaan Penelitian Persiapan Lahan

Sebelum lahan diolah, terlebih dahulu lahan dibersihkan dari gulma, sisa-sisa tanaman, dan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan menggunakan cangkul.

Pembuatan plot penelitian

Setelah tanah diolah dibuat plot – plot penelitian dengan ukuran 1,2 m x 1,8 m dengan jarak antar ulangan 50 cm dan jarak antar plot dalam satu ulangan 30 cm. setelah itu dibuat saluran drainase yang mengelilingi areal penelitian. Lebar saluran 25 cm dengan kedalaman 15 cm.

Aplikasi Kompos TKKS

Kompos TKKS diaplikasikan 1 minggu sebelum tanam, dan pemberiannya dilakukan dengan cara memasukan kompos TKKS ke dalam lubang tanam.

Aplikasi Pupuk Posfat

Pupuk Posfat diberikan sekaligus pada saat tanam dengan cara menabur ke satu lubang yang telah disiapkan dengan jarak 5 cm dari lubang tanam. Setelah pupuk ditabur, lubang ditutup kembali dengan tanah. Pupuk P yang diberikan sebanyak (0 g P2O5/tan, 0,14 g P2O5/tan, 0,27 g P2O5/tan, 0,41 g P2O5/tan) sesuai dengan perlakuan.

Aplikasi Pupuk Dasar

Pupuk dasar diberikan sekaligus pada saat tanam dengan cara menabur ke satu lubang yang telah disiapkan dengan jarak 5 cm dari lubang tanam. Setelah pupuk ditabur, lubang ditutup kembali dengan tanah. Pupuk dasar yang diberikan

yaitu pupuk urea dan pupuk kalium dengan dosis pupuk Urea 0,3 g/tanaman dan KCl 0,3 g/tanaman.

Penanaman

Benih yang akan ditanam terlebih dahulu diseleksi. Kemudian direndam dengan air selama 10 menit. Lubang tanam dibut dengan cara menugal dengan kedalaman 3 cm sebanyak 2 benih/lubang tanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm.

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman

Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari terutama pada saat perkecambahan dan pembentukan polong dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Penyisipan dan Penjarangan

Penyisipan dilakukan apabila ada tanaman yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tidak normal. Dan penyisipan ini dilakukan 1 minggu setelah tanam (MST). Bahan sisipan diambil dari bibit tanaman cadangan yang sama pertumbuhannya dengan tanaman utama. Penjarangan lakukan setelah tanaman berumur 1 (satu) minggu setelah tanam dimana hanya 1 tanaman sehat yang dibiarkan pada setiap lubang tanam. Penjarangan dilakukan dengan cara memotong tanaman tepat di atas permukaan tanah dengan menggunakan gunting.

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan dilakukan sesuai dengan kondisi gulma di lahan, dan biasanya penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 MST. Penyiangan dilakukan secara manual yaitu dengan mencabut seluruh gulma yang tumbuh di areal pertanaman dengan tangan dan membersihkan gulma-gulma di sekitar parit drainase dengan cangkul. Bersamaan dengan hal tersebut dilakukan pembumbunan yang dimaksudkan untuk memudahkan ginofora menembus tanah agar polong dapat terbentuk dengan sempurna.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida Sevin 85 S dengan konsentrasi 2 g/liter dan insektisida Dupont Lannate 25 WP dengan konsentrasi 2 g/liter air di sesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut, dimana terlebih dahulu areal pertanaman disiram agar mempermudah pemanenan tanaman. Umur panen kacang tanah yaitu + 100 hari dan pemanenan dilakukan tepat pada saat tanaman berumur 12 MST

Pengamatan Parameter Tinggi Tanaman (cm)

Tinggi tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai titik tumbuh terakhir. Tinggi tanaman diukur setiap minggunya dimulai pada saat tanaman telah berumur 2 MST sampai kacang tanah memasuki fase awal berbunga

Jumlah Cabang (cabang)

Jumlah cabang yang diukur adalah jumlah cabang primer. Jumlah cabang dihitung setiap minggunya dimulai pada saat tanaman telah berumur 2 MST dan berakhir sampai masa vegetataif (awal berbunga) berakhir

Umur Berbunga (hari)

Umur berbunga ditentukan dengan menghitung jumlah hari yang dibutuhkan tanaman sampai 75 % tanaman berbunga.

Jumlah Ginofor Terbentuk Per Sampel (Ginofor)

Jumlah ginofor Terbentuk per sampel dihitung pada saat akhir penelitian yaitu pada saat 12 MST

Jumlah Polong Per Sampel (polong)

Jumlah polong per sampel dihitung untuk semua polong pada seluruh sampel tanaman baik polong berisi maupun polong yang kosong. Pengamatan dilakukan pada saat akhir penelitian yaitu pada saat 12 MST

Jumlah Polong Per Plot (polong)

Jumlah polong per plot dihitung untuk semua polong pada seluruh tanaman sampel disetiap plot baik berisi maupun yang kosong dan dihitung pada saat panen.

Bobot Biji Per Sampel (g)

Ditimbang bobot semua biji pada tanaman sampel pada saat panen, yang sebelumnya dikeringkan selama 3 hari sampai mencapai kadar air 14 % dengan menggunakan moisture tester.

Bobot Kering 100 biji (g)

Penimbangan dilakukan dengan menimbang 100 biji kacang tanah yang telah dijemur dibawah sinar matahari selama 2 hari dari masing-masing perlakuan. Untuk memperoleh 100 biji kacang tanah dilakukan pengambilan biji secara acak.

Dokumen terkait