Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi Arabika rakyat di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir yang berada pada 2°29’- 2°39’ Lintang Utara dan 99°02’ - 99°15’ Bujur Timur dengan ketinggian tempat 940 – 1200 m diatas pemukaan laut.
Bahan dan Alat
Adapun bahan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah: peta lokasi penelitian,sampel tanah yang di ambil dari lokasi penelitian, dan bahan kimia untuk analisa di laboratorium.
Adapun bahan yang di gunakan untuk penelitian ini adalah GPS ( Global Position System) ,Peta SPL (Satuan Peta Lahan) Kecamatan Lumban Julu skala 1 : 80.000 yang dihasilkan dari overlay antara peta jenis tanah skala 1 : 80.000, peta kemiringan lereng skala 1 : 80.000 dan peta ketinggian tempat skala 1 : 80.000, kertas label untuk menandai sampel tanah, kantong plastik sebagai tempat sampel tanah, karet gelang untuk mengikat kantongan, karung goni sebagai tempat seluruh sampel tanah, spidol, kamera dan alat tulis untuk keperluan tulis menulis, seperangkat alat- alat laboratorium untuk keperluan analisis.
Metode Penelitian
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan analisis data status hara P –total,K- total, C organik, Kapasitas Tukar Kation dan Kejenuhan Basa (KB) di Kecamatan Lumban Julu.
PelaksanaanPenelitian
Dalam pelaksaan penelitian ini di lakukan beberapa tahapan. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan, terlebih dahulu di lakukan konsultasi dengan komisi pembimbing ,penyusunan usulan penelitian, pengadaan peralatan, pengadaan peta, studi literatur dan penyusunan rencana kerja yang berguna untuk mempermudah pekerjaan secaras istematis sehingga di dapatkan hasil sesuai yang di harapkan.
2. Pelaksanaan
Pekerjaan di mulai dengan Penentuan Satuan Peta Lahan(SPL) dengan menggunakan arcview 3,2 selanjutnya survey pendahuluan, yaitu dengan mengadakan orientasi lapangan penelitian seperti pengambilantitik koordinat, Setelah survey pendahuluan, dilanjutkan dengan pelaksanaan survey utama dengan pengambilan contoh tanah komposit
Pelaksanaan pegambilan contoh tanah tersebut menggunakan metode acak tersebar pada jarak tertentu sesuai dengan luasan yang di tentukan dengan berpedoman pada peta dasar .Kemudian di lakukan pengambilan contoh tanah mengunakan bor tanah pada kedalaman 0-25cm. Dari tiap pengambilan contoh tanah tersebut dicatat hasil pembacaan koordinat pada GPS. Setelah di peroleh contoh tanah dari pengeboran, maka di ambil kurang lebih 1 kg untuk setiap contoh tanah dan di analisis KTK,KB,C organic,P-total,K-total.
3.Analisis Laboratorium
Sampel tanah yang telah di ambil dari lokasi penelitian di analisis di laboratorium untuk mengetahui keadaan KTK, KB, C organic ,P-total, K-total dalam tanah.Sebagai dasar untuk mengetahui tingkat penyebaran KTK, KB, C-organik,P-Total dan K-C-organik,P-Total dalam tanah pada areal tersebut,maka di lakukan analisa laboratorium meliputi:
KTK dengan metode Leaching Asetat 1 N pH 7.
KB denganmetodeekstrak ammonium asetat-AAC
C organic dengan metode Walkley and black.
P total dengan metode ekstraksi HCL 25%.
K total dengan metode spektrofotometri pada sampel biru.
4. Kriteria status kesuburan tanah
Kriteria status kesuburan tanah berdasarkan pusat Penelitian tanah Bogor adalah sebagai berikut (lampiran 1)
Menurut Pusat penelitian tanah –Bogor status kesuburan tanah ini menggunakan lima karakteristik kimia tanah yang di bagi atas dua kelompok data ; kelompok pertama adalah kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB) dan kelompok kedua adalah ; C-organik, P-total, dan K-total.
5. Pemetaan Status Kesuburan Tanah
Status kesuburan tanah yang di peroleh pada setiap SPL di petakan menjadi peta status kesuburan tanah lahan kopi arabika.Kriteria status kesuburan tanah yang di peroleh di petakan dengan skala 1:80.000.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Lokasi Penelitian
Kecamatan Lumban Julu memiliki luas wilayah 90,90 km² atau 4,60% dari total luas Kabupaten Toba Samosir. Kecamatan Lumban Julu berada pada 2°29’- 2°39’ Lintang Utara dan 99°02’ - 99°15’ Bujur Timur. Kecamatan Lumban Julu berada diatas sekitar 940 hingga 1.200 meter dari permukaan laut.
Adapun daerah-daerah yang berbatasan dengan Kecamatan Lintong Nihuta adalah :
Sebelah Utara : Kabupaten Asahan dan Simalungun Sebelah Selatan : Danau Toba
Sebelah Barat : Danau Toba dan Kecamatan Ajibata
Sebelah Timur : Simalungun dan Kecamatan Bonatua Lunasi Iklim
Data iklim yang digunakan adalah data curah hujan selama 10 tahun pengamatan dari tahun 2006 – 2015 yang tertera pada lampiran 1. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Sampali, Medan.
Menurut Schmidt dan Ferguson bulan basah terjadi jika curah hujan > 100 mm, bulan lembab terjadi jika curah hujan 60 – 100 mm dan bulan kering terjadi jika curah hujan < 60 mm dengan harga Q yang diperoleh dari perbandingan antara bulan kering dan bulan basah dapat dituliskan dengan rumus :
Q = Rata rata bulan kering x 100 % Rata rata bulan basah
Suhu tanah dapat dihitung dari suhu udara sebagaimana dikemukakan oleh Newhall (1972 dalam Wambecke,1981). Cara ini dikembangkan untuk daerah tropik yang dirumuskan sebagai berikut : Suhu Tanah = (2,5 + suhu udara rata rata tahunan) 0C.
Variasi suhu tanah musim dingin dan musim panas pada kedalaman 50 cm dari permukaan tanah adalah : 0,33 x selisih suhu udara rata-rata musim panas dan musim dingin.
Berdasarkan rumusan data di atas kecamatan Lumbanjulu termasuk tipe A (sangat basah), di mana rata-rata bulan kering 0,9 dan rata-rata bulan basah 9.1 sehingga diperoleh harga Q sebesar 9.89% yang terletak pada range 0% < Q <
14.3%. Data suhu tanah sebesar 23,990C dihitung dari 2,5 + suhu udara rata-rata tahunan (2,5 + 21,490C) dan variasi suhu tanah musim dingin dan musim panas pada kedalaman 50 cm dari permukaan sebesar 0,38 0C dihitung dari 0,3 x selisih suhu udara rata rata musim panas ( 0,3 x (22,110C – 20,940C). .
Daerah penelitian mempunyai regim kelembaban udik .Regim kelembapan udik berarti tanah tidak kering di beberapa bagian selama 90 hari kumulatif dalam setahun yang dapat dilihat dari data curah hujan. Hubungan curah hujan dengan regim kelembapan udik yaitu jika data curah hujan menunjukkan sepanjang tahun didominasi oleh bulan basah atau mempunyai distribusi hujan yang baik dan mempunyai cukup hujan pada musim panas. Dari Dari data curah hujan 10 tahun terakhir (2006-2015) menunjukkan tidak adanya bulan kering yang mencapai 3 bulan atau lebih (90 hari atau lebih) dan curah hujan rata-rata tahunan dan bulanan yang
tinggi (2224,4 mm/tahun dan 185,36 mm per bulan. Hal ini juga mengindikasikan bahwa daerah penelitian tidak kering selama 90 hari kumulatif.
Daerah penelitian juga mempunyai regim temperatur isohipertermik berarti variasi suhu terpanas dan terdingin lebih kecil dari 60C yaitu 0,380C dan suhu tanah rata-rata tahunan lebih besar dari 220C yaitu 23,990C.
Vegetasi dan Penggunaan Lahan
Vegetasi yang terdapat di Kecamatan Lumbanjulu antara lain hutan alami, semak belukar , perkebunan rakyat, lahan basah dan pertanian lahan kering.
Penggunaan lahan pada daerah penelitian secara umum terdiri atas perkebunan, sawah dan perkampungan