• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium PT.

Socfindo yang dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Kebunan Percobaan USU Tambunan A terletak di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, berjarak 50 km dari kota Medan ke arah Kecamatan Kutalimbaru. Memiliki luas wilayah sekitar 604 Ha dengan komoditi utamanya adalah tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan ketinggian tempat antara 100-250 meter di atas

permukaan laut.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 profil tanah pewakil, formulir isian profil, sampel tanah dari profil tanah yang diambil tiap lapisan, serta bahan-bahan kimia yang digunakan untuk analisis dilaboratorium.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Satuan Lahan Kebun Percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, sebagai peta acuan penentuan titik koordinat, clinometer untuk menentukan kemiringan lereng dan pembuatan profil pewakil, GPS (Global Positioning System), meteran untuk mengukur profil tanah, pisau pandu untuk menentukan batas horizon, Munsell Soil Color Chart untuk menentukan warna tanah, Buku Kunci Taksonomi Tanah 2014 (Keys to Soil Taxonomy 2014), Cangkul untuk menggali profil, bor tanah untuk pengambilan sampel tanah, ring sampel untuk mengambil sampel tanah, kantong 1 kg sebagai wadah tanah, kertas label untuk penanda sampel,

profil tanah yang diteliti, alat-alat tulis serta alat-alat yang digunakan untuk analisis sampel tanah dilaboratorium.

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan metode survey di Kebun Percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Penetapan sampel berupa 5 profil tanah pewakil pada 5 kemiringan , mendeskripsikan profil tanah, mengacu pada peta satuan lahan Kebun Percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat serta menginterpretasikannya untuk pemberian nama tanah menurut Keys to Soil Taxonomy 2014.

Pelaksanaan Penelitian

Adapun tahapan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan

Sebelum penelitian di lapangan dilakukan, terlebih dahulu diadakan rencana penelitian seperti konsultasi dengan dosen pembimbing, penyusunan usulan penelitian, pengumpulan data primer berupa peta satuan lahan Kebun Percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat pengadaan survey pendahuluan dilapangan, persiapan alat dan bahan yang digunakan di lapangan.

2. Kegiatan di lapangan

a) Pemilihan daerah penelitian

Penentuan titik koordinat dan lokasi pembuatan profil pewakil dengan mengacu pada peta Kebun Percobaan USU Tambunan A Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Kemudian dilakukan pengambilan sampel

tanah dari profil pada masing-masing kemiringan lereng yang mewakili daerah penelitian.

1. Profil I kemiringan 2% pada titik profil 30 26’ 42,037” LU dan 980 19’ 38,734” BT

2. Profil II kemiringan 6% pada titik profil 30 26’ 43,484” LU dan 980 19’ 41,119” BT

3. Profil III kemiringan 12% pada titik profil 30 26’ 38,662” LU dan 980 19’ 45,294” BT

4. Profil IV kemiringan 22% pada titik profil 30 26’ 43,642” LU dan 980 19’ 41,805” BT

5. Profil V kemiringan 44% pada titik profil 30 26’ 44,638” LU dan 980 19’ 38,872” BT

b) Pembuatan profil tanah

Profil tanah dibuat dengan menggali sampai kedalaman maksimal (solum tanah) dengan ukuran 1 m x 1 m x 1,5 m dan digambarkan menurut lapisan atau horizon tanahnya. Pada tiap daerah penelitian dilakukan penggalian profil yang mewakili tiap daerah penelitian untuk karakterisasi tanah yang menunjukkan sifat dan ciri morfologi tanah yang akan diamati.

c) Pengamatan morfologi tanah

Pengamatan morfologi tanah ini meliputi horizon tanah, kedalaman horizon, warna tanah, struktur tanah, konsistensi, batas topografi dan batas horizon.

d) Pengambilan contoh tanah

Contoh tanah diambil pada setiap horison atau lapisan tanah untuk dianalisis dilaboratorium sedangkan pengambilan contoh tanah tidak terganggu dengan menggunakan ring sample. Pada saat pengambilan sampel tanah dicatat juga data-data dari daerah penelitian yang meliputi vegetasi, fisiografi, drainase, ketinggian tempat, letak geografis dan penggunaan lahan. Contoh tanah yang telah diambil langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi tanda sesuai dengan horizon dan profil tanahnya.

3. Pengumpulan Data Iklim

Data iklim yang digunakan adalah data curah hujan selama 10 tahun pengamatan dari tahun 2007 – 2016 yang tertera pada Lampiran 1. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Sampali, Medan. Menurut Schmidt dan Ferguson bulan basah terjadi jika curah hujan > 100 mm, bulan lembab terjadi jika curah hujan 60 – 100 mm dan bulan kering terjadi jika curah hujan

< 60 mm dengan harga Q yang diperoleh dari perbandingan antara bulan kering dan bulan basah dapat dituliskan dengan rumus :

Rata-rata bulan kering

Q = x 100 %

Rata-rata bulan basah

Suhu tanah dapat dihitung dari suhu udara sebagaimana dikemukakan oleh Newhall (1972 dalam Wambecke,1981). Cara ini dikembangkan untuk daerah tropik yang dirumuskan sebagai berikut : suhu tanah = (2,5 + suhu udara rata rata tahunan) 0C. Variasi suhu tanah musim dingin dan musim panas pada

kedalaman 50 cm dari permukaan tanah adalah : 0,33 x selisih suhu udara rata-rata musim panas dan musim dingin.

Tabel 1. Rata – Rata Curah Hujan dan Suhu udara Daerah Penelitian Tahun 2007 -2016

Bulan Curah Hujan ( mm ) Suhu udara (0C)

Januari 332,375 24,09

Februari 193,333 24,39

Maret 255,333 24,78

April 297,9 24,95

Mei 413,333 25,25

Juni 258,875 25,23

Juli 301,375 24,84

Agustus 398,125 24,51

September 468,222 24,52

Oktober 410,444 24,33

November 399,7 24,14

Desember 423,111 24,03

Stasiun : Klimatologi Sampali Medan, 2017.

4. Analisis Contoh Tanah

a) Analisis contoh tanah dilakukan di laboratorium PT. Socfindo Adapun analisis yg dilakukan meliputi :

1. Tekstur tanah dengan metode pipet 2. Bulk density dengan metode ring sampel

4. Kejenuhan basa dengan metode NH4OAc pH 7

5. Kation basa-basa tukar (K, Ca, Mg, dan Na) tanah, dengan ekstraksi NH4OAc pH 7

6. Kapasitas tukar kation (KTK) tanah dengan ekstraksi NH4OAc pH 7 7. pH H2O dan KCl dengan menggunakan metode Electrometry

8. P2O5 dengan ekstrak HCl 25%

b) Tahap analisis data-data dari hasil penelitian di lapangan dan laboratorium digunakan untuk proses pengklasifikasian tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2014. Proses pengklasifikasian tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2014 sebagai berikut :

1. Penentuan simbol horison utama dan sub horison.

2. Penentuan horizon atas penciri.

3. Penentuan horizon bawah penciri.

4. Penentuan penciri lain : dilihat dari rezim suhu tanah, rezim lengas tanah dan sifat tanah andik.

5. Penentuan ordo tanah : dengan melakukan pengecekan pada seluruh

“Kunci Ordo Tanah” guna menetapkan nama dari ordo pertama, berdasarkan kriteria / sifat tanah sesuai dengan tanah yang diklasifikasi.

6. Penentuan sub ordo : dengan mencari halaman yang telah ditentukan untuk memperoleh “Kunci Sub Ordo” dari ordo yang bersangkutan kemudian dicocokkan seluruh kunci untuk mengidentifikasi sub ordo dari tanah yang diklasifikasi, mulai dari yang pertama dijumpai dalam daftar dan semua kriteria yang diperlukan dipenuhi oleh tanah yang diklasifikasi.

7. Penentuan great group : dengan mencari halaman sesuai kriteria subordo yang telah diidentifikasi guna memperoleh “Kunci Great group” dengan melihat kesamaan jenis tanah, tingkat perkembangan dan susunan horison, kejenuhan basa, regim kelembapan dan suhu.

8. Penentuan sub group : dengan mencari halaman sesuai kriteria great group yang telah diidentifikasi guna memperoleh “Kunci Sub group”

dengan melihat sifat inti dari great group (subgroup typic), peralihan sifat - sifat tanah ke great group lain.

5. Identifikasi Klasifikasi Tanah

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari analisis tanah di laboratorium, pengamatan di lapangan dan data iklim, maka dapat dilakukan klasifikasi tanah dengan menggunakan Kunci Taksonomi Tanah 2014 (Keys Soil Taxonomy 2014). Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan

horizon atas penciri (epipedon), horizon bawah penciri (endopedon). Setelah itu dilakukan penentuan ordo, sub ordo, great group dan sub group.

Dokumen terkait