• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium PT. Socfindo yang dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, berjarak 90 km dari kota Medan, memiliki luas wilayah sekitar 109,25 km2 dengan komoditi utamanya adalah tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan ketinggian tempat antara 400-1200 meter di atas permukaan laut.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 profil tanah pewakil, formulir isian profil, sampel tanah dari profil tanah yang diambil tiap lapisan, serta bahan-bahan kimia yang digunakan untuk analisis dilaboratorium.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Satuan Lahan Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, sebagai peta acuan penentuan titik koordinat, clinometer untuk menentukan kemiringan lereng dan pembuatan profil pewakil, GPS (Global Positioning System), meteran untuk mengukur profil tanah, pisau pandu untuk menentukan batas horizon, Munsell Soil Color Chart untuk menentukan warna tanah, Buku Kunci Taksonomi Tanah 2014 (Keys to Soil Taxonomy 2014), Cangkul untuk menggali profil, bor tanah untuk pengambilan sampel tanah, ring sampel untuk mengambil sampel tanah, kantong plastik 1 kg sebagai wadah tanah, kertas label untuk penanda sampel, buku panduan pengamatan tanah dilapang, kamera untuk mendokumentasikan

profil tanah yang diteliti, alat-alat tulis serta alat-alat yang digunakan untuk analisis sampel tanah dilaboratorium.

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan metode survey di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Penetapan sampel berupa 5 profil tanah pewakil pada 5 kemiringan , mendeskripsikan profil tanah, mengacu pada peta satuan lahan Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun serta menginterpretasikannya untuk pemberian nama tanah menurut Keys to Soil Taxonomy 2014.

Pelaksanaan Penelitian

Adapun tahapan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan

Sebelum penelitian di lapangan dilakukan, terlebih dahulu diadakan rencana penelitian seperti konsultasi dengan dosen pembimbing, penyusunan usulan penelitian, pengumpulan data primer berupa peta satuan lahan Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun pengadaan survey pendahuluan dilapangan, persiapan alat dan bahan yang digunakan di lapangan.

2. Kegiatan di lapangan

a) Pemilihan daerah penelitian

Penentuan titik koordinat dan lokasi pembuatan profil pewakil dengan mengacu pada peta Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun.

Kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah dari profil pada masing-masing kemiringan lereng yang mewakili daerah penelitian.

1. Profil I kemiringan 3% pada titik profil 20 51’ 37,9” LU dan 990 02’ 59,7” BT

2. Profil II kemiringan 12% pada titik profil 20 50’ 55,4” LU dan 990 00’ 24,8” BT

3. Profil III kemiringan 20% pada titik profil 20 47’ 06,7” LU dan 980 57’ 05,0” BT

4. Profil IV kemiringan 30% pada titik profil 20 49’ 35,3” LU dan 990 00’ 23,2” BT

5. Profil V kemiringan 45% pada titik profil 20 48’ 50,3” LU dan 980 59’ 28,7” BT

b) Pembuatan profil tanah

Profil tanah dibuat dengan menggali sampai kedalaman maksimal (solum tanah) dengan ukuran 1 m x 1 m x 1,5 m dan digambarkan menurut lapisan atau horizon tanahnya. Pada tiap daerah penelitian dilakukan penggalian profil yang mewakili tiap daerah penelitian untuk karakterisasi tanah yang menunjukkan sifat dan ciri morfologi tanah yang akan diamati.

c) Pengamatan morfologi tanah

Pengamatan morfologi tanah ini meliputi horizon tanah, kedalaman horizon, warna tanah, struktur tanah, konsistensi, batas topografi dan batas horizon.

d) Pengambilan contoh tanah

Contoh tanah diambil pada setiap horison atau lapisan tanah untuk dianalisis di laboratorium sedangkan pengambilan contoh tanah tidak terganggu dengan menggunakan ring sampel. Pada saat pengambilan

sampel tanah dicatat juga data-data dari daerah penelitian yang meliputi vegetasi,fisiografi, drainase, ketinggian tempat, letak geografis dan penggunaan lahan. Contoh tanah yang telah diambil langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi tanda sesuai dengan horizon dan profil tanahnya.

3. Analisis Contoh Tanah

a) Analisis contoh tanah dilakukan di laboratorium PT. Socfindo Adapun analisis yg dilakukan meliputi :

1. Tekstur tanah dengan metode hydrometer 2. Bulk density dengan metode ring sampel 3. C-organik dengan metode Walkey and Black 4. Kejenuhan basa dengan metode NH4OAc pH 7

5. Kation basa-basa tukar (K, Ca, Mg, dan Na) tanah, dengan ekstraksi NH4OAc pH 7

6. Kapasitas tukar kation (KTK) tanah dengan ekstraksi NH4OAc pH 7 7. pH H2O dengan menggunakan metode Elektrometri

8. P-tersedia dengan ekstrak HCL

b) Tahap analisis data-data dari hasil penelitian di lapangan dan laboratorium digunakan untuk proses pengklasifikasian tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2014. Proses pengklasifikasian tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2014 sebagai berikut :

1. Penentuan simbol horison utama dan sub horison.

2. Penentuan horizon atas penciri.

3. Penentuan horizon bawah penciri.

4. Penentuan penciri lain : dilihat dari rezim suhu tanah, rezim lengas tanah dan sifat tanah andik.

5. Penentuan ordo tanah : dengan melakukan pengecekan pada seluruh

“Kunci Ordo Tanah” guna menetapkan nama dari ordo pertama, berdasarkan kriteria / sifat tanah sesuai dengan tanah yang diklasifikasi.

6. Penentuan sub ordo : dengan mencari halaman yang telah ditentukan untuk memperoleh “Kunci Sub Ordo” dari ordo yang bersangkutan kemudian dicocokkan seluruh kunci untuk mengidentifikasi sub ordo dari tanah yang diklasifikasi, mulai dari yang pertama dijumpai dalam daftar dan semua kriteria yang diperlukan dipenuhi oleh tanah yang diklasifikasi.

7. Penentuan great group : dengan mencari halaman sesuai kriteria subordo yang telah diidentifikasi guna memperoleh “Kunci Great group” dengan melihat kesamaan jenis tanah, tingkat perkembangan dan susunan horison, kejenuhan basa, regim kelembapan dan suhu.

8. Penentuan sub group : dengan mencari halaman sesuai kriteria great group yang telah diidentifikasi guna memperoleh “Kunci Sub group”

dengan melihat sifat inti dari great group (subgroup typic), peralihan sifat - sifat tanah ke great group lain.

4. Identifikasi Klasifikasi Tanah

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari analisis tanah di laboratorium, pengamatan di lapangan dan data iklim, maka dapat dilakukan klasifikasi tanah dengan menggunakan Kunci Taksonomi Tanah 2014 (Keys Soil Taxonomy 2014). Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan

horizon atas penciri (epipedon), horizon bawah penciri (endopedon). Setelah itu dilakukan penentuan ordo, sub ordo, great group dan sub group.

Dokumen terkait