IMMUNOMODULATION EFFECT OF Kaempferia galanga ETHANOLIC EXTRACT ON IN VITRO LYMPHOCYTE CELL PROLIFERATION
BAHAN DAN METODE Waktu dan lokasi penelitian
Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret 2020 sampai bulan Maret 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Garut. Pembuatan sediaan tonik rambut ekstrak bidara dilakukan di Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Garut. Klirens etik dilakukan di Universitas Katolik Indonesia Atmajaya oleh Komisi Etika Penelitian. Uji proksimat dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Pasundan, Bandung.
Penyiapan bahan
Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM 2019) tonik rambut yang akan dibuat merupakan kosmetik dengan bahan campuran yang penggunaannya untuk
Gambar 1. Daun, calon bunga, dan buah muda bidara (Ziziphus nummularia).
Figure 1. Leaves, flower bud and young fruits of bidara (Ziziphus nummularia)
(Formulasi dan Uji Aktivitas Tonik Rambut Ekstrak Etanol Daun Bidara ... Novriza Sativa, Noviyanti, Risha Amilia Pratiwi dan Siti Hindun)
bagian epidermis rambut kepala. Bahan yang digunakan adalah ekstrak daun bidara Z.
nummularia (Burm.f.) Wight & Arn sebagai bahan alami, kelinci jantan putih ras New Zealand berumur 3-6 bulan sebagai hewan uji, etanol 96%, metil paraben, Na2EDTA, mentol, sodium metabisulfit, propilen glikol, Tween® 80, akuades, makanan kelinci, dan air minum. Penggunaan kelinci sebagai hewan uji telah disetujui Komisi Etika Penelitian Universitas Katolik Indonesia Atmajaya dengan nomor surat persetujuan 1213A/III/LPPM.PM.10.05/10/2020.
Pengambilan bahan daun bidara dilakukan di daerah Perumahan Pataruman Indah Tarogong Kidul, Garut. Daun diambil dari tanaman yang berusia 3-4 tahun (Gambar 1). Daun yang diambil berwarna hijau tua dan berada di posisi ketiga sampai keempat dari pucuk. Daun yang rusak atau berwarna kekuningan tidak digunakan dalam penelitian. Determinasi tumbuhan dilakukan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung dengan nama spesies Ziziphus nummularia (Burm.f.) Wight & Arn atau Ziziphus rotundifolia Lam., suku Rhamnaceae, kelas Magnoliopsida, dengan nomor surat determinasi tumbuhan 1415/11.CO2.2/PI./2019.
Ekstrak daun
Ekstraksi mengikuti metode yang telah ada (Sulastri et al. 2020; Noviyanti et al. 2019) dengan modifikasi. Daun bidara yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, dengan posisi ketiga sampai keempat dari pucuk dipetik kemudian dicuci dengan air mengalir, dirajang, dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama 10-12 hari di ruangan bersuhu 24-25˚C. Daun kering kemudian dilumatkan dengan blender dan dibuat simplisia.
Simplisia kemudian dimaserasi dengan etanol 96%
selama 3 x 24 jam yang diaduk setiap 6 jam, kemudian disaring menggunakan kertas saring.
Ekstrak daun bidara dievaporasi dengan alat rotary evaporator hingga membentuk pasta kental.
Uji proksimat dan skrining fitokimia
Uji proksimat simplisia daun bidara menggunakan metode SNI: 01-2891-1992 meliputi uji kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat, dan serat (Zuas et al. 2009).
Sementara itu, skrining fitokimia terhadap ekstrak daun bidara meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, steroid, dan triterpenoid dengan uji kualitatif (Djamil & Anelia 2009) dan
diperkuat dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) (Sherma & Fried 2003).
Pembuatan sediaan tonik rambut
Pembuatan sediaan tonik rambut mengikuti formula dasar Hindun et al. (2017) dengan modifikasi. Ekstrak daun bidara dilarutkan dalam akuades dengan berbagai konsentrasi, yaitu 3%, 6%, dan 12%. Sodium metabisulfit dan Na2EDTA dilarutkan dalam 3,2 ml akuades, kemudian ditambah Tween® 80 sedikit demi sedikit hingga homogen, dan dilarutkan dengan larutan ekstrak bidara (larutan 1). Larutan 2 dibuat dalam wadah terpisah dengan melarutkan metil paraben dalam 2 ml etanol. Sementara itu, untuk membuat larutan 3, mentol ditambahkan ke dalam 3 ml etanol dan dilarutkan dalam larutan 2. Selanjutnya ditambahkan propilen glikol sedikit demi sedikit sampai homogen, kemudian dilarutkan ke dalam larutan 1 dan ditambah akuades hingga mencapai volume akhir 100 ml. Formula tonik rambut ekstrak etanol daun bidara yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Etanol merupakan pelarut metil paraben dan mentol yang dapat meningkatkan penetrasi sediaan. Konsentrasi etanol yang digunakan adalah 35%, tidak melebihi konsentrasi 50%
karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
Propilen glikol digunakan untuk meningkatan kelarutan dan viskositas sediaan agar waktu kontak sediaan dengan kulit lebih lama, sehingga peluang ekstrak untuk berpenetrasi ke dalam kulit lebih tinggi. Sementara itu, metil paraben berfungsi sebagai antimikroba untuk meningkatkan keawetan sediaan. Bahan lainnya, sodium metabisulfit berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas, sedangkan mentol berfungsi untuk memberikan sensasi dingin di kulit dan meningkatkan penetrasi sediaan ke dalam kulit (Rowe et al. 2009).
Evaluasi sediaan tonik rambut
Setiap perlakuan formula (3%, 6%, dan 12%) sediaan tonik rambut dievaluasi secara organoleptik (warna, aroma dan tekstur). Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan arloji dan kaca penutup (cover glass). Pengukuran viskositas menggunakan viskometer, sedangkan pengukuran pH menggunakan pH meter. Setiap formula diamati setiap 7 hari selama 28 hari untuk uji homogenitas dan diulang tiga kali (Hindun et al. 2017).
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. 32 No. 1, 2021 : 40 - 51
44
Tabel 1. Formulasi tonik rambut ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus nummularia) yang diuji Table 1. Hair tonic formulation tested from bidara (Ziziphus nummularia) leaves ethanolic extract
Komposisi/
Composition
Formulasi/Formulation (%) Dasar/
Basic
Formula 1/
Formula 1
Formula 2/
Formula 2
Formula 3/
Formula 3
Ekstrak daun bidara/Bidara leaves extract - 3% 6% 12%
Etanol/Ethanol 35 35 35 35
Propilen glikol/Propylene glycol 15 15 15 15
Tween® 80/Tween® 80 1 1 1 1
Metil paraben/Methyl paraben 0,08 0,08 008 0,08
Na2EDTA/Na2EDTA 0,20 0,20 0,20 0,20
Mentol/Menthol 0,15 0,15 0,15 0,15
Sodium metabisulfit/Sodium metabisulfite 0,03 0,03 0,03 0,03
Akuades (volume akhir formula)/Distilled
water (total formula volume)
100 ml 100 ml 100 ml 100 ml
Uji iritasi dan pertumbuhan rambut
Kelinci uji diadaptasikan terlebih dahulu selama dua minggu dalam kandang baru di laboratorium. Selama masa adaptasi, kelinci diberi jumlah dan jenis pakan yang sama. Kelinci dicukur sebagian rambutnya kemudian dioles sediaan tonik rambut ekstrak etanol daun bidara dengan konsentrasi tertinggi yaitu 12%. Bagian yang dicukur ditutup dengan kapas. Pengamatan dilakukan selama 2 x 24 jam (Hindun et al. 2017).
Apabila terjadi iritasi, konsentrasi tonik rambut akan diturunkan dan disesuaikan.
Uji aktivitas tonik rambut ekstrak daun bidara terhadap pertumbuhan rambut kelinci mengikuti metode Tanaka (Tanaka et al. 1980).
Tiga ekor kelinci ras New Zealand dicukur rambut pada bagian punggungnya. Masing-masing area tersebut dibagi menjadi lima kotak seluas 2 cm x 2 cm. Jarak antar kotak minimal 1 cm. Kelima kotak dibagi menjadi:
1) kelompok 1 sebagai kontrol negatif yang diberi akuades,
2) kelompok 2 diberi sediaan tonik rambut ekstrak etanol bidara 3%,
3) kelompok 3 diberi sediaan tonik rambut ekstrak etanol bidara 6%,
4) kelompok 4 diberi sediaan tonik rambut ekstrak etanol bidara 12%,
5) kelompok 5 sebagai kontrol positif yang diberi sediaan Regrou® (bahan aktif minoxidil 2%),
Dua tetes tonik rambut diaplikasikan pada masing-masing kotak. Aplikasi tonik rambut dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore, selama 28 hari. Setiap tujuh hari, rambut terpanjang dari masing-masing kotak dicabut dan diukur panjangnya.
Analisis data
Analisis statistik untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap sifat fisik (pH dan viskositas) tonik rambut ekstrak bidara dan menentukan ekstrak terbaik dalam merangsang pertumbuhan rambut kelinci dilakukan dengan perangkat lunak SPSS 16.0. Homogenitas dan normalitas data dilakukan dengan uji One-sample Kolmogorov-Smirnov dan uji Levene. Apabila data homogen dan terdistribusi normal, analisis dilanjutkan dengan uji ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% untuk melihat perbedaan antara tiap kelompok perlakuan. Perbedaan perlakuan terhadap pertumbuhan rambut dilakukan dengan uji Bonferroni.
(Formulasi dan Uji Aktivitas Tonik Rambut Ekstrak Etanol Daun Bidara ... Novriza Sativa, Noviyanti, Risha Amilia Pratiwi dan Siti Hindun)