DASAR PERANCANGAN
3.2 Bahan Baku
Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi semi kokas adalah batu bara dengan jenis Bituminous. Batu bara Bituminous merupakan bahan bakar yang ketersediaan melimpah di bumi. Batu bara Bituminous berwarna hitam dan memiliki kalor berkisar antara 24.423 hingga 32.564 kJ/kg. kandungan karbon 69% hingga 86%, kadar air 2% hingga 15%, dan kadar volatil 15% hingga 45%. Kandungan air dan volatil pada batu bara Bituminous lebih rendah daripada batu bara jenis lain (Grammelis, 2016).
Sifat fisik dan kimia bahan baku batu bara didasarkan pada karakteristik produk PT. Wahana Baratama Mining yang disampaikan pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Sifat Fisik dan Kimia Batubara Parameter Satuan
Secara umum batu bara diproses menjadi kokas. Kokas merupakan produk yang terbuat dari batu bara dengan proses karbonisasi. Proses karbonisasi pada pembuatan kokas perlu mencapai 1000 oC, untuk fungsi dari kokas ini umumnya digunakan dalam pembuatan besi dalam blast furnace. Untuk nilai kalori dari kokas yaitu sebesar 7481 kcal/kg. Namun pada saat ini sedang maraknya pembuatan produk semi kokas. Produk utama pabrik ini merupakan semi kokas.
Semi kokas merupakan produk yang terbuat dari batu bara dengan proses karbonisasi. Proses karbonisasi pada pembuatan semi kokas ini sekitar 700 oC,
18 untuk fungsi dari semi kokas ini umumnya digunakan dalam pembuatan nikel dalam rotary klin.Untuk nilai kalori dari semi kokas yaitu sebesar 6711 kcal/kg.
Semi kokas merupakan residu padat yang diperoleh melalui karbonisasi batu bara dengan suhu karbonisasi relatif rendah (dibawah 700 oC). Secara umum semi kokas lebih lembut dan lebih rapi jika dibandingkan dengan kokas dari karbonisasi pada suhu yang lebih tinggi. Semi kokas memiliki ciri-ciri seperti warna hitam muda, ditandai dengan karbon tetap tinggi, ketahanan spesifik tinggi, aktivitas kimia tinggi, kadar abu rendah, sulfur rendah dan fosfor rendah, selain itu juga semi kokas menghasilkan api tanpa asap yang mana ini dapat digunkan sebagai bahan bakar domestic (rxcarbons.com).
Semi kokas merupakan jenis kokas yang digunakan sebagai bahan bakar.
Semi kokas memiliki kandungan abu yang rendah, sulfur yang rendah dan juga memiliki nilai kalor yang tinggi (Pintowantoro, 2021). Menurut bentuknya, bahan semi-kokas dibagi menjadi bahan besar semi kokas, bahan menengah semi-kokas, bahan kecil semi-kokas, dan permukaan fokus semi-kokas.
Gambar 3.1. Semi Kokas
Ringkasan spesifikasi persyaratan mutu semi kokas yang sudah tersertifikasi ISO 9001 disampaikan pada Tabel 3.3.
19 Tabel 3.3 Nilai Kalor Semi Kokas
Temperature
Sumber : J. Cent. South Univ. (2015) 22: 2914−2921 3.4 Lokasi Pabrik
Lokasi pabrik merupakan salah satu faktor penting dalam pendirian pabrik karena berkaitan langsung dengan nilai ekonomi pabrik yang akan didirikan. Lokasi pabrik yang baik harus dapat memberikan kemungkinan perluasan atau peningkatan pabrik. Lokasi yang dipilih untuk pendirian pabrik Semi Kokas yang akan didirikan pada tahun 2023 berlokasi di daerah Sungai Cuka, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.
Secara geografis, Kabupaten Tanah Laut 3°30’33” sampai dengan 4°11’38”
Lintang Utara dan 114°30’20” sampai dengan 115°23’31” Bujur Timur. Batas-batas wilayahnya meliputi:
1. Sebelah Utara dengan Kota Banjarbaru
2. Sebelah Timur dengan Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
3. Sebelah Selatan dengan Laut Jawa 4. Sebelah Barat dengan Laut Jawa
Dasar pertimbangan lokasi pabrik adalah sebagai berikut : 1. Ketersediaan bahan baku
Bahan baku pabrik Semi Kokas yaitu Batubara yang diperoleh dari PT Wahana Baratama Mining. Pada tahun 2019 PT Wahana Baratama Mining memproduksi batubara sebesar 2.000.000 ton/tahun. Cadangan Batu bara PT Wahana Baratama Mining sebesar 95.000.000 ton .Keuntungan letak pabrik dekat dengan bahan baku yaitu terjaminnya kemanan arus bahan baku, tingkat kerusakan bahan baku kecil, dan ongkos transportasi bahan baku murah.
20 2. Tersedianya lahan produktif
Lahan yang tersedia diharapkan dapat dilakukan perluasan atau memperbesar pabrik untuk tahun mendatang. Pada tahun 2021, harga tanah di Kabupaten Tanah Laut yaitu Rp.1.500.000 ,-/m2.
3. Transportasi
Kabupaten Tanah Laut memiliki sarana transportasi darat dan laut.
Sarana transportasi darat meliputi jalan raya Trans Kalimantan dan Stasiun Panggung, sarana transportasi laut terdekat yaitu Pelabuhan Pelindo. Hal tersebut memudahkan dalam pengangkutan peralatan pabrik selama masa kontruksi, bahan baku, dan distribusi produk hasil produksi sehingga dapat memperkecil biaya investasi.
4. Pemasaran
Pemasaran semi kokas sangat strategis karena berada di dekat konsumen dalam bidang pengolahan baja seperti pada wilayah Tanah Laut yaitu PT.Meratus Jaya Iron & Steel
5. Tenaga kerja dan tenaga ahli
Tenaga kerja dapat diperoleh dari daerah setempat sekitar pabrik dengan berbagai standar yang telah ditetapkan dan tenaga ahli dapat diperoleh dari Kabupaten Tanah Laut atau dari berbagai Universitas dan Institusi yang ada di daerah Kalimantan Selatan atau luar daerah.
6. Kebutuhan air
Air yang dibutuhkan diperoleh berasal dari Daerah Aliran Sungai Kintap dan dilakukan pemrosesan terlebih dahulu. Air digunakan dalam kebutuhan proses, sarana utilitas, dan kebutuhan domestik.
7. Kebutuhan tenaga listrik dan bahan bakar
Tenaga listrik dan bahan bakar merupakan faktor penunjang yang penting dalam pendirian suatu pabrik. Kebutuhan tenaga listrik diperoleh dari PLN setempat atau pembangkit listrik yang dibangun khusus untuk
21 keperluan sendiri. Bahan bakar gas alam diperoleh dari pasokan gas dapat diperoleh dengan teknologi gasifikasi dari batubara ke gas.
8. UMK (Upah Minimum Kota)
Upah Minimum Kota (UMK) Tanah Laut pada tahun 2021 cukup rendah dibandingkan dengan beberapa wilayah di Indonesia yaitu sebesar Rp.3.000.083,- perbulan dengan standar tujuh jam kerja dalam sehari atau 40 jam kerja dalam seminggu.
9. Iklim
Kabupaten Tanah Laut mempunyai iklim yaitu iklim tropis. Pada lokasi pendirian pabrik, iklim mempengaruhi konstruksi pabrik sehingga dapat dilakukan desain sedemikian rupa sehingga iklim tidak mempengaruhi kelancaran produksi.
10. Peraturan Daerah dan Keberadaan Masyarakat
Tidak mengganggu dan menjadi hambatan dalam pendirian, berjalannya dan berkembangnya pabrik.
Peta lokasi perencanaan proyek pabrik Semi Kokas disampaikan pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Lokasi Pendirian Pabrik
22 3.5 Aspek Keselamatan
Dalam pembuatan produk Semi Kokas menggunakan bahan baku yang memiliki karakteristik tertentu. Untuk itu perlu diketahui aspek keselamatan yang harus diperhatikan dari bahan baku dan produk pada proses pembuatan Semi Kokas.
3.5.1 Bahan baku
Bahan baku pada proses pembuatan Semi Kokas adalah Batu Bara.
3.5.1.1 Batu Bara
Batu bara merupakan batuan yang mudah terbakar berwarna coklat tua yang tersedia di alam. Umumnya tidak reaktif dan stabil dalam kondisi normal.
Batu bara dapat menyebabkan iritasi mata, kerusakan organ melalui eksposur yang lama atau berulang-ulang. Apabila terhirup maka pindahkan korban ke tempat dengan udara yang segar. Jika terkena kontak dengan kulit dan mata maka bilas dengan air mengalir selama beberapa menit dan hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dan apabila tertelan, jangan dimuntahkan dan segera hubungi dokter untuk perawatan medis.
3.5.2 Produk 3.5.2.1 Semi Kokas
Semi Kokas merupakan bahan bakar dengan kandungan karbon yang tinggi dan pengotor yang rendah. Selain bersifat karsinogenik, Semi Kokas dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, ginjal, dan sistem kekebalan. Paparan partikulat total yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan saluran pernapasan. Apabila tehirup, pindahkan korban ke tempat dengan udara yang segar dan tetap hangat agar nyaman untuk bernafas. Jika terjadi kontak dengan mata, bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Bilas kulit secara menyeluruh dengan air jika terkena kulit. Hilangkan kontaminasi dengan sabun dan air apabila kontak dengan kulit dan segera bilas dengan banyak air.
Berikan pertolongan medis jika gejalanya parah atau terus berlanjut.
23 3.5.2.2 Tar
Tar merupakan cairan berwarna gelap pekat yang dapat meledak pada temperatur yang tinggi karena penumpukan tekanan yang berlebihan. Dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan dan mata, sakit perut, atau muntah.
Kontak dalam waktu lama dapat menyebabkan kemerahan, iritasi, dan kulit kering. Selain itu, dapat menyebabkan sensitisasi kulit atau reaksi alergi pada individu yang sensitif. Apabila tehirup, pindahkan korban ke tempat dengan udara yang segar dan tetap hangat agar nyaman untuk bernafas. Bilas mulut secara menyeluruh dengan air jika tertelan. Hilangkan kontaminasi dengan sabun dan air apabila kontak dengan kulit. Segera bilas dengan banyak air. Berikan pertolongan medis jika gejalanya parah atau terus berlanjut.
3.5.2.3 Coke Oven Gas (COG)
Coke Oven Gas berupa padatan stabil yang mudah terbakar yang akan terurai pada temperatur tinggi. Apabila terhirup maka pindahkan korban ke tempat dengan udara yang segar. Jika terkena kontak dengan kulit maka bersihkan menggunakan sabun dan air. Bila mengenai mata maka bilas dengan air mengalir selama 15 menit. Dan apabila menunjukkan gejala yang berkelanjutan, segera hubungi dokter untuk perawatan medis.
25