TATA LETAK PABRIK
6.1 Dasar Perancangan Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik merupakan tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang meliputi tempat bekerja karyawan, tempat peralatan, serta tempat penyimpanan bahan baku dan produk. Tata letak pabrik dirancang agar penggunaan area pabrik menjadi efisien dan kelancaran proses terjamin.
Perancangan tata letak harus ditinjauan dari aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan sehingga kelancaran proses produksi dan distribusi produk yang dibutuhkan konsumen dapat berjalan dengan baik. Selain itu, perancangan tata letak pabrik bertujuan untuk menjaga lalu lintas bahan baku, barang, control, dan keselamatan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi dan tata letak pabrik antara lain sebagai berikut:
1. Letak pabrik terhadap pasar.
2. Letak pabrik terhadap bahan baku.
3. Ketersediaan sarana prasarana yang meliputi listrik, air, dan jalan raya (transportasi).
4. Ketersediaan tenaga kerja.
5. Ketersediaan daerah perluasan pabrik.
6. Keamanan terhadap bahaya ledakan, kebakaran, asap/api, gas beracun.
7. Cuaca dan kondisi alam.
8. Kemudahan pengolahan limbah pabrik.
9. Peraturan perundang-undangan.
Pada Pra-Perancangan Pabrik Semi Kokas akan didirikan di desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap , Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimatan Selatan.
Data kondisi wilayah tersebut ditampilkan pada Tabel 6.1.
98
Tabel 6.1 Data Kondisi Wilayah Pendirian Pabrik Semi Kokas
Letak Kota
Kabupaten Tanah Laut terletak di koordinat 3°30’33” - 4°11’38” LU
114°30’20”- 115°23’31” BT
Topografi Wilayah Kota
Kecamatan Kintap, merupakan wilayah yang dekat dengan PT. Wahana Baratama Mining, daerah tersebut dekat dengan sumber bahan baku dan dekat dengan jalan raya Trans Kalimantan, selain itu wilayah ini strategis dekat dengan Pelabuhan.
Iklim Tropis
Suhu Tertinggi 30,9-34,6 °C
Suhu Terendah 22,9-24,9 °C
Rata-rata Kelembaban
Udara tertinggi 79-86%
Rata – Rata Kelembaban
Udara Terendah 83%
Rata – Rata Kecepatan
Angin 0,3 knot- 45,2 knot
Curah Hujan Rata-Rata
Per Bulan 203,8 mm/Bulan
Luas Wilayah Kabupaten ± 3615,55 km2
Sebelah Barat Laut Jawa
Sebelah Timur Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu
Sebelah Selatan Laut Jawa
Sebelah Utara Kota Banjarbaru
Jumlah Kecamatan 11 Kecamatan
Jumlah Kelurahan 135 Kelurahan
99
Dalam perancangan tata letak pabrik terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1. Perluasan pabrik dan kemungkinan penambahan bangunan
Perluasan pabrik diperhitungkan sejak awal agar masalah kebutuhan lokasi tidak timbul di masa yang akan datang. Sejumlah area khusus sudah dipersiapkan untuk area perluasan pabrik dan penambahan peralatan pabrik untuk menambah kapasitas produksi.
2. Faktor keamanan
Faktor keamanan yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah bahaya kebakaran. Sumber api dan panas dari bahan yang mudah terbakar dan meledak harus dipisahkan dalam perancangan tata letak. Pengelompokan unit-unit proses dilakukan agar ketika terjadi bahaya kebakaran proses isolasi area mudah untuk dilakukan. Penempatan alat pemadam kebakaran (hydrant) dan penampungan air yang disediakan di tempat-tempat yang memiliki potensi kebakaran.
3. Luas area yang tersedia
Kemampuan penyediaan area berdasarkan harga tanah di wilayah tersebut sehingga pemakaian tempat disesuaikan dengan area yang tersedia. Apabila harga tanah mahal maka diperlukan efisiensi dalam pemakaian ruang sehingga konstruksi pabrik dibuat bertingkat agar menghemat tempat.
4. Instalasi dan utilitas
Pemasangan dan distribusi utilitas berupa gas, listrik, pemanas, serta pendingin dapat mempermudah sistem kerja dan perawatan. Penempatan peralatan proses diatur secara efektif sehingga karyawan dan tamu memiliki akses yang mudah serta dapat menjamin kelancaran operasi dan mempermudah perawatan.
100
Secara garis besar, tata letak pabrik dapat dibagi menjadi beberapa daerah bangunan utama. Daerah bangunan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Daerah administrasi/perkantoran, laboratorium, dan ruang kontrol
Daerah administrasi adalah daerah pusat kegiatan administrasi pabrik.
Laboratorium dan ruang kontrol merupakan pusat pengendalian proses, tempat pengujian bahan baku atau produk baik kualitas maupun kuantitas, serta pusat pengendalian prosess guna kelancaran produksi.
2. Daerah proses
Daerah proses adalah daerah tempat peralatan proses dan tempat berlangsungnya proses produksi. Daerah tersebut merupakan area inti pabrik.
3. Daerah pergudangan umum dan bengkel
Gudang adalah tempat penyimpanan sementara peralatan yang mendukung berlangsungnya proses. Bengkel merupakan tempat untuk memperbaiki peralatan pabrik yang rusak.
4. Daerah utilitas
Daerah utilitas berisikan unit-unit pendukung proses, seperti penyediaan air, steam, dan listrik. Daerah ini terletak tidak jauh dari daerah proses.
5. Daerah penyimpanan bahan baku dan produk
Bahan baku dan produk disimpan dalam tempat penyimpanan ataupun gudang di luar unit proses (warehouse).
Tata letak pabrik Semi Kokas seperti pada Gambar 6.1. Arah angin diasumsikan bergerak dari barat daya ke timur laut.
101
Gambar 6.1 Tata Letak Pabrik 6.2 Ruang Lingkup Perancangan Tata Letak Pabrik
Tata letak peralatan proses merupakan penempatan alat – alat industri yang digunakan dalam proses produksi sehingga tata letak peralatan proses harus dirancang dengan tujuan untuk :
1. Kelancaran proses produksi dapat terjamin.
2. Penggunaan lahan efektif.
3. Kemudahan untuk penanganan kebakaran.
4. Kemudahan untuk perbaikan.
Hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan tata letak peralatan proses, yaitu :
1. Aliran bahan baku dan produk
Proses pengaliran bahan baku dan produk yang tepat dapat mempengaruhi keuntungan ekonomi perusahan yang cukup besar dan sebagai penunjang kelancaran serta keamanan produksi. Evaluasi pemasangan alat pengaliran pada permukaan tanah diatur sehingga lalu lintas pekerja tidak terganggu.
102 2. Aliran udara
Aliran udara di dalam dan di sekitar unit proses perlu diperhatikan.
Karena sistem aliran udara menjadi sesuatu yang sangat penting yaitu untuk memberikan kenyamanan lingkungan kerja dan kesalamatan para kerja menjadi terjamin. Selain itu juga untuk mengendalikan suhu, kelembapan dari udara yang dipergunakan dalam proses produksi, penyimpanan, dan lingkungan kerja dari mesin.
3. Lalu lintas pekerja
Pada perancangan tata letak peralatan, perlu diperhatikan agar seluruh peralatan proses dapat dicapai oleh para pekerja sehingga apabila terjadi gangguan ataupun kerusakan mudah diperbaiki. Selain itu keselamatan para pekerja dalam bertugas sangat diprioritaskan.
4. Cahaya
Penerangan yang cukup untuk seluruh bagian pabrik harus diperhatikan.
Terutama pada tempat-tempat proses yang memiliki potensi bahaya tinggi. Daerah tersebut perlu diberikan penerangan tambahan untuk menghindari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan.
5. Jarak antar alat proses
Pemberian jarak antar alat – alat proses juga perlu diperhatikan.
Terutama untuk alat-alat proses yang memiliki temperatur atau tekanan operasi tinggi. Alat-alat dengan kondisi operasi tersebut sebaiknya dipisahkan dari alat proses lain sehingga ketika terjadi ledakan atau kebakaran pada alat tersebut tidak membahayakan alat – alat proses lain.
6. Pertimbangan ekonomi
Penempatan peralatan proses pabrik dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan.
103
Tata letak peralatan proses pada pabrik Semi Kokas ditampilkan pada Gambar 6.2.
Gambar 6.2 Tata Letak Peralatan Proses 6.3 Luasan Pabrik
Pembagian luas parik Semi Kokas disampaikan pada Tabel 6.2 berikut ini.
Tabel 6.2 Pembagian Luas Pabrik
No Bangunan Ukuran (pxl) Jumlah Luas (m2)
1 Klinik 6 x 5 1 30
2 Musala 10 x 10 1 100
3 Kamar Mandi 3 x 2 3 12
4 Kantin 9 x 5 1 45
5 Kantor 30 x 20 1 600
6 Ruang Kontrol 20 x 15 1 300
7 Laboratorium 27 x 15 1 405
8 Unit Utilitas 50 x 40 1 2000
9 Area Proses 50 x 50 1 2500
10 Pos Satpam 3x 3 4 36
104
No Bangunan Ukuran (pxl) Jumlah Luas (m2)
11 Parkir Mobil 25 x 15 1 375
12 Parkir Motor 15 x 15 1 225
13 Jalan Dan Taman 50 x 40 1 2000
14 Daerah Perluasan 50 x 30 1 1500
15 Ruang Pertemuan 15 x 10 1 150
16 Perpustakaan 20 x 15 1 300
17 Gudang 10 x 30 1 300
18 ATM Center 1,5 x 2 1 3
Jumlah 11650
105