• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Departemen Peternakan Jln. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat 25 m dpl. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dimulai bulan Oktober sampai Desember 2010.

Bahan dan Alat Penelitian

Bahan

Adapun domba yang digunakan adalah domba lokal jantan sebanyak 20 ekor dengan bobot awal 12,03 ± 1,14. Hijauan (rumput lapangan). Konsentrat sesuai formula yang diberikan 3.5% dari bobot badan yang terdiri tepung kulit ubi kayu yang difermentasi dengan asfergillus niger, bungkil inti sawit, lumpur sawit, pelepah sawit, dedak padi, molases, garam dan ultra mineral. Obat-obatan seperti obat cacing (Kalbazen), anti bloat untuk obat kembung, terramycin (Salep mata) dan vitamin B-Kompleks diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh domba, air minum, desinfektan (Rodalon).

Alat

Kandang terdiri dari kandang individu 20 unit beserta perlengkapannya. Ember sebanyak 20 buah tempat pakan dan 20 buah tempat minum. Timbangan untuk menimbang bobot hidup berkapasitas 50 Kg dengan kepekaan 50 gr. Timbangan berkapasitas 2 Kg dengan kepekaan 10 gr untuk menimbang pakan.

42

Terpal plastik untuk menjemur bahan pakan. Alat penerangan. Goni plastik. Alat tulis. Sapu dan sekop untuk membersihkan kandang.

Metode Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan.

Perlakuan yang diteliti adalah:

P0 : Pakan Konsentrat + 0% Tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi P1 : Pakan Konsentrat + 15% Tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi P2 : Pakan Konsentrat + 30% Tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi P3 : Pakan Konsentrat + 45% Tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi Sedangkan Ulangan didapat dari rumus :

t (n-1) ≥ 15 4 (n-1) ≥ 15 4n-4 ≥ 15 4n ≥ 19 n ≥ 4.75 n ≥ 5 ( dibulatkan )

Model linear yang digunakan untuk rancangan acak lengkap (RAL) adalah :

Yij = µ + σi + ij Dimana :

Yij = Nilai pengamatan yang diperoleh dari satuan percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

µ = Rataan/nilai tengah

σI = Efek dari perlakuan ke-i

ij = Pengaruh galat percobaan perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

43

Adapun susunan perlakuan setelah diacak adalah sebagai berikut : P13 P02 P33 P31 P05

P11 P25 P01 P32 P21 P15 P22 P35 P24 P12 P04 P14 P03 P34 P23 Dimana : Perlakuan (P0, P1, P 2 dan P3) Ulangan (1, 2, 3, 4 dan 5)

Parameter Penelitian

Total Biaya Produksi

Total biaya produksi atau total pengeluaran yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk, diperoleh dengan cara menghitung :

- Biaya pembelian bibit - Biaya pakan

- Biaya obat-obatan - Biaya sewa kandang - Biaya peralatan - Biaya tenaga kerja

Total Hasil Produksi

Total hasil produksi atau total penerimaan yaitu seluruh pendapatan dari penjualan produk yang dihasilkan dalam kegiatan ekonomi diperoleh dengan cara menghitung :

44 - Harga jual domba

- Harga jual kotoran domba

Analisis Ekonomi (Laba-Rugi)

Analisis ekonomi atau laba-rugi dilakukan untuk mengetahui apakah usaha tersebut rugi atau menguntungkan dengan cara menghitung selisih antara total hasil produksi dengan total biaya produksi.

B/C Ratio (benefit cost ratio)

B/C Ratio diperoleh dengan cara membagikan total hasil produksi dengan total biaya produksi, atau dituliskan dengan rumus :

B/C Ratio = Output Input Dimana :

Output : Pengeluaran yang diperoleh dari usaha yang diberikan berupa hasil penjualan

Input : Korbanan yang diberikan berupa biaya-biaya B/C Ratio > 1 = efisien

B/C Ratio = 1 = impas B/C Ratio < 1 = tidak efisien

45

BEP (break even point)

BEP yaitu kondisi dimana suatu usaha dinyatakan tidak untung dan tidak rugi dan disebut titik impas. BEP dibagi kedalam 2 bagian, yaitu :

a) BEP Harga Produksi

Diperoleh dengan cara membagikan total biaya produksi dengan bobot badan setelah pemeliharaan.

b) BEP Volume Produksi

Diperoleh dengan cara membagikan total biaya produksi dengan harga jual/Kg nya.

IOFC (income over feed cost)

IOFC didapat dengan cara menghitung nilai usaha peternakan yang didapat dari berat badan ternak (bobot akhir-bobot awal) di kali harga ternak/Kg dikurangi dengan biaya pakan (total konsumsi dikali harga pakan).

ROI (return on investment)

Didapat dengan cara membagikan nilai keuntungan produksi dengan besarnya biaya yang di keluarkan untuk produk.

Analisis Regresi Sederhana

Didapat dengan cara dengan menghitung variable dependen dan independen untuk mengetahui pengaruh keseluruhan biaya yang digunakan.

46 Rumus matematik :

Y= f (X1, X2,…,Xi,…,Xn) Dimana : Y = variabel yang dijelaskan (dependent variable)

X = variabel yang menjelaskan (independent variable)

Persamaan ini dapat diartikan bahwa Y dipengaruhi oleh X1 dengan anggapan faktor lain (X2, X3,…,Xi,…,Xn) dianggap ceteris paribus / tetap (Nazir, 1988). Faktor-faktor lain tersebut tetap dihitung akan tetapi dalam jumlah yang tetap dan tidak akan berubah kecuali ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Sehingga model matematika dari analisis regresi sederhana penelitian ini yaitu:

Y = f (X1 + {X2+X3+X4+X5+X6}) Dimana:

Y = Total hasil produksi (total pendapatan) f = Koefisien

X1 = Biaya pakan.

X2 = Biaya pembelian bibit X3 = Biaya obat-obatan

X4 = Biaya tenaga kerja Ceteris paribus (tetap) X5 = Biaya sewa kandang

X6 = Biaya peralatan Asumsi:

1. X2, X3, X4, X5, X6 dianggap tetap (ceteris paribus)

2. Apabila level pemberian tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi aspergillus

47

pengueluaran berkurang sehingga menyebabkan total penerimaan bertambah dengan catatan faktor lain diabaikan atau tetap dan tidak mengalami perubahan.

Pelaksanaan Penelitian

Pembuatan tepung kulit umbi ubi kayu fermentasi

Tepung kulit ubi kayu dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kering. Setelah itu digiling sampai halus sehingga menjadi tepung kulit ubi kayu. Lalu tepung kulit ubi kayu tersebut di masukkan ke dalam kantungan plastik ukuran besar, yang di buat dalam beberapa kantungan setelah itu dilakukan sterilisasi agar bahan tersebut tidak terkontaminasi oleh mikroba lain, setelah dilakukan sterilisasi tepung kulit ubi kayu tadi di masukkan ke dalam wadah fermentasi, lalu bahan tersebut di campur dengan air sumur sampai kira-kira 30% setelah itu dimasukkan kapang

aspergillus niger dengan penambahan aquades ke permukaan tepung kulit ubi

kayu tadi setelah itu diaduk hingga merata mengenai semua bahan, lalu bahan tadi di tutup dengan penutup yang sudah disediakan, setelah itu dibiarkan bahan tadi selama 1 minggu, lalu setelah 1 minggu bahan dianggkat dari wadah fermentasi setelah itu bahan tersebut di jemur yang bertujuan agar aktifitas fermentasi berhenti. Lalu setelah tepung kulit ubi kayu telah jadi maka akan dilakukan formulasi dengan bahan pakan yang lain untuk menjadi konsentrat.

Persiapan Kandang

Kandang diperbaiki dan semua peralatan yang digunakan seperti tempat pakan dan tempat minum dibersihkan dengan menggunakan desinfektan.

48

Pengacakan Domba

Domba yang digunakan selama penelitian adalah sebanyak 20 ekor. Penempatan domba dilakukan dengan sistem pengacakan dengan tidak membedakan bobot badan. Sebelumnya dilakukan penimbangan bobot badan awal domba.

Pemberian pakan dan minum

Pakan yang diberikan adalah dalam bentuk tepung tanpa hijauan dimana semua bahan pakan yang digunakan dijadikan dalam bentuk seperti konsentrat. Pemberian pakan dan air minum secara ad libitum dimana air minum diganti setiap hari dan tempatnya dicuci bersih.

Pemberian Obat – obatan

Ternak domba sebelum masuk kandang penelitian terlebih dahulu diberikan obat cacing selama adaptasi, sedangkan obat lainnya diberikan apabila ternak sakit dan disesuaikan

.

Pengambilan dan Analisa Data

Dilakukan pengukuran (pretest) yaitu data rata-rata bobot badan awal domba pada setiap level perlakuan pakan. Dilakukan survei harga pakan yaitu diarea pasar, poultry shop, pabrik pakan ternak, dan tempat-tempat lain yang menyangkut harga pakan dan harga peralatan – peralatan yang digunakan. Dilakukan pengukuran (posttest) yaitu data dari hasil variabel penelitian yang terdiri dari bobot badan awal domba dan bobot badan akhir domba, rata-rata konsumsi pakan domba dan rata-rata konversi pakan domba pada setiap level

49

perlakuan pakan. Dilakukan analisis ekonomi pada data-data pretest dan posttest untuk mengetahui nilai ekonomis dari keseluruhan usaha ternak domba.

50

Dokumen terkait