Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Berlangsung mulai dari bulan Juli sampai November 2013.
Bahan dan Alat Penelitian Bahan
Adapun domba yang digunakan adalah domba lokal jantan lepas sapih sebanyak 20 ekor dengan kisaran bobot badan awal 8,63±2,06 kg. Bahan pakan yang diberikan terdiri atas: sisa panen tanaman pisang dan rumput lapangan sebagai hijauan serta konsentrat terdiri atas: dedak padi, bungkil kelapa, molases, urea, garam dan ultra mineral. Bahan pakan dan konsentrat diolah menjadi pakan pelet. Obat-obatan seperti obat cacing (kalbazen), anti bloat untuk obat kembung, air minum, desinfektan (rodalon) dan obat tradisional.
Alat
Kandang terdiri atas kandang individu 20 unit dengan ukuran 1 x 0,5 m2 beserta perlengkapannya, ember sebanyak 20 buah sebagai tempat pakan dan 20 buah tempat minum, timbangan untuk menimbang bobot hidup berkapasitas 40 kg dengan kepekaan 10 g, timbangan berkapasitas 5 kg dengan kepekaan 1 g untuk menimbang pakan, terpal plastik untuk mencampur dan menjemur bahan pakan, karung plastik sebagai tempat pakan, alat penerangan, grinder untuk menghaluskan bahan pakan, mesin pelleting untuk mencetak pakan pelet, alat tulis
untuk mencatat data selama penelitian, alat pembersih kandang dan termometer untuk mengetahui suhu di dalam dan di luar kandang.
Parameter Penelitian Konsumsi Pakan
Konsumsi pakan dihitung setiap satu hari satu malam (24 jam). Data konsumsi pakan diperoleh dengan cara melakukan penimbangan pakan yang diberikan pada pagi hari kemudian dikurangkan dengan penimbangan sisa pakan yang dilakukan pada pagi hari berikutnya. Konsumsi pakan dapat dirumuskan sebagai berikut: Konsumsi Pakan (BK)= Pakan yang diberikan (g)–Pakan yang sisa (g).
Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH)
Pertambahan bobot badan dihitung dengan cara membagi selisih bobot badan (bobot badan akhir – bobot badan awal) dengan jumlah hari pengamatan pertumbuhan bobot badan yang dihitung setiap satu minggu sekali, dinyatakan dalam gram per ekor per hari. Pertambahan bobot badan harian dirumuskan sebagai berikut:
PBBH=Bobot Badan Akhir-Bobot Badan Awal (g ekor⁄ ) Jumlah hari pengamatan (hari)
Konversi Pakan
Konversi pakan dihitung dengan cara membagi banyaknya pakan yang dikonsumsi per ekor per hari dengan produksi pertambahan bobot badan per ekor per hari. Konversi pakan dirumuskan sebagai berikut:
Pelaksanaan Penelitian Persiapan Kandang
Kandang dan semua peralatan dibersihkan dan dicuci, kemudian dilakukan penyemprotan dengan rhodalon (dosis 10 ml/2,5 liter air) pada lantai dan dinding kandang sebelum proses pemeliharaan.
Persiapan Domba
Domba yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 ekor domba lokal yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, tiap percobaan terdapat 1 ekor domba. Penempatan domba dilakukan dengan sistem pengacakan yang tidak membedakan bobot badan domba.
Persiapan Pakan
Proses pembuatan dimulai dengan pengolahan hasil samping sisa panen tanaman pisang dan rumput lapangan sebagai bahan pakan hijauan menjadi berbentuk tepung. Sisa panen tanaman pisang berupa batang, pelepah dan daun serta rumput lapangan dicincang secara manual atau menggunakan alat pencincang (chopper) kemudian dijemur di bawah sinar matahari dan/atau menggunakan oven bersuhu 600C seterusnya dihaluskan menggunakan mesin grinder.
Setelah sisa panen tanaman pisang dan rumput lapangan kering dan halus dicampur merata dengan bahan konsentrat lainnya sesuai dengan formulasi setiap perlakuan dan adonan dengan kebasahan 60%, molases dicampur dengan air dengan perbandingan 1:5 selanjutnya akan dibuat menjadi pelet ukuran 5-7 mm dengan menggunakan alat pelleting. Kemudian pakan pelet dijemur di bawah
sinar matahari dan/atau menggunakan oven bersuhu 500C selama 12 jam dan disimpan.
Pemberian Pakan dan Air Minum
Pakan yang diberikan adalah pakan komplit berbentuk pelet sesuai dengan perlakuan P0: Pakan pelet yang mengandung 60% rumput + 40% bahan lain; P1: Pakan pelet yang mengandung 20% sisa panen tanaman pisang + 40% rumput + 40 % bahan lain; P2: Pakan pelet yang mengandung 40% sisa panen tanaman pisang + 20% rumput + 40% bahan lain; P3: Pakan pelet yang mengandung 60% sisa panen tanaman pisang + 40% bahan lain). Pakan diberikan pada pagi hari pada pukul 08.00 WIB, sore hari pukul 17.00 WIB, malam hari pukul 22.00 WIB, selanjutnya sisa pakan ditimbang pada waktu pagi hari keesokan harinya sesaat sebelum ternak diberi makan kembali untuk mengetahui konsumsi ternak tersebut. Sebelum dilaksanakan penelitian diberikan waktu 10 hari bagi ternak dengan pakan perlakuan secara bertahap sedikit demi sedikit. Pemberian air minum diberikan secara ad libitum, air diganti setiap harinya. Susunan bahan pakan komplit selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Susunan bahan pakan komplit selama penelitian
Bahan Pakan Perlakuan
P0 P1 P2 P3 S.P.T.P 0 20 40 60 Rumput Lapangan 60 40 20 0 Dedak Padi 26 26 26 26 Bungkil Kelapa 6 6 6 6 Molases 5 5 5 5 Urea 1 1 1 1 Garam 1 1 1 1 Ultra Mineral 1 1 1 1 Total 100 100 100 100 Kandungan Nutrisi PK 14,23 14,22 14,22 14,21 LK 6,98 6,10 5,23 4,35 SK 16,95 17,94 18,93 19,93 TDN 67,38 65,36 63,34 61,32
Keterangan: S.P.T.P: Sisa Panen Tanaman Pisang
Pemberian Obat-obatan
Sebelum pelaksanaan penelitian terlebih dahulu domba diberikan obat cacing Kalbazen dengan dosis 1 tablet/50 berat badan untuk menghilangkan parasit dalam saluran pencernaan. Sedangkan obat-obatan lain diberikan berdasarkan kebutuhan bila ternak sakit.
Penimbangan Bobot Badan
Penimbangan bobot badan domba dilakukan saat awal penelitian dan pengambilan data pertambahan bobot badan selama satu minggu sekali penimbangan selama tiga bulan.
Metode Penelitian
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara experimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut:
P1: Pakan pelet yang mengandung 20% sisa panen tanaman pisang + 40% rumput + 40% bahan lain
P2: Pakan pelet yang mengandung 40% sisa panen tanaman pisang + 20% rumput + 40% bahan lain
P3: Pakan pelet yang mengandung 60% sisa panen tanaman pisang + 40% bahan lain
Dengan ulangan yang didapat berasal dari rumus : T (n-1) ≥ 15 4(n-1) ≥ 15 4n-4 ≥ 15 4n ≥ 19 n ≥ 4,75 n = 5
Setiap percobaan diulang sebanyak lima kali, dengan demikian terdapat sebanyak 20 petak percobaan.
Susunan perlakuan penelitian adalah sebagai berikut:
P1U3 P2U5 P3U2 P0U5 P1U2
P0U2 P1U4 P2U1 P3U3 P0U1
P3U5 P0U3 P1U5 P2U2 P3U4
P2U4 P3U1 P0U4 P1U1 P2U3
Dimana: Perlakuan (P0, P1, P2 dan P3) Ulangan (U1, U2, U3, U4 dan U5)
Menurut Hanafiah (2003) model linear untuk rancangan acak lengkap (RAL) adalah :
Yij = µ + αi + εij
αi = Pengaruh perlakuan ke-i
εij = Pengaruh galat (Experimental error) perlakuan ke-I pada ulangan ke-j
Pakan yang digunakan merupakan campuran dari hijauan berupa sisa panen tanaman pisang dan rumput lapangan dengan konsentrat berupa dedak padi, bungkil kelapa, molases, urea, garam dan ultra mineral yang diproses dengan cara