Tempat dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara berada pada ketinggian 25 m dari permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu dimulai dari Juli 2014-Oktober 2014.
Bahan dan Alat Penelitian Bahan
Bahan yang digunakan yaitu anak ayam kampung umur 1 hari Day Old Chick (DOC) sebanyak 100 ekor, bahan penyusun ransum terdiri dari tepung jagung, bungkil kelapa, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak nabati, top mix, air minum memenuhi kebutuhan air dalam tubuh yang diberikan secara ad libitum, air gula untuk mengurangi stress dari kelelahan transportasi, rodalon sebagai desinfektan kandang dan peralatan tempat pakan dan minum, formalin 70% untuk fumigasi kandang, vitamin dan suplemen tambahan.
Alat
Alat yang digunakan adalah kandang sebanyak 20 plot, masing-masing dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 100 cm dan tinggi 50 cm, peralatan kandang terdiri dari tempat pakan dan tempat minum, alat penerang dan pemanas berupa lampu pijar 40 watt, mesin giling untuk menggiling, termometer sebagai pengukur suhu kandang, timbangan elektrik untuk menimbang, timbangan shalter dengan kapasitas 5 kg dengan kepekaan 0,01 gram, alat pencatat data seperti buku data, alat tulis dan kalkulator, alat pembersih kandang berupa sapu, ember,
sekop,hand sprayer, alat lain berupa plastik, ember dan pisau dan terpal untuk menutup dinding kandang.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam kampung. Pada ransum diberikan perlakuan sebagai berikut:
P0 = Pakan basal dengan 30% ampas sagu fermentasi dan 0% ampas sagu
non fermentasi
P1 = Pakan basal dengan 22,5% ampas sagu fermentasi dan 7,5% ampas sagu
non fermentasi
P2 = Pakan basal dengan 15% ampas sagu fermentasi dan 15% ampas sagu
non fermentasi
P3 = Pakan basal dengan 7,5% ampas sagu fermentasi dan 22,5% ampas sagu
non fermentasi
P4 = Pakan basal dengan 0% ampas sagu fermentasi dan 30% ampas sagu
non fermentasi Jumlah ulangan: t (n - 1) ≥ 15 5 (n - 1) ≥ 15 5n - 5 ≥ 15 5n = 20 n = 4 ulangan
Model matematik yang digunakan adalah :
Model Matematik RAL adalah sebagai berikut: Yij = µ + σi + εij
Dimana :
Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i ulangan ke j i = 1, 2, 3, 4, (ulangan)
j = 1, 2, 3, 4, 5, 6 (perlakuan) µ = nilai tengah umum
σi = pengaruh perlakuan ke-i
Kombinasi unit perlakuan dalam ulangan sebagai berikut: P0U1 P4U2 P3U3 P2U4 P2U1 P1U2 P0U3 P1U4 P4U1 P3U2 P4U3 P3U4 P3U1 P3U2 P1U3 P0U4 P1U1 P0U2 P2U3 P4U4 Parameter Penelitian Parameter Yang Diamati 1. Bobot Karkas (g)
Bobot karkas merupakan bobot yang diperoleh dari hasil penimbangan karkas yaitu hasil penimbangan dari daging bersama tulang ayam hasil pemotongan yang telah dipisahkan dari kepala sampai batas pangkal leher dan kaki sampai batas lutut, darah dan bulu, isi rongga perut kecuali ginjal dan paru-paru.
2. Persentase Karkas (%)
Persentase karkas merupakan perbandingan antara bobot karkas dengan bobot potong dikalikan 100%.
3. Bobot non karkas (g)
Diperoleh dari hasil penimbangan dari non karkas yaitu kepala, isi perut, kaki, darah dan bulu.
Pelaksanan penelitian
Persiapan Kandang dan Peralatan
Kandang berukuran 1 x 1 x 0,5 meter sebanyak 20 plot. Sebelum digunakan terlebih dahulu dibersihkan dan ditutup rapat dengan terpal, lalu disucihamakan penyemprotan dengan larutan formalin dan dibiarkan selama satu
minggu dengan tujuan mensucihamakan kandang dari jamur, bakteri dan bibit mikroorganisme lainnya. Kandang dan peralatan kandang didesinfektan dengan rodalon sebelum digunakan.
Random DOC
Sebelum DOC dimasukkan kedalam kandang yang sudah disediakan, terlebih dahulu dilakukan penimbangan agar bisa diketahui kisaran bobot badan awal yang akan digunakan, kemudian dilakukan pemilihan secara acak (random) untuk menghindari bias (galat percobaan) lalu di tempatkan pada masing-masing plot yang tersedia sebanyak 5 ekor.
Pengolahan Ampas Sagu Fermentasi dengan Starbio
Pengolahan ampas sagu menjadi tepung ampas sagu fermentasi diawali dengan penjemuran ampas sagu sampai kering sampai kandungan kadar air sekitar 40-50 %. Setelah itu dilakukan fermentasi menggunakan starbio dalam kondisi anaerob selama 3 hari. Kemudian ampas sagu diangin-anginkan sampai kering.
Penyusunan Ransum
Bahan penyusun ransum yang digunakan terdiri dari tepung jagung, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, minyak nabati, ampas sagu dan top mix.
Bahan penyusun ransum sebaiknya ditimbang terlebih dahulu sesuai komposisi susunan ransum yang telah ditentukan dalam formulasi setiap perlakuan. Metode yang digunakan dalam mencampur ransum adalah secara manual dan ransum disusun dua kali seminggu.
Pemeliharaan Ayam Kampung
Hari pertama DOC diberikan minum Vitastress untuk mencegah stress akibat perjalanan dari tempat penetasan. DOC untuk minggu pertama dan minggu kedua dalam pemeliharaannya ditambahkan kertas Koran sebagai alas dan diganti apabila sudah kotor atau basah. Pada setiap plot juga dipasang lampu pemanas. Ransum dan air minum diberikan secara ad libitum, dan tempat pakan diisi setengah bagian untuk menghindari pakan yang terbuang saat ayam makan. Vaksinasi dilakukan dua kali selama penelitian, yaitu vaksin ND pada umur 4 hari dan 4 minggu. Selain lampu pemanas, pada malam hari kandang diberikan lampu penerang di sekitar kandang.
Pengambilan Data
Data diambil setelah umur ayam mencapai umur pemotongan karkas yaitu umur 12 minggu. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang dan mengukur parameter yang telah ditentukan.
Persiapan yang dilakukan untuk memperoleh karkas adalah :
1. Pemuasaan, ayam dipuasakan selama enam jam untuk mengosongkan isi tembolok dan mengurangi isi saluran pencernaan.
2. Pemotongan, ayam dipotong di bawah rahang termasuk vena jugularis, pipa tenggorokan dan kerongkongan.
3. Pengeluaran darah, setelah dipotong ayam digantung dengan posisi kepala ke bawah dan biarkan selama dua menit.
4. Penyeduhan (scalding), ayam dicelupkan ke dalam air panas dengan suhu sekitar 60 0C selama 1 menit untuk mempermudah pencabutan bulu.
6. Pemisahan komponen non karkas, kepala hingga batas leher dipotong, kaki hingga batas lutut dipotong, isi rongga perut ditarik keluar lalu dipisahkan.
Analisis Data
Pengujian Parameter dilakukan dengan Analisa Sidik Ragam, bila perlakuan berbeda nyata (P<0,05) atau sangat nyata (P<0,01) dilanjutkan dengan uji beda nyata yang sesuai.