Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut mulai bulan Juli sampai Desember 2014.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah bibit tanaman tembakau varietas Virginia sebanyak 20 tanaman, isolat bakteri endofit asal akar nilam, biakan murni nematoda puru akar (Meloidogyne s..), larutan acid fuchsin, media TSA (Tryptic Soy Agar) sebagai media tumbuh bakteri, media King` B, media NA (Nutrient Agar) dan bahan lain yang akan mendukung penelitian ini.
Alat yang digunakan adalah pot plastik diameter 18cm kedalaman 12 cm, meteran, mikroskop, alat ekstraksi nematoda, timbangan analitik, oven, meteran, cangkul, gembor dan pisau dan alat-alat lain yang akan mendukung penelitian ini. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu :
Faktor : jenis bakteri endofit asal akar nilam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : B0 = Di inokulasikan nematoda ± 500 ekor/pot
B1 = Bakteri Bacillus spp.1 + nematoda juvenil 2 ± 500 ekor/pot B2 = Bakteri Pseudomonas + nematoda juvenil 2 ± 500 ekor/pot B3 = Bakteri Bacillus spp.2 + nematoda juvenil 2 ± 500 ekor/pot Diperoleh perlakuan sebanyak 4 perlakuan, yaitu :
Jumlah ulangan sebayak 5, yang diperoleh dari: t (r-1) ≥ 15 4 (r-1) ≥ 15 4r- 4 ≥ 15 4r ≥ 19 r ≥ 4,75 r ~ 5
Jumlah tanaman seluruhnya : 20 pot tanaman
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dengan SPSS. Terhadap sidik ragam yang nyata, maka dilanjutkan analisis lanjutan dengan menggunakan UJGD (Uji Jarak Berganda Duncan) dengan taraf 5 % (Steel & Torrie, 1993).
Pelaksanaan Penelitian
Eksplorasi Isolat Bakteri Endofit
Isolat bakteri endofit asal perakaran nilam diisolasi dengan cara mengambil akar tanaman nilam yang sehat yang berasal dari daerah Tapak Tuan Nanggro Aceh Darusalam. Akar yang diambil dicuci dengan air mengalir selama 15 menit, akar dipotong dan dimasukkan ke dalam beker glass 150 ml. Akar yang telah bersih kemudian direndam dengan NaOCl 5% selama 1 menit kemudian dibilas dengan akuades steril. Selanjutnya akar direndam dengan alkohol 95% selama 1 menit dan dibilas dengan akuades steril setelah itu akar direndam dengan akudes steril selama 15 menit sebanyak dua kali. Akar yang telah di sterilisasi permukaan kemudian ditanam dalam media TSA selama 2 hari untuk mendeteksi kontaminan. Akar yang bebas kontaminan, digunakan untuk eksplorasi bakteri endofit dengan menggerus akar di dalam mortar. Air gerusan akar digoreskan pada media TSA dan diamati pertumbuhan bakteri endofit selama 2 x 24 jam dan dilakukan permurnian isolat (Harni et al., 2007).
Penyediaan Biakan Murni Nematoda
Nematoda di isolasi dari akar tanaman tomat yang terserang nematoda puru akar. Akar yang membengkak dicuci dengan air mengalir dan diamati di bawah mikroskop binokuler untuk mengumpulkan paket telur. Paket telur kemudian diletakkan dalam petri yang berisi air steril selama 1 x 24 jam.
Penapisan Bakteri Endofit
Bakteri endofit yang telah diekplorasi kemudian diuji dengan nematoda di dalam microwell. Bakteri yang berpotensi tertinggi untuk mengendalikan nematoda kemudian digunakan pengujian di rumah kasa.
Identifikasi Bakteri Endofit
Identifikasi dilakukan untuk bakteri yang akan digunakaan dalam pengujian di rumah kasa yaitu setelah uji penapisan in vitro. Identifikasi bakteri dilakukan dengan panduan buku Bergey's Manual of Determinative Bacteriology (Holt et al., 1994).
Pembuatan Media Tanam Tembakau
Media tanam di buat dari campuran antara top soil, kompos dan pasir (2:1:1/v:v:v). Campuran media kemudian dimasukkan dalam pot bervolume 300 g. Pemupukan dasar NPK 3g per polibeg yang dicampur pada media tanam dilakukan bersaman ketika media tanam dicampurkan. Media tanam dimasukkan kedalam plastik PE dan disterilisasi autoklaf selama 15 menit pada suhu 1210C. Inokulasi Nematoda pada Akar Tanaman Tembakau
Bibit tembakau yang digunakan berumur 1 bulan dengan varietas Virginia di peroleh dari BPTD PTPN II. Diinokulasikan nematoda sebanyak 500 ekor/ tanaman selama 5 hari berturut-turut (100 ekor/hari) yang telah disuspensikan dalam air 10 ml.
Inokulasi Akar Tembakau dengan Bakteri Endofit
Diinokulasikan bakteri ke dalam 10 ml air, kemudian dihitung kerapatan sel bakteri hingga 1 x 104 cfu. Larutan bakteri kemudian disiram ke sekitar
perakaran radius 2 cm dari batang dalam pot tanaman tembakau (Harni et al., 2007).
Pemeliharaan Tanaman Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, dan jika cuaca sangat panas maka dapat dilakukan penyiraman pagi dan sore hingga tanah benar-benar basah dan dalam kapasitas lapang.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis atau kimia jika gejala serangan berat atau sangat berat.
Panen
Setelah satu bulan panen dilakukan. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman nilam dan di bersihkan serta cuci akar hingga bersih dengan air yang mengalir.
Peubah Amatan
Identifikasi Bakteri Endofit
Identifikasi bakteri dilakukan dengan panduan buku Bergey's Manual of Determinative Bacteriology (Holt et al., 1994).
Laju Pertambahan Tinggi Tanaman
Pengukuran tinggi tanaman dilakukan dengan menggunakan meteran dari pangkal batang hingga titik tumbuh tanaman. Diamati 1-7 minggu, diamati mulai 1 minggu setelah tanam (mst) selama 7 minggu dengan interval seminggu sekali. Laju Pertambahan Jumlah Daun
Pengukuran jumlah daun tanaman dilakukan dengan menghitung langsung, diamati mulai 1 minggu setelah tanam (mst) selama 7 minggu dengan interval 1 minggu sekali.
Berat Basah Akar
Pengukuran berat basah akar dilakukan dengan membongkar tanaman dan menimbang akar setelah dicuci dengan air yang mengalir.
Berat Kering Akar
Pengukuran berat kering akar dihitung dengan menimbang akar setelah dimasukkan kedalam oven selama 48 jam dengan suhu 1000 C.
Populasi Akhir
Perhitungan populasi akhir diamati dengan pengambilan 10 g akar tanaman dan 100 g tanah kemudian diekstraksi. Populasi akhir dihitung dengan menjumlahkan populasi nematoda di akar dan jumlah nematoda di tanah.
Faktor Reproduksi Nematoda
Faktor reproduksi nematoda (Pf/Pi) adalah populasi akhir dibagi populasi awal (Pinochet, 1992):
�= �� �� Keterangan : R = faktor reproduksi
pf = populasi akhir pi = populasi awal
Tabel 1. Defenisi nilai faktor reproduksi nematoda menurut Taylor & Sasser (1971)
Nilai R Defenisi Nilai R
R ˂1 Tanaman yang diuji bukan inang Meloidogyne
R =1 Tanaman yang diuji inang alternatif Meloidogyne
Perhitungan Keparahan Penyakit
Keparahan penyakit adalah keparahan serangan nematoda puru akar terhadap jaringan yang dirusaknya.
Tabel 2. Skoring intensitas kerusakan akar akibat nematoda puru akar menurut Zeck (1971) adalah sebagai berikut:
Skor Kerusakan Akar
0 Akar sehat, tidak ada investasi larva M. incognita
1 Ada sedikit sekali puru kecil-kecil, dan dapat
dilihat dengan pengamatan lebih teliti
2 Ada puru kecil seperti pada 1, tapi lebih banyak
dan mudah diamati
3 Banyak puru kecil, dan akar masih berkembang
serta berfungsi dengan baik
4 Banyak puru kecil dan besar mulai terbentuk,
tetapi fungsi akar masih baik
5 Terdapat banyak puru kecil dan cukup banyak
puru besar. Sekitar 25% akar berpuru dan tidak berfungsi
6 Sekitar 50% akar berpuru dan tidak berfungsi
7 Sekitar 75% sitem perakaran berpuru dan tidak
berfungsi
8 Seluruh perakaran berpuru dan rusak berat,
pengangkutan hara terhenti, tanaman mulai layu
9 Seluruh perakaran rusak berat, mulai busuk dan
tanaman layu berat
10 Seluruh perakaran membusuk dan tanaman mati
Keparan penyakit dapat dihitung dengan rumus:
��= ∑ ��
�� ����% KP = keparahan penyakit
n = jumlah akar ke-i yang diamati dalam setiap kategori serangan v = nilai skor kategori serangan
N = jumlah akar yang diamati
Z = nilai skor dari kategori serangan tertinggi (Townsend & Hueberger, 1976).
HASIL DAN PEMBAHASAN